Takdir Alina

Takdir Alina
Masih ( cemburu??)


__ADS_3

Alina menjadi gelisah sendiri dengan perasaannya. Ia memutuskan keluar dari ruangan dan memilih menemani Kiran menggantikan bik Tini. Alina memandangi wajah putrinya yang masih tertidur itu. Sejenak ia lupa dengan perasaan anehnya tadi. Alina terus mengusap rambut Kirana memberikan kenyamanan pada buah hatinya. Lama ia pandangi wajah putrinya itu. Dan hal itu justru membuatnya teringat pada ayah kandung Kirana. Biru,,,.


" tuan Biru,, semoga kehidupannya jauh lebih baik bersama kak Vio dan anak-anak." gumam Alina pelan dengan masih mengusap lembut kepala Kiran. Wajah Kirana rambut tebak Kirana,, di sana ada andik Biru. Wajah Kirana memang tidak identik dengan Biru namun ada garis wajah yang mempertegas Kirana sehingga ada kemiripan dengan ayah kandungnya.


Alina menghela nafas dan tersenyum tipis. Seolah menertawakan dirinya sendiri yang merasa aneh dengan sikap Candra yang tak biasa tadi. Apa ini semua? kenapa Alina jadi merasa aneh begini. Apa benar dia sudah move on dari Biru? Dan mulai memiliki rasa pada Candra. Mungkin hal itu wajar adanya. Tak di pungkiri tiga tahun ini ia dan Candra begitu akrab dan menjadi semakin dekat. Mereka terbiasa melakukan banyak hal bersama. Bahkan banyak yang mengira bahwa mereka adalah satu keluarga ketika sedang berjalan bersama Kiran. Sikap perhatian Candra padanya juga pada putrinya. selama ini membuat mereka terbiasa dengan itu semua.


" rasanya aku harus mulai terbiasa dengan situasi ini. Memang begitu kan seharusnya." Alina membuang nafasnya kasar. Menghilangkan sesak di dadanya. Ia tak ingin selalu bergantung pada Candra.


" mama,,," ucap Kiran yang terbangun dari tidurnya.


" iya,,, sayangnya mama udah bangun ya." Ucap Alina menyapa lembut putrinya.


" mau apa sayang,, Kiran mau susu?" tanya Alina lembut dan merapikan baju Kiran.


" nggak ma." Kiran menggelengkan kepala.


Kirana sudah mulai bosan bermain diruangan itu. Dan Alina Pun membawanya keluar gedung untuk menuju taman kecil di depan gedung. Ia dan Kiran bermain disana, selayaknya seorang ibu dan anaknya. Bermain kejar kejaran dan bernyanyi lagu anak anak bersama. Kiran tampak ceria tertawa bersama Alina, Alina pun begitu. Baginya kebahagiaan Kiran yang terpenting. Keseruan ibu dan anak ini tak luput dari pandangan seseorang yang sejak tadi melihat tingkah mereka.


Abimanyu masih yakin dengan perasaannya bahwa Lili adalah Alina yang ia kenal. Meskipun penampilannya berbeda. Abimanyu yang sejak tadi hanya melihat ibu dan anak ini bermain. Akhirnya menghampiri mereka.


" hallo anak cantik,, boleh kah uncle ikut bermain bersama?" Abimanyu berlutut di depan Kiran yang tengah berhenti dari berlarian itu.


Alina yang melihatnya hanya diam menunggu reaksi putri kecilnya. Ia tak mungkin begitu saja langsung melarang putrinya.


" mama??" Kiran melihat ke arah Alina di belakangnya seakan meminta persetujuan. Kirana belum mengenal Abimanyu sehingga ia merasa asing dengan pria itu.


" dia mama mu nak?" tanya Abimanyu dengan tersenyum pada bocah imut di depannya itu.


Kiran mengangguk dan kembali melihat mamanya yang kini sudah mendekatinya.


" ayo kita main,, mama mu pasti mengijinkan. Mama pasti lelah jadi ayo main sama uncle." Tanpa menunggu persetujuan Alina,, Abimanyu mengangkat tubuh mungil Kirana dan menggendongnya di pundak. kemudian mengajaknya berlarian mengelilingi taman.


Alina yang tadi menghampiri Kirana,, mulai kembali duduk dan hanya melihat Kiran yang tertawa dengan riangnya bersama Abimanyu. Ia tidak bisa lagi menghindar saat Abimanyu datang tadi dan mengajak Kiran bicara. Ia tahu sudah pasti jika mengelak atau menghindar lagi pasti Abimanyu akan semakin tahu. Jadi ya sudah terima saja keadaannya mungkin memang sudah waktunya mereka bertemu.


" Kiran,, ayo minum dulu,," ucap Alina menunjukan botol minum Kiran yang masih asyik bermain dengan Abimanyu.


" ayo kita terbang kesana kupu kupu kecil. Kau siap." Abimanyu berkata pada Kiran di pundaknya dan merentangkan kembali tangan Kiran seolah olah kupu kupu yang sedang terbang.


" wah,,, pintar sekali princess kupu kupu ini. Minumnya banyak sekali." Abimanyu mengacungkan dua ibu jarinya kepada Kiran dan membuat Kiran tersenyum lucu.

__ADS_1


" makacih om." Kirana tersenyum memperlihatkan deretan giginya dengan sangat menggemaskan.


" kau ini menggemaskan sekali. Sama seperti mama mu." Abimanyu mengacak pelan rambut Kiran karna gemas.


Alina hanya melirik Abimanyu yang menggoda dirinya.


" kenapa?? benar kan kau memang menggemaskan." ucap Abimanyu yang sadar akan lirikan Alina.


" iya memang benar, dan kau, kau menyebalkan." Ucap Alina dengan mencebikan bibirnya menjawab perkataan Abimanyu.


" ayo lagi,, seperti itu terus, kau semakin menggemaskan jika sedang kesal begitu." Abimanyu dengan berani menoel pipi Alina.


Abimanyu yang berdiri di depan Alina itu terus saja menggoda Alina dengan terus mencolek kedua pipi Alina bergantian. Berkali kali pula Alina mencoba menangkis tangan Abimanyu. Kirana justru tertawa melihat adegan kedua orang dewasa di depannya itu.


" hay lihat,, dia tertawa, dia senang sekali ternyata." Abimanyu kembali mencolek pipi Alina.


" Abi,, sudah cukup, kau kesini hanya untuk mengerjai ku ya." Alina kini berhasil membuat tangan Abimanyu berhenti.


" sayang,, kau senang mama mu ini di kerjai." Alina melihat Kiran yang masih tertawa di sampingnya.


" mama ucu agi ma." celoteh Kiran dengan lucunya.


" sudah sudah,, mama harus kedalam dan membantu membereskan pekerjaan di dalam." ucap Alina membereskan makanan Kiran. Dan bergegas masuk.


" aku yang gendong dia." Abimanyu dengan segera mengendong Kirana yang sudah siap di gendong oleh Alina.


" Abi,, biarkan sini dia bersama ku." Alina mengambil makanan yang tadi ia bereskan dan mengejar Abimanyu yang berjalan menggendong Kiran di depannya.


" mama ayo kejar kita." ujar Abimanyu yang bukannya berhenti Abimanyu justru berlari kecil menjauhi Alina. Dan Kiran tertawa melihat mamanya mengejarnya.


" sampai juga, yei,,,,,,,,,kita pemenangnya.". Abimanyu bersorak dengan riang bersama Kiran.


" Abi,, kemarikan,, kau masuk saja sana, kau ini main pergi pergi saja dari acara yang belum usai." Ucap Alina mengambil paksa Kiran dari gendongannya.


" ya,, habisnya aku bosan di dalam, lagi pula kenapa kau harus pergi,, aku kan jadi semakin bosan di dalam sana." Abimanyu menaikan turunkan alisnya dan tersenyum menggoda Alina.


" kebiasaan. Udah sana duluan masuk. Aku masih ada urusan." Ucap Alina dengan mendorong pelan Abimanyu.


Setelah Abimanyu pergi, Alina pun melangkah kearah lain untuk melewati jalan yang tadi ia lewati bersama Kiran.

__ADS_1


Tanpa ia sadari ada sepasang mata yang sejak tadi melihat Alina bersama Abimanyu. Siapa lagi jika bukan Candra. Ia sibuk mencari Alina sejak melihat Alina tidak berada di ruangan bersama karyawannya. Ia justru melihat bik Tini, dan ia hafal betul jika ada bik Tini di sana sudah pasti ada Kiran disana. Ia bergegas keruang istirahat. Setelah bik Tini memberitahunya dimana Alina. Saat ia sampai di sana justru Alina dan Kiran sudah tidak berada disana.


Sedangkan Abimanyu yang saat itu bosan di tengah tengah ramainya orang mencoba mengedarkan pandangannya ke tempat Alina tadi berada.


Namun ia tak menemukan sosok yang ia cari. Ia terpaksa kembali dalam perbincangan yang menurutnya membosankan.


Abimanyu memang sangat jarang sekali menghadiri acara acara seperti ini. Ia biasanya akan mengirim asistennya untuk mewakilinya. Namun hari ia terpaksa harus menghadirinya karna sang asisten yang masih berada di luar negri mengurus bisnisnya yang di sana.


🍎🍎🍎🍎🍎


Alina sudah kembali di dalam ruangan tempat acara berlangsung. Kiran masih di sana bersamanya. Dan di sudut sana ia melihat Candra masih serius bicara dengan Ardi entah apa yang mereka bicarakan. Namun jelas terlihat sesekali mereka melihat ke arah Abimanyu yang sedang berbincang dengan para tamu undangan lainnya. Hal itu membuat Alina merasa aneh. Karena Alina melihat raut wajah berbeda dari Candra saat mereka berbicara.


" siapa dia Ar, pria berjas putih arah jam sembilan dari ku." tanya Candra dengan geram pada Ardi.


" oh,, dia tuan Abimanyu permana." jawab Ardi yang saat itu heran melihat sahabatnya yang terlihat kesal.


" jadi dia pebisnis yang menebar saham di indonesia. Adik dari Herjuno permana." Candra paham karna kakak mereka berteman dekat. Meskipun Candra mengenal kakak dari Abimanyu,, namun ia tak mengenal Abimanyu. Itu karena Abimanyu lebih banyak menghabiskan waktunya dengan tinggal di luar negeri.


" kau mengenalnya ya. Tapi kenapa kau terlihat tidak suka?" Tanya Ardi heran.


" dia mengenal Lili." tatap tajam Candra mengarah pada Abimanyu.


" lalu??!" Ardi masih saja tidak paham.


" kau tahu Ar tujuan ku kesini datang bersama sepupu mu Olivia. Aku ingin mengetahui perasaan Lili. Aku ingin tahu reaksinya. Tapi apa? dia biasa saja melihat ku bersama wanita lain. Dan bahkan di bawah sana tadi ia terlihat biasa saja. Dan ia justru tertawa bersama laki laki itu." Candra semakin geram dan mengepalkan tangannya.


" Candra,, apa sekarang kau yang justru di buat cemburu oleh Lili?." tampak Ardi menahan tawanya.


" jangan tertawa, aku tidak suka." Candra memukul bahu Ardi dan menatapnya tajam.


" ya ya ya,,, sorry. Sudah nyatakan saja padanya perasaan mu itu. Keburu di ambil orang. Lihat lah,, tuan Abimanyu yang keren itu. Dia lebih muda dari mu, dan Lili mungkin saja akan menerimanya. Aku yakin umur mereka tidak terpaut jauh seperti kamu dengannya." Ardi terus saja menggoda Candra yang terlihat semakin merah wajahnya menahan kekesalannya.


Candra hanya merasa perasaan aneh yang ia rasakan saat melihat Alina dan Kiran tertawa bersama Abimanyu, semata mata karna ia tidak siap bila nantinya akan tercipta jarak antara pertemanan mereka yang sudah sangat lama mereka jalin. Ia selalu menyangkal bahwa ia sebenarnya cemburu melihat Alina bersama pria lain. Sedangkan Alina juga sama. Ia menganggap perasaan anehnya hari itu yang melihat Candra bersama wanita lain, semata mata hanya karna kecewa karna Candra tak memberitahunya sebagai teman dekat.


Mungkin memang mereka memiliki rasa yang sama. Hanya saja mereka tidak mau mengakuinya. Terlebih Alina yang masih memiliki rasa trauma dengan sebuah hubungan.


🍒🍒🍒🍒🍒


Terimakasih sudah membaca,,, jangan lupa LIKE nya ya. Krisan silahkan di kolom koment. Penulis menerima segala kritik dan juga saran untuk kelanjutan cerita selanjutnya. Terimakasih. 🙏🙏🤗. Tunggu kisah Alina selanjutnya ya. Alina yang sedang dilema dengan perasaannya. 🙏🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2