Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia
Belum membaik S2 (Bab 18)


__ADS_3

Tok…. Tok…. Tok….


Suara ketukan pintu membuat mereka terdiam, terlihat kepala pelayan masuk ke dalam sambil membawa beberapa makanan bersama BG 3 yang ikut membawakan mainan Grizella.


Kepala pelayan meletakkan beberapa makanan di atas meja lalu menghampiri mereka bertiga. "Selamat pagi Nona cantik." Tersenyum.


"Bagaimana keadaan Nona sekarang?" tanya kepala pelayan.


"Aku sudah sembuh." Jawab Grizella.


"Benarkah? Baguslah, maka dari itu Nona harus makan yang lebih banyak lagi."


Grizella hanya mengangguk sambil tersenyum.


Bodyguard 3 berdiri di samping kepala pelayan lalu menyerahkan salah satu mainan kepada Grizella. "Ini mainan kesukaan Nona."


Grizella mengambilnya. "Terima kasih." Nyengir.


"Sama-sama Non." Tersenyum.


"Tuan, Nyonya, kami pamit pulang."


Edgar mengangguk, mereka berdua pun berjalan keluar.


.


.


.


Jam menunjukkan pukul 2 siang, saat ini Grizella sedang beristirahat. Sementara Aeri dan Edgar sedang duduk di sofa yang jaraknya lumayan jauh dari brankar Grizella tapi mereka masih bisa memantau Grizella.


"Apa yang sudah di katakan oleh dokter kepada kamu mengenai konsisi Grizella?" tanya Edgar kepada Aeri.


"Kata dokter kondisi Grizella masih kurang baik, di karenakan kepalanya sangat keras terbentur aspal jalan membuat Grizella sering sakit kepala." Jelas Aeri sambil menahan tangis. "Dan ada beberapa anggota tubuhnya yang memang masih dalam masa pemulihan." Tak kuasa Aeri menahan air matanya hingga turun dengan deras.


"Tenanglah, nanti kita coba untuk berbicara lagi dengan dokter bagaimana caranya membuat Grizella benar-benar sembuh dari sakitnya." Edgar mencoba untuk menenangkan sang istri yang sedang bersedih.

__ADS_1


"Sungguh hatiku sangat sakit melihat kondisi Grizella." Menangis.


Edgar pun meraih tangan Aeri lalu membawa ke dalam pelukannya. "Sudah ya, Grizella pasti bisa sembuh total." Mengelus lengan Aeri lalu melihat Grizella yang masih tertidur. "Grizella anak yang kuat."


.


.


.


Sore hari dengan cuaca yang sangat cerah walaupun tadi sempat hujan tapi hanya sebentar.


Edgar berdiri di samping brankar Grizella. "Grizella?" panggilnya.


Grizella berhenti memainkan boneka Barbie yang ada di tangannya lalu menoleh Edgar. "Iya Daddy?"


"Apa kamu ingin keliling taman bersama Mommy dan Daddy?"


"Memangnya Grizella sudah boleh keluar dari ruangan?" berjalan menghampiri Edgar. "Aku takut nantinya terjadi sesuatu kepada Grizella karena kondisinya masih lemah."


Edgar keluar dari ruangan untuk menemui dokter menanyakan perihal Grizella, beberapa menit kemudian Edgar masuk kembali ke dalam.


"Bagaimana sayang? Apa yang di katakan oleh dokter?"


"Bo…" Ucap Edgar terpotong.


Klekkkkk…


Seorang perawat masuk ke dalam sambil membawa kursi roda lalu meletakkan di samping brankar.


Edgar menatap Grizella sambil mengelus rambutnya dengan lembut. "Ayo kita keliling taman, sudah lama Grizella tidak keluar."


Grizella mengangguk dengan penuh semangat. "Ayo Daddy."


"Sayang, aku takut nanti terjadi sesuatu kepadanya." Aeri sangat sangat mengkhawatirkan anak semata wayangnya.


"Ibu tenang saja, Grizella tetap dalam pantauan. Saya di tugaskan untuk menemani kalian berdua membawa Grizella keluar ruangan." Jelas perawat itu.

__ADS_1


"Benarkah?" Aeri mencoba untuk lebih meyakinkan lagi.


Perawat pun mengangguk. "Dokter sendiri yang menyuruh saya untuk menemani kalian." Tersenyum.


Edgar mengelus rambut Aeri. "Kamu tidak perlu khawatir sayang."


Dengan pelan perawat memindahkan Grizella ke kursi roda.


Edgar menyentuh pegangan kursi roda. "Saya sendiri yang akan mendorongnya."


"Baik." Perawat berjalan mundur ke belakang.


Edgar pun mendorong kursi roda itu keluar dari ruang inap.


Saat ini mereka semua sudah berada di dalam lift hingga tiba lah mereka di lantai dasar.


Sesaat Edgar menoleh ke belakang. "Di mana tamannya?"


Perawat menunjuk arah kanan. "Ada di sebelah sana."


Tidak lama kemudian mereka tiba di sebuah taman yang sangat luas, terlihat banyak mobil yang berlalu lalang di luar sana karena taman ini dekat dengan jalan raya sehingga bisa melihat motor atau mobil lalu lalang.


Saat ini posisinya, Edgar mendorong kursi roda. Aeri menggandeng lengan Edgar dan perawat berjalan di belakang mereka bersama kedua bodyguard.


"Grizella?" panggil Edgar.


Sesaat Grizella menoleh ke belakang. "Iya Daddy?"


"Are you happy?"


Grizella mengangguk sambil tersenyum. "Happy Daddy, banyak teman-teman Grizella disini."


Di taman banyak orang-orang yang sedang bersantai dan juga anak-anak seumuran Grizella duduk di atas kursi roda.


Bersambung…..


Jangan lupa dukung Karya ini, terima kasih

__ADS_1


__ADS_2