Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia
Edgar mengajak Aeri kemana?


__ADS_3

Pegawai butik mengangguk lalu menatap Aeri. “Baik, silahkan ikuti saya." Tersenyum. "Saya akan memilihkan yang terbaik untuk anda."


“Istriku sedang hamil besar tidak bisa kelelahan, jadi kau pilihkan saja untuknya.” Jelas Edgar.


Pegawai butik mengangguk. "Baik tunggu sebentar." Beranjak pergi.


“Kenapa begitu? Aku masih bisa.” Sahut Aeri.


Edgar memegang kedua bahu Aeri. “Duduklah.”


“Tapi?”


“Duduk! Menurut lah dengan ku."


Aeri pun duduk lalu mengatur nafasnya.


Beberapa menit mereka menunggu, pegawai butik pun mendekati mereka sambil membawa beberapa dress yang sangat cantik untuk Aeri.


“Sekitar ada 5 dress yang keluaran terbaru.” Pegawai butik berdiri di depan mereka.


“Aku bingung sayang.” Ucap Aeri.


“Ya sudah semuanya saja.” Edgar mengeluarkan black card miliknya lalu menyerahkan kepada pegawai butik itu.


“Tunggu sebentar.” Beranjak pergi sambil membawa black card.


“Sayang kenapa kamu……”


Edgar menoleh Aeri. “Bukankah tadi kamu bingung?”


Aeri mengangguk.

__ADS_1


“Ya sudah daripada bingung beli saja semuanya.” Jawab Edgar dengan santai.


Tidak lama kemudian pegawai butik datang lagi lalu menyerahkan beberapa paper bag dan juga black card kepada Edgar.


Edgar menyerahkan paper bag itu kepada kedua Bodyguard.


Mereka berjalan keluar dari butik itu. “Terima kasih sudah berbelanja di butik kami.” Ucap penjaga butik.


“Kamu mau kemana lagi?” tanya Edgar sambil mengelus kepala Aeri.


“Emmmmm……. Aku mau makan sushi.”


“Ayo kita makan sushi.”


Mereka berjalan menuju restoran lalu masuk ke dalam. Sejenak mereka makan sushi bersama hingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. selesai makan sushi mereka memutuskan untuk langsung pulang ke rumah.


Brakkkk…


“Kamu duluan saja ke kamar, aku mau memberikan sushi ini kepada para pelayan.” Ucap Aeri.


Edgar merebut sushi dari tangan Aeri. “Kamu pergi ke kamar, aku yang akan memberikan ini.”


Tiba-tiba kepala pelayan keluar dari dapur, Edgar langsung berteriak memanggil namanya lalu menyerahkan sushi itu.


“Istri ku membelikan ini untuk kalian.”


“Terima kasih, semoga Tuan dan Nyonya selalu di berikan kebahagiaan.” Ucap kepala pelayan.


Mereka pun berjalan menaiki anak tangga menuju kamar.


Klekkkk….

__ADS_1


Edgar membuka pintu lalu mendudukkan Aeri di atas ranjang.


“Kamu bersiap duluan, aku ingin istirahat dulu.” Pinta Aeri.


Edgar mencium pucuk kepala Aeri. “Baik sayang, istirahatlah dulu.” Beranjak pergi menuju lemari pakaian lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


**


Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, saat ini Aeri dan Edgar masih berada di dalam kamar untuk bersiap-siap.


Edgar merapikan jas hitamnya di depan cermin besar. “Apa kamu sudah siap sayang?” teriaknya.


“Sudah sayang.” Aeri berdiri di samping Edgar.


“Malam ini kamu terlihat sangat cantik sayang.”


“Terima kasih sayang.”


“Ayo kita berangkat sekarang.” Meraih tangan Aeri lalu menggenggamnya.


“Memangnya kamu mau mengajak ku makan malam dimana?” Aeri penasaran.


“Kamu tidak perlu tahu.” Sekilas menyentuh hidung Aeri.


Mereka berdua menuruni anak tangga dengan pelan lalu berjalan menuju teras depan.


kedua bodyguard langsung membukakan pintu mobil untuk mereka, setelah masuk bodyguard menutup kembali pintu itu dan mereka berlari ke mobil satunya untuk mengikuti sang bos dari belakang.


Bersambung……


...- First time saya membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan...

__ADS_1


...- Jika suka dengan ceritanya, jangan lupa dukung terus karya ini. Terima kasih...


__ADS_2