Takdir Alina

Takdir Alina
Mama mertua,,,


__ADS_3

Pagi yang sungguh indah di sebuah kota di negeri sakura ini. Sepasang pengantin yang baru saja menggelar pesta ulang tahun pernikahan mereka. Tampak sedang menikmati pemandangan pagi dari balkon kamar mereka.


Sebuah rumah berlantai dua dengan nuansa putih di hampir setiap ruangannya. Beberapa pelayan tengah sibuk dengan pekerjaan mereka. Sesekali kepala pelayan dirumah itu mengomel karna bawahannya yang tidak benar melakukan pekerjaan mereka.


Gadis kecil berusia tujuh tahun berlarian kesana kemari dengan di kejar seorang pelayan yang membawakan baju sekolahnya.


Teriakan menggema di ruang bawah saat gadis kecil itu menolak untuk memakai baju sekolahnya.


Seorang wanita paruh baya menghampiri pelayan yang kesulitan merayu sang anak.


" nona muda,, ayo nanti jika nona tidak segera memakai baju, bisa telat ke sekolah. Nona kita sudah menaik turuni tangga berkali kali. Nanti kaki nona bisa menjadi lelah." ucap sang pelayan masih berusaha membujuk sang gadis kecil.


" ayo sini sayang,, cucu nenek yang cantik. Cucu nenek kan biasanya tidak pernah seperti ini. Ayo pakai baju sama nenek ya." bujuk seorang wanita paruh baya yang berpenampilan elegant dan modis itu, meskipun umurnya tak lagi muda.


" nggak mau,, hari ini nggak mau sekolah. Aku lelah nenek, semalam aku kebanyakan makan permen hari ini gigi ku sakit. Lihat,, lihat ini,, pipi ku bengkak bukan." ucap sang gadis kecil itu masih tetap menolak dan dengan lucunya menunjukan pipinya di depan sang nenek.


" coba sini nenek lihat."


" nggak mau,, ini sakit nenek. Apa nenek juga tidak mempercayai ku seperti pengasuhku." ucapnya saat sang nenek baru akan melihat pipinya.


" bukan begitu sayang,, nenek hanya ingin memastikan saja. Agar nanti mama mu bisa membawa kamu ke dokter." jawab sang nenek sembari memakaikan baju sekolah.


" mah,,, ada apa dengan putri manis ku ini." seorang pria muda menghampiri mereka.


" papa,, aku nggak mau sekolah." rengeknya ketika sang papa mendekatinya yang baru saja selesai memakai bajunya.


" kenapa sayang,, kenapa anak papa nggak mau sekolah." sang papa menjawab sambil menggendongnya ke meja makan.

__ADS_1


" Bima,, biar mama yang gendong, kau sudah berpakaian rapi." ucap mama Abimanyu.


Abimanyu hanya tersenyum dan tetap berjalan ke meja makan. Dan kemudian mendudukkan sang putri di kursinya dan ia pun duduk di kursinya juga.


Ya dia adalah Kirana,, Kiran putri dari pernikahan Alina dan Biru. Yang sejak tiga tahun ini menjadi bagian dalam hidupnya. Kiran begitu sangat di manja dan di sayangi di rumah ini. Tak berbeda jauh dengan Alina yang juga mendapatkan kasih sayang dari sang mama mertua. Alina telah menyandang status sebagai nyonya muda Permana sejak tiga tahun belakangan ini. Ia hidup bersama Abimanyu dan juga Kirana di negri sakura ini.


" dimana mama?? apa mama masih tidur?." tanya Kirana.


" tidak sayang,, mama sedang menyiapkan keperluan papa untuk ke kantor." jawab Abimanyu mengusap lembut kepala Kirana.


" apa kamu mau langsung ke kantor hari ini Bima,, kamu baru saja merayakan pesta semalam. Mama kira kamu akan membawa Alina berlibur atau sekedar jalan jalan." protes sang mama yang sedang mengoleskan selai di roti untuk Kirana.


" seharusnya begitu ma,, tapi ada sedikit masalah di kantor. Jadi aku akan ke kantor untuk menyelesaikannya." jawab Abimanyu.


" sudah tiga tahun menikah tapi kamu tidak pernah membawanya berlibur." kembali sang mama melontarkan protes pada Abimanyu.


" pagi Alina,,, ayo sarapan,, setelah ini kita antar Kirana bersama sama ke sekolah." jawab mama Abimanyu dengan lembut.


" nenek,, aku tidak ingin sekolah,, aku sudah bilang kan. Mama,, beritahu nenek,, aku tidak mau ke sekolah." protes Kiran dengan mulut penuh roti selai coklat.


" tidak mau sekolah??" jawab Alina heran.


" kenapa sayang,, kenapa anak mama tidak mau sekolah." Alina mendekati putrinya dan mengelap coklat yang belepotan di pipi sang putri.


" gigi Kiran sakit mama,,, lihat ini. Pesta semalam aku banyak sekali makan permen, lihat pipi Kiran,, lihat ma lihat." menunjukan pipinya yang tidak terlalu bengkak itu pada sang mama.


Alina menahan tawa melihat tingkah putrinya ini. Sudah besar masih saja manja. Begitu pikir Alina. Abimanyu hanya tertawa kecil melihat Kirana yang terus manyun karna sang nenek dan mamanya kompak akan membawanya ke dokter gigi. Abimanyu hafal betul jika putri dari istrinya ini tidak suka jika di bawa ke dokter gigi. Itulah sebabnya Kiran mayun sejak tadi.

__ADS_1


" baiklah,, papa berangkat ke kantor dulu. Setelah ini Kiran nurut ya sama mama." ucap Abimanyu memberi pesan pada Kiran yang masih saja manyun.


" hemm,,, begini saja. Saat pulang kantor nanti bagaimana jika papa bawakan hadiah." bujuk Abimanyu pada Kirana.


" benarkah??,, baiklah baiklah, aku akan ke dokter gigi." jawab Kirana semangat dan beradu tos dengan sang papa.


" anak pintar. Papa berangkat ya." mengusap lembut kepala Kiran setelah Kirana mencium tangannya.


" mam,, Bima berangkat. Mama jangan capek capek ya. Ada banyak pelayan,, mama minta bantuan saja sama mereka." Abimanyu menyalami mamanya.


" iya,, iya." jawab sang mama.


Abimanyu berjalan ke depan dengan di ikuti Alina di sampingnya. Abimanyu selalu ingin sepert ini. Berangkat kerja dengan di antar Alina hingga di depan pintu berjalan menggandeng tangan wanita yang ia cintai sejak awal mereka bertemu.


Sungguh Abimanyu merasa sangat bahagia setelah tiga tahun lalu Alina memutuskan untuk menikah dengannya. Dan ikut bersamanya ke negara ini. Tidak ada hal yang amat membahagiakan bagi Abimanyu saat ia bersama Alina seperti saat ini. Wanita yang selalu membuat hatinya tenang saat melihat senyumannya dan menjadi penyejuk saat pikiran dan hatinya sedang kacau dengan masalah kantornya.


Sungguh damai sekali hati Abimanyu bisa bersanding dengan Alina seperti yang selalu ia impikan. Meskipun ia harus melewati beberapa tantangan sebelumnya.


Alina pun sama,,, sungguh ia sangat bahagia menjadi istri Abimanyu. Terlebih keluarga Abimanyu menerimanya dengan sangat baik. Bahkan dengan statusnya yang memiliki putri dan pernah gagal dalam pernikahan sebelumnya.


Mama Abimanyu justru sangat menyayangi Kirana bak cucu kandungnya sendiri. Saat mama mertuanya itu datang ke rumahnya seperti saat ini, semua urusan Kirana di ambil alih oleh sang mama mertua. Sungguh Alina sangat beruntung mendapatkan kasih sayang yang melimpah dari mama mertuanya. Yang sebelumnya tak pernah ia dapatkan saat menikah dengan Biru dulu. Bahkan mama mertuanya ini selalu membela dirinya saat Abimanyu berbuat sedikit saja kesalahan. Sungguh Alina merasa bersyukur memiliki keluarga barunya ini.


Meskipun Alina harus meninggalkan semua keluarganya di indonesia. Alina harus rela meninggalkan Amar dan Akas di indonesia. Sejak tiga tahun lalu saat ia memilih mengakhiri semua kisah dengan keluarga Wiratmadja.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Terimakasih sudah membaca,,, jangan lupa tinggalkan LIKE nya ya setelah membaca. Krisan silahkan di koment. Tunggu kelanjutan cerita Alina selanjutnyaπŸ˜‰πŸ˜‰. Terimakasih πŸ™πŸ™πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2