
Tiga tahun berteman dekat dengan Alina membuat Candra semakin mengetahui banyak tentang Alina. Bahkan ia diam diam mencari tahu masa lalu Alina. Tentang hubungannya dengan Biru juga tentunya.
Hingga akhirnya Candra mengetahui alasan sebenarnya Alina di usir Biru saat tengah hamil. Tentu saja bukan dari Alina sendiri ia mengetahuinya. Karena Alina sama sekali belum mau menceritakan kisah itu pada Candra.
Suatu hari,, Candra menemui Biru dan membuat Biru terkejut melihat Candra yang sudah sembuh dan penampilannya sudah seperti Candra yang dulu ia kenal. Bahkan lebih keren menurut Biru. Perlahan Candra mengorek informasi kehidupan Biru dengan mereka yang sering menghabiskan waktu bersama. Dan dari sanalah Candra tahu bahwa Alina terusir karna Biru yang mengiranya selingkuh dan mengandung bayi orang lain.
Biru memang menyesal karna terhasut oleh ucapan Violet kala itu. Rasa cemburunya yang begitu besar telah menutup matanya melihat kebenaran yang sesungguhnya. Dan saat kecemburuannya itu tak wajar, Alina menggunakan kesempatan itu untuk lepas dari Biru. Menyelamatkan bayinya juga keluarganya.
Alina sadar,, saat itu meskipun keluarganya sudah pindah tempat tinggal. Tak berarti keluarga Wiratmadja yang mengancamnya selamanya tak bisa menemukan mereka. Dengan uang dan kekuasaan semua bisa di lakukan para orang orang kaya itu. Dan mengenai kandungannya, sebelumnya Alina pun mendapat ancaman bahwa bayinya akan di lenyapkan bila ia terus bersama Biru. Mana mungkin Alina tega menghilangkan nyawa bayi yang tak berdosa itu.
Kini semua telah berlalu, Alina memulai hidup barunya bersama Kiran. Jauh dari Biru ayah kandung dari Kiran. Candra sendiri telah mengetahui alasan Alina memilih pergi dari Biru. Alina mengenal Candra bukan sebagai bagian dari keluarga Wiratmadja sebab itulah Alina akhirnya mau membagi cerita padanya.
Tentu setelah lama berteman dengan Candra. Dan saat ini Candra masih mencari tahu pelaku yang mengancam Alina di masa lalu. Candra tahu bahwa itu sudah pasti dari keluarganya. Namun Candra ingin memastikan siapa pelakunya. Candra bersyukur nasib buruk yang dulu di alami istrinya tidak terjadi pada Alina. Dan sebab itulah sampai saat ini Candra selalu dekat dengan Alina dan juga Kiran. Karna Candra ingin melindungi mereka. Terlebih Candra tahu,, bahwa Kiran adalah keponakannya.
Malam ini, sebelum pulang ia memastikan apakah gadis kecilnya itu sudah benar benar terlelap. Selalu seperti itu, saat Candra mengunjungi Kirana. Kirana selalu meminta Candra untuk bercerita sebagai pengantar tidur. Ia akan pulang setelah Kirana benar benar sudah terlelap.
seperti halnya malam ini. Candra baru selesai membacakan cerita pada Kirana.
" dia sudah semakin besar Li,," ucap Candra pelan ketika melihat Alina memasuki kamar Kirana. Candra mengelus sayang rambut lurus Kirana dan mencium keningnya.
" hemm,, waktu cepat sekali berlalu Candra." Alina membenarkan selimut yang di gunakan Kirana.
" iya Li,, bahkan masih segar di ingatan ku saat kita hampir saja kehilangannya dan membuat mu kacau kala itu." Candra berkata dengan memejamkan matanya seolah mengingat sesuatu.
" hemm,,," Alina mengangguk dan menghela nafa panjang mengingat kejadian itu.
" sudahlah,, jangan membuat ku mengingatnya." Alina berjalan keluar dari kamar Kiran di ikuti Candra di belakangnya.
" hujan Li, makin males pulang aja kalau begini." ucap Candra ketika mereka sudah berada di ruang tengah.
" ngantuk juga lagi." keluh Candra.
" mau kopi, atau mau di siapkan kamar tamu." Alina memberi pilihan yang membuat Candra melihat ke arahnya.
Candra memang sesekali menginap di rumah Alina kala Kiran sedang tidak ingin jauh darinya.
" kopi aja lah,, kita ngobrol di sini sambil menunggu hujan reda."
" baiklah,, tunggu sebentar." Alina berdiri dari duduknya dan pergi ke dapur.
" thanks Li,," ucap Candra ketika Alina meletakan nampan berisi kopi di meja depan Candra.
" mau makan lagi nggak?" tawar Alina
" masih kenyang setelah makan malam tadi."
__ADS_1
" Li,, lusa temani aku ke acara peresmian cabang kantor Ardi ya." pinta Candra setelah menyeruput kopinya
" aku lagi,, bawalah kekasih mu jangan membawa ku terus." ledek Alina dengan senyum jahilnya.
" kau ini,, aku sudah bilang kan jika aku memiliki pacar, maka kamu orang pertama yang aku kasih tahu." Candra mengacak rambut Alina.
" ya sudah,, pergilah sendiri, agar banyak wanita yang melirik mu, kalau bawa aku terus mana ada yang mau melirik. Orang kamu bawa pasangan." Alina tertawa meledek Candra dan membuat Candra mencubit hidungnya.
" aw,,, sakit tahu. Kenapa suka sekali mencubit hidung ku." Alina mencebikan bibirnya dan mengusap hidungnya.
" ledek saja terus Li,, kau suka kan."
" merajuk,, inget umur,, malu sama Kiran." lagi Alina meledek Candra dan membuat Candra menggelitikinya.
" lagi,, ledek lagi Li,, terus saja." Candra dengan gemas menggelitiki Alina.
Gelak tawa memenuhi ruang tengah malam itu.
" ampun Candra sudah,, cukup." Alina berusaha menghindar dan melepaskan diri mendorong tangan Candra dari pinggangnya yang terus di gelitiki.
Mereka memang sudah sangat akrab sehingga hal seperti itu sering terjadi. Kiran bahkan sering melihat kedua orang dewasa ini bercanda dan ikut tertawa bersama melihat Alina dan Candra. Selera humor Candra lebih banyak dari Biru. Itulah sebabnya Alina mudah sekali akrab dengan Candra. Dan Kirana juga, saat bersama Candra Kiran tak hentinya di buat tertawa. Meskipun lahir dan tumbuh tanpa papa kandungnya. Namun Kirana tak pernah merasa kekurangan kasih sayang dari sosok seorang ayah. Karena ada Candra yang selalu ada untuk Kirana juga Alina.
Saat masih dalam kandungan dulu Candra sesekali mengajak bayi Kiran berkomunikasi. Walau sekedar bercerita tentang kejadian lucu antara ia dan Alina. Tak heran saat Kiran lahir ia begitu dekat dengan Candra.
Candra bahagia melakukan hak itu. karena itu adalah impiannya dulu bersama almarhumah istrinya. Kini Candra bisa mewujudkan hal itu bersama Kiran dan juga Alina. Meskipun Kiran bukan anak kandungnya. Namun Kiran adalah bagian dari keluarga besarnya.
Dan pagi ini di saat semua orang masih terlelap Candra sudah berada di sebuah taman kota menemui seseorang. Candra yang hanya menggunakan setelan olahraga itu duduk di kursi taman menunggu seseorang.
Seorang informan yang akan ia temui kali ini. Untuk kasus Alina di masa lalu. Tentang ancaman ancaman yang Alina terima dulu. Tanpa sepengetahuan Alina Candra diam diam mengambil amplop coklat yang Alina simpan di laci meja kerja di toko bunganya. Candra tahu Alina sengaja menyembunyikan itu agar tidak ada yang mengetahuinya dengan tujuannya untuk menutup semua kisah masa lalunya yang pahit itu. Namun Candra terlalu sulit untuk di kelabui, walaupun Alina berkata padanya bahwa sudah tidak ada bukti yang ia simpan, namun Candra tahu bahwa Alina menyembunyikannya. Dan benar saja, Candra menemukan bukti itu dan menyelidikinya.
" tuan,, hanya ini yang saya dapat " informan yang di bayar Candra menyerahkan sebuah berkas pada Candra.
Tanpa menunggu lama, Candra membuka berkas itu. Dan tanpa kesulitan, Candra segera mengetahui siapa dalang di balik ancaman yang Alina terima waktu dulu.
" terimakasih,, bayaran mu sisanya akan aku transfer." ucap Candra melipat map coklat itu dan berdiri meninggalkan taman.
Sampai di rumah,, Candra kembali membuka map itu dan duduk meneliti semua berkas berkas itu.
" sudah ku duga pelakunya nggak jauh dari mereka." Ucap Candra menggelengkan kepalanya.
" kak Sekar,,, kenapa tega sekali berbuat seperti ini. Kenapa kakak mengikuti apa yang di lakukan papi dulu." Candra memijit pelipisnya dan menyandarkan tubuhnya pada sofa yang ia duduki.
" dimana nalurinya sebagai wanita. Sehingga tega melakukan ini semua hanya demi sebuah citra,. nama baik sebegitu berharganya sampai tega melenyapkan nyawa orang dengan mudah." Candra tampak kesal dengan fakta yang ia ketahui.
Candra kini mengetahui semua tentang Alina. Tentang ancaman ancaman itu dan dalangnya. Dan kini tinggal satu langkah lagi misi Candra. Yaitu memperjelas status Alina dan Biru. Karna saat Biru mengusir Alina hingga saat ini Alina tidak menerima surat cerai resmi dari pengadilan.
__ADS_1
πππππ
Di sisi lain Abimanyu dan Biru bertemu untuk makan siang bersama. Terakhir bertemu saat itu, beberapa hari setelah Abimanyu bertemu dengan Alina di pantai. Abimanyu berkunjung kerumah Violet untuk menepati janjinya mengunjungi Biru saat ia pulang dari luar negeri.
" Bima,, bagaimana pekerjaanmu di luar negri." tanya Biru memecah keheningan setelah makan siang.
" ya begitulah kak,, Bima masih betah menjalankan bisnis yang di sana." jawab Abimanyu. Mereka memang sudah seperti adik kakak, maka tak heran jika sedang tidak dalam suasana kerja mereka sangat akrab.
" jangan kerja terus,, menikahlah. Umur mu itu sudah bukan anak muda lagi." Biru memberi nasehat. Dan di balas senyum oleh Abimanyu.
" yahhh,,,, belum ketemu ama jodohnya aja kak." jawab Abimanyu dengan tersenyum.
" o iya kak,, ngomong ngomong, gimana kabar Alina." pertanyaan Abimanyu yang membuat Biru yang sedang meneguk air minum itu langsung tersedak. Meskipun awalnya Abimanyu ragu untuk menanyakan hal itu. Namun rasa penasarannya mendorongnya untuk berani bertanya.
" eh,, kakak nggak papa,, pelan pelan kak minumnya." Abimanyu panik melihat Biru tersedak saat itu.
Biru memicingkan matanya. Sembari berkata.
" Bim,, kenapa tiba-tiba kamu menanyakan tentang dia." Biru menunjukan wajah datarnya.
" lama nggak denger kabarnya aja kak,, tiba tiba ke inget senyumnya." Abimanyu dengan tersenyum berkata pada Biru. Ia terbayang senyuman manis Alina kala mereka berlibur di luar negeri beberapa tahun lalu. Tawa lepas Alina yang selalu terngiang dalam benaknya. Bahkan bertahun-tahun sudah berlalu. Namun bayangan itu tak pernah hilang dari ingatan Abimanyu.
" terakhir bertemu waktu di pantai,, sekitar tiga tahunan yang lalu saat aku pulang ke indonesia dulu. Inget nggak kak,, waktu aku berkunjung kerumah kak Violet, nah beberapa hari sebelumnya itu aku sempet ketemu sama Alina di pantai." Abimanyu menjelaskan pada Biru dan membuat Biru membelalakkan matanya dan mengerutkan keningnya. Seperti mengingat sesuatu.
" aku pikir saat bertemu di LN waktu itu dia belum nikah, nggak tahunya pas aku pulang dan bertemu dia di pantai perutnya sudah berubah." Abimanyu dengan tertawa kecil melihat ke arah Biru yang tampak masih bingung.
Abimanyu masih berpura pura tidak tahu bahwa Alina adalah istri Biru. Ia terus memancing Biru untuk menggali informasi tentang Alina.
" Kak,, anaknya Alina perempuan atau laki laki yaa. Beruntung sekali lelaki yang berhasil menikahinya. Padahal sewaktu di luar negri kala itu aku berpikir akan melamarnya saat aku ke indonesia." Lagi Abimanyu memancing reaksi Biru yang masih diam menggenggam gelas di depannya.
" o iya,,, apa Alina juga bercerita bahwa kita sempat mengelilingi berbagai tempat wisata bersama saat di LN sebelum akhirnya kita bertemu di acara makan malam itu." lagi Abimanyu mencoba memberitahu semua kebenaran yang ia yakini Biru belum tahu semuanya. Abi ingat terakhir bertemu Alina bilang bahwa ia belum memberitahu Biru tentang hal itu.
" tunggu-tunggu Bim,, jadi saat di LN kalian pernah jalan bersama." Biru semakin di buat bingung dengan penjelasan Abimanyu.
" he'em,, bahkan saat makan di sebuah restoran,, kita bertemu kak Violet dengan putri kalian." dengan santainya Abimanyu menjawab membuat Biru mengumpat kesal.
" aku kira kita sudah berteman sejak saat itu,, ternyata anggapan ku salah. Bahkan dia menikah saja aku tidak tahu." Abimanyu semakin memancing Biru.
Biru hanya diam mendengar semua kata kata Abimanyu. Ia tertegun dan ingatannya kembali pada kejadian beberapa tahun silam. Andai waktu itu dia tidak cemburu buta dan termakan hasutan Violet mungkin Alina masih bersamanya kini. Dan hari ini Biru mengetahui bahwa lelaki yang bersama Alina di luar negri dan di pantai kala itu, adalah Abimanyu. Bukan selingkuhan Alina, sungguh Biru menyesali perbuatannya sekarang.
Ia hanya bisa mendesah kesal dan mengumpat dirinya sendiri. Abimanyu hanya menyaksikan Biru yang berulang kali terlihat kesal. Niatnya ingin mengetahui Alina dimana,, akhirnya ia urungkan dulu. Melihat Biru saat ini sudah pasti kondisi hatinya pun sedang tidak baik, lebih baik Abimanyu diam dulu, begitu pikirnya.
πππππ
Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa tinggalkan LIKE nya ya setelah membaca. Krisan silahkan di kolom koment. Terimakasih,,, ππππ€π€.
__ADS_1
Tunggu kelanjutan kisah Alina selanjutnyaππ