
Mereka sudah sampai di sebuah tempat wisata di kota ini. Sederhana saja, tak perlu jauh jauh, yang terpenting Kirana senang dan menikmati liburannya.
"Li,, sini biar Kinar aku yang gendong." ucap Candra mengambil alih Kiran yang berada di gendongan Alina.
" thanks Candra." Alina tersenyum manis pada Candra.
" Biar aku yang membeli tiketnya. Tunggu ya Alina." Abimanyu tak mau kalah dari Candra.
Mereka bertiga berjalan bersama sama dengan Alina di tengah,, Abimanyu disisi kiri dan Candra di sisi kanan sambil menggendong Kirana.
Jika biasanya mereka hanya bertiga, kali ini ada Abimanyu yang menambah keseruan liburan mereka. Abimanyu sesekali mencuri curi kesempatan menggandeng tangan Alina sebelum akhirnya selalu di tepis oleh Candra.
Candra dan Abimanyu bergantian menggendong Kirana berkeliling di kebun bintang mini di tempat wisata itu. Dengan asyiknya mereka bertiga bergantian menunjukan berbagai jenis binatang yang berada di sana pada Kirana. Kirana sungguh sangat memyukai hal itu. Ia menyukai banyak bintang, tawa selalu hadir di sela sela mereka.
" Apa hari ini cukup menyenangkan sayang??" ucap Alina mengelus pipi mulus kirana yang saat ini duduk di pangkuannya.
" ya mama" Kirana megangguk menjawab serta tersenyum menunjukan deretan gigi serinya. Lucu sekali. Membuat gemas ketiga orang dewasa di dekatnya.
Mereka sudah duduk di kursi panjang di bawah pohon yang rindang. Setelah lelah berkeliling tadi mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak di sini. Duduk sembari menikmati semilir angin.
" Li,, aku beli minum dulu." Candra berdiri dan beranjak dari tempatnya duduk. Sembari melihat pada Alina.
Alina mendongak ke atas melihat Candra sekilas dengan senyuman manisnya. Tak lupa ia mengangguk mengiyakan Candra. Setelahnya Candra berlalu.
Saat Candra telah jauh dari tempat mereka duduk. Abimanyu yang merasa aneh dengan panggilan Lili pada Alina. Mencoba menanyakan hal itu pada Alina.
" Alina,," Panggil Abimanyu dengan pelan.
Alina yang sedang mengusap-usap rambut putrinya itu kemudian melihat ke arahnya.
Merasa Alina meresponnya. Candra kemudian melanjutkan.
" Maaf Alina,,, kenapa beberapa orang di sekitar mu. Mereka memanggil mu dengan nama Lili?." Tanya Abimanyu penasaran.
Mendengar pertanyaan Candra,, Alina tersenyum tipis. Dan menjawab.
" Yaaaa,,,, karna mereka mau." jawab Alina asal, ia tak ingin Abimanyu mengetahui alasan sebenarnya Candra mengganti nama panggilannya.
" oh,, baiklah,, aku tak akan memaksa mu bercerita." Meskipun merasa jawaban Alina hanya sekenanya. Namun Abimanyu tidak ingin memperpanjangnya.
Setelah sejenak diam,, tatapan Abimanyu kini terfokus pada Kirana yang berada di pangkuan ibunya. Sebenarnya banyak sekali pertanyaan yang ada dalam benak Abimanyu mengenai semua yang terjadi pada Alina.
" Tentang Kirana,, apa tuan Biru mengetahuinya?" lagi pertanyaan Abimanyu yang membuat Alina menghela nafas panjang, namun tetap tersenyum tipis pada Abimanyu.
" Abi,, aku tahu,, kau pasti sudah tahu bukan tentang ku." ucap Alina. Dengan rasa sesak di dalam karena harus mengingat kisah masa lalunya.
" Yang aku tahu, kalian sudah berpisah. Dan saat bertemu dengan ku beberapa waktu lalu, tuan Biru tidak menceritakan apapun padaku. Tapi aku bisa melihat raut wajahnya bahwa ia tak lagi bersama mu."
" Oh iya,, aku bahkan mendatangi rumah yang dulu kamu tinggali, rumah dekat pantai." jelas Abimanyu tentang dirinya yang sempat mencari keberadaan Alina.
Beruntung saat mereka berbicara mengenai Biru, Kirana sudah tertidur di pangkuan Alina. Selama ini Alina tidak pernah membahas mengenai Biru jika di depan Kirana. Alina rasa belum waktunya Kirana tahu semua tentang ayah kandungnya. Selama ini kehadiran Candra sudah cukup membuat Kirana merasakan kasih sayang seorang ayah. Candra yang selalu ada untuknya dan sikap Candra yang terkadang kebapak an membuat Kirana merasa nyaman. Semua itu sudah cukup bagi Alina. Meskipun ia tahu, suatu hari nanti Candra akan pergi dan memiliki kehidupan baru.
" Abi,, sebenarnya aku tidak ingin membahas tentangnya ketika sedang bersama Kirana." ucap Alina lembut agar tidak menyinggung Abi.
" Maafkan aku Alina." Abimanyu meraih tangan Alina yang sedang mengusap rambut Kirana. Dan kemudian menggenggamnya dengan sayang.
" Jadi benar kalian sudah bercerai?" tanya Abimanyu lagi, ia ingin memastikan status Alina. Karena jika memang itu benar. Maka kesempatan baginya untuk meminang Alina terbuka lebar bukan?. Begitu pikir Abimanyu saat itu.
Alina mengangguk sebelum akhirnya menjawab.
" Sudah secara agama, karna kami sudah tidak lagi saling berkomunikasi selama bertahun tahun. Untuk surat dari pengadilan, aku belum menerimanya." Alina mau tidak mau harus menjelaskan pada Abimanyu.
" Apa kau sudah mendatangi pengadilan untuk memastikannya lagi?." Abimanyu bertanya dengan penuh penasaran. Karena ia ingin tau sejelas mungkin status Alina.
" Tidak,,, aku belum kesana." Alina hanya tersenyum tipis sembari menggeleng tanpa melihat Abimanyu.
" Alina,, aku akan selalu membantu kamu jika kamu membutuhkan bantuan ku. Percayalah, meski kau tidak mengenal ku seperti kau mengenal tuan Candra. Tapi aku juga bisa di andalkan lebih dari tuan Candra. Bahkan lebih dari itu malah." Abimanyu masih dengan menggenggam tangan Alina. Menatap sendu Alina. Dengan senyum tulus ia menaikan kedua alisnya meyakinkan Alina. Dan hal itu membuat Candra yang baru datang menjadi kesal karena rasa cemburu.
__ADS_1
" Eits,,, apa apaan ini,, lepasin tangan Lili!!." Candra dengan geram menarik tangan Abimanyu dengan kasar agar menjauh dari Alina.
" Apaan sih,, dasar sirik aja." ucap Abimanyu tak suka. Karena menganggap Candra mengganggunya.
" Kalian ini,, baru juga kenal,, debat mulu dari tadi." Alina menggelengkan kepala melihat dua pria di depannya itu selalu beradu mulut.
Candra dan Abimanyu hanya tersenyum keki menanggapi ucapan Alina.
" pulang aja yuk,, udah makin sore, Kirana juga tampaknya sudah lelah." Ajak Alina sembari mengangkat pelan tubuh Kirana yang tertidur di pangkuannya.
" ya udah,,, sini biar Kirana aku yang gendong." seperti biasa Candra dengan sigap mengambil pelan Kirana dari gendongan Alina.
" biar aku saja,,, kamu sudah menggendongnya tadi kan." Abimanyu tak mau kalah. Dan mencoba mengambil Kirana dari gendongan Candra.
" Kiran sudah biasa sama aku,, kamu ini apaan sih." Candra dengan ketus menjawab Abimanyu dan menjauhkan tubuh Kirana dari Abimanyu.
" sudah sudah,, nanti Kirana bangun dengar kalian ribut mulu." lagi lagi Alina menengahi mereka.
Akhirnya Abimanyu mengalah dan memilih mengejar Alina yang berjalan duluan meninggalkan mereka.
" emm,,, Candra,, aku ke toilet sebentar, tolong jaga Kiran ya." ucap Alina setelah Candra menidurkan Kiran di kursi belakang.
" hmm." jawab Candra mengangguk.
Setelah Alina jauh dari tempat Candra dan Abimanyu.
Abimanyu yang menyandarkan tubuhnya pada body mobil itu mencoba mencari tahu kedekatan Alina dan Candra. Dengan bertanya pada Candra dengan pandangan mengarah pada Alina yang berjalan semakin jauh.
" Seberapa lama anda mengenal Alina." tanya Abimanyu.
Mendengar pertanyaan Abimanyu,, Candra tersenyum ketus. Ia tahu pria di sampingnya itu sedang mengintrogasi nya.
" Sejak dia pisah dengan suaminya." dengan santainya Candra menjawab sambil menyandarkan tubuh pada mobil seperti yang di lakukan Abimanyu.
" kamu manfaatin situasi ya, atau jangan jangan kamu laki laki yang di tuduh tuan Biru sebagai selingkuhan Alina." cerca Abimanyu, ia teringat perkataan Biru hari itu yang mengatakan bahwa Alina pergi demi selingkuhannya.
" Jelas aku tahu,, aku lah alasan tuan Biru murka pada Alina." aku Abimanyu tersenyum sarkas.
" kepedean banget anda ini. Lagian tahu darimana anda. Sedangkan anda saja baru bertemu Lili." Candra berusaha menyangkal perkataan Abimanyu.
" aku memang baru bertemu Alina kemarin. Tapi sebelumnya kita sudah berteman meskipun tidak sedekat kamu dan dia saat ini." Abimanyu semakin merasa menang satu point di atas Candra.
" lalu kau tahu darimana kisah Lili dan Biru." Candra kini balik mengintrogasi Abimanyu. Ia ingin tahu kisah masa lalu Alina dari sisi lainnya.
" tentu saja aku tahu. Anda sendiri bisa tahu jika Alina adalah mantan istri tuan Biru darimana?. Setahu ku Alina dan tuan Biru sudah sangat rapat menutupi hubungan mereka. Terlebih Alina, ia tidak akan membuka rahasia itu pada sembarangan orang." Abimanyu menatap sengit Candra. Karena ia merasa aneh bahwa Candra mengetahui kisah Alina dan Biru.
Lagi-lagi Candra menyunggingkan senyuman.
" aku bertemu Lili saat tuan Biru mengusirnya dari rumah, aku tahu lebih banyak mengenai Lili lebih dari anda. Jadi mau apa lagi anda sekarang. Mendingan anda urus saja kehidupan anda sendiri. Jangan usik kehidupan Lili. Lili sudah nyaman dengan kehidupannya saat ini." Candra tak kalah sengit menatap Abimanyu. Sejujurnya ia tak menyukai orang-orang dari masalalu Alina kembali dalam kehidupan Alina sekarang.
" kau hanya tahu setelah Alina berpisah dari tuan Biru, tidak semuanya mengenai dia sebelumnya." Abimanyu tak mau kalah dengan Candra yang merasa dekat dengan Alina sekarang. Karena ia merasa bahwa dirinya juga berhak kembali dekat dengan Alina sekarang.
" terserah kau saja." Candra memilih diam di banding melanjutkan perdebatan dengan Abimanyu, ia takut kelepasan mengatakan hal yang sebenarnya banyak ia ketahui mengenai kehidupan Alina dan masa lalunya bersama Biru.
" tuan Abimanyu, aku mengenal kakak mu. Herjuno permana, aku dengar ia sedang mencari calon pengantin untuk adiknya. Dan setahu ku tuan Herjuno hanya memiliki satu adik. Apa itu artinya, anda akan di jodohkan?." Candra tersenyum tipis seolah menertawakan Abimanyu.
" hah?! perjodohan?, yang benar saja.". Abimanyu mengelak takut Candra menertawainya ia membuang muka ke samping. Dengan rasa keki, tak menyangka Candra mengetahui hal yang tak ia sukai itu.
Abimanyu tak mau kalah atas ledekana dari Candra. Kini ia kembali mencari cara untuk balik menyerangnya.
" tunggu, tuan Candra sepertinya umur anda ini jauh di atas Alina, anda lebih cocok menjadi kakaknya." lanjut Abimanyu dengan sengaja. Dan itu membuat wajah Candra menjadi pias.
" memangnya kenapa, selama ini kita baik baik saja berteman." Tak bisa di pungkiri memang benar Candra dan Alina terpaut umur cukup jauh.
" aku yakin, anda berharap lebih dari Alina. Jujur saja, aku bisa menebaknya." Abimanyu terus mencerca Candra.
" terserah kau saja," Candra mulai malas berdebat.
__ADS_1
" tuan Candra, aku akan merebutnya dari mu. Lihat saja nanti." Bisik Abimanyu merasa percaya diri sekali.
" Coba saja jika bisa." Candra dengan senyum tipisnya meremehkan Abimanyu.
" aku sudah mencari dan menunggunya bertahun tahun. Sekarang aku telah menemukannya. Jadi sudah pasti aku tidak akan melepas nya." Abimanyu tersenyum melihat Alina yang semakin dekat dengan mereka. Dalam hatinya bertekad bahwa ia akan melakukan apapun untuk bisa membahagiakan Alina agar mereka bisa bersama.
" dan aku sudah menggenggamnya sejak lama, apa kau yakin bahwa aku akan melepaskan genggamanku." Candra menganggapi dengan santai.
" kita lihat saja, mari bersaing dengan sehat." tantang Abimanyu.
" siapa takut." balas Candra dengan menatap Abimanyu.
" kalian membicarakan apa." tanya Alina setelah berada di dekat mobil.
" hanya pekerjaan, kenapa lama sekali, apa ada masalah tadi." Candra yang menjawab dan mengalihkan pertanyaan Alina dengan balik bertanya.
" tidak,, hanya saja mengantri banyak, jadi lama. Sorry ya membuat kalian menunggu." ucap Alina.
" tidak masalah,". Candra dan Abimanyu dengan bersamaan menjawab.
" baiklah ayo kita pulang," ajak Candra dan mendapat jawaban anggukan juga senyum dari Alina.
Abimanyu segera membukakan pintu mobil untuk Alina karna ia yang terdekat dari pintu. Setelahnya ia masuk kedalam mobil di samping Candra yang siap melajukan mobil.
" Candra,, kita ke resto aja, Amar ada di sana. Sekalian ngambil mobil kalian berdua." suara Alina memecah keheningan di dalam mobil.
" baiklah,,". Candra menjawab tanpa menoleh kebelakang. Hanya melirik Alina dari kaca kecil di depannya.
Tak butuh waktu lama, restoran Alina yang berada di pusat kota itu memudahkan mereka untuk segera sampai di sana. Setelah memarkirkan mobil, Candra menyusul Alina dan Abimanyu yang lebih dulu masuk kedalam.
Kirana sudah bangun saat mobil sampai di resto. Dan kini ia sedang menunggu makanannya yang sedang di masak Alina. Abimanyu yang sejak turun dari mobil tadi menggendong Kirana. Kini tengah menemani gadis kecil itu duduk dan bermain.
Sampai Alina selesai memasak,, Candra masih juga belum masuk ke dalam. Entah siapa yang menelfonnya itu. Sehingga membuat wajahnya tampak menegang.
" Kiran lapar?" Tanya Alina yang datang bersama pelayan yang membantunya membawa beberapa makanan untuk makan malam mereka.
Amar yang sedari tadi membantu di toko bunga kini bergabung dengan mereka di satu meja. Dan Candra pun sudah berada di sana. Alina seperti biasa dengan telaten menyuapi Kiran yang berada di pangkuannya. Dengan lembut ia membujuk Kirana saat sesekali Kirana mulai menolak makanannya. Abimanyu yang melihat itu menjadi semakin terpesona dengan kelembutan yang Alina miliki.
(kau benar benar wanita hebat Alina. Kau menjadi wanita karir tanpa melupakan statusmu sebagai seorang ibu, kau begitu telaten mengurus Kiran, jelas saja aku semakin ingin bersama kamu jika begini.) suara hati Abimanyu dengan senyumnya selalu memperhatikan Alina di depannya sambil sesekali menyuapkan makanan ke mulut nya.
" Alina, aku pamit ya besok aku akan kembali ke kota D." ucap Abimanyu setelah selesai makan. Saat itu Alina mengantarnya sampai di depan restoran.
" ya,, terimakasih Abi kamu sudah mampir kesini." ucap Alina dengan tersenyum manis. Meliha Abimanyu di sampingnya yang juga sedang menatap dirinya.
Sebelum Abimanyu berlalu, Alina mengatakan suatu hal pada pria itu.
" Emmmmm,,,,Abi,, bolehkah aku meminta rahasiakan tentang pertemuan kita ini? Maaf,, bukan bermaksud apapun. Tapi sejujurnya aku belum siap jika bertemu dengan tuan Biru." Alina mengatakan hal yang ia hindari selama ini. Ia takut setelah pulang dari sini. Abimanyu akan menceritakan pertemuannya dengan Alina pada Biru atau orang-orang di sana.
Mendengar hal itu,, tentu Abimanyu tidak ingin membuat gusar Alina. Ia meraih bahu Alina dan menatapnya dalam-dalam.
Abimanyu menghela nafas panjang. Kemudian berkata.
" tentu saja Alina. kamu tenang aja ya." jawab Abimanyu meyakinkan Alina. Dan dengan lembut mengusap bahu Alina.
" terimakasih Abi." Alina kembali tersenyum pada Abi. Sembari menurunkan kedua tangan Abimanyu dari pundaknya.
" hubungi aku jika membutuhkan sesuatu. Aku sudah menyimpan nomor ku di ponselmu." Ucap Abimanyu yang mendapat balasan senyum dan anggukan dari Alina.
Meskipun Alina heran kapan pria itu mengambil ponselnya.
" aku akan mengunjungi mu lagi nanti." Abimanyu yang sudah berada di dalam mobil itu. Rasanya enggan meninggalkan tempat itu. Kini ia bersiap melajukan mobilnya. Dengan melambaikan tangan pada Alina. Ia melaju meninggalkan Alina.
Alina kembali masuk kedalam restoran setelah Abimanyu berlalu dengan mobilnya. Candra sudah lebih dulu pergi tadi setelah makan malam. Ada urusan yang harus Candra selesaikan. Kalau tidak ia tidak akan membiarkan Abimanyu berlama lama dengan Alina. Apalagi melihat Abimanyu mengusap mesra bahu Alina. Bisa-bisa terjadi perang lagi.
🍒🍒🍒🍒🍒
Terimaksasih sudah membaca,, jangan lupa tinggalkan LIKE nya ya setelah membaca. Krisan silahkah di koment. Terimakasih 🙏🙏🤗
__ADS_1