Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia
Pelayan baru


__ADS_3

Edgar melangkahkan kakinya menuju ruang khusus sambil melihat-lihat sekitar.


Klekkkk….


Edgar membuka pintu ruang khusus dan benar saja mereka berdua ada di dalam sana. Ia masuk ke dalam dan duduk dengan tatapan tajam ke arah mereka.


“Mana paket yang kau terima tadi?” tanya Edgar kepada Bara.


Bara pun mengambil paket itu dan meletakkan di depan Edgar. Terlihat satu kotak dengan bungkus paket seperti biasanya tidak ada hal yang mencurigakan tapi apa yang di katakan Bara tadi benar, bahwa tidak ada nama penerima dan pengirim.


“Padahal di paket ini tidak ada nama untuk siapa dan dari siapa?” gumam Edgar mulai mengambil paket itu.


“Iya, tapi Security sendiri yang mengatakan bahwa paket itu untuk mu.” Jelas Bara.


“Tadi waktu mobil ku mau masuk ke kawasan markas, aku melihat ada satu mobil hitam berada di seberang jalan.” Ucap Edgar sambil membuka paket yang ada di tangannya. “Aku belum pernah melihat mobil itu sebelumnya.”


“Sepertinya ada seseorang yang sedang mengawasi kita.” Sahut Ernest.


“Keamanan sudah di perketat. Ku rasa juga begitu.” Sahut Edgar.


Paket itu sudah terbuka dan ketika Edgar membuka kotak, terlihat ada 1 foto wanita. Ia meraih foto itu. “Kenapa foto dia ada di dalam sini?” gumamnya. “Apa di dalam paket ini hanya ada foto ini?” mengangkat foto yang ada di tangan kanannya.


“Aku tidak tahu, sepertinya begitu. Karena setelah Security menyerahkan paket itu, aku langsung menyimpannya dan belum membuka sama sekali.” Jelas Bara lagi.


“Bukankah itu foto istrimu?” ucap Ernest saat melihat foto itu.


Edgar memasukkan kembali foto itu ke dalam paket. “Simpan ini!” menyerahkan paket kepada Bara.


“Siapa yang mengirim paket ini? Apa tujuannya mengirim paket yang berisi foto istriku?” Edgar mulai khawatir setelah tahu isi paket itu adalah foto istrinya.


Ernest hanya diam.


“Bara, segera panggil Security yang menerima paket tadi.” Perintah Edgar.


Bara langsung keluar dari ruang khusus dan menuju pos keamanan untuk memanggil Security yang menerima paket.


Kini Edgar merasa tidak tenang dengan rumahnya. “Argh!” kesalnya. “Kenapa foto istriku ada di dalam paket itu? Siapa yang melakukan ini dan dapat darimana fotonya.” Mengambil ponselnya lalu menelpon Bodyguard 1.


“Apa kalian sudah berada di rumah?” tanya Edgar kepada Bodyguard 1 yang berada di seberang telpon.


“Sudah bos. Semuanya sudah turun untuk menjaga rumah!” jawab Bodyguard 1 dengan tegas.


“Dan 2 orang harus berjaga di monitor selama 24 Jam.” Perintahnya lalu mematikan telpon dan memasukkan kembali ponsel ke dalam saku.


Edgar membuang nafas dengan kasar. “Sialan.”


“Ada yang tidak beres ini.” Ucap Ernest.


Klekkkk…….


Bara masuk ke dalam bersama Security 2. Mereka berjalan mendekati Edgar dan berdiri di depannya.


“Mana paket tadi.” Tanya Edgar.

__ADS_1


Bara mengambil paket itu lagi lalu menyerahkannya kepada Edgar.


Edgar mengambil paket itu lagi dengan tatapan tajam ke arah Security 2. “Siapa yang mengirim paket ini?” mengangkat paket.


“Tadi ada seorang pria datang sendirian ke pos dan menyerahkan paket itu……” Jawab Security 2 dengan tegas, padahal hatinya sangat ketakutan berhadapan dengan seorang Edgar Dale Nichols.


“Lalu?”


“Dia hanya bilang serahkan paket ini kepada Tuan Edgar.” Ucap Security 2.


“Apa kau ingat wajah orang itu?”


“Tidak Tuan.” Sahut Security 2, tangannya mulai berkeringat.


Edgar meletakkan paket ke atas meja lalu beranjak dari kursinya. “Ikut aku!” beranjak dan berjalan duluan keluar dari ruangan khusus.


Edgar dan Security 2 berjalan ke ruang monitor, sesampai disana Edgar mulai mengamati layar monitor.


“Jam berapa kau menerima paket itu?” tanya Edgar dengan tatapan masih ke layar monitor.


“Sekitar jam 11 Tuan.”


“Setelah menyerahkan paket itu, apa kau melihat orang itu pergi kemana dan sama siapa?” tanya Edgar lagi.


“Tidak Tuan… Saya juga tidak tahu dia datang dari mana dan pergi kemana. Karena saya berada di dalam pos tidak ada keluar sama sekali.” Jelas Security 2. “Karena dia yang datang ke pos untuk menyerahkan paket itu.”


Edgar mulai mencek monitor terlihat ada seorang pria menggunakan jaket dan masker berjalan ke arah pos keamanan lalu masuk ke dalam pos menyerahkan paket. Setelah itu, ia pergi dan menyeberang jalan lalu masuk ke dalam mobil hitam yang dilihat oleh Edgar tadi.


“Mobil itu….” Ucap Edgar.


"Berarti mobil yang aku lihat tadi…………. Orang itu masih berada disana." Batin Edgar. "Siapa dia?" mengamati mobil hitam itu.


Edgar memberi kode kepada Security 2 untuk segera pergi meninggalkan ruangan monitor.


“Apa maksud dia mengirim paket itu? Dan darimana dia dapat foto istriku?” Edgar bergumam.


**


Jam 10 malam di kediaman Edgar. Saat ini Aeri sedang berada di dalam kamarnya dan duduk di atas ranjang.


“Aku sangat bosan.” Aeri beranjak dari ranjangnya lalu berjalan keluar kamar.


Aeri melangkahkan kakinya menuju dapur. Sesampai di dapur, ia melihat ada seseorang yang tidak pernah di lihat sebelumnya.


“Apakah dia pelayan baru?” Aeri bergumam dalam hati dengan langkah yang terus masuk ke dalam hingga berdiri di depan orang itu.


“Bibi orang baru ya di rumah ini?” tanya Aeri dengan ramah. “Karena sebelumnya saya tidak pernah melihat bibi.” Jelasnya.


Pelayan baru yang saat ini sedang berjongkok sambil memasukkan sayur-sayuran ke dalam kulkas itu pun menoleh Aeri dan bergegas berdiri. “Iya Non.” Mengangguk. “Saya pelayan baru di rumah ini yang akan melayani Tuan dan Nona.” Jawabnya sambil tersenyum.


“Jadi, kalau Tuan dan Nona memerlukan sesuatu silahkan panggil saya.” Sambung pelayan baru.


Aeri tersenyum dan mengangguk. “Kalau boleh tahu, sejak kapan bibi berada di sini?” tanyanya penasaran.

__ADS_1


“Baru tadi pagi Nona.”


Pelayan 2 yang baru saja masuk ke dalam dan melihat Aeri sedang mengobrol dengan pelayan baru, ia pun mendekati mereka berdua. “Permisi Non, Apa Nona sedang membutuhkan sesuatu?” tanyanya. “Tuan akan marah jika jam segini Nona pergi ke dapur.”


“Iya, Nona tidak usah capek-capek turun ke dapur.” Sahut pelayan baru.


Edgar memberi perintah kepada Aeri dan pelayan yang lainnya, bahwa Aeri hanya boleh ke dapur sampai jam 8 malam. Jika lebih dari itu Aeri bisa menelpon ke nomor dapur kalau membutuhkan sesuatu dan pelayan yang akan mengantarkannya.


Entah apa yang membuat Edgar berbuat seperti itu, yang pasti Aeri hanya bisa menuruti apa kata sang suami.


Dan kebetulan dari tadi pagi sampai malam belum ada ke dapur, makanya ia sangat kebingungan dengan keberadaan pelayan baru.


“Tidak apa-apa kok bi, kalian tidak usah berlebihan.” Aeri tersenyum. “Aku hanya ingin membuat susu hangat.”


“Biar saya yang buatkan Non.” Ucap pelayan 2. “Silahkan Nona tunggu saja.”


“Tapi bi?”


“Nanti Tuan akan marah kalau membiarkan Nona membuat sendirian.” Jelasnya. “Jadi, tunggu sebentar ya Non.” Beranjak untuk membuatkan susu hangat untuk Aeri.


Aeri menatap meja makan dengan malas. “Bi, aku tunggu di ruang tamu saja ya.” Ucapnya dengan nada sedikit nyaring agar pelayan 2 mendengar.


Aeri berjalan keluar dari dapur dan menuju ruang tamu, ia sangat bosan dan ingin bersantai. Aeri mulai duduk di sofa lalu meraih remote TV dan mulai menonton siaran yang ada di TV.



Tetapi Aeri merasa bingung dan kurang nyaman karena ada beberapa orang yang bertubuh besar berada di sekitar ruang tamu.


Aeri menatap ke arah Bodyguard itu. "Kenapa mereka berada di rumah ini?" batinnya. “Apa Edgar yang menyuruh mereka?”


Aeri mencoba untuk kembali fokus dengan suara TV itu. Beberapa menit kemudian, pelayan 2 pun datang membawakan satu gelas susu hangat.


Dengan perlahan Pelayan 2 meletakkan gelas itu di depan Aeri. “Silahkan Non.”


Aeri mendekatkan wajahnya kepada Pelayan 2 lalu berbisik. “Bi, kenapa orang-orang ini berada di dalam rumah?” tanyanya penasaran. “Bukankah sebelumnya mereka tidak ada disini? Lalu kenapa tiba-tiba mereka masuk ke dalam rumah ini?” menatap bingung ke arah orang-orang yang berbadan besar dan juga tinggi itu.


“Saya juga tidak tahu Non. Bisanya kalau ada penjagaan ketat seperti ini, berarti rumah sedang dalam bahaya.” Jelas pelayan 2 yang sudah lama bekerja di rumah itu.


“Benarkah? Kenapa bisa begitu? Apa Edgar sedang dalam masalah besar?” tanyanya semakin penasaran dan sedikit ketakutan juga. “Apakah sebelumnya sudah pernah ada kejadian?”


“Iya Non dulu pernah, tapi aman kok karena orang-orang suruhan Tuan sangat menjaga dan juga tidak lengah.” Pelayan 2 mencoba untuk menenangkan Aeri. “Nona tidak perlu khawatir, Tuan Edgar pasti akan menjaga Nona.” Tersenyum.


"Menjaga? Hahahaha itu sangat tidak mungkin." Batin Aeri.


“Saya permisi dulu Non.” Pelayan 2 beranjak dari ruang tamu dan kembali ke dapur.


“Aku jadi tidak fokus untuk bersantai dan menghilangkan kebosanan ini.” Gumam Aeri sambil menatap lagi ke arah Bodyguard yang ada di sekitarnya. “Tapi…… Ya sudahlah.” Menyandarkan tubuhnya ke belakang.


Aeri melanjutkan nonton sambil minum susu hangat itu.


...- First time saya membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan...


...- Jika suka dengan ceritanya, jangan lupa dukung terus karya ini dengan cara like, vote, gift dan favorit. Terimakasih...

__ADS_1


...Bersambung……….....


__ADS_2