Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia
Tanpa suami


__ADS_3

Beberapa bulan kehamilan Aeri….


Siang hari dengan cuaca yang tidak terlalu panas. Saat ini Aeri sedang bersiap-siap untuk pergi ke dokter kandungan di temani bi Ratih karena Edgar sedang sibuk mengurus pengiriman barangnya.


Aeri keluar kamar lalu berjalan menuruni anak tangga dengan pelan, terlihat bi Ratih melihatnya sedikit kesusahan langsung mendekati Aeri dan membantunya menuruni tangga.


“Kita berangkat dengan siapa?” tanya bi Ratih.


“Supir kan?”


“Supir sedang tidak ada Non dan Bodyguard juga tidak ada.” Jawab bi Ratih.


“Saya yang akan menyetir mobil.” Aeri berjalan ke garasi mobil.


Aeri memang sudah sangat pandai menyetir mobil karena memang di ajarkan oleh ahlinya.


Aeri dan bi Ratih sudah berada di dalam mobil, Aeri segera menjalankan mobilnya meninggalkan rumah hingga tiba di rumah sakit.


****


Setelah 5 menit Aeri pergi dari rumah itu menuju rumah sakit. Edgar masuk ke dalam rumah dan berteriak memanggil nama Aeri, karena ia tahu bahwa hari ini ada jadwal pergi ke dokter kandungan.


“Adit!!” teriak Edgar memanggil nama kepala pelayan.


Kepala pelayan yang mendengar teriakan suara Edgar langsung keluar dari dapur dan berjalan mendekati Edgar.


“Apa kau ada melihat istriku?”


“Baru beberapa menit yang lalu Nona pergi.” Jawab kepala pelayan.


“Sama siapa? Aku lihat tadi di depan ada supir.” Edgar mulai panik.


Edgar berjalan keluar dan memanggil kedua Bodyguardnya. “Istriku berangkat sama siapa?”

__ADS_1


Kedua Bodyguard berdiri di depan Edgar lalu menggelengkan kepala. “Tadi kami pergi ke pasar makan bubur.” Ucap Bodyguard 1.


“Cek cctv sekarang juga!!” teriak Edgar.


Kedua Bodyguard langsung pergi menuju ruang cctv diiringi Edgar berjalan di belakang mereka.


Klekkkk….


Bodyguard 1 membuka ruangan cctv dan mereka langsung berjalan mendekati monitor.


“Sepertinya istri bos pergi bersama bi Ratih.” Ucap Bodyguard 2 sambil menatap monitor.


“Jangan bilang dia yang menyetir mobil.”


Edgar mengamati pergerak Aeri masuk ke dalam mobil dan benar saja yang menyetir sang istri tercinta.


“Cepat pergi ke rumah sakit sekarang juga! Aku tidak mau terjadi sesuatu kepada istri dan anakku.” Ucap Edgar. “Aku menunggu di rumah saja, karena ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan.” Jelasnya. “Dan pastikan istri ku pulang denagn keadaan baik.” Melangkah kakinya masuk ke dalam.


Kedua Bodyguard berlari menuju motor yang terparkir di garasi dan langsung melaju ke rumah sakit.


***




Aeri masuk ke dalam, terlihat dokter wanita yang ramah dan tersenyum tipis kepadanya.


“Silahkan naik ke atas bed.” Ucap sang dokter.


Aeri naik ke atas bed dengan pelan.


Di dalam sana ada 2 orang perawat yang akan menemani dokter itu. Yang satu menyiapkan Ultrasonic gel dan Doppler nya. Sementara yang satunya menutupi bagian kakinya karean kamu sedang mengenakan dress pendek.

__ADS_1


“Semangat dong, kamu akan melihat wajah bayi yang ada di dalam perut.” Ucap Dokter menyemangati Aeri.


Aeri tersenyum malu lalu mengangguk. “Iya dok.”


“Kamu datang sendirian? Atau suami?” tanya Dokter.


“Iya sendirian karena suami saya sedang sibuk.” Jelas Aeri.


Dokter mengambil Doppler dari tangan perawat lalu meletakkan di bagian perut bawah sebelah kiri, setelah di oles Ultrasonic gel.



Dokter menatap monitor. “Wajahnya sudah terlihat lumayan jelas.” Tersenyum.


Mata Aeri mulai mengembun ketika melihat wajah bayi yang ada di dalam perutnya karena terharu.


“Kondisinya baik, detak jantungnya juga.” Dokter menggeser-geser alat Doppler itu. “Ayo say hi sayang, ini ibu sangat cantik sekali dan sudah tidak sabar menunggu kamu.”


Aeri terkekeh tidak terasa air matanya membasahi pipi karena bahagia.


Tidak lama kemudian Aeri selesai dan langsung berpamitan dengan dokter.


"Terima kasih dok." Aeri tersenyum.


"Kalau bisa minum vitaminnya lebih banyak lagi."


Aeri mengangguk. "Baik dok, saya permisi dulu."


Aeri berjalan keluar ruangan mendatangi bi Ratih yang sedang menunggunya di salah satu kursi.


Bersambung....


...- First time saya membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan...

__ADS_1


...- Jika suka dengan ceritanya, jangan lupa dukung terus karya ini. Terima kasih...


__ADS_2