Takdir Alina

Takdir Alina
Makan malam,,


__ADS_3

Biru dan Violet sudah siap dengan setelan rapi mereka. Malam ini keluarga besarnya mengadakan makan malam di rumah salah satu kakak Biru yang belum lama ini pindah dan menetap di kota D.


" Biru,, mami sama papi bareng Damar saja ya." ucap nyonya broto Wiratmadja yang sudah berdiri di dekat mobil Damar.


" mi,, sama Biru saja. Damar suka ngebut." Biru takut jika maminya yang sudah berumur itu jadi jantungan ketika nanti Damar benar benar mengendarai mobilnya seperti biasa.


" tenang aja pa,, ada Dinar, jika kak Damar ngebut Dinar yang akan jitak kepalanya." Dinar menyahuti dan membukakan pintu untuk oma opa nya.


" ya sudahlah,." Biru pun pasrah dan kembali masuk ke dalam mobilnya bersama Violet. Sejujurnya Biru enggan berdua saja dengan Violet di dalam mobil. Biru masih kesal dengan istrinya itu.


" Biru,, sepertinya mami sama papi ingin kita berduaan." ucap Violet yang yang duduk di samping Biru. Terlihat wajah bahagianya.


" memang begitu kan mereka dari dulu. Maunya aku dan kamu bersama. Meskipun tahu aku terpaksa." Biru menjawab dengan dingin tanpa melihat Violet sedikitpun.


" ya itu kamu tahu,, kenapa mesti mengecewakan mereka dengan nekat menikah lagi." Violet tak mau kalah menjawab dinginnya Biru.


" Karena memang aku ingin pernikahan yang aku mau. Bukan pernikahan yang di inginkan orangtuaku dengan memaksa ku." Biru tetap dingin menjawab dan tak menoleh sedikitpun.


" Tapi lihatlah pernikahan yang terjadi atas ingin mu itu tidak bertahan lama. Dan justru sebaliknya,,, pernikahan yang kata kamu paksaan. Justru bertahan begitu lamaaaaa." Ucap Violet berbangga diri.


Biru memilih diam daripada harus berdebat dengan Violet di dalam mobil. selama ini hubungan mereka terkesan semakin dingin.


Semenjak Biru mengetahui kebenaran tentang Alina dan Abimanyu saat itu.


Dan setelah perdebatannya dengan Violet kala itu, Biru menyesalkan sikap Violet yang memanas manasinya tentang hubungan Alina.


Di matanya kini Violet memang salah karna telah membuatnya berlaku kasar pada Alina.


Biru juga tak sepenuhnya menyalahkan Violet. Karna sebagai suami ia tak bisa berbuat banyak untuk Violet. Bahkan ia telah membuat goresan luka di hati Violet. Parahnya meskipun merasa bersalah, Biru tetap tak peduli. Baginya ia tetap ingin Alina yang menempati hatinya. Ia juga menyesal karna kala itu tak bisa berfikir jernih sehingga mudah terprovokasi oleh ucapan Violet.


Kini harapan Biru adalah menemukan Alina. Ia ingin membawa Alina pada sekar dan keluarganya. Tak peduli jika setelah itu ia di coret dari daftar keluarga Wiratmadja seperti adiknya dulu. Ia akan membawa Alina pergi sejauh mungkin agar Sekar kakaknya atau keluarganya yang lain tidak bisa lagi menyakitinya. Ia ingin hidup bahagia bersama Alina. Wanita yang tak bisa lepas dari ingatannya juga dari hatinya.


Beberapa bulan lalu Biru tanpa sengaja bertemu Sandy dan Bagus di pantai. Saat itu Biru sedang berjalan jalan sore disana untuk menenangkan pikirannya dan mengobati rindu pada Alina. Biru memang selalu mendatangi pantai jika ia begitu merindukan sosok Alina. Pantai adalah tempat favorit Alina sebab itulah Biru selalu kesana mengunjunginya. Kala itu Sandy yang menemani Bagus berjalan jalan tanpa sengaja menabrak Biru yang sedang duduk di tepian pantai.


" maaf, tuan maaf,." Ucap Sandy dengan panik tak lupa ia mengatupkan kedua tangannya di dada.


Melihat orang yang ditabraknya tak merespon. Sandy mencoba memperhatikan orang itu.


" Eh,,, anda ini tuan Biru ya." ucap Sandy kala menyadari bahwa yang di depannya adalah Biru.


" iya." Biru menjawab dengan malas.


" sendirian saja?? di mana Lilin,, eh,, maksud saya Alina? apa dia juga di sini." tanya Sandy melihat sekeliling.


" siapa kamu,, kenapa mengenal Alina?" tanya Biru mulai tak suka.

__ADS_1


" dia teman ku om,, seorang detektif." Bagus yang tiba-tiba datang menjawab pertanyaan Biru.


" kau rupanya,," Biru melihat sekilas pada Bagus di belakangnya.


" dimana Lilin ku om. Apa dia baik baik saja." tanya Bagus menyelidik.


" Dia sudah tidak lagi bersama ku." jawab Biru datar.


Jawaban Biru membuat Sandy dan Bagus saling menatap bingung. Dan tiba-tiba Sandy teringat sesuatu.


" oh astaga, Lilin,, ini semua pasti karna ancaman itu ya tuan jadi dia mengambil keputusan untuk pergi?." celetuk Sandy yang membuat Biru membelalakan matanya menatap Sandy. Biru tak mengerti kenapa Sandy membahas tentang ancaman dan Alina.


" maaf om,, sebenarnya aku kembali ke indonesia karna Sandy memberitahu ku tentang Lilin. Sandy bilang Lilin mendapat ancaman beberapa tahun lalu. Dan belakangan ini ponsel Lilin tidak bisa di hubungi oleh Sandy. Sandy bahkan tak lagi melihat Lilin ku. Tentu saja aku khawatir jika anda ini tidak menjaga Lilin ku dengan baik." jelas Bagus setelah melihat tatapan Biru yang menggambarkan kebingungan. Bagus menceritakan panjang lebar kejadian yang menimpa Alina sambil menatap tajam Biru di depannya.


" tunggu,, ancaman kamu bilang?" ucap Biru ingin memastikan. Ia menatap Sandy menuntut penjelasan.


" oopss,, maaf tuan,, Bagus ini,, memang nggak bisa jaga rahasia ya." ucap Sandy pura-pura.


" katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi." Biru dengan geram semakin menatap tajam Sandy.


Sandy berhasil memancing reaksi Biru yang penasaran. Dan akhirnya ia menceritakan kejadian beberapa tahun silam ketika Alina mendatanginya hari itu.


Biru seketika mengingat bahwa Alina pernah bilang padanya bahwa ia menemui temannya untuk suatu urusan. Dan sekarang terjawab sudah semua itu.


Sandy menunjukan foto-foto kertas dan tulisan yang dulu di tujukan Alina padanya. Hari itu Sandy sengaja mengambil foto dengan camera ponselnya. Dan hingga kini ia masih menyimpan itu. Dan foto-foto itulah yang ia kirimkan pada Bagus.


" Kak Sekar." Gumam Biru pelan.


Dan sejak pertemuannya dengan Sandy kala itu Biru menunggu kesempatan untuk bertemu Sekar yang selalu saja sibuk dan susah untuk di temui.


Malam ini, di acara makan malam ini Biru akan menggunakan kesempatan ini untuk berbicara dengan Sekar. Kakak tertuanya yang merupakan dalang di balik ancaman ancaman dan teror untuk Alina. Dan membuat ia harus terpisah dari Alina. Sebab Alina memilih mundur dan menyelamatkan bayi mereka dan juga keluarga Alina. Begitu yang bisa Biru simpulkan dengan puzzle yang selama ini ia dapatkan.


Biru selesai lebih dulu makannya daripada yang lain. Ia memang sengaja segera menyelesaikan makan malamnya agar bisa segera berbicara dengan Sekar. Setelah semua selesai makan, mereka berbincang dan bercanda bersama diruang keluarga yang tak jauh dari meja makan.


Mereka membahas semua hal dari mulai dunia bisnis dan yang lainnya.


Biru dari tadi mengamati Sekar yang tertawa bersama keluarganya. Ia bahkan tidak terlalu menyimak obrolan keluarganya. Ia sudah tak sabar ingin berbicara pada Sekar. Ia ingin segera tahu alasan Sekar melakukan semua itu.


Hingga akhirnya, ia yang duduk, di sofa dan bersandar malas itu memutuskan untuk mengirimi Sekar sebuah pesan melalui ponselnya.


(aku ingin bicara, pergilah kebelakang.) isi pesan Biru pada Sekar.


Setelah menerima pesan Biru Sekar pamit ke belakang. Dan tak lama Biru menyusulnya.


" apa maksud semua ini kak." ucap Biru berjalan mendekati Sekar yang sedang duduk di kursi taman itu.

__ADS_1


" apa? apa maksudmu Biru." jawab Sekar yang tidak tahu kenapa sang adik tiba-tiba kesal terhadapnya.


" kenapa kau tega membunuh kedua orang tua Alina. Apa maksudnya, kenapa kau ikut campur dalam hubungan ku!!" Biru tak bisa menahan emosinya lagi. Ia meluap amarah pada sang kakak.


" Oh,,, jadi kau sudah tahu tentang hal itu Biru. menurut mu kenapa aku melakukan itu. Apalagi selain aku ingin menyelamatkan citra baik keluarga kita. Dengan kamu menikahi gadis kampung itu. Maka sudah jelas kamu mempertaruhkan reputasi keluarga besar kita Biru!" jawab Sekar dengan angkuhnya.


" kenapa kau baru bertanya ini sekarang. Kamu baru tahu sekarang ini ya Biru, apa ****** itu yang memberitahu?" ucap Sekar sinis.


" Jaga ucapan mu kak. Dia bukan wanita seperti itu. Dan mana mungkin dia memberitahu ku. bukankah kau tahu bahwa aku dan Alina telah berpisah. Jadi mana mungkin di memberitahu ku. Harusnya kak Sekar tahu kan bahwa aku tak lagi bersamanya. karena kami memutuskan untuk berpisah dan itu semua karena kau kak!! karena kau!!!" Ucap Biru marah.


" harusnya kau tahu Biru,, di keluarga kita tidak ada yang boleh menikah dengan kaum jelata sepertinya. Dan kau dengan sengaja justru melakukan itu." Sekar lagi lagi bersuara keras menyalahkan sang adik.


" aku mencintainya kak,, sangat mencintainya." ucap Biru tak kalah marahnya dari Sekar.


" kau jahat kak, kau tega membunuh orang tak berdosa dan memisahkan adik mu ini dari wanita yang aku cintai." lanjut Biru kecewa.


" tak ada urusan dengan cinta Biru. Cinta mu itu salah. Tak seharusnya kau mencintai wanita miskin sepertinya. Jangan bodoh seperti adik mu yang termakan cinta dan mengorbankan dirinya juga kehidupannya." Sekar lagi lagi berkata pada Biru dengan tatapan tajamnya.


" aku mau kau bertanggung jawab kak!!, kau penyebab Alina pergi meninggalkan ku. Dan hidupku berantakan." Biru dengan ketus menekan Sekar.


" peduli apa,, sampai kapan pun itu tidak akan pernah terjadi. Lagi pula ****** itu entah masih hidup atau tidak. Kalau masih hidup sudah jelas kau akan menemukannya kan sejak dulu. Mungkin saja dia sudah bersatu dengan tanah karena kau mengusirnya waktu itu." Sekar mengakhiri perdebatan mereka dan masuk ke dalam lagi bergabung dengan keluarga besarnya. Membuat Biru mengepalkan tangannya karena kesal.


. Suasana di dalam rumah ramai dengan tingkah beberapa cucu-cucu dari tuan Broto Wiratmadja.


Sekar menghampiri sang papa dan berkata.


" pap,,, mari bicara tentang Candra." ucap kakak tertua Biru yang membuat semua orang menatapnya dengan heran.


" untuk apa,,, dia sudah tiada bagi keluarga kita." Papi Biru terlihat malas membahasnya.


" tak bisa kita pungkiri pap, dia bagian dari kita. Dan saat ini semua tahu dia telah berhasil menjadi pebisnis yang hebat tanpa membawa nama Wiratmadja. Dia berdiri sendiri tanpa kita. Dan itu artinya,,, dia bisa menjadi ancaman berat untuk bisnis kita." lanjut Rani kakak Biru yang lainnya.


" nah,, itu kamu tahu,, dia saja tidak mau membawa nama kita. Lalu untuk apa kita bahas dia. Buat papi, dia sudah tidak ada lagi di keluarga Wiratmadja. Tentang dia yang berhasil membangun bisnisnya. Biarkan saja dia menikmati itu. Papi yakin itu tidak akan bertahan lama. Lihat saja." papi Biru tampak tak suka mendengar bahwa Candra menjadi orang sukses. Dengan sombongnya ia tak mengakui hal itu.


" dia sudah mempermalukan keluarga kak, jadi untuk apa membicarakan dia." ucap Sekar membela sang papi.


" biar bagaimanapun, dia adalah darah daging papi mami juga,, dan adik kandung kita. Pikirkan jika suatu hari dia datang pada kita dan menuntut haknya. Terlebih mengenai kematian istrinya dulu. Kita harus memikirkan itu semua. Dia bisa saja menuntut kita atas kematian istrinya dan juga keluarga istrinya." Rani kembali membahasnya. Tak di pungkiri ada rasa takut jika Candra menuntut balas atas perbuatan mereka.


" dia akan kembali menjadi putra ku jika dia mengikuti aturan ku. Tapi kalian lihat sendiri kan. Dia justru berjalan sendiri. Dan jika dia menuntut balas. Itu artinya dia menabuh genderang untuk perang melawan papi. Dan papi tidak akan tinggal diam. Sudah cukup,, papi tidak ingin membahasnya. Ada cucu cucu papi di sana. Jangan sampai mereka dengar. Papi hanya ingin menikmati waktu bersama cucu-cucu papi. Merekalah penerus keluarga ini." Papi Biru melihat ke arah cucunya yang berada di ruang sebelah. Ia berusaha menutupi kisah Candra di masalalu yang membuat keluarga mereka menjadi sorotan publik kala itu. Ia tak mau kejahatan yang telah ia lakukan di ketahui oleh cucu-cucunya.


Biru yang berada di sana hanya diam. Ia sudah malas menanggapinya. Dan dalam pikirannya saat ini ia juga akan melalukan hal seperti Candra dulu. Memperjuangkan cintanya meskipun bisa di bilang ia terlambat. Namun kali ini ia tidak akan seceroboh Candra yang akan membuat istrinya meninggal karna ulah keluarganya. Biru bertekad akan mencari Alina secara diam-diam dan mengajaknya pergi sejauh mungkin. Membangun hidup bersama buah hati mereka.


** Tunggu aku Alina sayang,,, aku akan menemukan mu. Dan setelah itu kita akan meninggalkan mereka yang kejam ini dan hidup bahagia bersama buah hati kita.***


Gumam Biru dalam hatinya.

__ADS_1


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa tinggalkan LIKE nya ya setelah membaca. Silahkan krisannya, tunggu kelanjutan Alina selanjutnyaπŸ˜‰. Terimakasih πŸ™πŸ™πŸ˜Š


__ADS_2