
Mike masuk kembali ke dalam ruangan yang gelap itu lalu menguncinya.
Tap..... Tap.... Tap.....
Terdengar langkahan Mike yang berjalan ke arah Aeri sambil memasukkan ponsel ke dalam sakunya. Dengan tatapannya yang mengerikan membuat Aeri sangat ketakutan.
“Mau apa lagi orang itu.” batin Aeri. Ia menunduk karena tidak ingin melihat wajah pria itu.
“Hi Nona manis, aku kembali.” Ucap Mike yang semakin mendekat ke arah Aeri. “Kenapa kau menunduk, kita akan bersenang-senang sebelum kematian mu datang.”
Aeri yang mendengar ucapan Mike itu membuat tubuhnya merinding.
Mike berdiri di depan Aeri lalu berjongkok dan menatap Aeri. “Angkat kepala mu.”
Aeri tetap menunduk dan tidak menghiraukan Mike.
Mike di buat geram oleh Aeri, ia kembali menjambak rambut Aeri dan mendongakkan kepala Aeri ke atas. “Apa kau tidak mendengarkan ku?”
Aeri masih diam sambil menahan sakit akibat jambakan Mike yang kencang.
“Apa kau mau makan?” tanya Mike.
Aeri menggelengkan kepalanya.
“Jawab!!” bentak Mike. “Aku sedang berbicara kepadamu, tidak usah sombong seperti itu! Apa kau ingin aku melakukan lebih dari ini hah?” Mike menaikkan satu alisnya sambil menyeringai.
Lagi dan lagi Aeri hanya menggelengkan kepalanya tidak berbicara satu kata pun.
“Kenapa kau diam? Apa kau mau makan?” Mike menawarkan.
Aeri menggelengkan kepalanya. “Pergi!!”
“Aku sudah baik menawarkan makan, kenapa kau……..” Mike mengencangkan jambakan nya. “ARRGGGHHHHH!!!! Aku bertanya itu di jawab!” Kesalnya.
“Aku tidak mau makan, lepaskan aku dari sini.”
Plaakkkkkk…….
Tamparan Mike kembali mendarat di pipi Aeri, kini menimbulkan bekas biru karena tamparan yang ini lebih keras dari sebelumnya.
Aeri memberanikan diri untuk menatap Mike. “Kau seperti jelmaan iblis.” Ucapnya.
Mike tersenyum dengan posisi ujung bibir kiri naik keatas. “Wow berani sekali kau berkata seperti itu kepadaku.” Mendekatkan wajahnya lalu menyentuh dagu Aeri sekilas. “Sebelum kau mati, sepertinya kita harus bermain terlebih dulu.”
Mike melonggarkan dasi yang ada di kerah bajunya lalu membuka 1 kancing yang di bagian atas. Mike mendekatkan lagi wajahnya, kini wajah mereka sangat-sangat dekat. “Aku ingin mencoba bibir yang manis ini.” Menyentuh bibir Aeri dengan ujung telunjuknya.
Saat ini Aeri berusaha untuk menghindari Mike tetapi tidak bisa.
Aeri menghindari bibir Mike yang ingin menyatu dengan bibirnya. Mike tersenyum di kala bibir mereka sudah hampir menyatu. “Bersenang-senanglah denganku, aku pasti memuaskan mu.”
__ADS_1
Ketika Mike ingin menyatukan bibir mereka berdua, tiba-tiba ia mendengar ada keributan di luar tidak lama kemudian ada yang mendobrak pintu itu.
Brakkkk…..
Edgar dengan sekuat tenaga menendang keras pintu yang tadi di kunci oleh Mike.
Lewis juga ikut masuk ke dalam langsung berlari dan berdiri di dekat Aeri dan Mike.
“Mereka memaksa masuk, aku tidak tahu mereka membawa bawahannya sebanyak itu.” Ucap Lewis kepada Mike. “Kami sudah berusaha untuk menghalangi mereka, tetapi akhirnya mereka semua lolos masuk ke dalam sini.”
Mike pun berdiri sambil menarik dasinya lalu membuang ke sembarang tempat. Sementara Aeri menangis melihat kedatangan Edgar.
Edgar yang melihat kejadian itu di depan matanya, wajahnya langsung berubah seperti orang yang ingin memangsa.
Edgar langsung berlari ke arah Mike. Di tariknya kerah baju Mike lalu menendang dada Mike dan juga memukul wajahnya tampa ampun.
Ernest, Bara dan bawahan lainnya hanya menyaksikan itu, mereka belum bisa melepaskan Aeri begitu saja. Karena Jungle Kingdom pasti melakukan yang lebih dan menyebabkan Aeri terluka, sementara Edgar tidak mau itu terjadi. Edgar tidak ingin kalau Aeri sampai terluka.
Kini Mike tidak mau kalah, ia bangun dan juga memukul balik wajah Edgar. Setelah itu Edgar bangun lagi dan memukul kembali wajah Mike.
Bugh…. Bugh….. Bugh….
“Mau kau apakan istri ku hah?” ucap Edgar yang masih memukuli wajah Mike.
Edgar menarik kerah baju Mike lalu melempar tubuhnya dengan sangat kasar hingga terhempas dengan keras. “Dia bukan wanita malam mu, dia itu istri ku!! Istriku!!!” teriakannya memenuhi ruangan.
Aeri yang melihat itu sangat ketakutan, Bara dari kejauhan mencoba untuk menenangkan Aeri bahwa semuanya akan baik-baik saja, tetapi Aeri tetap tidak bisa tenang apalagi soal Edgar, ia begitu takut terjadi sesuatu kepada Edgar.
Dua orang yang kini sudah saling mencintai, masing-masing dari mereka mempunyai rasa kekhawatiran yang sama.
Edgar melihat kancing baju Mike yang masih terbuka. “Kau benar-benar gila ya!!” hatinya sudah terbakar karena rasa cemburu ketika Mike ingin berbuat yang tidak baik kepada istrinya. “Apa kau tidak memiliki wanita simpanan untuk melampiaskan nafsumu hah. Jadi kau ingin memperkosa istri ku.”
Edgar melihat ada kursi kosong, ia pun langsung menendang dengan keras ke arah Mike hingga kursi itu menindih kaki Mike.
Dorrrr……
Tiba-tiba suara tembakan ke udara dari Trevor membuat Edgar menoleh ke arahnya.
Mike tersenyum jahat sambil mengusap darah yang keluar dari hidungnya lalu mengeluarkan pistol dan mengarahkan ke Aeri.
“Edgar.” Teriak Bara.
Edgar menoleh Mike dan melihat arahan pistolnya ke Istri tercinta. “Turunkan senjata mu.” Teriaknya lagi dan lagi sambil melihat Aeri yang sedang ketakutan.
“Hahahaha pahlawannya sudah datang. Kenapa tadi aku tidak langsung membunuhnya saja.” Mike menurunkan pistolnya lalu menendang kursi yang menindih kakinya. Ia mencoba untuk berdiri dan berjalan mendekati Edgar.
Mike menatap Aeri. “Seharusnya wanita itu tadi sudah mati! Dan kau akan menemukan mayatnya.” Tertawa keras.
Edgar menatap Mike dengan tajam. “Kenapa kau menculiknya hah?”
__ADS_1
Mike masih berjalan mendekati Edgar sambil menyeringai. “Akhirnya kita bertemu kembali.”
Aeri menatap Edgar sambil menangis, ia begitu ketakutan. "Jangan lakukan apapun, aku takut kau akan terluka." Gumamnya dalam hati.
Sejenak Edgar menatap Aeri lalu menatap Mike yang kini sudah berdiri di depannya dengan jarak yang tidak terlalu dekat.
“Untuk apa kau menculiknya?” tanya Edgar. “Jika kau bermasalah dengan ku, maka urusan mu hanya dengan ku.” Ucapnya. “Dan dia.” Menunjuk Aeri. “Tidak ada urusannya sama sekali dengan mu!!”
Mike menatap Aeri. “Ya dia memang tidak ada urusannya dengan ku.” Memotong ucapannya. “Tapi aku yang…..” Terpotong.
Edgar tidak bisa lagi menahan amarah yang sudah memuncak. Edgar memberikan pukulan lagi di wajah Mike sehingga darah keluar lagi dari ujung bibirnya.
Mike kembali mengusap darah dengan jempolnya lalu tertawa dengan keras. “Kau itu munafik!! Bukankah kau dulu pernah berbicara kepadaku, bahwa kau ingi bekerjasama dengan ku? Apa kau masih ingat hah?” tanya Mike.
Edgar diam dan ia memang masih ingat dengan ucapannya, karena sebelumnya memang Edgar ada mengajak kerjasama jika mereka berdua sama-sama sukses dalam bisnis gelap itu. Tetapi Jungle Kingdom ternyata sering melakukan penipuan dan mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi yang bekerjasama dengan mereka. Itu yang membuat Edgar tidak jadi bekerjasama dengan Jungle Kingdom.
“Tapi kau kemarin malah menolah kami mentah-mentah bahkan mengusir kami.” Sambung Mike.
“Ya itu dulu!! Sekarang aku sudah berubah pikiran, bahwa aku tidak akan pernah mau bekerjasama dengan mu.” Jawab Edgar dengan lantang. “Karena kau itu penipu!!"
Mike yang mendengar itu langsung memukul lagi wajah Edgar sehingga mengeluarkan darah di ujung bibirnya.
Edgar mengusap ujung bibirnya. “Kenapa? Apa kau tidak terima jika aku mengatakan itu hah? Bukankah itu benar?”
“Bisa-bisanya bajingan ini berbicara itu….” Ucap Mike.
Ketika Mike ingin memukul lagi wajah Edgar, tiba-tiba ada yang berteriak.
“Stopppp!!” teriak Aeri yang sudah tidak kuat melihat kondisi Edgar. “Edgar?” panggilnya, membuat Edgar menatap ke arahnya. “Jangan lakukan apapun, itu akan membuat mu bahaya.” Ucapnya sambil menangis. “Aku mohon.” Air mata Aeri mengalir dengan deras, ia tidak tega melihat wajah Edgar penuh dengan luka.
Edgar belum melihat dengan jelas bahwa wajah Aeri juga ada luka dan memar.
“Kau tidak perlu mengkhawatirkan ku. Aku akan menghabisinya karena orang ini sudah membuat mu seperti ini.” Ucap Edgar. “Lihat!!” teriaknya. “Dia membuat mu ketakutan. Bahkan dia ingin memperkosa mu.” Sambungnya. “Aku tidak akan membiarkan siapapun untuk menyentuh mu selain aku!!” teriaknya. “Percayalah padaku.” Memberikan senyuman kepada Aeri, membuat air mata Aeri turun semakin deras karena mendengar ucapan Edgar yang mengena di hatinya.
Baru pertama kali Edgar mengatakan seperti itu kepada Aeri. Dan Aeri pun memberikan anggukan dan juga senyuman yang manis di bibirnya.
“Dia benar-benar sudah mencintai Aeri.” Ucap Ernest tiba-tiba, membuat Bara menoleh dan memberikan anggukan.
Edgar berteriak memanggil 2 bawahannya yang sudah tiba disana. Kedua bawahannya pun berjalan mendekatinya.
“Lindungi istriku.” Bisik Edgar kepada bawahannya.
Bawahannya pun mengangguk dan berjalan mendekati Aeri. Kini mereka bedua sudah berdiri di dekat Aeri, posisi masih tidak terlalu dekat karena ada bawahan Jungle Kingdom juga. Jadi mereka harus berhati-hati takutnya akan menjadi boomerang untuk mereka, makanya mereka tidak bisa melepaskan ikatan Aeri dari kursi begitu saja.
Banyaknya puluhan orang berkumpul di dalam ruangan itu, kini kondisi semakin mencekam.
...- First time saya membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan...
...- Jika suka dengan ceritanya, jangan lupa dukung terus karya ini dengan cara like, vote, gift dan favorit. Terimakasih...
...Bersambung…….....
__ADS_1