
Bi Ratih berdiri saat Aeri berjalan ke arahnya.
"Bagaimana Non?"
"Baby nya sehat." Jawab Aeri sambil tersenyum.
"Mari Non kita pulang."
Aeri mengangguk. "Sudah tidak sabar memberikan hasil ini ke Edgar."
"Tuan pasti sangat senang."
Mereka pun berjalan keluar rumah sakit menuju parkiran mobil. Dari kejauhan terlihat ada 2 Bodyguard sedang berdiri di depan mobilnya.
“Sejak kapan kalian berada disini?” tanya Aeri bingung.
“Maaf Nona, kami tadi sibuk jadi tidak bisa menemani Nona ke rumah sakit.” Ucap Bodyguard 1.
“Tidak apa-apa.” Aeri melangkahkan kaki menuju kursi kemudi.
Bodyguard 1 langsung menahan tangan Aeri agar tidak masuk ke dalam. “Berikan kunci mobilnya Non, saya yang akan menyetir.”
“Kalian kesini naik apa?” tanya Aeri.
“Motor.” Sahut Bodyguard 2.
__ADS_1
Aeri pun masuk ke dalam mobil dengan posisi bi Ratih dan Aeri duduk di bagian belakang. Bodyguard 1 mulai menjalankan mobil meninggalkan rumah sakit menuju rumah.
Mobil mereka baru saja tiba di teras rumah, terlihat pintu utama masuk terbuka lebar. Aeri langsung keluar dari dalam mobil dan berjalan sambil membawa berkas yang berisi hasil USG tadi.
“Sayang.” Teriak Edgar dari arah dapur dengan tangannya yang membawa 1 gelas susu hangat
“Sejak kapan kamu pulang?” tanya Aeri lalu berdiri di depan Edgar dengan wajahnya yang ceria.
Edgar menyerahkan gelas kepada bi Ratih. “Bawa susu ini ke dalam kamar.”
“Baik Tuan.” Bi Ratih berjalan menuju kamar mereka.
Edgar mencium kening Aeri lalu menyentuh hidungnya sekilas. “Siapa yang menyuruh mu menyetir mobil sendiri?”
Aeri tersenyum. “Tidak ada.”
“Iya aku mengerti sayang.”
Mereka berdua menaiki anak tangga dengan pelan diikuti kedua Bodyguard yang ada di belakang siap siaga untuk menjaga Aeri.
Saat ini Aeri sudah duduk di atas ranjang.
Edgar mengambil gelas lalu menyerahkannya kepada Aeri. “Minum ini dulu sayang.”
Aeri mengangguk lalu meminum susu itu.
__ADS_1
“Bagaimana hasilnya tadi?” tanya Edgar.
Aeri menyerahkan hasil USG kepada Edgar. “Ini sayang.”
Edgar segera membuka berkas itu dan melihat wajah anaknya yang sudah terlihat dengan jelas. “Wajahnya sudah sangat jelas sayang.” Tersenyum.
Aeri meraih tangan Edgar lalu meletakkan di salah satu bagian perut. “Dari tadi baby sangat aktif sayang.”
“Hallo baby anak Daddy, sebentar lagi kita akan bertemu.” Mencium perut Aeri. “Sehat-sehat ya, Daddy dan Mommy sangat menunggu kehadiran mu.”
Beberapa menit Edgar mengobrol dengan baby yang ada di dalam perut lalu ia memutuskan untuk keluar dari kamar.
“Kamu istirahat dulu sayang, aku mau sibuk dulu.” Mencium kening Aeri. “Kalau kamu membutuhkan sesuatu telepon saja orang dapur, jangan terlalu banyak bergerak nanti kamu kelelahan.”
“Iya sayang.”
Edgar berjalan keluar kamar, sementara Aeri membaringkan tubuhnya dengan pelan.
“Mommy sudah tidak sabar melihat kamu sayang.” Aeri mengelus perutnya. “Baik-baik ya kamu, pasti wajah mu cantik seperti Mommy.”
Daritadi Aeri berbicara dengan baby yang ada di dalam perutnya dengan wajah yang sangat bahagia.
Bersambung....
...- First time saya membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan...
__ADS_1
...- Jika suka dengan ceritanya, jangan lupa dukung terus karya ini dengan cara kasih like, vote, gift dan favorit. Terima kasih...