Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia
Edgar izin pergi S2 (Bab 9)


__ADS_3

Aeri dan Al berjalan keluar dari restoran, mereka baru saja selesai makan bersama. Kedua Bodyguard pun langsung berlari menghampiri mereka lalu berdiri di samping Aeri.


“Terima kasih ya atas traktirannya tadi, aku pulang duluan.” Aeri tersenyum kepada Al.


Al pun mengangguk. “Sama-sama, terima kasih waktunya.” Membalas senyuman Aeri.


Sesaat Aeri melambaikan tangan lalu beranjak pergi meninggalkan Al di ikuti kedua Bodyguard.


“Dia semakin terlihat cantik.” Gumam Al sambil melihat kepergian Aeri. “Andai waktu bisa terulang, maka aku akan mengutarakan perasaan ku kepadanya.”


***


“Anggap saja kalian tidak melihat apa-apa. Apa kalian mengerti?”


Kedua Bodyguard mengangguk. “Baik Nyonya.”


“Tapi kenapa bos Edgar tidak boleh tahu kalau Nyonya….” Tanya Bodyguard 1 terpotong.


“Saya tidak mau kalau Edgar salah paham.” Sesaat menoleh menghela nafas. “Dan saya juga tidak ada hubungan apapun dengan pria tadi, kami hanya berteman.”


“Nyonya tenang saja, kami akan diam.” Ucap Bodyguard 2.


Bodyguard 1 pun menjalankan mobil keluar dari parkiran Mall. Kini mobil mereka memasuki jalanan kota melaju pulang ke mansion.


***


Jam menunjukkan pukul 7 malam, saat ini Aeri sedang berada di dapur untuk mengambil Ice krim yang di belinya untuk Grizella. Aeri keluar dari dapur menuju kamar Grizella sambil membawa Ice krim.


Klekkk…


Aeri masuk ke dalam kamar Grizella, terlihat di dalam sana Edgar dan Grizella sedang duduk di atas kasur sambil bersenda gurau.


“Selamat malam cantiknya Mommy, kalian berdua sedang apa?” mendekati mereka.


Grizella yang melihat Aeri langsung beranjak dari kasur lalu berlari ke arah Aeri. “Mommy.” Memeluk dengan erat.


Aeri pun berjongkok di depan Grizella. “Kenapa kamu sangat manja.” Mencium pipi Grizella.


“Kamu juga manja sayang dengan ku.” Sahut Edgar.


“Diamlah, aku tidak mengajak mu berbicara.” Kesal Aeri.

__ADS_1


“Baiklah, jangan manja lagi dengan ku ya.” Edgar paling suka menjahili Aeri karena wajahnya yang cemberut membuat Edgar semakin gemas.


“Mommy punya sesuatu untuk kamu.”


“Apa Mommy?” tanya Grizella penuh semangat.


Aeri menyerahkan Ice krim kepada Grizella dengan cepat Grizella mengambilnya. “Terima kasih Mommy.” Mencium pipi Aeri.


“Sama-sama cantik, Mommy mau mandi jadi kamu sama Daddy dulu.” Mengelus kepada Grizella. “Sayang aku bersih-bersih dulu.” Beranjak pergi.


“Yang wangi sayang.” Teriak Edgar.


“Ih Daddy jangan teriak-teriak, telinga Grizella sakit.” Membuka bungkus Ice krim.


“Biar Mommy mendengar.” Ingin merebut Ice krim Grizella.


Grizella langsung menjauhkan Ice krimnya dari Edgar. “Daddy mau?”


Edgar mengangguk manja di depan Grizzella.


“Minta sama Mommy.” Melet lalu memasukkan Ice krim ke dalam mulutnya.


***


Sesaat Edgar mencium kepala Aeri lalu mengelusnya. “Bagaimana tadi jalan-jalannya? Apa kamu senang?”


“Sangat senang, terima kasih sayang sudah mengizinkan ku jalan-jalan.”


“Apa saja yang kamu lakukan tadi di Mall?”


“Shooping, Salon, dan terakhir makan.” Mengelus dada Edgar.


“Sayang?” panggil Edgar.


Aeri pun mendongakkan kepalanya menatap Edgar. “Iya sayang?”


“Besok aku mau berangkat ke Kalimantan.”


“Kalimantan? Untuk apa? Kenapa sangat mendadak?” cemberut. “Kenapa kamu baru bilang?”


Sesaat Edgar mengecup bibir Aeri. “Dengarkan dulu penjelasan ku.” Mengelus lengan Aeri. “Ini juga benar-benar mendadak, karena ada seseorang yang ingin bertemu langsung dengan ku. Dan mengajak untuk bekerjasama, aku tidak mungkin menolak kesempatan ini.”

__ADS_1


“Berapa hari kamu di sana?”


“Tidak lama, kamu tenang saja secepatnya aku akan pulang.”


“Sungguh….” Menghela nafas. “Aku tidak bisa jauh dari kamu, aku selalu merindukan kamu.” Memeluk dengan erat.


Edgar tidak tahan melihat tingkah Aeri yang sangat menggemaskan pun terkekeh kecil. “Aku juga begitu sayang, maka dari itu aku usahakan untuk pulang secepatnya.”


“Bagaimana dengan Grizella? Dia belum pernah kamu tinggalkan pergi jauh.”


“Besok pagi aku akan berbicara kepadanya.”


Aeri hanya mengangguk dengan wajahnya yang masih cemberut.


Edgar tidak bisa lagi menahan langsung menarik tengkuk leher Aeri, beberapa kali Edgar mengecup bibir Aeri.


Perlahan Edgar ******* bibir Aeri dan memperdalam ciumannya, berlanjut hingga mereka tertidur.


***


Pagi ini Aeri, Edgar dan Grizella sedang berada di ruang makan untuk sarapan. Beberapa menit kemudian mereka bertiga selesai.


Edgar mengelus rambut Grizella dengan lembut. “Daddy pergi ya, mungkin dua atau tiga hari daddy tidak akan pulang ke rumah.”


Grizella menatap Edgar. “Daddy mau pergi kemana? Daddy mau meninggalkan aku dan Mommy, ya?” menatap Aeri.


“Tidak sayang, bagaimana bisa Daddy pergi meninggalkan kamu dan Mommy.” Berusaha menjelaskan kepada Grizella. “Daddy pasti pulang, Daddy pergi karena ada urusan pekerjaan.”


Perlahan air mata Grizella turun membasahi kedua pipinya.


Edgar mengangkat Grizella lalu meletakkan di pangkuannya. “Princess Daddy yang sangat cantik tidak boleh menangis.” Mengusap air mata Grizella.


“Aku tidak menangis.” Ucap Grizella.


Aeri yang mendengar itu langsung terkekeh lalu berjalan mendekati mereka. “Kalau tidak menangis, kenapa ada air matanya?”


“Daddy janji akan pulang.” Mengacungkan jari kelingking.


Grizella mengangguk. “Aku mau Daddy dan Mommy mengantar ke sekolah.”


“Oke Daddy dan Mommy akan mengantar Grizella.”

__ADS_1


...Bersambung…....


__ADS_2