
Pagi ini Abimanyu bangun dengan sangat bersemangat. Setelah pulang dari acara di kantor Ardi kemarin, ia menyusuri jalan di kota ini mencari lokasi restoran Alina. Mumpung masih di sini ia akan mengunjungi restoran itu untuk bertemu Alina. Ia jelas tidak mau melewatkan kesempatan ini. Bukankah selama ini ia memang mencari Alina. Apalagi setelah percakapannya dengan Biru hari itu, ia semakin yakin bahwa Biru dan Alina tidak lagi memiliki hubungan. Dan ia merasa kesempatan itu terbuka lebar untuknya.
Dengan bersenandung riang di belakang kemudinya ia berdendang menggambarkan hatinya yang sedang berbahagia itu. Abimanyu terus melajukan mobilnya hingga ia berhenti tepat di depan restoran milik Alina.
Setelah memarkirkan mobilnya ia masuk kedalam restoran dan memilih meja yang agak masuk kedalam agar bisa leluasa mengobrol dengan Alina nantinya. Begitu pikir Abimanyu. Sebetulnya karna meja di depan tadi sudah di penuhi para pelanggan. Padahal ini jam sibuk, namun restoran ini terbilang cukup ramai.
Abimanyu sudah menghabiskan satu gelas jus mangga namun yang di tunggu belum datang juga. Hingga akhirnya ia menanyakan pada salah satu pelayan yang lewat di depannya.
" emmmmmm,,,, mbak,, maaf,, apa Alina tidak datang kesini??" tanya Abimanyu.
" Maaf siapa ya yang anda maksu??." Tanya pelayan itu bingung.
" Yang punya restoran ini mbak." Ucap Abimanyu menegaskan.
" Maaf tuan yang punya restoran ini namanya Nona Lyli." Yachhh pelayan ini memang karyawan baru in restoran Alina. Sebab itulah ia tak mengenal nama asli Alina.
Mendengar hal itu Biru mendecak karena ia lupa bahwa di sini nama Alina ada Lyli.
Ia lun kembali bertanya pada sang pelayan.
" Iyaaa,,, itu maksud ku mbak,,." Biru di buat sedikit kesal karena pelayanan itu seperti sengaja mengerjainya saja.
" Oh,,,, Nona Lyli ada tuan sedang di belakang. Apa ada perlu." jawab pelayan itu sopan,, setelah mengetahui bahwa yang di cari adalah Lyli.
" ya mbak,,, aku ada perlu yang penting,,, bisa tolong saya untuk panggil kan." Abimanyu tersenyum sumringah mengetahui Alina ada berada disini. Ia sedikit memaksa pelayanan itu untuk memanggil Alina.
Pelayanan itupun menghampiri Alina yang tengah asyik dengan alat masaknya.
" Nona Lyli ada yang mencari anda." Ucap pelayanan itu menghampiri Alina dan membuat Alina menghentikan aktivitasnya.
" Siapa??" Alina merasa tidak membuat janji dengan siapapun hari ini. Dan jika itu Candra tidak mungkin ia menyuruh pelayanan jika untuk menemuinya. Candra akan langsung ke bagian dapur menyusul Alina.
" Kurang tahu mba." Jawab sang pelayan.
Alina melepaskan appron yang ia kenakan dan membersihkan dirinya. Merapikan penampilannya. Alina berfikir bahwa yang mencarinya mungkin kolega Candra yang akan menjalin kerjasama dengannya. Maka Alina harus terlihat rapi kan.
Alina berjalan ke depan mencari sosok yang menunggunya. dan betapa terkejutnya ia saat pandangan matanya menangkap sosok yang ia kenali. Dan sebenarnya ia hindari
" Abi,,,?!" Teriak Alina pelan saat melihat Abimanyu duduk di restorannya dan sedang melihat kearahnya dengan senyumnya.
" Hay,,, sibuk??" tanya Abimanyu melambaikan tangan pada Alina. Membuat Alina harus menghampirinya.
" Abi,,, kok kamu bisa di sini." Alina duduk di kursi depan Abimanyu. Ia tak menyangka Abimanyu bisa sampai di resto nya.
" ya bisa aja, Alina,, ngomong-ngomong kamu lagi sibuk nggak?" tanya Abimanyu menatap lekat Alina. Sama seperti dulu saat ia melihat Alina.
" udah nggak sih,," Alina mengalihkan pandangan ke arah luar. Menghindari tatap Abimanyu.
" pas banget dong kalau gitu,,,, ayo kita jalan,, ajak putri mu juga. Kirana, benar kan namanya Kirana." Abimanyu begitu bersemangat. Ia ingin memiliki waktu bersama Alina dan juga ingin dekat dengan Kirana. Mumpung ia masih berada di kota ini.
" maaf Abi,,, kalau sekarang aku nggak bisa, tapi kalau kamu mau nunggu ya boleh lah. Kebetulan memang hari ini aku janji sama Kirana mengajaknya jalan jalan." Ucapan Alina yang langsung membuat raut wajah Abimanyu berseri.
" baiklah aku tunggu di sini." Abimanyu dengan senangnya.
" ya sudah,, aku ke sebelah dulu." Alina berdiri dan hendak pergi.
Hal itu membuat Abimanyu bertanya-tanya.
" tunggu, ke sebelah?? kemana?" Abimanyu heran dengan perkataan Alina barusan.
" iya ke sebelah." Alina menunjukan toko bunganya dengan jari telunjuknya.
Abimanyu paham bahwa Alina hendak mengunjungi toko bunganya.
" oh,, iya baiklah aku tunggu disini." ucapnya dengan santai.
Abimanyu menunggumu Alina dengan duduk santai sembari mengutak atik ponselnya. Mencari tempat wisata keluarga terdekat dari restoran Alina.
Di saat Abimanyu sedang fokus dengan ponselnya. Tiba-tiba saja Candra datang menghampirinya dengan wajah tak suka.
" tuan Abimanyu permana, sedang apa anda di sini?" Candra yang baru saja datang itu tiba tiba kesal melihat Abimanyu yang sudah duduk manis disana.
" oh,, saya sedang menunggu seseorang. Maaf dengan siapa?" Abimanyu bertanya dengan sopan sebelum akhirnya di buat kesal juga oleh Candra.
" Candra,, kemarin kita berada dalam acara yang sama,,, peresmian kantor milik Ardi kusuma. Kebetulan saya juga rekan kerja Ardi. Dan saya adalah orang yang dekat dengan pemilik restoran ini. Jadi sedang apa anda di sini sekarang." jawabnya dengan tersenyum tipis seolah membuat Abimanyu kesal karna mengetahui bahwa ia dekat dengan Alina.
" anda kekasihnya?" tanya Abimanyu sudah mulai tidak suka.
__ADS_1
" Abi,, Candra,, kalian saling kenal?" tanya Alina yang tiba tiba datang memecah ketegangan di antara dua pria di depannya itu.
" Li,, kamu mau kemana?" tanya Candra yang melihat Alina sudah siap dengan tas di lengannya.
" oh,, aku ada janji sama Kiran mau ngajak dia jalan jalan hari ini." ucap Alina santai.
" dan dia akan pergi bersama saya." aku Abimanyu berdiri dari duduknya dan mendekati Alina. Seolah mengatakan pada Candra bahwa ia menang.
" jadi kalian akan pergi bersama?" tanya Candra yang di balas anggukan oleh kedua orang di depannya. Candra tak menyangka bahwa Alina bisa dengan cepat dekat dengan Abimanyu.
" Li,, nggak bisa gitu, kamu dan dia, sejak kapan kalian kenal. Dan jangan main pergi pergi dengan orang asing." Candra menarik tangan Alina sehingga kini posisinya Alina berada di sisinya.
" heyyyy asal anda tau,,, saya ini bukan orang asing tuan,,, saya dan Alina kenal sudah kenal lamaa. Dan tadi kita berdua memutuskan akan pergi bersama dengan Kiran juga." Abimanyu kembali menarik tangan Alina hingga berada di sisinya lagi.
Adegan mereka bertiga menjadi pusat perhatian para karyawan Alina yang berlalu lalang. Membuat para karyawan perempuan merasa iri melihat bosnya itu di perebutkan oleh dua orang pria keren.
" Wah,,, adegan seru ini. Jarang-jarang terjadi hal begini." Ucap seorang karyawan Alina.
" Ihhhhhh mbak Lili bikin iri aja,,," celetuk salah satu karyawan Alina dengan memeluk nampan yang ia bawa tadi.
" sebenernya yang mana sih kekasih mbak Lili." karyawan lainnya menimpali.
" wah,, saingan tuan Candra lebih muda nich,, siapa yaaa yang di pilih mbak Lyli di antara kedua pria itu." Aris yang kebetulan lewat itu menggeleng gelengkan kepalanya. Melihat sang atasan yang sudah seperti bola yang di oper oleh pemainnya. Tangan Alina bergantian di raih kedua pria itu saat mereka berdebat.
Sadar menjadi tontonan, Alina menghentikan sikap kedua pria itu dengan memilih pergi keluar restoran dan masuk ke dalam mobilnya.
" Alina,, tunggu aku,, aku ikut sama kamu." Tak ingin kehilangan kesempatan bersama Alina. Abimanyu segera mengejarnya dan masuk kedalam mobil Alina ia duduk di kursi penumpang sebelah Alina.
" Lili,, tunggu,, aku juga akan ikut." Candra tak mau kalah,, ia bahkan kini sudah duduk di kursi penumpang di bagian belakang Alina.
" astaga kalian benar benar seperti anak kecil. Jika begini bagaimana aku bisa membawa putri ku jalan jalan. Candra Abi,, salah satu dari kalian harus bawa mobil sendiri." Alina di buat bingung dengan tingkah dua pria dewasa ini.
" tidak mau." jawab Abimanyu dan Candra serentak dan membuat Alina kembali menggelengkan kepala.
" dia saja, aku tidak tahu jalan kerumah kamu Alina, jadi biar aku bareng kamu saja yaa" Abimanyu memanfaatkan ketidak tahuannya itu untuk tetap satu mobil dengan Alina.
" enak saja,". jawab Candra memukul bahu Abimanyu dari belakang.
" sudah begini saja Li,, kita pergi bersama sama. Mobil kamu masih muat lah tentunya." Candra tak mau kalah.
" Alina,, sejak kapan kamu mahir mengendarai mobil." Abimanyu bertanya dengan pandangan ke arah Alina yang fokus dengan kemudinya itu.
" dua tahun lalu,, semua berkat Candra." ucap Alina menengok sekilas pada Abimanyu. Dan melirik Candra yang tersenyum itu dari kaca di didepannya.
" oh,, kalian benar benar teman dekat ya." Abimanyu mulai melemah nadanya saat bertanya. Ia merasa kalah cepat dari Candra.
" tentu saja." Candra dengan berbangga menjawab.
Alina hanya diam saja dan tetap fokus mengendarai. Saat mereka sampai di rumah Alina Candra turun lebih dulu dan langsung memasuki rumah Alina. Seakan menunjukan pada Abimanyu bahwa ia lah orang yang paling dekat dengan Alina.
Alina memarkirkan mobilnya dan mengajak Abimanyu masuk setelahnya.
" Alina,,." nada dan wajah sendu Abimanyu bisa Alina lihat saat tiba tiba tangannya di cekal oleh Abimanyu dan menghentikan langkahnya.
" kenapa?" dengan tersenyum manis Alina melihat Abimanyu.
" apa benar dia kekasih mu? apa aku tidak punya kesempatan Alina?" tanya Abimanyu dengan sorot mata memelas.
" Abi, dia teman dekat ku, kami berteman lama, itulah sebabnya kami dekat." Alina menjawab dengan lembut pertanyaan Abimanyu dan membuat senyum Abimanyu mengembang.
" tapi aku cemburu Alina." Abimanyu terus terang tentang yang ia rasakan saat ini. Ia sudah tak bisa membendungnya lagi.
" Abi jangan bicara yang nggak nggak dech,,, dia adalah orang di balik semua yang aku miliki saat ini." tutur Alina lagi.
" dan fakta itu juga semakin membuat ku cemburu." Abimanyu menatap Alina dengan tatapan yang sulit Alina terjemahkan.
" kamu ini,,, sudahlah,, kita baru bertemu kemarin dan sekarang,,, lihat ini,,, lihat,,, sekarang kamu ngomong aneh aneh saja." Alina melepaskan tangannya dari cekalan Abimanyu dan berjalan masuk kedalam rumah.
" bagaimana hubungan mu dengan tuan Biru." pertanyaan Abimanyu sebelum Alina jauh dari nya dan berhasil membuat Alina berhenti.
Degh,, jantung Alina terasa berhenti sejenak saat Abimanyu menyebut nama seseorang yang ingin ia lupakan. Alina berhenti sejenak dan menghela nafas.
" jangan di bahas lagi." Alina tanpa melihat ke arah Abimanyu menjawab dan setelah itu berjalan kembali dan di ikuti Abimanyu di belakangnya.
Sampai di dalam rumah Alina melihat Candra sudah bersama Kirana yang sedang asyik bercanda di ruang tengah.
" bik Tini,, tolong siapin keperluan Kiran ya,, kita berangkat sekarang." titah Alina.
__ADS_1
" Abi,, Candra,, aku kekamar dulu. Nitip Kiran ya sebentar. Ucap Alina dan berlalu meninggalkan kedua pria itu bersama putrinya.
" hallo Kiran, masih inget sama uncle?" Abimanyu mendekati Kiran yang duduk di depan Candra. Mencoba akrab dengan Kirana.
Kiran tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Abimanyu.
" oh,,, pintar sekali kamu,, masih kecil udah ngerti sopan santun ya nak." puji Abimanyu setelah Kiran menyalami dan mencium tangannya.
" tentu saja dia pandai," jawab Candra ketus.
" tuan Candra mari berteman jangan berdebat terus seperti sekarang." Ajak Abimanyu yang sebenarnya tidak ingin bermusuhan dengan Candra.
" memangnya siapa anda mengajak saya berteman." Candra masih saja ketus. Ia enggan berteman dengan Abimanyu. karena baginya itu hanya omong kosong. Toh Candra tahu tujuan Abimanyu sebenarnya hanya untuk mengambil Alina darinya.
" sama seperti anda yang juga menjadi teman Alina. Saya juga teman Alina. Lebih tepatnya teman lamanya." Abimanyu mengulurkan tangannya pada Candra.
Candra masih ragu untuk menerima ajakan pertemanan dari Abimanyu.
" Baiklah karna anda memaksa,, tapi inget yaa sekedar teman biasa,," Candra menjabat tangan Abimanyu dengan terpaksa.
" Ngomong-ngomong tolong jaga Kiran sebentar, saya mau ke kamar mandi dulu." Candra berdiri dan berlalu meninggalkan Kiran bersama Abimanyu.
" Li,, masih lama ga?" tanya Candra yang bersandar di tembok dekat pintu kamar Alina. Sebelumnya ia sudah lebih dulu mengetuk pelan pintu kamar Alina.
" astaga Candra,, kamu bikin aku kaget saja." Alina terperanjat dengan kedatangan Candra yang tiba-tiba.
" sorry,, Li,, sebenarnya aku tidak ingin membuat kamu mengingat masa lalu kamu. Tapi aku ingin tahu,, sejak kapan kamu berteman dengan Abimanyu.". tanya Candra, ia sengaja menunggu Alina di depan kamarnya tadi. Setelah dari kamar mandi.
" Oh,,, tentang itu,,, Can,, aku kenal dia saat aku masih menjadi istri tuan Biru dulu." jawab Alina sedikit malas.
" Bukannya sekarang juga masih ya Ly?." Goda Candra mengangkat kedua alisnya dan tersenyum tipis.
Alina mencebik karena Candra lagi-lagi membahas tentang statusnya.
" Mulai dech kamu Cand." Alina mencubit kecil lengan Candra.
" Makanya Ly,, biar jelas mari kita ke pengadilan." Selama ini Candra selalu mengajak Alina untuk mendatangi pengadilan untuk mencari tahu apa selama ini Biru sudah mengajukan surat pisah mereka. Namun Alina selalu menolak nya.
" Candra,,,,,." Alina lagi-lagi mencubit lengan Candra. Ia kesal karena Candra lagi-lagi membahas hal itu. Hal selama ini sebenarnya Alina takutkan jika tahu kebenarannya.
" Iya iya maaf,,, tapi lain kali kita kesana ya. Eh Ly,,, ngomong-ngomong,, jadi kalian itu bertemu lagi kemarin di acara Ardi gitu." Candra masih saja penasaran dengan pertemanan Alina dengan Candra.
" iya tuan Candra,,,,, eh,,, tapi tunggu-tunggu,,, jadi kamu tahu aku bertemu dia kemarin??." Tanya Alina melihat Candra dengan tatapan heran.
" iya jelas aku lihat,, orang jelas-jelas kalian seseru itu bercanda dan tertawa bersama di taman dan juga di depan lift." jawab Candra yang terlihat jelous.
" Candra,, kamu buntutin aku ya." Alina menoel pundak Candra dan balik menggodanya.
Candra merasa seperti maling tertangkap basah. Ia menjadi salah tingkah karena ketahuan oleh Alina. Dan sekarang ia mencari alasan untuk berkilah. Agar tak malu karena ketahuan membuntuti Alina.
" Iya,, jelas saja aku ngikutin kamu,, aku kan mau ngenalin kamu sama seseorang, jadi aku cariin kamu." kilah Candra membuat Alina kembali teringat sikap cuek Candra kemarin.
" Oh,,, iya benar,, tentang cewek yang kemarin dateng sama kamu itu. Cie Candra,,, punya pacar nichh sekarang." Alina terus menggoda Candra.
" Apaan sih Ly." Candra kesal karena Alina justra meledeknya.
" Eh Can,, kita kan mau jalan-jalan nich,,, ajak saja kekasihmu jalan bareng kita sekarang." ucap Alina yang sebenarnya juga penasaran dengan hubungan Candra dan wanita itu.
Candra justru diam setelah mendengar Alina berkata seperti itu.
" kenapa diam Can?? ayo telfon dia dan ajak jalan bareng kita." lanjut Alina ketika melihat Candra yang hanya diam.
" emang kamu ga marah Ly?" tanya Candra heran melihat Alina yang biasa saja ketika ia mencoba membahas wanita yang bersamanya kemarin.
" kenapa harus marah, aku senang jika melihat kawan ku bahagia. Kau kan sudah lama menduda, jadi kenapa aku harus marah saat melihat mu sudah menemukan tambatan hatimu." jawab Alina tersenyum pada Candra.
Alina berkata jujur, memang kemarin ia sempat tidak suka melihat Candra menggandeng seorang wanita.
Namun perasaan itu ia yakini hanya karena rasa kecewanya pada Candra yang tidak memberitahunya sebagai teman yang dekat dengannya selama ini. Terlebih Candra yang kemarin sempat tak acuh bagai seseorang yang tak saling mengenal. Nyatanya saat ini Alina merasa biasa saja saat Candra membahas tentang wanita lain di depannya.
Candra hanya tersenyum tipis melihat reaksi Alina yang biasa saja. Dan tidak seperti yang ia inginkan.
(hei Candra,, memang apa yang kau harapkan. Dia sudah pasti tetap sama, menganggap hubungan kalian sebatas teman dekat, dan kau kan dari awal hanya ingin menjaga mereka. Kenapa jadi berharap lebih.). suara hati Candra.
🍒🍒🍒🍒🍒
Terimakasih sudah membaca,,, jangan lupa LIKE nya ya. Krisan silahkan di kolom koment. Penulis menerima segala kritik dan juga saran untuk kelanjutan cerita selanjutnya. Terimakasih. 🙏🙏🤗. Tunggu kisah Alina selanjutnya ya. 😉😉
__ADS_1