
Hari sudah gelap saat mobil yang membawa Alina dan Biru memasuki kota D kota di mana Alina menghabiskan banyak waktunya untuk bekerja dan di kota ini pula Alina dan Bagus dulu menghabiskan waktu bersama mengukir cerita indah yang kini hanya menjadi kenangan keduanya.
sejenak Alina menghembuskan nafasnya lembut mengingat kenangannya bersama Bagus. Dan kini Alina harus memulai kisah baru bersama Biru di kota ini. Entah seperti apa hari harinya nanti saat bersama Biru ia sudah memantapkan hati untuk menerimanya sebagai takdir yang mungkin telah di gariskan untuknya. Sepanjang perjalanan Alina lebih banyak diam dan memilih untuk tidur karna merasa canggung pada Biru yang juga fokus pada pekerjaannya dengan laptop di pangkuannya. Biru telah meninggalkan kantor dan pekerjaannya selama 4hari dan saat ini banyak masalah yang harus ia selesaikan itulah sebabnya sedari tadi ia hanya diam menatap layar laptopnya sambil sesekali mengecup mesra pucuk rambut Alina. Hingga akhirnya saat mereka sampai di tengah kota Alina memberanikan diri untuk meminta sesuatu pada Biru.
"emmmmm tuan," melihat Biru dengan ragu karna Biru kini memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya pada kursi.
"iya ada apa sayang." masih dengan mata terpejam namun tangannya meraih jemari Alina.
"apa kau tidur? aku ingin mengatakan sesuatu." memberanikan diri karna merasa Biru tidak sedang tidur.
"tidak aku hanya lelah mataku sedikit perih jadi aku memejamkan mata ku.baiklah kamu mau mengatakan apa istriku,hmm??" jawab Biru yang kemudian membuka matanya dan mengangkat kepalanya mencium mesra tangan Alina.
"boleh tidak aku ke kost an ku dulu,untuk mengambil barang yang juga harus aku kembalikan ke tempat kerja ku." dengan nada memohon. Berharap Biru mengabulkannya.
Biru tampak berfikir sejenak karna rencana awalnya ia akan langsung membawa Alina kerumahnya agar mereka bisa segera tinggal bersama dan membiasakan Violet juga anak anaknya.
"emmm baiklah kau boleh tinggal di sana sampai urusan pengunduran dirimu selesai,setelah itu aku akan membawamu ke rumah ku." Biru menatap wajah Alina yang sedari tadi menampilkan wajah imutnya untuk memohon pada Biru.
"terimakasih tuan,,aku akan segera menyelesaikannya." tersenyum sangat senang.membuat Biru mencubit hidungnya karna gemas.
"eits...jangan senang dulu." goda Biru mengerjainya.yang sontak membuat Alina terdiam dan bingung.
"ada syaratnya untuk itu." lanjut Biru menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi mobil yang ia duduk i.
"syarat??" Alina mengernyitkan dahinya dan menatap bingung pada Biru. yang di balas Biru hanya dengan kedipan matanya.membuat Alina semakin bingung.
"syarat apa tuan??" masih bingung
__ADS_1
"baiklah istriku,,aku akan mengijinkan mu tinggal di kost mu selama yang kamu mau.tapi..." jawab Biru sengaja menggantungkan ucapannya.
"tapi apa tuan?" penasaran
Biru kembali mengangkat kepalanya dan menatap Alina yang memasang wajah bingung di depannya. Menurut Biru Alina semakin menggemaskan dengan wajah seperti itu. Membuat Biru semakin bucin saat berada di dekatnya.
"panggil aku sayang atau suami ku." jawab Biru mantap dengan menaik turunkan alisnya dan senyum jailnya.
"APA??!!!" terkejut dengan permintaan Biru yang menurutnya sedikit aneh.karna di usia Biru yang saat ini tidak muda lagi menurutnya. Sejenak Alina terdiam melihat ke arah Biru yang masih menatapnya dan bergumam dalam hatinya. (hey...syarat macam apa ini,kenapa dengan tuan Biru ini,tampak seperti ABG bucin saja ga sesuai umur).
Alina tampak mengalihkan pandangannya sejenak dan menghela nafas panjang kemudian melihat kearah Biru lagi. Sebelum akhirnya memutuskan untuk menerima syarat Biru dengan menganggukkan kepalanya di depan Biru.
Biru yang melihat Alina menganggukkan kepalanya tanda setuju merasa senang namun tetap jaim dengan hanya menyunggingkan bibirnya menahan senyumnya.
"baiklah istri ku,,mulai sekarang panggil aku dengan panggilan itu.dan sebagai imbalan aku mau,,mmmm" mendekatkan pipi kanannya pada Alina bermaksud memberi kode padanya.
"jadi istriku ini tidak mau," berpura pura merajuk dengan mengalihkan pandangan ke luar jendela dan menjauh dari Alina menyandarkan kepalanya di kursi.
"bukan begitu tuan,,eh maksud ku suamiku." gugup malu dan takut bercampur jadi satu yang Alina rasakan.
Biru hanya memejamkan matanya mendengar jawaban Alina,ia berusaha menyembunyikan senyumnya karna berhasil mengerjai Alina dan membuat Alina merasa kikuk dibuatnya.
Alina yang merasa tidak enak pada Biru akhirnya memberanikan diri mendekat pada Biru dan dengan kilat mengecup pipi Biru.
Sontak Biru membuka matanya dan melihat Alina yang sangat dekat dengannya. Kini Biru menahan Alina dengan cara meraih leher Alina dengan tangannya. Biru memiringkan sedikit kepalanya. Tanpa aba aba Biru mencium bibir Alina dan kembali memejamkan matanya.
Alina merasa malu akan serangan Biru yang tiba tiba.
__ADS_1
Supir yang dari tadi fokus pada jalan pun tiba tiba kaget melihat aksi majikannya ini yg terlihat dari kaca di depannya sehingga membuatnya kehilangan fokus dan hampir menabrak mobil di depannya.
Karna supir yang mengerem mendadakan membuat mereka kaget. Dan Biru akhirnya terpaksa melepaskan ciumannya pada Alina membuat Alina merasa lega namun juga malu.
"maaf tuan maafkan saya karna mengerem mendadak." kilah sang supir karna takut majikannya meradang karna ia telah mengganggu momen romantis sang majikan.
"ya sudahlah." Biru tampak kesal
"kita ketempat Alina dulu antarkan dia kesana dulu setelah itu kita pulang." titah Biru setelah sang supir kembali menjalankan mobilnya.
"baik tuan." jawab sang supir dan kembali fokus ke jalan.
Alina tampak diam menahan malunya.
Sedangkan Biru masih dengan senyumnya menatap Alina yang kini mengalihkan pandangannya ke jalanan. suasana di dalam mobil kembali hening. Dan kini mereka telah sampai di ujung gang tempat Alina tinggal. Biru menahan Alina yang sudah memegang handle pintu mobil bersiap untuk turun.
"sayang,, kamu turun begitu saja tanpa pamit pada ku suami mu." masih dengan tangan memegang tangan Alina dan menampakan wajah berpura pura merajuk seakan tak mau Alina turun dan meninggalkannya.
"tu maksud ku suami ku,aku akan turun dulu kamu tidak mungkin ikut turun kan ini sudah malam dan lagi di gang sana mobil nya tidak bisa masuk,gangnya sangat sempit anda akan tidak nyaman nantinya.jadi pulanglah dan beristirahatlah." berusaha menahan Biru dengan menampilkan senyum manis agar Biru tak ikut masuk karna ia akan bingung menjelaskan pada ibu kostnya nanti.karna ia pulang malam dengan membawa laki laki.
"baiklah baiklah,aku juga tau kalau gang itu sempit." jawab Biru yang sebenarnya sudah tahu kondisi tempat kost Alina karna sebelum menikah Biru sempat diam diam datang kesana untuk mengawasi Alina.
"kalau begitu apalagi,pulanglah aku akan turun." melihat ke arah tangannya yang masih di pegang Biru.
"ya sudah langsung istirahat ya.besok persiapkan semua keperluanmu bawa ke tempat kerja aku akan menjemputmu." mencium kening Alina dan melepaskan pegangan tangannya. Membiarkan Alina keluar dari mobil. Setelah Alina turun mobil kembali jalan di iringi lambaian tangan Alina pada Biru. Dan Alina pun berjalan menyusuri gang menuju kost tempatnya tinggal selama di kota D ini. Sesampainya di kost Alina membuka pintu dan langsung merebahkan badannya di tempat tidur yang menjadi tempat favoritnya. Sambil memejamkan matanya Alina mengingat ingat kejadian beberapa hari ini yang telah mengubah hidupnya kini. Perlahan Alina tertidur karna merasa sangat lelah.
Bersiaplah Alina untuk menjalani hari-hari dengan status sebagai istri muda tuan Biru Wiratmadja.
__ADS_1
Terimakasih telah membaca cerita saya. Maafkan bila ceritanya kurang menarik. Tapi semoga pada suka ya hehehe. Mohon tinggalkan likenya ya setelah membaca. Dan di tunggu komennya untuk membangun semangat dalam menulisakan cerita ini. Terimakasih.