
Tiga tahun lalu, dimana pernikahan mereka di gelar dengan megahnya. Alina di perkenalkan sebagi nona muda Permana karna telah dipersunting oleh tuan muda dari keluarga Permana yang selama ini di ketahui sulit di taklukkan oleh banyak wanita.
Ya,, kehidupan keluarga Permana memang sering di ekspos media bisnis lokal maupun luar negeri. Dua putra Permana yang berhasil mendirikan kerajaan bisnis properti di dalam dan luar negeri. Tentu saja kisah asmara kedua putra dari keluarga Permana itu tak luput juga menjadi konsumsi publik.
Selain ketampanan mereka yang telah di akui banyak orang. Banyak kaum hawa yang mengincar keduanya. Berbeda dengan Herjuno yang sering tampil di media bersama istrinya.
Kisah kehidupan Abimanyu lebih sedikit di ekspos karna ia yang lama menetap di luar negeri. Dan ketika kabar bahwa putra bungsu keluarga Permana itu menikah, maka yang menjadi konsumsi publik dengan rasa penasaran mereka adalah sosok wanita yang mampu memenangkan hati pria yang di kenal tertutup itu.
Pesta di gelar dengan banyaknya tamu undangan dari kolega kolega Abimanyu dan Herjuno juga teman teman nyonya Ranti. Alina patut bahagia karna semua yang tidak ia dapatkan dulu kini ia dapatkan bersama Abimanyu. Meski ini bukan yang pertama bagi dirinya,, namun suasana dan perasaan yang menyelimutinya kali ini adalah yang pertama ia rasakan dan dapatkan. Pernikahan yang di akui banyak orang dan di lakukan di depan banyak orang tanpa ada yang di sembunyikan. Terharu rasanya Alina mendapat limpahan kebaikan dari Abimanyu dan juga keluarganya.
" Abi,,, terimakasih." ucap Alina yang berdiri di pelaminan bersama Abimanyu dengan pelan meraih tangan Abimanyu dan menggenggamnya.
" untuk apa." tanya Abimanyu yang kini melihat ke arah Alina dengan pandangan sayang.
" untuk semuanya ini Abi,, kamu memberikan apa yang tidak aku dapatkan dulu." dengan mata berkaca kaca Alina berkata. Ia terharu dengan semua ini.
" cukuplah cintai aku tidak perlu selalu berterimakasih. Aku mencintai mu Alina, sangat cinta." dengan lembut Abimanyu mengusap air mata Alina yang menggenang di pelupuk matanya.
" jangan menangis karna ku. Aku ingin selalu menjadi tawa dan senyuman untuk mu bukan menjadi air matamu." lanjut Abimanyu tanpa malu di depan banyak tamu undangan mencium kening Alina.
" iya,, aku berjanji akan memberikan hati ku untuk mu Abi, ajari aku untuk selalu mencintaimu seperti dirimu yang selalu mencintai ku selama ini." dengan tersenyum Alina memandang suaminya itu.
" pasti itu,, dulu saja saat kamu masih menjadi milik orang aku dengan beraninya ingin membuat dirimu jatuh cinta pada ku, apa lagi saat ini,, saat kamu telah resmi menjadi milik ku seutuhnya." Abimanyu menatap Alina dengan tatapan menggoda.
" kamu mulai mencoba menggodaku ya,,, hemmm?." ucap Alina yang kini beringsut masuk ke pelukan Abimanyu yang sejak tadi merentangkan tangannya untuk memeluk Alina.
" ehem,,." deheman Candra yang kala itu datang mengagetkan keduanya. Membuat Alina salah tingkah dan melepaskan pelukan mereka.
" apa aku mengganggu. Ayolah Li,, jangan buat aku semakin sakit seperti ini. Melihat kalian berdiri disini sejak tadi saja sudah membuat hati ku kacau, apalagi saat pria ini memeluk mu." ucap Candra yang membuat Alina tersenyum tipis dan Abimanyu yang dengan sengaja kembali meraih pinggang Alina untuk kembali memeluknya.
" memangnya kenapa tuan Candra,, pria di depan mu ini adalah suami sah dari Lili mu ini." Abimanyu dengan nada mengejek Candra dan menunjukan kuasanya sebagai suami Alina. Menunjukan pada Candra bahwa ialah pemenangnya. Abimanyu dengan sengaja justru mencium pipi Alina di depan Candra.
" ya ya ya,,, baiklah tuan Abimanyu permana, kau menang, kau telah berhasil mengambil Lili ku. Tapi ingat tuan Abimanyu, jika Lili ini sampai layu di tangan mu, maka aku tidak segan merebutnya kembali." dengan tawa tipis Candra melirik ke arah Alina dan Abimanyu. Membuat Alina tersenyum melihat tingkah lucu kedua pria itu.
" kalian ini,, selalu saja begitu. Ini bukanlah sebuah kompetisi masih saja berkata rebut rebut terus." ucap Alina dengan mencebikkan bibirnya membuat Candra dan Abimanyu tertawa.
__ADS_1
" tuan Candra,, terimakasih selama ini telah menjaga dia dan selalu melindunginya. Maafkan jika akhirnya seperti ini." ucap Abimanyu tulus,, ia melihat Candra dengan tatapan serius tidak bercanda seperti tadi.
" mungkin memang sudah jalannya seperti ini. Lili,, kamu tahu,, dalam hidup ku, ini bukan pertama bagi ku. Aku sudah pernah kehilangan sebelumnya. Namun kali ini aku kembali kehilangan sebelum benar benar memilikinya. Tapi jika kehilangan ku ini membuat orang yang aku cintai bahagia, aku tidak akan bersedih meskipun berat rasanya." Candra menghela nafas panjang dan tersenyum tipis sekali pada Alina. Memandang Alina dengan tatapan sayu.
" Abimanyu,, kau memang lebih muda dari ku dan bahkan dari kakak ku, tapi kau begitu lebih bijak dan lebih dewasa berfikir dan bertindak, aku harap kau bisa selalu bijaksana saat mengambil sikap dalam berumah tangga nanti. Jangan seperti kakak ku dulu,, yang tidak bijak saat mendapat masalah bersama Lili. Jika kau seperti itu, aku yakin, kau akan benar benar kehilangannya." lanjut Candra yang kini menepuk nepuk bahu Abimanyu dengan mata melirik ke Alina.
" kau sudah seperti kakak ku saja saat menasehati seperti itu. Huft,,, kau membuat ku terharu saja." Abimanyu kini memeluk Candra, pelukan ala kaum pria. tidak lama namun penuh arti.
" jaga dia untuk ku. Kau memiliki dua wanita ku. Wanita yang selalu menjadi semangat ku beberapa tahun belakangan ini." kembali Candra menepuk pelan pundak Abimanyu dan tersenyum.
" Li,, berbahagialah selalu, ingat selalu aku yang tak bisa sarapan tanpa masakan mu." kembali Candra menatap sayu Alina.
" terimakasih untuk semuanya Candra, kau juga berbahagialah,, aku yakin banyak yang lebih baik di sana menunggu mu. Maafkan aku." Alina mencoba tersenyum menahan air matanya karna merasa terharu mengingat banyaknya kebaikan Candra padanya selama ini. Jika saja Candra bukan bagian dari Wiratmadja, maka saat ini yang berada di samping Alina adalah dirinya. Tak di pungkiri kebersamaannya mereka selama lima tahun lebih membuat sebuah rasa berbeda dalam hati Alina meskipun tak begitu dalam.
Candra tak kuasa lebih lama menahan sesak di dadanya air matanya sudah siap meluncur dari pelupuk matanya ia memutuskan meninggalkan Alina dan Abimanyu di pelaminan.
Sambil berjalan dan menunduk ia mengusap airmata. Perih sekali rasanya, melihat wanita yang ia cintai bersanding dengan yang lain. Awalnya Candra tidak ingin hadir di sana. Namun ia sadar, jika dia egois mungkin kedepannya hubungannya dengan Alina tidak akan lebih baik. Terlebih ia sudah menyayangi Kirana seperti putri kandungnya.
Semua keluarga Wiratmadja pun hadir, kecuali Biru dan Sekar. Sekar telah mendapat balasan dari kekejamannya yang telah mencelakai Alina dan menghabisi nyawa kedua orang tua Alina.
Biru tengah meratapi nasibnya, kehilangan Alina membuatnya frustasi. Terlebih ia harus bisa menerima kenyataan bahwa Alina telah dimiliki orang lain. Ia saat ini mengurung diri dalam rumah yang dulu ia tempati bersama Alina. Rumah impian Alina. Rumah di tepi pantai yang menjadi tempat favorit Alina.
Semua kenangannya bersama Alina masih tersimpan manis di ingatannya. Bagaimana dulu ia memadu kasih dengan Alina di rumah ini. Menjalin sebuah rumah tangga yang sesungguhnya bersama Alina. Meskipun statusnya yang disembunyikan, Alina dulu tak pernah sedikitpun memprotesnya. Sungguh Biru rindu semua yang ada pada Alina. Namun Biru sadar, jika apa yang terjadi saat ini adalah akibat dirinya yang tidak bijak dalam bersikap dulu saat mendapat masalah bersama Alina. Biru sungguh sangat menyesali itu saat ini. Namun apa gunanya itu saat ini. Toh Alina sudah tidak lagi bisa kembali padanya meskipun Biru mengakui penyesalannya saat ini.
Di saat ini adalah Violet orang yang senang dengan pernikahan ini. Karna dengan Alina menikah, maka Biru suaminya tidak akan lagi selalu berharap bisa kembali bersama Alina. Dengan begitu, Violet bisa kembali menjalani kehidupan rumah tangga dengan Biru seperti dulu. Begitu pikir Violet saat itu.
🍎🍎🍎🍎🍎
Sayangnya kebahagian Alina dan Abimanyu yang menjalani status pengantin baru kala itu harus terusik dengan berita buruk tentang status dan hubungan Alina di masa lalu. Media memberitakan hal buruk mengenai masa lalu nona muda keluarga Permana yang baru satu Minggu menyandang gelar istri Abimanyu itu. Awak media yang kala itu selalu berdatangan setiap hari mencari berita di kediaman keluarga Permana dimana Alina tinggal sebelum terbang ke luar negeri. Mereka selalu menunggu di depan gerbang kediaman nyonya Ranti. Memaksa untuk mendapatkan klarifikasi yang sesungguhnya.
Lebih mengejutkan lagi bahwa berita yang ingin media klarifikasi dari Alina. Adalah tentang nona muda keluarga Permana yang menurut berita pernah menjadi wanita simpanan dan merusak rumah tangga orang. Bahkan beredar kabar, Alina menikah dengan Abimanyu permana karna telah berhasil menjebak tuan muda Permana itu sehingga terpaksa menikahinya. Entah siapa yang membongkar pada media tentang hubungan Alina dan Biru di masa lalu. Saat pernikahan kemarin, kepada media nyonya Ranti dan juga Abimanyu telah memberitahu status Alina kepada media bahwa Alina pernah menikah sebelumnya. Namun tidak menyebutkan bahwa Alina menikah dengan Biru Wiratmadja. Apalagi sampai menjadi wanita simpanan dan menyebabkan rusaknya sebuah keluarga.
Syok,, terkejut jelas terlihat dari raut wajah Alina. Matanya tiba tiba saja berkaca kaca. Hatinya sakit, tubuhnya mendadak kaku. Entah siapa yang tega membuat berita seperti itu tentang dirinya. Amarah Abimanyu terlihat jelas saat mendengar wartawan itu melontarkan pertanyaan yang membuat Alina terguncang. Abimanyu yang tadinya sudah geram karna media yang selalu menunggu mereka itu, memutuskan mengajak Alina untuk keluar rumah dan bermaksud menemui media memberikan klarifikasi dan meluruskan berita yang sebenarnya. Justru kini di buat semakin geram dengan pertanyaan pertanyaan para pencari berita bahwa Alina adalah wanita yang selalu menjebak pengusaha dengan tubuhnya dan hanya mengincar hartanya saja. Dengan tegas Abimanyu membela istrinya itu. Dengan menggenggam erat tangan Alina memberinya kekuatan.
" semua itu tidak benar, istri saya tidak seperti itu. Itu berita salah,, dan jika ada yang berkata seperti itu maka jelas dia mengarang cerita!!". Abimanyu dengan marah membela Alina di depan banyak kamera.
__ADS_1
" jika tidak benar kenapa nyonya Violet sendiri yang membuka fakta pernikahan suaminya dengan istri anda dulu." kembali salah satu pewarta bertanya dan kali ini membuat Alina dan Abimanyu terkejut.
Mereka tidak menyangka bahwa justru Violet sendiri yang membuka semua itu ke media. Bukankah selama ini Violet yang selalu berusaha keras menutupi status pernikahan kedua Biru dan selalu menampilkan keharmonisan pernikahan mereka. Lalu kenapa kini justru ia merusak semua citra baik itu.
Tanpa mereka semua tahu,, ternyata ini semua Violet lakukan karna merasa bahwa Biru telah tidak adil setelah ia tahu Biru memiliki rumah dengan nama Alina sebagai pemiliknya. Violet juga mengetahui jika Biru menulis surat warisan harta pribadinya untuk Kirana putrinya bersama Alina. Violet merasa tidak terima dengan perlakuan Biru yang semakin hari semakin dingin dan acuh padanya. Sebab itulah ia membuka semua kisah masa lalu suaminya bersama Alina. Bermaksud mencemarkan nama baik Alina. Dengan memanipulasi fakta bahwa dirinya dan Biru sebagai korban kelicikan Alina.
Sayangnya, kejadian itu malah membuatnya semakin geram. Bagaimana tidak, ia berharap Alina menjadi di benci banyak orang dan namanya menjadi buruk, namun kenyataannya justru kisah Alina menjadi inspirasi banyak orang. Hari itu saat Abimanyu dan Alina berusaha mengklarifikasi berita itu. Biru datang bersama Candra membuka kembali kisah masa lalu mereka.
Wartawan yang melihat kedatangan Biru kala itu menjadi riuh dan semakin ingin tahu ada berita apa selanjutnya. Biru yang datang kala itupun membuat Abimanyu dan Alina heran. Untuk apa kedatangannya kali ini. Biru berdiri di sebelah Abimanyu dengan tersenyum pada Alina dan juga Abimanyu. Dengan segara ia berbicara dan memberi klarifikasi tentang berita yang beredar. Tentu saja Biru tidak ingin wanita yang ia cintai itu merasa terpojok dan menjadi bersedih karenanya.
" jadi teman teman media,, sebenarnya bukan nona Alina yang merebut saya dari istri saya dan merusak rumah tangga saya dengan Violet. Sesungguhnya saya lah yang merebut Alina dari kekasihnya kala itu. Dan bahkan saya juga yang memaksa menikahinya,, benar memang dia adalah istri saya yang statusnya dulu saya sembunyikan, itu karna ada sesuatu hal. Jadi dia bukan menjadi simpanan, apa kalian tahu,, saya sangat mencintai wanita yang sekarang menjadi istri tuan Abimanyu permana ini. Jadi mohon teman teman mengerti dan jangan lagi membuat berita yang tidak baik mengenai nona muda keluarga Permana." jelas Biru tegas,,, dan membuat semua orang yang berada di sana terkejut. Tak terkecuali Violet dan papa mama Biru. Yang kala itu menyaksikan siaran itu.
Hari itu Biru membuat pernyataan yang membuat dirinya mendapat hukuman dari sang papa. Papa Biru tidak mentolerir lagi sikap sang putra yang semakin membuatnya geram. Di sisi lain Abimanyu bersyukur Biru membantunya membuat klarifikasi yang membuat nama Alina tidak begitu buruk.
Herjuno bekerjasama dengan Candra memberikan berita kepada media. Agar mereka memuat mengenai perjuangan Alina setelah di telantarkan Biru. Dengan judul berita yang membuat Violet semakin meradang dan membenci Alina juga Biru yang telah membuat keputusan yang menurutnya salah.
Sejak saat itu Alina menutup diri dari banyak orang. Ia merasa malu dan takut jika kembali di hujat dan bahkan sempat ada yang melemparinya dengan sayuran dan telur busuk saat ia menemani nyonya Ranti berbelanja. Kejadian yang Alina hadapi kali ini benar benar memukul batin Alina. Sehingga membuat Abimanyu yang kala itu masih memiliki banyak pekerjaan di indonesia harus mempercepat penerbangan mereka agar Alina tak lagi di hujat dan di salahkan banyak orang. Abimanyu tidak tahan melihat istrinya yang selalu menahan kesedihannya itu.
Sejak hari itu,, Alina tak lagi ingin pulang ke negaranya. Bahkan ia harus rela berjauhan dari Amran dan juga Akas sang kakak. Keluarga yang ia miliki selain Kirana dan Abimanyu suaminya. Selama tinggal di luar negeri Alina sedikit bisa bernafas lega. Selain Abimanyu yang selalu memberinya dukungan, ia juga senang bertemu orang baru. Meskipun begitu, Alina tetap menutup diri dari pergaulan banyak orang. Tidak seperti Alina yang dulu di kenal selalu ramah pada setiap orang. Kali ini nyonya Abimanyu itu di kenal sebagai pribadi yang tertutup dan pendiam.
Namun saat di rumah dan bersama keluarganya. Alina tetap menjadi dirinya yang dulu. Hangat, lembut dan juga ramah, selalu membawa suasana bahagia di setiap orang terdekatnya.
Pernikahan Alina dan Abimanyu memang bukan yang pertama. Namun banyak hal baik yang Alina dapatkan dan tidak ia dapatkan sebelumnya. Alina sangat bersyukur karna Abimanyu begitu menyayanginya dan juga Kirana. Perlahan, Alina mulai membuka diri untuk berhadapan dengan banyak orang. Meskipun tidak seperti dulu, namun Alina mencoba bangkit dari trauma masa lalunya.
Abimanyu yang selalu setia menjadi penopang Alina, membuat Alina semakin ingin bangkit. Dan sekarang setelah tiga tahun berlalu. Untuk pertama kalinya, saat Abimanyu ingin secara resmi memperkenal kan dirinya di depan para teman dan kolega bisnisnya di luar negeri. Alina tidak lagi menolak. Alina menguatkan diri dan meyakinkan hatinya. Jika semua akan baik baik saja. Benar saja saat pesta ulang tahun pernikahan mereka di gelar kemarin. Sambutan baik Alina dapatkan dari semua undangan yang hadir. Bahkan banyak yang memuji ketegaran Alina saat banyak media memuat berita tentangnya dulu.
☘️☘️☘️☘️☘️
~ Teman sejati bukanlah yang bisa membuat semua masalahmu menghilang. tapi yang tidak akan menghilang saat kamu memiliki masalah ~
☘️☘️☘️☘️☘️***
🍒🍒🍒🍒🍒
Hai hai readers,,,, Terimakasih sudah membaca,,, maaf baru update lagi. Jangan lupa tinggalkan LIKE ya setelah membaca. Silahkan krisannya di komen ya. Terimakasih,,, 🙏🙏😊😊
__ADS_1