Takdir Alina

Takdir Alina
melamar


__ADS_3

Dua bulan berlalu Biru yang kini telah mendapatkan informasi tentang latar belakang keluarga Alina. Hari ini melakukan perjalanan ke kampung halaman Alina. Tentunya tanpa diketahui oleh Alina.


Bersama beberapa pengawalnya kini Biru telah sampai di depan rumah orangtua Alina. Rumah sederhana yang hanya berdinding batu bata dan kayu papan dengan dinding cat berwarna hijau di bagian depan.


Biru datang dengan memakai kemeja dan celana jeansnya membuatnya terkesan lebih muda dari umurnya.ya Biru memang sudah berumur 38 tahun tapi wajah juga penampilannya masih terlihat lebih muda dari umurnya.Biru menikah dengan violet karena perjodohan di usia mereka yang saat itu baru memasuki 20 tahun. Selama 18 tahun menikah biru bertahan dengan segala tingkah violet yang sering kasar dan semena mena. demi citra baiknya mreka selalu menampilkan keharmonisan keluarga mereka di depan umum.kini di usianya yang tak lagi muda.justru ia merasa jatuh hati kepada gadis berumur 20tahun yang belum lama ia temui.bahkan bertemu pun hanya sekali itupun hanya antara pembeli dan pelayan.namun sejak pertemuan pertama itu justru membuat Biru jatuh hati dan semakin lama semakin ingin memiliki tanpa mempedulikan perasaan istri juga anaknya.


Duduk di ruang tamu yang sederhana berjajar di dinding foto Alina membuat Biru tersenyum gemas. kedua orang tua Alina hanya diam dan bingung melihat Biru.karna memang mereka tidak mengenal Biru yang tiba tiba datang kerumahnya dan mengatakan bahwa dia melamar Alina.


"nak Biru sebelumnya kami berterimakasih atas lamaran nak Biru untuk putri kami Alina. Tapi mohon maaf Alin tidak pernah memberitahu kami bahwa dia punya kekasih yang akan datang melamar.sebagai orang tua kami takut mengambil keputusan yang salah untuk putri kami satu satunya itu." dengan nada gemetar ayah Alina mengatakannya. Tentu saja setelah melihat Biru yg umurnya jauh di atas Alina orang tua Alina takut jikalau suatu saat nanti Alina akan di kecewakan.apalagi mengetahui bahwa Alina di lamar untuk menjadi istri ke dua.ayah Alina tampak sangat mengkhawatirkan putrinya yang sejak kecil sudah menderita,ibu nya pun demikian.


"bapak dan ibu tenang saja,saya tidak akan melakukan hal buruk pada Alina.walaupun statusnya nanti istri ke dua." Biru berusaha meyakinkan kedua orang tua Alina.


"Alina memang akan jadi istri kedua saya tapi dia adalah cinta pertama saya.saya menikah dengan istri saya karna perjodohan.dan dengan Alina saya jatuh hati kepadanya sejak pertama melihatnya" sambil tersenyum,,.Biru mengingat pertemuan mereka di mall kala itu.


"semua kami pasrahkan kepada Alina, nak Biru bisa langsung bertanya padanya." ingin menolak namun tidak berani karna melihat pengawal yang di bawa oleh Biru.


"atau begini saja nikahkan saya dengan Alina.saya akan mensejahterakan keluarga anda termasuk melunasi hutang kakak Alina juga menyekolahkan adik Alina." tawar Biru dengan kekeh tetap ingin menikah dengan Alina. Ia tak mau mundur untuk hal itu. Tekat nya sudah bulat ingin memperistri Alina.


Tampak kedua orang tua Alina berfikir sejenak kemudian memutuskan untuk menerima lamaran Biru mengingat hutang kakak Alina yang begitu banyak.


Setelah memastikan lamarannya di terima.Biru berpamitan untuk pulang dan ayah Alina mengantarkan sampai di depan pintu.


"saya akan kembali minggu depan,surat surat kelengkapan untuk menikah sudah saya serahkan pada pengawal saya, dia juga akan membantu mengurusnya. Sekarang giliran kalian lakukan sesuai kesepakatan kita tadi.saya permisi."


setelah kepergian Biru kedua orang tua Alina menghubungi Alina untuk segera pulang hari itu juga.


Suasana di gerai sedang sepi saat Alina selesai menerima telfon dari ayahnya.dia pun menemui bu siska untuk meminta ijin pulang kampung hari itu juga.setelah dengan berbagai permohonan di lakukan Alina,,, akhirnya bu Siska pun menginjinkan Alin pulang menuju kost dan lanjut ke terminal untuk mencari bis jurusan kampung halamannya.


Hari telah gelap saat Alina mengetuk pintu rumah kedua orangtuanya.tampak gelap di dalam karna memang sudah waktunya orang istirahat.setelah mengetuk pintu dan menunggu beberapa saat tampak ayah Alina membukakan pintu untuknya.

__ADS_1


"selamat malam ayah,ada apa memanggil Alin pulang apa ada yang sangat penting." tanya Alina setelah ia masuk dan duduk di ruang tamu rumahnya.


Ayah Alina hanya menghela nafas panjang kemudian menyuruh Alina untuk istirahat di kamar dan memberitahunya besok.


Setelah sedikit berdebat akhirnya Alina menurut dan masuk ke dalam kamarnya dengan rasa lelah dan juga penasaran tentunya.


Ditempat lain,,,. di kota D.


Pagi hari di meja makan, Biru telah selesai menghabiskan sarapannya itu dan hendak berangkat ke kantor namun sebelum berangkat ia meminta violet yang tengah menikmati sarapannya untuk mengikutinya ke ruang kerjanya.


"baiklah Biru apa yang ingin kau katakan sampai kau memintaku kemari". tanya violet dengan penasaran dan duduk di sofa dekat meja kerja Biru.


Tampak Biru masih berdiri di depan kursi kerjanya menatap enggan ke arah Violet seolah tau apa reaksi Violet setelah ini.


"aku akan menikah Violet" ucap Biru mantap dan di balas tatapan tajam oleh Violet.


"dengan ataupun tanpa ijin mu aku akan tetap menikah." Biru berlalu keluar tanpa menghiraukan Violet yang shock dengan ucapan Biru.Violet berusaha menahan Biru saat selangkah lagi Biru keluar dari ruang kerjanya.


"aku berkata yang sebenarnya,aku mencintai gadis itu sejak awal melihatnya aku jatuh hati padanya." Biru mengatakan yang sejujurnya pada Violet meskipun dia tahu bahwa ini menyakiti hati istrinya.


Tampak Violet dengan amarahnya mencengkram lengan Biru yang tertutup jas nya itu.


"Violet lepaskan aku,lagipula kau tahu pernikahan kita bukan dasar cinta,selama ini aku bertahan karna menjaga citra baik keluarga besar kita." Biru menghempaskan tangan violet.


Violet pun membanting vas bunga yang berada di dekatnya.


"apa katamu tanpa cinta??tapi aku mencintaimu Biru. Delapanbelas tahun kita bersama dan kau bilang tak mencintai ku??!!." dengan berapi api Violet mengatakan itu.


"konyol sekali,,, l****alu apa?!! anak anak,, apa kau melakukannya juga tanpa cinta??!!" kini tampak mata Violet berkaca kaca. hatinya hancur mendengar bahwa laki laki yang ia cintai tega ingin menghancurkan rumah tangga mereka.

__ADS_1


"aku melakukannya atas dasar kewajiban ku sebagai suami." Biru tetap tenang menjawab Violet yang kini menatapnya dengan sorot mata kesakitan.


"aku tidak akan menceraikan mu tenang lah,tidak usah berlebihan,lagi pula apa selama delapanbelas tahun menjadi istriku apa kau pernah melakukan tugasmu sebagai istri selain di atas ranjang?!." Biru membuang pandangan ke samping sembari menyunggingkan bibirnya.


Violet terdiam karna memang benar bahwa selama pernikahan mereka semua keperluan Biru di urus oleh para pembantu di rumah mereka. Violet tak sedikitpun tau apa apa yang Biru perlukan.Biru yang selama ini selalu royal padanya sabar menghadapi semua sifat Violet yang selalu menuntut. Dan diam atas semua perlakuan acuh Violet.


Violet kini menyadarinya bahwa dia juga tak berusaha menumbuhkan cinta yang sebenarnya di antara mereka. Dia terlalu sibuk dengan urusan pribadinya dengan kaum sosialitanya.


kini Biru berjalan meninggal kan Violet yang masih berdiri mematung tanpa ekspresi hanya melihat kepergian Biru dari hadapannya.


🍐🍐🍐🍐🍐


Pagi di rumah Alina semua telah selesai dengan pekerjaan rumah masing masing.adik Alina pun sudah berangkat ke sekolah.tinggal Alina dan kedua orangtuanya.mereka berkumpul di ruang keluarga mereka yang sangat sederhana yang biasa mereka gunakan untuk makan bersama.setelah Alina mengetahui dari ayahnya bahwa ia akan menikah minggu depan ia benar benar sangat shock dan ingin sekali menentang keputusan ayahnya itu.


"nak maaf kan kami,tuan Biru telah berbaik hati melunasi hutang kakak mu,kalo tidak ntah apa yang terjadi padanya." ucap ibu Alina sambil menahan air matanya


"iya Alina bahkan hutang ayah padanya juga di anggap lunas,kalo tidak entah sampai kapan ayah bisa melunasinya dengan mencicil dengan penghasilan ayah seperti ini." sambung ayah Alina sedikit berbohong pada Alina. Untuk mendramatisir keadaan.


"apa?!ayah punya hutang padanya??kenapa ayah tidak pernah cerita pada Alin." Alina merasa ada sedikit ke anehan karna sebelumnya mereka tak pernah bercerita bahwa mempunyai hutang yang banyak.


"maaf kan kami Alina kami hanya tidak mau kau terlalu berfikir keras untuk membantu kami.kau sudah cukup terbebani dengan sekolah adik mu." ayah Alina tetap berusaha meyakinkan anaknya.


" bahkan Alin tidak pernah bertemu dengan nya,bagaimana Alin bisa menikah dengan nya dan jadi istri keduanya". Alina tampak berfikir dan terlihat putus asa.ia bimbang karna sesungguhnya dia dan juga kekasihnya telah merencanakan pernikahan mereka tahun depan dengan uang hasil tabungan mereka bekerja selama ini.


Sekarang dia harus menuruti permintaan kedua orangtuanya.bagaimanapun Alina tahu bahwa uang yang selama ini ia kumpulkan tak akan cukup untuk melunasi hutang kakaknya yang kian hari makin banyak saja.belum lagi hutang kedua orangtuanya begitu pikir Alina.


Setelah mengambil keputusan dan terpaksa menyetujui perjodohan ini Alina kembali ke kamarnya dan dengan berat hati menghubungi Bagus lelaki yang telah menjalin kasih dengannya selama dua tahun belakangan ini


Dengan berat hati ia menyampaikan kabar perjodohannya dan mengakhiri hubungannya dengan Bagus.dari sebrang sana Bagus tampak shock dan merasa tidak trima dengan keputusan Alina.

__ADS_1


Dalam diam Alina mencoba berfikir jernih dan menerima takdirnya yang selalu harus berkorban untuk keluarganya.entah bagaimana hidupnya nanti setelah pada akhirnya menerima lamaran Biru.


"Bahkan Sepanjang malam tangisnya tak terbendung lagi. Membayangkan di pinang oleh laki-laki yang umurnya jauh di atasnya. Dan terlebih menjadi istri kedua. Sungguh tak pernah Alina bayangkan sana sekalian.


__ADS_2