Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia
Tidak berselera lagi


__ADS_3

“Ayo.” Edgar melepaskan seat beltnya dan juga Aeri lalu keluar duluan untuk mengambil makanan dan Es krim yang terletak di belakang.


Aeri turun mobil lalu menatap ke arah sekitar. “Sangat sepi dan menakutkan.”


“Bukankah kamu yang ingin kesini.” Edgar berdiri di samping Aeri. “Ayo kita masuk ke dalam.”



Mereka berdua berjalan mendekati pintu utama markas, bawahan 4 yang berjaga di depan pintu langsung membukanya untuk mereka.


“Kamu duduk dulu disana, aku mau mencari mereka dulu.” Edgar meletakkan makanan itu di atas meja.


Aeri duduk di atas sofa. “Kalau tahu begini di rumah saja.” Menyesal. “Ah tidak apa-apa.”


Bara, Ernest dan Edgar berjalan ke ruang tengah mendatangi Aeri yang sedang membuka Es krim .


“Sayang ku bilang makan malam dulu baru makan Es krim.” Edgar merebut Es krim dari tangan Aeri lalu duduk di sampingnya.


“Kenapa kau membawa dia kesini?” tanya Ernest.


“Sangat bahaya kalau membawa dia malam-malam begini kesini.” Sahut Bara.


“Dia sendiri yang mau, katanya mau makan bersama disini.” Jelas Edgar.


Aeri hanya tersenyum kepada Bara dan Ernest.


“Hahaha kebetulan kami juga belum ada makan malam.” Ernest mengambil makanan yang ada di atas meja.


“Kenapa kau ingin makan bersama kami?” tanya Bara penasaran.

__ADS_1


“Ini karena kemauan bayi yang ada di dalam perut.” Ucap Aeri.


“Hahahaha sangat aneh bukan, padahal yang ada di dalam perutnya itu anak ku, tapi….”


“Terima saja.” Ledek Ernest.


Mereka pun mulai makan bersama di ruang tengah itu dengan berbagai macam makanan yang sudah di beli Edgar. Beberapa menit kemudian mereka selesai makan, Aeri segera membuka Es krim untuk di makan.


Aeri mulai memakan Es krimnya tapi setelah di coba ia menyerahkan kepada Edgar. “Sepertinya aku sudah tidak berselera.”


Edgar melebarkan matanya. “Sayang, bukankah kamu tadi mau makan ini?”


“Iya, tapi aku sudah tidak mau.” Aeri tersenyum tipis kepada sang suami.


Ernest dan Bara terkekeh melihat mereka berdua.


“Banyak sekali kau membeli Es krim.” Bara mengambil 1.


“Sering-sering lah seperti ini.” Sahut Ernest lalu meneguk minumannya.


“Ayo kita pulang, cuaca disini sangat dingin.” Edgar menggenggam tangan Aeri.


“Apa kita tidak bisa berlama-lama disini?” tanya Aeri. “Disini cuacanya sangat enak.”


“Tidak, kamu jangan aneh-aneh sayang.” Edgar sudah tidak bisa mengiyakan lagi kemauan sang istri yang semakin aneh.


Aeri mengangguk. “Baiklah kita pulang.”


Edgar membawa Aeri keluar markas diikuti mereka berdua lalu memasukkannya ke dalam mobil.

__ADS_1


“Makanannya masih banyak.” Teriak Bara.


“Buat kalian saja.” Edgar masuk ke dalam mobil.


“Apa semua istri kalau hamil bersikap seperti itu?” tanya Ernest. "Sangat aneh tapi nyata." Di buat bingung.


Bara mengangkat kedua bahunya lalu berjalan masuk ke dalam markas dan kembali menikmati makanan yang ada di atas meja bersama beberapa bawahan yang ada di sana.


Mobil Edgar melaju di jalanan kota, Aeri baru saja ketiduran karena sudah sangat mengantuk.


Tin… Tin… Tin….


Security yang mendengar suara klakson langsung membuka gerbang, mobil Edgar memasuki halaman rumah dan memarkir di teras.


Brak…..


Edgar keluar dari mobil lalu berjalan ke pintu samping untuk menggedong Aeri dan membawanya masuk ke dalam kamar.


Klekkkkk….


Edgar membuka pintu kamar dan menutupnya lalu membaringkan Aeri di atas ranjang. Begitu juga dengan Edgar, ia berbaring di samping Aeri sambil menarik selimut sampai dada mereka berdua.


“Tidurlah yang nyenyak sayang.” Mencium kening Aeri.



Dengan perlahan mata Edgar mulai terpejam hingga masuk ke alam mimpi.


Bersambung.....

__ADS_1


...- First time saya membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan...


...- Jika suka dengan ceritanya, jangan lupa dukung terus karya ini dengan cara kasih like, vote, gift dan favorit. Terimakasih...


__ADS_2