Takdir Alina

Takdir Alina
Relakan,,


__ADS_3

Usia kandungan Alina sudah memasuki bulan ke lima. Semenjak ibunya meninggal, Alina selalu mencari cara yang tepat untuk benar benar pergi dari Biru. Sudah cukup kedua orang tuanya menjadi korban hubungannya dengan Biru. Alina terpaksa meminta adik dan kakaknya pergi meninggalkan kampung halamannya.


Hari itu setelah pemakaman ibunya. Kakak Alina menceritakan kronologi penusukkan yang di alami ibunya sehingga merenggut nyawa sang ibu. Dan Alina tahu semua itu pasti di lakukan orang yang sama. Alina mengumpulkan kedua saudaranya dan dengan berat hati ia menyampaikan segala teror juga ancaman yang selama ini Alina terima. Awalnya kakak Alina tidak mempercayai itu dan menolak untuk pindah dari kampung halamannya. Seperti yang Alina minta. Namun seminggu setelah itu, istrinya mendapat teror yang sama yang pernah di alami ibu Alina sebelum akhirnya ibunya itu di tusuk orang yang tak di kenal dan meninggal.


Seseorang selalu melemparinya pisau kecil saat ia ke ladang. Sama seperti ibu Alina yang sering di kagetkan dengan lemparan pisau kecil di dekatnya. Kini kakak Alina beserta istri juga anaknya telah meninggalkan kampung mereka. Membawa serta adiknya yang bungsu. Alina meminta mereka semua pindah ke tempat yang jauh agar mereka aman. Alina bersyukur kakak juga adiknya mengerti posisinya saat ini.


Dan sekarang tinggal ia mencari cara untuk lepas dari Biru. Agar ia beserta bayinya bisa hidup aman tanpa bayang bayang ancaman itu.


Alina bisa saja menceritakan itu pada Biru namun Alina tidak mau. Alina tidak mau kejadian yang menimpa adik Biru beberapa tahun lalu itu terulang lagi. Alina tahu, jika ia menceritakan semua pada Biru, maka Biru juga akan melakukan hal yang sama seperti yang adiknya lakukan dulu.


Biru akan mempertahankan Alina dan bahkan bisa saja Biru juga meninggalkan Violet juga kedua anaknya. Alina tak se egois itu, dan Alina juga tidak mau membuat semuanya semakin sulit. Jadi pilihannya adalah ia yang harus pergi. Ia harus rela pergi dari kehidupan Biru. Tinggal sekarang Alina harus mencari cara yang tepat untuk itu.


Sore yang cerah, Alina sedang berjalan jalan menyegarkan pikirannya di tepi pantai. Kakinya yang tanpa alas itu terasa hangat ketika bersentuhan dengan pasir pantai. Ombak sesekali menyapa kaki nya itu. Hamparan laut luas di depannya dengan pemandangan matahari yang mulai meredup sungguh Alina menikmati itu.


Alina duduk sejenak di tepian pantai merenggangkan otot kakinya. Menghirup udara sore itu. Pantai ini memang tak pernah sepi pengunjung. Saat sore begini juga pantai semakin ramai saja.


" Alina?!" suara seseorang yang tiba tiba mengagetkan lamunan Alina.


" hai,, kamu benar Alina." dia mendekati Alina dan duduk di sampingnya. Hanya mendapat balasan senyum Alina saja ia sudah sebahagia itu.


" apa kabar." tanya Alina datar.


" sangat baik,, kau sendirian??" tanyanya.


" ya Abimanyu, aku sendirian. Eh tidak aku berdua." jawab Alina mengelus perutnya membuat Abimanyu sedikit terkejut.


Ya laki laki itu adalah Abimanyu yang tiba tiba berada di sana dan melihat Alina duduk seorang diri.


" wah,, Alina kau seperti ajak kecil yang cacingan saja." ucap Abimanyu tertawa menggoda Alina dan di balas Alina dengan senyuman.


" enak aja kalo ngomong kamu ini." Alina ikut tertawa kecil.


" maaf Alina maaf,, habis kau lucu dengan perut gendut mu itu." Abimanyu tiba tiba mengusap perut Alina yang duduk bersila itu.


" hei bayi kecil kenalin aku uncle Abi,, sedang apa kau disana." Abimanyu berkata dengan tangan menempel di perut Alina yang langsung mendapat pukulan kecil dari Alina.


" aw,, ibu mu galak sekali,, lihat dia memukuli uncle." Abimanyu mengaduh seolah olah pukulan Alina itu menyakitinya.

__ADS_1


Seolah mendengar perkataan Abi, bayi dalam perut Alina itu menendang dengan kuat.


" lihat Abi,, di membelamu, dia menendang perut ku keras sekali." ucap Alina mengusap perutnya dan Abi pun sudah siap meletakan kembali tangannya di perut Alina sebelum akhirnya Alina kembali memukulnya.


" sudah Abi, jangan ciptakan kesalahpahaman lagi. Mata suami ku banyak dimana mana. Jadi jangan sembarangan." ucap Alina pelan sambil matanya mengedarkan pandangan kesana kemari.


" ya ya ya,, aku paham." Abi lalu diam dan menatap lautan di depannya. Seperti yang di lakukan Alina.


" apa kau masih belum memberitahunya bahwa laki laki yang bersamamu di luar negri waktu itu adalah aku.". tanya Abi saat mereka lama terdiam.


" kami tidak lagi membahas itu Abi.". senyum tipis Alina terlihat kala ia menjawab pertanyaan Abi. Walau pandangan matanya masih menatap lautan di depannya.


" kau mau kemana?" tanya Abi yang melihat Alina berdiri.


" pulang lah." jawab Alina datar dan berjalan meninggalkan Abi.


" aku antar, tunggu." Abi berdiri mengejar Alina di depannya.


" apa rumah mu jauh dari sini." tanya Abi setelah ia berhasil berjalan mensejajari Alina.


" tidak,, aku bisa pulang sendiri dan jangan ikuti aku Abi." Alina tidak ingin Biru menjadi murka lagi.


" temui saja di rumah kak Vio Abi, dia ada disana." ucap Alina masih terus berjalan. Meninggalkan Abimanyu.


Dan akhirnya Abi membiarkan Alina berjalan pulang. Namun diam diam ia mengikuti Alina dari belakang. Semata mata ia ingin tahu tempat tinggal Alina.


Di sisi lain, seseorang mengirimi Biru foto Alina yang duduk di pantai bersama laki laki. Bahkan tampak laki laki itu meletakan tangannya di perut Alina. Biru tentu saja langsung geram tanpa dengan jelas memperhatikan wajah lelaki yang bersama Alina.


Esok hari saat Alina sedang menyirami tanamannya. Biru datang dan dengan tiba tiba menarik paksa tangan Alina dan membawanya ke kamar mereka. Bik Imah yang melihat itu menjadi takut terjadi sesuatu pada Alina.


" ada apa kenapa datang datang marah seperti ini." ucap Alina yang terkejut dengan sikap Biru.


" apa bayi mu itu benar anak ku Alina." pertanyaan Biru yang sontak membuat Alina syok mendengarnya. Sehingga air matanya mulai menganak di pelupuk matanya.


" kau meragukan ku?" Alina tak percaya Biru tega berkata seperti itu padanya.


" lalu siapa laki laki ini, berani sekali dia menyentuh perut mu. Dan kau membiarkan begitu saja. Apa dia adalah kekasihmu, ayah dari bayi yang kau kandung itu." Biru dengan amarahnya membentak Alina.

__ADS_1


Alina sudah berurai air mata kala itu. Biru masih dengan amarahnya mengumpat Alina. Menghujani dengan kata kata kasar.


" baik tuan Biru, cukup, cukup semua kata kata kasar mu itu. Aku akan pergi." kini Alina merasa menemui titik terang dalam hubungannya. Dan Alina rasa ini saat yang tepat untuk dia pergi.


Bukan kah memang ini mau Alina. Ini memang rencana Alina ingin pergi dari Biru kan. Tapi kenapa, kenapa berat sekali rasanya. Hatinya sakit berpisah dengan Biru seperti ini.


" berani kau pergi dari ku." Biru dengan kilatan amarahnya mencengkram bahu Alina.


" aku akan pergi, kau meragukan kesetiaan ku juga bayi ku. Jadi untuk apa aku tetap di sini. Maafkan aku,, berbahagialah selalu dengan kak Vio." Alina melepaskan cengkraman Biru.


Meskipun ia belum tahu akan pergi kemana. Namun ia tetap harus pergi kan. Ini waktu yang tepat untuknya. Ia harus memikirkan nasib bayinya untuk kedepannya. Baginya menyelamatkan nyawa bayinya lebih penting.


" baiklah,,,,, pergi Alina,,,, pergi dari rumah ini, dan jangan bawa apapun dari sini. PERGI !!" Biru dengan geram dan marah menarik Alina pergi dan mengeluarkan Alina hingga di depan pintu rumahnya. Ia melempar tas kecil Alina dengan kasar.


" sana pergi Alina!!" usir Biru dengan membentak Alina. Biru benar-benar terbakar api cemburu sehingga tega melakukan hal itu pada Alina.


Alina masih berusaha tersenyum walau air matanya berderai. Senyuman terakhir yang Biru lihat saat itu.


Setelahnya Alina benar benar pergi meninggalkan Biru. Dan Biru harus merelakan cintanya itu pergi. Hasutan Violet kemarin membuatnya cemburu buta.


Kemarin saat mendapat kiriman foto itu. Biru terlihat geram dan Violet yang melihatnya menyelidiki penyebab Biru geram.


" oh,, itu Alina, siapa laki laki itu Biru. Atau jangan jangan itu kekasih Alina. Lihatlah ia memegang perut Alina. Apa bayi itu bayi mereka. Oh astaga,, Biru,, apa apaan ini,,, ia pintar sekali memanfaatkan situasi. Kalian sekarang tinggal terpisah. Dan itu kesempatan baginya untuk lebih sering bertemu kekasihnya itu. Keterlaluan sekali." ucap Violet sengaja memanas manasi Biru. Dengan mendramatisir keadaan.


" diam Violet!!" Biru semakin geram mendengar ucapan Violet.


" lihat lah Biru, sudah jelas bukan. Jelas sekali Alina punya kekasih. Mungkin dia sengaja hamil agar mendapat kan hak yang lebih dengan mengaku bahwa bayi itu adalah bayi kamu. Tapi aku tidak yakin jika itu adalah bayi,, mengingat umur kamu yang sudah segini,, apa iya bisa secepat itu bisa membuat Alina hamil. Jadi aoa kamu yakin Biru jika itu benar-benar bayi kamu,,." lagi Violet semakin membuat Biru kesal.


" Alina bukan wanita seperti itu." Biru masih sempat membela Alina. Karna setahunya memang Alina adalah gadis yang baik tidak licik.


" kamu ingat ingat deh,, sudah berapa kali kamu mendapat aduan foto seperti ini. Dan kamu ingat kejadian di luar negeri kala itu. Alina bermesraan dengan pria di depan mata ku Biru. Harusnya kamu sadar dari semua itu." Violet semakin membuat Biru murka.


Ya karna ucapan ucapan Violet itulah, Biru menjadi cemburu buta pada Alina. Dan hari ini, ia benar benar akan kehilangan Alina karna amarahnya itu. Alina yang selama ini selalu membuatnya bahagia, Alina yang selalu bisa menenangkannya. Alina yang ia cintai sejak awal mereka bertemu. Alina yang selama ini ia jaga agar tak di sentuh oleh keluarganya. Namun akhirnya dia sendiri yang membuat Alina pergi dengan kecemburuannya itu. Biru tentu harus rela untuk kehilangan semua itu.


Dan kini Alina rela merasakan semua sakit itu. Tak apa ia di cap sebagai penghianat oleh Biru, asal bayinya dan juga keluarganya yang tinggal kakak, kakak ipar dan adik nya baik baik saja. Mungkin memang begini jalan takdir Alina. Jadi ia harus rela menerima semuanya. Kuat kuat ya Alina.


🍒🍒🍒🍒🍒

__ADS_1


Terimakasih telah membaca. Jangan lupa tinggalkan LIKE nya setelah membaca. Krisan silahkan di kolom koment.Tunggu kelanjutan kisah Alina selanjutnya ya. Terimakasih 🙏🙏😊


__ADS_2