
Waktu menunjukkan pukul 12 siang, saat ini Aeri sedang berada di dalam kamar menonton salah satu drama china. Ketika Aeri tengah asik menonton tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka.
Klekk….
Terlihat Grizella yang baru saja pulang dari sekolah berlari mendekati Aeri, dengan cepat Aeri mematikan TV karena ada adegan yang tidak boleh dilihat Grizella.
Aeri merubah posisinya menjadi duduk untuk menyambut Grizella. “Princess Mommy baru pulang ya.” Beranjak dari ranjang lalu mendekati Grizella.
“Iya Mommy.” Nyengir.
Aeri melepaskan tas yang masih berada di punggung Grizella lalu meletakkan di atas sofa. “Bagaimana tadi sekolahnya? Are you happy?” menggendong Grizella.
Grizella mengangguk. “Sangat sangat happy Mommy” mencium pipi Aeri. “Tapi tadi aku nangis.”
“Nangis? Kamu menangis kenapa?”
“Terjatuh karena teman mendorong.”
“Apa ada yang terluka? Dimana?” khawatir.
Grizella membuka rok pendeknya untuk memperlihatkan lutut yang merah.
“Kita obatin dulu ya.”
“Sakit Mommy.” Memeluk Aeri sambil menangis.
“Princess Mommy kan kuat, sudah ya jangan menangis lagi.” Mengelus kepala Grizella. “Mungkin teman kamu tidak sengaja.”
Aeri mengambil tas tadi lalu berjalan keluar menuju kamar Grizella. “Kita mandi dulu baru tidur ya.”
“Kaki aku sakit Mommy.”
Klekkk…
Aeri berjalan mendekati ranjang yang bernuansa pink karena warna kesukaan Grizella lalu mendudukkan Grizella disana.
“Baiklah, kalau begitu kamu ganti pakaian dulu baru tidur.” Meletakkan tas di atas meja belejar lalu mengambil pakaian Grizella.
Aeri pun mengganti pakaian sekolah Grizella menjadi pakaian santai setelah itu membaringkan Grizella.
“Huaaaaa.”
__ADS_1
“Kamu tidur siang dulu ya, beristirahatlah.” Menarik selimut sampai dada lalu mengecup kening Grizella.
“Daddy kapan pulang?”
“Mommy tidak tahu, emm mungkin sore atau malam.” Nyengir. “Kamu tidur dulu oke.” Berjalan keluar tidak lupa untuk menutup pintu kamar.
**
Di sore harinya dengan matahari yang masih cerah. Saat ini Aeri dan Grizella sedang duduk di balkon, terdengar mereka sedang bersenda gurau.
Klekkk….
Edgar berjalan masuk ke dalam kamar sambil tersenyum. “Sayang” Teriaknya mencari-cari Aeri. “Kamu dimana?” tiba-tiba melihat pintu balkon terbuka. “Sepertinya dia ada di balkon.” Melangkahkan kakinya menuju balkon.
Aeri yang menyadari kedatangan Edgar langsung membalikkan badan Grizella. “Daddy sudah pulang.”
“Daddy.” Berlari mendekati Edgar.
“Jangan berlari nanti terjatuh.” Teriak Aeri berjalan mendekati Edgar,
“Argh seperti kamu sangat merindukan Daddy ya.” Menggendong Grizella.
Grizella hanya mengangguk sambil nyengir.
“Happy.”
Edgar menyentuh hidung Grizella. “Apa kamu mau jalan-jalan sore?”
“Mau.” Memeluk Edgar.
“Katanya tadi dia menangis karena terjatuh.”
“Terjatuh? Apa ada yang terluka?” panik.
“Lututnya merah.”
“Ya sudah obati dulu, baru jalan-jalan.”
Grizella menggelengkan kepala. “Sakit.”
“Tidak, kan ada Daddy nanti Mommy yang akan mengobati lutut kamu. Kalau tidak, kita tidak jadi jalan-jalan sore.”
__ADS_1
Grizella yang mendengar itu langsung mengiyakan. Mereka berdua langsung berjalan menuju kamar Grizella untuk mengobati lututnya.
“Kalian bersiap-siaplah, aku ingin mengajak kalian berdua jalan-jalan di taman.”
“Aku mau main sepeda di taman.”
Edgar menyentuh hidung Grizella. “Memangnya kamu sudah bisa hm?”
Grizella mengangguk.
“Bukankah lutut kamu masih sakit?”
“Aku sudah tidak apa-apa Daddy.”
“Oke, nanti di masukin sepedanya ke dalam mobil.” Beranjak pergi.
Mereka pun bersiap-siap untuk jalan-jalan sore di taman dekat mansion itu.
“My princess.” Teriak Edgar.
“Iya Daddy.” Berlari keluar kamar.
“Siapa yang menyuruh kamu berlari?” mengeles kepala Grizella.
“Ayo sayang.” Aeri berdiri di samping Edgar lalu melingkarkan tangan di lengan Edgar.
“Ayo kita jalan-jalan.” Meraih tangan Grizella.
Mereka bertiga sudah masuk ke dalam mobil, Edgar mulai menjalankan mobilnya meninggalkan halaman mansion. Tidak lama kemudian mereka sudah sampai parkiran diikuti mobil Bodyguard yang membawa sepeda Grizella.
“Main sepedanya hati-hati ya.” Edgar mendudukkan Grizella.
“Iya Daddy.”
“Dia sering belajar naik sepeda di teras bersama bodyguard, jadi kamu tenang saja sayang.”
Grizella pun mulai mengayuh sepdanya diikuti kedua bodyguard.
“Hati-hati.” Teriak Edgar lalu menggenggam tangan Aeri.
Mereka bertiga pun bersenang-senang menikmati sore hingga senja pun tiba, mereka pun memutuskan untuk pulang ke mansion.
__ADS_1
Bersambung……