Takdir Alina

Takdir Alina
Hari bahagia,,,


__ADS_3

Hari itu Abimanyu menghabiskan hari bersama Kirana dan juga Alina. Setelah selesai sarapan tadi Amran pergi ke rumah Akas dan pulang pada sore harinya. Saat Amran pulang sore itu,, dia tidak sendiri melainkan bersama Akas dan Anita juga anak anak Akas.


Ya pagi tadi sebelum berangkat ke rumah Akas. Amran mendapat pesan dari Alina untuk mengajak Akas dan Anita ke rumah. Sebab pagi tadi Abimanyu berkata akan meminta Alina pada sang kakak sebagai pengganti orang tua mereka.


" jadi ini tuan Abimanyu." ucap Anita yang baru datang dan melihat Abimanyu yang duduk di teras bermain bersama Kirana.


" oh,,, iya,, saya Abimanyu,, selamat sore." sapa Abimanyu sopan dan berdiri memberi salam. Menjabat tangan Akas dan juga Anita.


" Kak Abi,, ini kak Akas dan kak Anita. Ini anak anak kak Akas." Amran memperkenalkan.


" hai tuan Abi,, mari masuk,, kita bicara di dalam." ajak Akas dan di ikuti Abimanyu juga Anita. Amran tentu saja ia tinggal dan bermain bersama keponakan keponakannya itu.


" kak Akas,, kak Anita,, sudah lama??." tanya Alina yang melihat Akas dan Anita duduk di kursi tamu.


" baru juga duduk." jawab Akas.


" Alina,, ayo kita ke dapur. Kakak bawa sesuatu dari rumah." Anita berdiri membawa tas plastik dan mengajak Alina kembali ke dapur. Memberi waktu Abimanyu dan suaminya untuk berbicara.


Di dapur,, Anita tak hentinya menanyai Alina mengenai Abimanyu. Ia bahkan membanding bandingkan rupa Abimanyu dan Biru mantan suami Alina.


" Alina,, apa dia juga sekaya mantan suami mu?." tanya Anita menyenggol lengan Alina yang sedang membuat minuman.


" kaya hati kak lebih utama." jawab Alina tersenyum.


" ah,,, kau ini. Selain lebih tampan dia juga lebih muda. Kau selalu pintar mencari pasangan. Bahkan dia juga lebih muda dari tuan Candra." Anita masih saja membanding bandingkan.


Alina hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Anita dan melanjutkan membuat minuman serta menyiapkan aneka makanan kecil yang sempat di bawa kakak iparnya tadi.


Di ruang tamu, Abimanyu tampak berbincang hangat dengan Akas. Mereka membicarakan tentang pekerjaan. Dan juga tentang Alina tentunya.


" Tuan Abimanyu,,." panggil Akas.


" kak Akas, panggil nama saja. Abi atau Bima."


" ya,, baik lah,, Abi,, kau sudah tahu tentunya tentang status Alina adik ku. Jika kau serius ingin menikahinya, tentu saja sebagai kakak aku senang. Tapi,, bagaimana dengan keluarga mu. Status Alina selain kami ini orang tidak mampu, Alina juga seorang ibu yang mempunyai seorang putri." Akas menatap lekat Abimanyu yang juga menatapnya.


" kak Akas tenang saja. Keluarga ku semua sudah tahu sejak lama,, bahwa aku mencintai Alina. Dan mereka tidak mempermasalahkannya. Dan kak Akas,, malam ini aku akan pulang, tapi tidak kerumah melainkan aku akan menginap di hotel terdekat. Karna keluarga ku saat ini sudah berada di perjalanan menuju kemari. Untuk melamar Alina secara resmi." ucap Abimanyu mantap dengan tersenyum tipis. Membuat Alina dan Anita yang baru datang dari dapur terkejut karna ucapannya.


" Abi,,, kamu serius?" tanya Alina dengan menatap Abi masih merasa bingung dengan kata kata Abi barusan.


" hemm,,,, aku tidak mau lama lama Alina. Lebih cepat lebih baik agar tidak ada lagi yang membuat mu selalu dalam kebimbangan. Dan tentunya aku nggak ingin kehilanganmu lagi." Abimanyu tersenyum dan menatap manik Alina.


" tapi Abi,, kami di sini belum mempersiapkan apa apa, kamu bahkan tidak bilang apapun sejak tadi." Alina duduk di kursi sebelah Abimanyu dan sedikit kesal karna Abimanyu membuat acara yang penting tanpa memberitahunya.


" Alina,, Abi benar,, lebih cepat lebih baik,, ini masih ada waktu, jadi kita masih bisa mempersiapkan semuanya. Kita bagi tugas saja." Ucap Akas yang setuju jika adiknya segera memiliki hubungan terikat dengan Abi agar tak ada lagi keluarga Wiratmadja yang selalu mengganggu sang adik. Akas tahu semua yang di alami Alina selama ini. Bahkan kejadian tadi pagi pun Akas tahu.


" hem baiklah,,,,,,,,,,," Alina hanya menarik nafas dan terpaksa mengangguk mengikuti kemauan sang kakak.


Sore itu semua orang di rumah Alina tampak sibuk mempersiapkan segala sesuatu hal untuk lamaran esok hari.


Rumah sudah bersih dan rapi sejak awal,, jadi mereka hanya tinggal mendekor sedikit di bagian depan untuk tempat Alina dan Abimanyu bertukar cincin. Karna Abimanyu ingin lamaran sekaligus bertunangan dan setelah itu mereka akan menikah dalam waktu dekat.


Bagaimana dengan Alina?? tentu saja ia hanya mengikuti semua ini. Ia mencoba menerima keadaan saat ini. Mungkin saat ini biarkan lah seperti ini dulu. Nanti juga Alina akan bisa menerima sepenuhnya Abimanyu dengan seringnya mereka bersama.

__ADS_1


Alina yakin,, Abimanyu berbeda dari Biru yang pernah berlaku kasar padanya dulu. Dan yang Alina tidak akan lupa adalah,, Abimanyu telah menyelamatkan putrinya hari itu bersama Candra, dan Abimanyu juga telah membantu Alina saat ia sekarat karna tertembak dan hampir kehabisan darah. Kebetulan darah Alina dan Abimanyu satu golongan. Jadi Abimanyu hari itu tanpa memikirkan kondisinya yang juga terluka memaksa dokter untuk mengambil darahnya untuk Alina karna di rumah sakit saat itu sedang kehabisan stock darah dengan golongan darah yang Alina miliki.


Persiapan selesai,, Alina tidak memesan catering, karna ia yang akan memasak sendiri untuk besok. Tamunya tidak banyak, jadi Alina tidak akan terlalu repot untuk memasak dan bersiap. Setelah selesai semuanya,, Abimanyu berpamitan pada Alina dan keluarganya. Ia harus segera mencari hotel terdekat dari rumah Alina, sebelum keluarganya sampai di kota ini.


" Alina,,, sekali lagi,, terimakasih. Karena kamu memberiku kesempatan untuk hiduo bersama mu." Ucap Abimanyu meraih tangan Alina. Kali ini mereka berasa di halaman rumah Alina. Alina mengantarkan Abimanyu yang tadi berpamitan pulang.


" Tidak Abi,, aku yang seharusnya berterimakasih. Kareba kamu menerima ku dengan segala kekurangan ku." Ucap Alina melihat Abimanyu.


" Baiklah,,, mulai sekarang,, mari kita ukir cerita kita. Kita buka lembaran baru kita." Abimanyu tersenyum bahagia menatap Alina.


Alina tersenyum dan mengangguk menanggapi.


" Aku pulang dulu ya. Sampai bertemu lagi besok. Calon istri ku." Dengan mesra Abimanyu mengusap pucuk kepala Alina. Sebelum akhirnya ia melambaikan tangan dan masuk mobil pergi meninggalkan Alina.


🍎🍎🍎🍎🍎


Hari masih sangat pagi dan Alina sudah memulai aktifitas di dapur di bantu Anita dan beberapa tetangga terdekat. Kemarin Anita memang mengundang beberapa tetangga terdekat. Dengan cekatan Alina meracik dan memasak untuk hidangan para tamu nanti.


Ketika semua masakan sudah di racik dan di masak Alina menyerahkan pada Anita untuk menunggu masakan matang dan di tata rapi. Ia sendiri bergegas menyiapkan putrinya dan segera menyiapkan dirinya sendiri.


Saat berkaca di depan cermin,, Alina tersenyum kecut melihat dirinya sendiri dan mengingat pernikahannya dengan Biru dulu.


Ya dulu bahkan tidak ada acara lamaran seperti ini. Bahkan Alina saja tidak tahu bagaiman proses Biru melamarnya dulu. Dan saat ini,, ada rasa bahagia terselip di hatinya.


Inilah yang pernah ia impikan ketika bersama Bagus dulu. Proses lamaran, bertemu dengan kedua calon mertuanya dan keluarga calon suaminya. Impian yang sempat Alina pendam bertahun tahun. Kini di wujudkan oleh Abimanyu. Alina bahkan tak pernah menyangka ini semua bisa terjadi.


Sedang hanyut dalam lamunannya seseorang mengagetkannya dengan mengetuk pintu kamarnya.


" mbak,,, ayo,,, kak Abi sudah datang." ucap Amran dari luar kamar Alina.


" ya,,, sebentar Amran,, mbak sudah selesai. Sebentar lagi keluar. Minta kak Anita kesini ya." Alina mengusap air matanya yang tanpa di suruh sudah membasahi pipinya tadi saat ia mengingat semua kejadian di masa lalunya. Alina segera merapikan make up nya itu sebelum keluar kamar.


Dengan di gandeng Anita kakak iparnya,, Alina berjalan menuju ruang tamu tempat acara lamaran di gelar. Dalam hatinya,, Alina sungguh merasa gelisah,, takut jika ia tidak di terima dengan baik,, ini memang bukan yang pertama untuk Alina.


Namun, bertemu dengan keluarga dari calon suaminya ini adalah pertama kalinya Alina alami. Jika dulu ia sama sekali tak mengenal siapa mertuanya, saat ini Alina bisa melihat dengan jelas wajah keluarga dari Abimanyu yang sudah menunggunya.


Alina dengan mengenakan dress panjang brokat berwarna merah jambu, rambut yang di rapikan ke belakang dan make up nya yang sederhana. Membuat Abimanyu semakin tak berkedip melihat Alina yang berjalan mendekat dan kini duduk di depannya.


" sabar Bim,, sebentar lagi juga jadi milik mu seutuhnya." Herjuno berbisik pelan di telinga sang adik dengan senyum menggoda.


Nyonya Ranti permana yang merupakan ibu dari Abimanyu pun di buat terpana dengan sang calon menantu.


Ya Alina memang tampak manis dan anggun hari itu. Sebelumnya mama Abimanyu sudah melihat foto Alina dulu saat Abimanyu mengatakan padanya bahwa Abimanyu mencintai Alina dan ingin menikahinya. Dan hari ini adalah pertama kalinya nyonya Ranti bertemu secara langsung dengan Alina.


" Bima,, kamu benar nak,, dia cantik dan lembut,, anak mama pintar memilih,, pantas saja selama ini selalu menolak untuk di jodohkan." ucap sang mama pelan dengan senyumnya.


Tak berselang lama Abimanyu berdehem. Membuka pembicaraan.


" ehem,,, ma,, ini Alina,, Alina ini mama ku,, dan ini kakak ku juga istrinya. Ini adalah paman dan bibi ku." ucap Abimanyu memperkenalkan keluarganya.


Alina dengan sopan mengangguk dan tersenyum ramah. Setelah perbincangan formal sebagai pembuka lamaran selesai,, kini Alina dan Abimanyu berdiri di tempat yang telah mereka siapkan kemarin untuk bertukar cincin.


" Alina oktavia,, mau kah kamu menjadi istri ku, menemani ku di sepanjang hidup ku selalu di samping ku hingga maut memisahkan kita." ucap Abimanyu menatap lekat Alina,, sebelum ia memasangkan cincin di jari manis Alina.

__ADS_1


" iya,,, aku mau." dengan mata berkaca kaca Alina mengangguk menerima pinangan Abimanyu di depan keluarga mereka.


Ya Alina memang bahagia,, semua lamaran impiannya kini terwujud. Namun ia juga terharu, ternyata seperti ini rasanya di lamar di depan banyak orang oleh seorang pria.


Meskipun saat ini Alina belum mencintai Abimanyu seperti Abimanyu mencintainya. Namun Alina janji akan memberikan cintanya untuk lelaki baik di depannya ini. Terlebih, keluarga Abimanyu menerimanya dengan baik. Bahkan ia melihat sesekali nyonya Ratih berusaha dekat dengan putrinya.


" baiklah,, selesai tukar cincin nya,, selamat ya sekarang kalian sudah menjadi sepasang tunangan dan satu langkah lagi menuju pelaminan." ucap Herjuno yang sedari tadi mendampingi Abimanyu dengan menepuk pundak sang adik.


" ya,,, thanks bang." jawab Abimanyu yang saat itu tengah berbunga bunga hatinya.


" ngomong ngomong mau kapan nih Bim, mama ikut kalian saja. Kalau menurut mama sih ya jangan lama lama. Nanti calon mantu mama ini keburu di ambil orang kan repot." sela mama Abimanyu berjalan mendekati Abimanyu dan Alina yang masih berdiri di tempatnya.


" tentu saja segera ma,, ya kan Bim." kembali Herjuno menggoda sang adik dengan kedipan sebelah matanya pada Alina.


" Bang,, jangan genit genit deh sama calon adik ipar,, tu inget istrinya ngeliatin." dengan kesal Abimanyu menanggapi sang kakak.


" ma,, Bima ingin segera,, kalau Alina setuju." Abimanyu melihat mamanya dan Alina bergantian.


" Alina bagaimana. Mama juga setuju kalau kalian segera menikah." mama Abimanyu menyentuh kedua tangan Alina dan di balas senyuman manis Alina.


" Alina akan bicarakan dengan kakak Alina dulu tan,,." belum selesai bicara mama Abimanyu sudah menjeda nya dengan menggelengkan kepalanya membuat Alina bingung takut salah bicara.


" jangan panggil tante,, panggil saja mama." ucap mama Abimanyu.


Sungguh saat itu perasaan Alina campur aduk tak karuan. Ini kali pertamanya ia mendapat sambutan hangat dari sang calon mertua. Ia merasa senang,, amat senang ternyata Abimanyu benar. Keluarganya benar benar menerima Alina dengan baik. Sangat baik.


" i,,, iya Ma." jawab Alina gugup. Dan di balas senyuman oleh nyonya Ratih


" Alina,, kakak setuju saja jika kalian segera melangsungkan pernikahan. Itu lebih baik." Akas dari tempat duduknya merespon sang adik yang terlihat bingung.


" baiklah,, kalau semua setuju. Dua minggu lagi acara pernikahan akan di gelar." Abimanyu dengan mantap mengumumkan rencana pernikahannya. Dan tentu saja membuat Alina membelalakkan matanya karna terkejut.


" ya,, mama setuju. Dan Alina,, mama punya permintaan. Pernikahannya di langsungkan di kota D saja ya." ucap mama Abimanyu yang kembali membuat Alina bingung.


" ma,, biar Alina yang menentukan." Abimanyu tahu, jika Alina merasa kurang nyaman dengan permintaan sang mama.


" em,,, Alina,, apa kamu keberatan sayang,, jika mama ingin mengadakan pernikahan kalian di sana." Nyonya Ratih menatap Alina penuh harap. Dan Alina dengan kelembutan hatinya, ia tidak bisa menolak keinginan orang yang ia hormati ini. Dan ia pun mengangguk tanda setuju dengan keinginan sang calon mama mertua.


" ah,, kamu baik sekali Alina. Kamu tahu,, mama tidak ingin kamu menjadi pergunjingan orang jika mama mengadakan pesta pernikahan kedua kamu ini disini. Maafkan mama ya sayang " dengan pelan dan memeluk Alina mama Abimanyu berkata pada Alina. Sontak Alina terharu, karna sang mama mertua begitu perhatian padanya sehingga memikirkannya sejauh itu.


" ma,,.terimakasih." ucap Alina dengan mata berkaca kaca dan membalas pelukan nyonya Ranti.


" ma,, udah dong peluk peluknya. Bima kan juga pengen." protes Abimanyu dengan tawa kecil.


Kebahagian menyelimuti semua orang yang berada di sana. Terutama Abimanyu, tentu saja karna kini, ia lah pemenangnya. Ia yang selama ini berjuang untuk mendapatkan Alina dan hari ini impiannya itu terwujud. Meskipun ia tahu, saat ini baru raga Alina yang ia miliki,, namun Abimanyu akan terus berusaha dan yakin akan mendapatkan cinta dan hati Alina.


Alina pun merasa sangat bahagia. Semua yang tak pernah ia dapatkan selama bersama Biru, hari ini ia dapatkan. Dan semua karena Abimanyu.


Dan mulai hari ini Alina berjanji tidak akan mengecewakan Abimanyu yang begitu tulus padanya sejak awal mereka bertemu dulu. Senyumnya selalu terbit dari kedua sudut di bibirnya. Meskipun sebelum acara di mulai tadi ia sempat khawatir jika ada yang mengacaukan acara hari ini. Ia takut jika Candra atau Biru tiba tiba datang seperti kemarin dan mengacaukan semuanya. Alina bersyukur, bahwa itu tidak terjadi. Dan saat ini ia resmi menjadi tunangan Abimanyu. Hari ini Alina membuka lembaran baru di hidupnya berharap semua akan selalu bahagia kedepannya. Dan bukan luka kesedihan seperti sebelumnya yang Alina alami.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Terimakasih sudah membaca,,, jangan lupa tinggalkan LIKE nya ya setelah membaca. Krisan silahkan di koment. Tunggu kelanjutan cerita Alina selanjutnyaπŸ˜‰πŸ˜‰. Terimakasih πŸ™πŸ™πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2