
" jangan takut akan kemarahan seseorang,, sehingga kita takut bersikap dan berkata jujur, karna kejujuran adalah mata uang yang tak ternilai harganya."
🎄🎄🎄🎄🎄
Candra dan Alina masih seperti hari hari sebelumnya. Meskipun kini mereka berstatus menjalin sebuah hubungan. Namun bagi Candra, hari hari yang ia lewati bersama Alina adalah sebuah hari yang istimewa. Bahkan Candra sudah merencanakan sebuah lamaran kejutan untuk Alina. Meskipun ia tahu Alina belum sepenuhnya memiliki rasa yang sama sepetinya. Setidaknya waktu itu Alina sudah berjanji bahwa dalam waktu tiga bulan ia akan memutuskan untuk menerima lamaran Candra malam itu.
Dan hari ini genap tiga bulan setelah mereka menjalin hubungan serius. Sayang nya semua rencana itu terancam hancur karna saat ini Kiran putri Alina telah berhasil di bawa oleh Sekar. Sekar dengan liciknya sudah merencanakan penculikan keponakannya itu.
Setelah ia tahu hubungan Candra dan Alina. Bagaimana Sekar tidak tahu. Wajah Alina dan Candra terpampang jelas di sebuah surat kabar yang membahas kehidupan para pebisnis,, pengusaha dan juga para tokoh tokoh yang lainnya. Kala itu surat kabar yang Sekar baca di pagi hari memperlihatkan Candra bersama Alina dan seorang putri kecil,, yaitu Kiran tengah menikmati liburan mereka layaknya sebuah keluarga bahagia.
Jelas Sekar meradang, meskipun Candra sudah memutuskan hubungan dengan keluarganya. Namun tetap saja Sekar tidak mau ada anggota keluarganya yang menjalin hubungan dengan gadis biasa seperti Alina.
Sekar segera mengerahkan orang orang suruhannya untuk melacak keberadaan Alina dan putrinya. Dan sejak hari itu gerak gerik Alina beserta putrinya selalu di mata matai orang suruhan Sekar. Hingga akhirnya hari ini terjadi.
Hancur hati Alina ketika sang guru Kirana menghubunginya dan memberi tahu bahwa Kirana di culik oleh segerombolan orang orang. Bahkan orang orang itu membawa senjata api yang di todongkan kepada satpam keamanan sekolah Kiran. Alina bahkan harus di larikan kerumah sakit karna ia pingsan.
" mbak,,, mbak udah dong jangan nangis terus,, Kirana pasti ketemu. Tuan Candra sedang mengurusnya kan." Amar mengusap punggung Alina menenangkan kakaknya itu yang sudah dua hari ini tak makan apapun dan hanya menangis sesenggukan.
" Kirana,, apa dia sudah makan,, bagaimana dia tidur,, dia nggak akan bisa tidur jika belum mendengar suara ku. Kiran kamu dimana,, maafkan mama sayang,, maafkan mama,, mama nggak bisa jagain kamu. Mama bodoh Kiran mama bodoh." selalu seperti itu Alina setiap harinya. Ia selalu memukul mukul kepalanya sendiri merasa bersalah.
" mbak,,, hentikan,, ,jangan sakiti diri mbak Alin. Ayo mbak sadar,,, lepasin mbak tangannya,, stop memukul mukul kepala mbak." Amar berusaha menahan tangan Alina yang terus memukuli kepalanya sendiri.
" Lili,,," Candra yang baru datang itu terkejut dan langsung berlari kemudian memeluk Alina.
" sayang,, hei,,, sudah,, jangan salahkan diri kamu terus terusan seperti ini." Candra dengan lembut mengusap air mata Alina dan memeluknya kembali sembari mengusap lembut punggung wanita pujaannya itu. Hal itu membuat Alina semakin menjadi tangisnya.
" Kirana pasti akan segera pulang sayang. Jadi tenanglah ya. Jangan seperti ini. Ayo kita keluar dan cari Kiran bareng bareng ya." Candra dengan penuh kelembutan berbicara pada Alina yang masih menangis sesenggukan di bahu Candra yang duduk satu sofa dengannya.
" aku ikut,,," ucap Amar yang juga khawatir dengan nasib keponakannya itu.
" hmm,, baiklah. Kamu boleh ikut Amar." Candra menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Setelah di antar Candra ke kamarnya dan Alina bersiap. Kini ia menuruni tangga menemui Candra yang telah menunggunya di bawah sejak tadi. Tanpa menunggu lama mereka bergegas pergi mencari Kiran. Berjalan menyusuri setiap jalanan melihat kesana kemari. Sebenarnya Candra tahu,, ini hanya akan sia sia. Sebab Kiran di culik,, sudah pasti sang penculik itu menyembunyikan Kirana di suatu tempat.
Candra melakukan ini hanya agar Alina tenang karna dengan membawanya keluar rumah dan melihat sekitar, mungkin saja Alina akan sedikit lebih baik. Candra pun sudah melaporkan kejadian penculikan itu pada polisi. Ia juga sudah mengerahkan anak buahnya untuk menyelidikinya. Sudah dua hari namun nihil. Candra sendiri telah ikut melihat rekaman Cctv sekolah Kiran yang menampilkan kejadian saat Kirana di bawa empat orang berbadan tegap itu.
Di dalam mobil,, Candra selalu memegangi tangan Alina. Sedangkan tangan satunya ua gunakan untuk mengemudikan mobilnya.
__ADS_1
🍎🍎🍎🍎🍎
Disisi lain,, Abimanyu sudah dua minggu di indonesia. Jika biasanya saat pulang ke indonesia ia akan segera menemui Alina. Namun kali ini ia lebih memilih menahan diri untuk menemuinya. Terlebih ia tahu bahwa Alina kini menjalin hubungan dengan Candra. Merasa kalah?? jelas saja tidak. Menurut Abimanyu, selama janur kuning belum melengkung artinya ia masih punya banyak kesempatan. Namun tetap saja Abimanyu kecewa. Bukan kecewa pada Alina. Tapi kecewa pada dirinya sendiri yang lambat dalam bertindak untuk mendapatkan hati Alina.
Herjuno yang diam diam masuk ke kamar adiknya itu, melihat sang adik yang terlihat senyum senyum sendiri tiduran di kasurnya sembari melihat ponsel di tangannya. Diam diam Herjuno memperhatikan isi ponsel yang di lihat Abimanyu.
" Bima!,,, itu,,, kamu ini,,, coba sini lihat,,, kamu mengenal gadis ini juga." tanya Herjuno mengambil paksa ponsel Abimanyu dan melihat foto di depannya.
" astaga,,, ini bidadari misterius itu." ucap Herjuno dan membuat Abimanyu mengerutkan keningnya.
" abang mengenalnya?" tanya Abimanyu bingung.
" ya,,, tapi tidak tau namanya tapi abang pernah bertemu dia dua kali. Tapi sudah bertahun tahun lalu." jelas Herjuno tersenyum masih dengan mengamati ponsel Adiknya itu.
" Alina,,, namanya Alina bang." Abimanyu dengan senyum mengembang memberitahu sang kakak. Sembari mengambil lagi ponselnya.
" wah,,, kau bahkan tahu namanya. Memang kenal dimana kamu ini. Kamu pulang ke indonesia aja jarang. Apa dia benar-benar bidadari yaa,,, jadi dia terbang ke LN dan kamu juga mengenalnya?." Sungguh Herjuno kali ini membuat Abimanyu geram.
" tunggu,, kenapa ada foto dia di ponsel mu. Dan kau pasang di layar depan ponsel mu." Herjuno masih penasaran dengan hubungan sang adik dan Alina.
" jelas saja aku mempunyai fotonya. Bukan hanya satu malahan,, ada banyak,, abang mau lihat?." aku Abimanyu dengan bangga setelah merebut paksa ponselnya dari tangan sang kakak.
" tunggu,, siapa anak kecil ini." tanya Herjuno penasaran dengan foto Kirana yang di gendong Abimanyu kala itu.
" dia Kirana, putri Alina. Cantik bukan,, sama seperti mamanya." ucap Abimanyu yang sontak membuat Herjuno membelalakkan matanya.
" dia sudah menikah?? dan bahkan punya seorang putri?? Wah,, kali ini mungkin aku salah,, mungkin dia hanya mirip sama bidadari misterius yang aku lihat di rumah Biru dulu." Herjuno ragu ragu. Dan mengingat kembali pertemuannya dengan Alina kala itu.
" dia adalah orang yang sama bang,, aku banyak tahu masa lalunya. Dan abang tahu,, dia adalah mantan istri tuan Biru,, dan yang abang lihat kala itu adalah dia yang masih menyandang istri kedua tuan Biru." jelas Abimanyu yang kali ini benar benar membuat Herjuno tersentak tak percaya.
" Bim,, jangan ngaco kamu ini. Mana mungkin seorang Biru mempunyai istri simpanan. Masih muda pula. Aku ini sudah bersahabat lama dengannya. Dan dia tidak pernah memberi tahu ku jika ia menikah lagi selain dengan Violet." Herjuno memukul bahu adiknya saking tak percayanya.
Abimanyu akhirnya menceritakan pada sang kakak tentang hubungan Biru dan Alina juga Kirana. Bahkan Abimanyu juga menceritakan kehidupan Alina setelah berpisah dari Biru. Jelas saja Herjuno sangat tak menyangka. Biru yang sempat berteman dekat dengannya dulu ternyata mempunyai rahasia sebegitu besar dan dia sendiri tak mengetahuinya.
" abang nggak nyangka seorang Biru bisa bisanya melakukan itu. Dan kalau ia mencintai gadis itu, kenapa ia menceraikan gadis itu. Oh,, abang tahu,, jelas ini ada hubungannya dengan berita beberapa tahun lalu itu. Tapi abang salut juga,, Biru bisa mendapatkan bidadari seperti ini. Huh,,, sayang sekali." Herjuno berdecak dan terus saja menggelengkan kepalanya.
" abang tahu,, celakanya aku jatuh cinta padanya saat ia masih menjadi istri tuan Biru dan sampai detik ini." Senyum Abimanyu kembali mengembang.
__ADS_1
" Apa??!! kau ini sungguh konyol,, mencintai istri orang. Eh,,, tunggu ,, kau bilang mereka sudah berpisah bukan, jadi kau tentu punya kesempatan. Lalu kenapa tidak kau jadikan dia kekasih saja. Toh dia sudah bukan istri orang lagi." tawa Herjuno meledek sang adik.
" ya itulah masalahnya bang,, dia saat ini sedang menjalin hubungan dengan seseorang yang dulu membantunya saat tuan Biru mengusirnya, dan orang itu banyak berjasa dalam karir Alina sehingga Alina menjadi seperti sekarang ini, dan aku? aku entahlah,, aku punya rencana ingin melamarnya saat aku pulang ke indonesia,, namun sayangnya ia keburu menjadi kekasih orang lain." jelas Abimanyu menghela nafas panjang seakan menahan sebak di dadanya.
" siapa memangnya orang itu,, bisa saja bidadari itu hanya merasa berhutang budi jadi ia menjalin hubungan itu dengan orang yang kau bilang banyak berjasa padanya." ucap Herjuno.
" tunggu,, dulu orang itu sempat bilang bahwa dia mengenal kau bang,, aku sempat bertemu dengannya dulu. Mungkin dia seumuran abang." Abimanyu teringat perbincangannya dengan Candra saat berlibur bersama dulu. Ia pun mencari cari foto saat mereka di taman wisata kala itu.
" namanya Candra bang,,, sebentar aku cari fotonya." lanjut Abimanyu masih sibuk menggeser geser layar ponselnya.
" nah ini dia bang,,, namanya Candra wijaya. Saat itu dia bilang dia cukup mengenal abang." ucap Abimanyu menunjukan foto Candra bersamanya yang di ambil Alina dulu.
Herjuno mengamati foto di ponsel Abimanyu. Ia seolah berfikir siapa orang di dalam foto itu. Ia merasa seperti pernah mengenalnya.
" astaga Bim,, ini Candra,,, Candra yang itu,, ya aku yakin ini Candra Wiratmadja,, bukan Candra wijaya." ucap Herjuno saat ia ingat dengan orang di foto itu. Herjuno memang sudah sangat lama tidak bertemu dengan Candra. Karna Candra yang depresi dan harus di rawat dulu.
" sekarang abang yang ngaco." Abimanyu menanggapi ucapan sang kakak hanyalah guyonan.
" abang yakin ini adalah Candra adiknya Biru yang telah lama menghilang." Herjuno meyakinkan adiknya.
" benarkah?? jika benar, aku harus membantu Alina mengetahuinya. Bukan dari ku,, karna jika itu dariku, maka Alina akan mengira aku dendam pada pria itu sehingga aku berbuat hal konyol." ucap Abimanyu.
" lalu apa rencana mu?" tanya Herjuno serius.
" tentu saja aku butuh bantuan mu bang." jawab Abimanyu tersenyum tipis dengan mengangkat kedua alisnya.
Abimanyu dan Herjuno menyusun rencana untuk membuat Alina tahu siapa Candra. Dan berusaha agar hubungan baik Candra dan Alina tetap terjalin baik. Karna Abimanyu tahu Alina dan Candra sudah lama berteman baik. Ia tak ingin merusak hubungan pertemanan mereka. Menurut Abimanyu,, meskipun Alina tidak mau lagi memiliki hubungan dengan keluarga Wiratmadja, bukan berarti Alina tidak bisa berteman dengan mereka kan.
Abimanyu dan Herjuno sepakat untuk segera memberitahu Alina. Herjuno, tentu saja mendukung usaha adiknya ini untuk mendapatkan cintanya. Memang dari awal Herjuno ingin Alina menjadi adik iparnya. Sudah sejak lama,, dari awal ia bertemu Alina dulu. Meskipun saat ini status Alina sebagai seorang ibu, Herjuno tak mempermasalahkan. Tinggal pintar pintarnya mereka bicara nanti pada ibu mereka agar merestui hubungan Abimanyu.
Alina kembali kerumah saat hari sudah gelap. Candra sudah membujuknya untuk pulang dari tadi namun Alina masih kekeh untuk mencari Kirana.
Sedangkan Candra sendiri, ia belum mendapat informasi dimana keberadaan Sekar. Ia menebak bahwa ini adalah ulah Sekar. Karna sejak awal ia tahu Sekar lah yang selalu mengusik Alina.
Malam ini ia akan menemani Alina. Menjaganya di rumah ini. Dan untuk besok, ia berencana mendatangi rumah kakak pertamanya yang di kota D, dia juga akan mendatangi rumah Biru untuk mencari Sekar dan menemukan Kirana.
🍒🍒🍒🍒🍒
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca,, jangan lupa tinggalkan LIKE nya ya setelah membaca. Mohon maaf jika isi ceritanya tidak sesuai dengan harapan pembaca,,. Krisan silahkan di kolom koment,, semoga tetap suka mengikuti kelanjutan cerita Alina yang dalam perjalann hidupnya penuh drama,, untuk menemukan takdir yang indah bagi Alina. Terimakasih,, nantikan kelanjutan ceritanya ya😁 🙏🙏🙏🤗🤗