Takdir Alina

Takdir Alina
Keluarga,,


__ADS_3

Pagi tadi setelah membawa Kirana ke dokter gigi bersama mama mertuanya. Alina kembali membawa Kiran pulang. Dan putrinya itu sungguh bahagia karna keinginannya untuk tidak sekolah akhirnya terwujud. Ia begitu bahagia bermain di kamarnya ini.


" Alina,, mama lusa akan kembali ke indonesia. Istri kakak ipar mu sudah kewalahan di rumah sendiri." ucap sang mama mertua pada Alina yang sedang merapikan tanaman.


" padahal Alina masih rindu sama mama. Apa tidak bisa tinggal beberapa hari lagi ma." jawab Alina mendekati mertuanya yang sedang duduk di sebuah gazebo di taman rumah ini.


" sejujurnya mama ingin tinggal lebih lama. Tapi kamu tahu kan, istri Juno belum bisa merawat bayi dengan baik. Ini pertama kalinya sejak ia menikah dengan Juno. Mama masih ingin bermain lebih lama dengan Kiran,, dia semakin menggemaskan dengan tingkahnya yang semakin bertambah." ucap sang mertua gemas membayangkan tingkah Kirana.


" ma,,, maafkan Kiran yang selalu manja berlebihan bila dekat mama. Alina minta maaf udah banyak banget ngrepotin mama." ucap Alina menggenggam lembut kedua tangan mertuanya.


" Alina,, kenapa kamu minta maaf. Mama justru sangat senang. Mama bahagia bersama Kirana. Dia gadis yang cerdas dan menggemaskan. Entahlah Alina,, mama begitu menyayangi dia. Meskipun saat ini mama juga nambah cucu lagi dari Juno, kamu jangan berkecil hati dan berfikir bahwa mama akan mengurangi kasih sayang mama pada Kiran." mama mertuanya itu kini melihat ke arah Alina dengan tersenyum meyakinkan.


" iya ma,, Alina percaya. Mama terbaik,, sungguh mama adalah mama mertua yang terbaik di dunia ini." puji Alina memeluk mama mertuanya.


Selain selama ini mendapatkan kasih sayang dari mama mertuanya, ia sedikit banyak mendengar cerita tentang mama mertuanya ini dari Abimanyu dan membuat Alina sedikit paham sifat mama suaminya itu. Abimanyu sering memberitahu Alina tentang bagaimana sikap dan sifat sang mama.


" aduh,,, sepertinya aku datang di saat tidak tepat." celetuk Abimanyu yang baru datang itu. Dan melihat mama juga istrinya saling berpelukan.


" oh,,, kamu sudah pulang suami ku." ucap Alina melepaskan pelukannya dari sang mertua.


" Bima,, kamu sudah pulang jam segini." mama Abimanyu heran melihat anaknya pulang kantor siang hari. Tidak biasanya.


" ya,,, urusan kantor sudah selesai,, jadi aku pulang. Dan,,, dimana putri ku. Aku membawa sesuatu untuknya." tanya Abimanyu celingukan mencari Kirana.


" dia masih di kamar,, sejak pulang dari dokter gigi tadi ia tak mau keluar kamar." Jawab Alina bergegas mengambil alih jas di tangan Abimanyu seperti biasanya. Dan menyalami serta mencium tangan suaminya itu. Seperti biasanya ia akan mendapat balasan kecupan di keningnya dari Abimanyu.


" baik lah aku akan ke kamarnya. Sebelumnya aku akan mengambil hadiahnya dulu." sebelum pergi dari taman Abimanyu menyalami dan mencium tangan mamanya yang masih duduk di gazebo.


Abimanyu segera bergegas menemui Kirana setelah mengambil boneka besar di mobilnya. Sedangkan Alina masih berkutat di dapur tentu saja menyiapkan makan siang untuk suami anak dan juga mama mertuanya. Meskipun di rumah ada banyak pelayan, namun untuk memasak Alina lebih sering melakukannya sendiri.


" mama,, mama,, lihat,, Kiran dapat hadiah dari papa." teriak Kirana berlari menghampiri Alina yang sedang menata makanan di meja makan, Kirana dengan membawa boneka besar hadiah dari Abimanyu ia tampak begitu senang.


" oh,,, Kiran,,, hati hati sayang,,, nanti kamu bisa terjatuh nak." Alina dengan sigap membungkuk dan menangkap tubuh Kiran kemudian memeluknya bersama boneka besar itu.

__ADS_1


" mama,,, bonekanya sangat besar,, Kiran sangat suka." ucap Kiran sambil terus memeluk bonekanya.


" kamu senang sayang,, jangan lupa ucapkan terimakasih pada papa." ucap Alina mengelus kepala putrinya.


" iya ma,,, papa,,, terimakasih,,, terimakasih hadiahnya. Kirana suka sekali." ucap Kirana pada Abimanyu yang berada di samping Alina. Dengan sedikit membungkukkan badannya.


" sama sama sayang,, papa janji,, jika Kiran menjadi anak yang baik,, papa akan selalu memberi Kiran hadiah,, bagaimana??" Abimanyu mengelus sayang kepala Kirana dengan menaik turunkan alisnya.


" setuju,, baik lah Kiran akan menjadi anak yang lebih baik lagi." Jawab Kirana dengan tersenyum lucu.


" hmmmm,,, sekarang,,, papa minta tolong panggil nenek ya,, nenek ada di kamar. Ajak nenek makan siang." titah Abimanyu yang langsung di iyakan oleh Kirana.


" anak pintar,,, lihat sayang,, putri kita semakin hari semakin pintar." ucap Abimanyu yang kini telah melingkarkan tangannya di pinggang Alina.


" dan kamu,,, kamu selalu saja memanjakannya." Alina melihat ke arah Abimanyu dan membuatnya mendapat kecupan sekilas di bibirnya.


" kamu nakal,, malu tahu ada para pelayan di sini." Alina mencubit pinggang Abimanyu.


" kamu istriku kan,,, dan ini rumah kita,, biar saja." Ucap Abimanyu menggoda Alina.


" ehem,,, kayaknya mama datangnya nggak pas ya." mama Abimanyu berdehem dan membuat Alina yang berdiri di samping Abimanyu menjadi salah tingkah.


" eh,, em,,, mama,, em,, ma,,, mari kita makan siang ma." Alina terlihat bingung dan sedikit tergagap bicara. Karena malu pada sang mertua.


" iya Alina,, ayo,,." Mama Abimanyu kini sudah duduk di kursi dengan tersenyum tipis menertawakan sikap malu malu menantunya itu.


" Bima,, kamu nakalnya di kamar aja,, malu tu kalau di lihat Kirana." mama Abimanyu berbisik pelan pada anaknya dengan tertawa pelan. Membuat Alina yang melihat itu menjadi semakin malu.


Abimanyu hanya membalas dengan tersenyum simpul dan melihat ke arah Alina. Membuat Alina yang sedang mengambilkan makanan untuknya menjadi semakin malu.


" sayang,, ayo kita pergi,, kita nikmati sore bersama. Mumpung mama disini." ucap Abimanyu pada Alina di sela makan siang mereka.


" mama nggak bisa ikut,,." sela mama Abimanyu.

__ADS_1


" loh,, kenapa ma,, mama kan besok lusa katanya mau pulang. Jadi ayo kita jalan bersama." ajak Abimanyu.


" mama udah ada janji,,." dengan tersenyum kecil sang mama melihat dan mengedipkan sebelah matanya pada Kiran.


" oh,, jadi mama sama Kiran mau pergi." tebak Abimanyu yang melihat mamanya dan Kiran saling melempar senyum.


" yah,,, papa tahu deh." Kirana memanyunkan bibirnya seolah protes karna tebakan papanya itu benar.


" pastilah,, papanya siapa dulu." dengan tersenyum dan menggerakkan kedua alisnya Abimanyu menggoda Kirana.


" papanya Kirana dong." jawab Kirana kembali tersenyum senang dan kembali melahap makan siangnya.


Selesai makan siang, Abimanyu mengajak Alina untuk pergi berjalan jalan. Kirana dan mama Abimanyu sudah berangkat lebih dulu. Alina sungguh merasakan perbedaan dengan pernikahannya yang dulu.


Jika dulu ia selalu di sembunyikan dan bahkan tidak di akui di depan banyak orang. Kini sungguh berbeda.


Bahkan Abimanyu sering sekali memintanya untuk ikut ke kantor menemaninya bekerja atau saat Abimanyu menghadiri sebuah acara. Ia selalu membawa serta Alina istrinya.


Dan kasih sayang melimpah dari mama mertua yang Alina dapatkan saat ini. Tidak seperti yang dulu,, kakak iparnya pun menerima Alina dan Kiran dengan baik. Walaupun ia harus berkorban untuk berpisah lagi dengan kakak dan juga adiknya. Namun Alina bersyukur bahwa keputusannya tiga tahun lalu ini tidak sia sia. Ia kini mendapatkan sebuah keluarga baru yang benar benar saling menyayangi.


Meskipun terkadang Alina masih selalu mengingat kejadian pahitnya di masa lalu.


Bagaimana Alina bisa lupa jika bekas luka itu selalu bisa ia lihat. Hidup jauh dari kampung halamannya dan bahkan sudah tiga tahun di sini.


Alina belum juga mau pulang, meskipun sebenarnya ingin. Alina masih ingin di sini menata semuanya dari awal. Melupakan semua kenangan pahitnya di masa lalu. Membiarkan semua ruang hatinya hanya terisi dengan kisah indahnya bersama Abimanyu dan anak anak mereka kelak. Meskipun sudah tiga tahun menikah dan belum mendapat momongan lagi.


Namun mereka selalu bisa menjalani rumah tangga mereka dengan bahagia. Terlebih mama mertuanya juga tidak cerewet yang selalu menanyakan kapan ia akan memberinya cucu.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Terimakasih sudah membaca,,, jangan lupa tinggalkan LIKE nya ya setelah membaca. Krisan silahkan di koment. Tunggu kelanjutan cerita Alina selanjutnyaπŸ˜‰πŸ˜‰. Terimakasih πŸ™πŸ™πŸ€—


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ

__ADS_1


" bila kita tidak lagi bisa mengubah situasi,, maka kita di tantang untuk mengubah diri sendiri." * QOTD*


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


__ADS_2