Takdir Alina

Takdir Alina
Kesungguhan yang sesungguhnya,,,


__ADS_3

Candra sudah memantapkan hati juga dirinya untuk memberitahu Alina tentang perasaannya. Apapun hasilnya nanti, ia akan terima. Alina sudah selesai berganti baju dan membersihkan diri. Ia menuruni anak tangga dan melihat Candra yang duduk gelisah di sofa. Ia tak biasanya melihat wajah gelisah Candra seperti itu.


" Candra,," sapa Alina yang kini duduk di sebelah Candra. Dan membuat Candra semakin gugup saja.


" Alina." Candra terlihat sekali ke kegugupan itu. Bahkan ia memanggil nama Alina tidak seperti biasanya.


" Hey,,, kamu kenapa Candra,, lihat wajahmu itu. Kamu sedang sakit?? atau ada masalah di kantor. Eh,,, tunggu belakangan ini, kemana saja kamu, kenapa menghilang begitu saja." cerca Alina yang membuat Candra menipiskan senyumnya. Inilah yang ia rindu dari Alina. Bawelnya saat Candra tak ada kabar seperti sebelum sebelumnya.


" apa kamu mengkhawatirkan ku Li." jawab Candra dengan senyuman manisnya yang membuat ia tampak semakin manis saja.


" jelas saja,,, kau menghilang begitu saja. Sejak proses perceraian ku kamu sama sekali tidak menemani ku. Dan kamu, kamu bahkan menghilang begitu saja." Alina mengerucutkan bibirnya membuat gemas Candra.


" Satu lagi,, malam itu kamu datang dan setelah memecahkan vas bunga ku kamu pergi gitu aja. Setelahnya kamu ga ada dateng-dateng lagi." Ucap Alina protes. Dan membuat Candra mengulum senyumnya. Mengingat kejadian malam itu.


" aku,, sebenarnya aku hanya menghindari mu Li.". jawab Candra jujur.


" menghindari ku?? kenapa??" Alina bangun dari sandaran sofa melihat heran pada Candra yang sedari tadi melihat ke arahnya.


" ya,, aku menghindari kamu. Kamu tahu,, di sini,," Candra menarik lembut tangan Alina dan membawanya ke dada bidangnya sebelah kiri. Membuat Alina semakin bingung.


" di sini Li,, di sini rasanya sakit saat melihat Biru mencium mu malam itu." Candra tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Alina.

__ADS_1


( astaga,, jadi benar Candra melihat kejadian malam itu. Dan apa ini,, kenapa dia bilang sepeti itu.) batin Alina, ia sadar sekarang maksud Candra. Alina cukup cerdas membaca situasi ini. Namun Alina tetap tidak gegabah dan tetap diam menunggu Candra berbicara. Ingin menarik tangannya pun tak bisa. Candra terlalu kuat memegang tangannya itu


" kamu tahu Li,, aku sudah berusaha membuang rasa aneh itu. Dan hasilnya,, aku tak bisa. Aku tak bisa menjauhi kamu. Aku bahkan tak bisa jika tak melihat senyum mu." Candra masih dengan menggenggam tanga Alina.


Candra memejamkan matanya dan mengambil nafas dalam dalam. Memantapkan diri untuk mengungkapkan kesungguhannya pada Alina. Alina tentu saja heran melihat sikap Candra ini.


" Alina oktavia,, mau kah kamu menjadi istri ku,,, aku tidak tahu sejak kapan rasa ini mulai ada Li,, yang aku tahu, aku sungguh tak bisa bila jauh darimu. Sebentar saja tak melihat dan mendengar kabar mu, hati ku gelisah seakan ada yang kurang dari diriku." Candra kembali menghela nafas setelah mengungkapkan perasaannya.


Alina, walau sedari tadi ia diam mendengarkan Candra. Jujur saja sesungguhnya ia tercekat mendengar ungkapan perasaan Candra. Ia tak menyangka pria di depannya ini memiliki perasaan yang lebih dari seorang teman padanya.


Selama ini Alina memang tak memberi ruang pada hatinya untuk memiliki rasa lebih pada siapapun. Walau Abimanyu sudah berulang kali dengan terang terangan menyatakan cintanya pada Alina.


Sedangkan pada Abimanyu yang lebih dulu menyatakan perasaannya saja ia tak memberi jawaban yang pasti.


" Lili,, kamu boleh tidak menjawabnya sekarang. Aku tahu ini pasti mengejutkan. Dan mungkin terlalu cepat kamu baru saja bercerai dan aku,,,. Ah,,, " Candra mengacak kasar rambutnya setelah melepaskan tangan Alina.


" Candra,, Olivia???" Alina dengan lembut bertanya. Ia tiba tiba saja meragukan perasaan Candra karna teringat wanita yang dibawa Candra kala itu.


" dia,,, maafkan aku Li. Waktu itu aku hanya ingin membuatmu cemburu jadi aku bersamanya waktu itu. Tapi tenanglah,, dia itu sepupunya Ardi. Dan kami sudah lama kenal. Dia tahu aku menyukai kamu. Maka dari itu dia mau membantu ku." Candra dengan cepat menjelaskan pada Alina. Ia tak ingin Alina berfikir bahwa ia mempermainkan wanita.


Alina tampak berfikir, ia harus berhati hati mengambil keputusan ini. Ia takut melukai Candra yang telah baik terhadapnya selama ini. Dengan penuh pertimbangan akhirnya ia membuat keputusan.

__ADS_1


" Candra,,, aku,, aku bukan tidak mau menjadi istrimu. Hanya saja,, aku akan memberi kesempatan untuk kita menjalaninya. Kita jalani sebuah hubungan lain selain pertemanan. Maaf Candra, aku hanya tidak ingin gegabah saja. Kamu tahu aku sudah pernah gagal dalam berumah tangga." Alina yang tadi berkata dengan menatap Candra kini menundukan kepalannya.


" Ssstttt,,, " Candra mengangkat dagu Alina sehingga membuat mereka saling bertatapan.


"Li,, sudah,,, kamu sudah banyak bicara. sudah cukup,, kamu mau menjalin hubungan lebih dari sekedar teman dengan ku saja aku sudah sangat bahagia sekali." Candra memegang kedua telapak tangan Alina masih dengan menatap manik Alina dan wajah manis itu,, betapa bahagianya ia. Alina memberinya kesempatan untuk menjalani hubungan lebih dari teman. Sungguh saat ini matanya itu berbinar sekali. Dan bunga bunga sedang bertebaran di hatinya.


" Terimakasih Li,,, terimakasih sudah memberiku kesempatan. Aku janji,, aku akan membuat mu juga mencintai ku,, aku tahu mungkin saat ini kamu belum memiliki cinta padaku seperti aku yang mencintaimu. Tapi aku akan membuat itu terjadi." Candra kini merengkuh tubuh Alina dan membawanya ke dalam pelukannya. Betapa bahagianya Candra malam ini. Senyumnya meluber kemana mana memenuhi ruangan ini.


Alina tak membalas pelukan Candra ia hanya diam. Sembari merasai perasaannya kali ini.


( Abi,,, aku mohon, maafkan aku,, bukan aku menggantung perasaan mu dan kemudian menolakmu begitu saja. Aku hanya tidak mau mengecewakan orang yang telah begitu baik pada ku selama ini.) batin Alina,, ia merasa bersalah pada Abi yang lebih dulu menyatakan perasaannya pada Alina berulang kali dan berulang kali pula Alina tak memberi jawaban yang pasti. Kini ia memejamkan matanya. Kembali merasai perasaanya. Alina ia memang memberi kesempatan pada Candra,, karna ia tak ingin membuat orang yang telah baik kepadanya selama bertahun tahun ini. Dan telah membuatnya sukses seperti saat ini, itu merasa kecewa dan sakit hati karenanya. Alina memang belum mempunyai perasaan seperti Candra, namun ia akan mencobanya.


" terimakasih Li,,," Candra masih dengan memeluk Alina ia mengusap lembut rambut belakang Alina. Perasaannya benar benar membuncah malam ini. Sungguh kesungguhannya meminang Alina telah mendapat lampu hijau dari sang pujaan. Kini tinggal selangkah lagi saja untuknya bisa membawa Alina ke pelaminan. Begitu pikirnya.


Candra melepaskan pelukannya. Ini adalah pelukan ketiga mereka setelah pelukan pertama mereka,, yang tanpa sengaja terjadi di toko bunga Alina kala itu.


Tanpa Alina ketahui sesungguhnya bahwa Candra adalah salah satu Wiratmadja. Seperti janji Alina pada dirinya sendiri yang tak ingin lagi mempunyai hubungan apapun dengan keluarga Wiratmadja. Akankah hubungan mereka masih bisa berlanjut jika suatu saat nanti ia tahu bahwa Candra adalah salah satu anggota Wiratmadja. Dan parahnya lagi,, Candra adalah adik dari Biru. Meskipun Candra sudah melepaskan nama Wiratmadja di belakang namanya. Namun tak di pungkiri bahwa ia masih berdarah yang sama dengan keluarga Wiratmadja.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Terimakasih sudah membaca,,, jangan lupa tinggalkan LIKE nya ya setelah membaca. Krisan silahkan di koment. Tunggu kelanjutan cerita Alina selanjutnyaπŸ˜‰πŸ˜‰. Terimakasih πŸ™πŸ™πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2