
Waktu menunjukkan pukul 12 malam, dengan cuaca diluar yang sedikit gerimis. Edgar sedang memasang jaket hitamnya lalu memasukkan 2 senjata tembakan ke dalam saku jaket, setelah itu langsung berlari turun ke bawah.
Edgar, Bara, Ernest, kedua bodyguard dan 5 bawahan yang akan ikut malam ini bergegas masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di depan markas.
Bawahan Edgar ada ratusan tapi hanya beberapa bawahan yang memang khusus ikut dengan Edgar.
Bodyguard 1 mulai menjalankan mobil yang di dalam sana hanya ada Edgar, Bara, Ernest dan dirinya. Sementara yang lainnya naik mobil yang lain, malam ini ada 4 buah mobil yang akan ikut bersama Edgar.
"Apa kita langsung ke tempat itu bos?" tanya bodyguard 1.
"Ya!" jawab Edgar dengan cuek.
Bodyguard 1 menaikkan kecepatan mobil itu, tiba-tiba ponsel Edgar bergetar mendapatkan sebuah pesan masuk dari Aeri.
Terlihat Aeri mengirim foto Grizella yang sudah bangun membuat Edgar tersenyum lega.
📱 (Aeri) : Grizella sudah bangun, dia baru selesai minum obat
📱 (Aeri) : kapan kamu akan ke rumah sakit? Grizella sangat merindukanmu
Edgar yang membaca pesan dari Aeri, tidak kuat menahan senyum di bibirnya. Sesaat air mata Edgar turun membasahi pipi karena tidak kuat melihat wajah cantik Grizella yang baru sadarkan diri.
Edgar pun membuka kamera untuk selfie lalu di kirim ke Aeri.
📱 (Edgar) : besok aku akan
ke rumah sakit. Katakan pada Grizella, aku juga merindukannya. Aku cinta kalian berdua. *emot kiss
20 menit kemudian mereka pun sampai, terlihat ada sebuah gedung disana dan tidak ada bangunan lain selain gedung itu.
Edgar mengamati gedung itu. "Siapa yang berada di dalam gedung itu?"
Orang yang ada di dalam mobil hanya diam karena mereka juga tidak tahu.
Edgar pun turun dari dalam mobil. "Bara, Ernest dan kedua bodyguard ikut aku ke dalam!!"
"Bagaimana dengan yang lainnya?" tanya Bara.
Ernest mengangguk. "Apa mereka tidak ikut kita masuk ke dalam?"
"Tidak, yang lainnya berjaga di depan." Ucap Edgar.
Bodyguard 1 melihat ada sebuah mobil terparkir di depan gedung itu. "Itu adalah mobil yang menabrak Nona Grizella, bos." Ucapnya tiba-tiba karena melihat plat mobil.
Edgar melihat mobil itu. "Siapa pemilik mobil itu?" batinnya.
Dengan pelan mereka bertiga berjalan masuk ke dalam agar musuh tidak waspada diikuti kedua bodyguard dari belakang.
Di dalam gedung itu tidak ada siapa-siapa yang berjaga sehingga mereka bisa lolos masuk ke dalam sana.
Edgar membobol pintu utama yang terkunci itu, terlihat ada 3 lantai dengan tempatnya yang lumayan luas.
__ADS_1
"Berhati-hatilah, jangan lengah." Ernest memperingatkan kepada mereka semua untuk tetap waspada.
"Lihat setiap sudut." Bisik Bara. "Takutnya ada jebakan."
Edgar mulai menaiki anak tangga menuju lantai 2 sambil menoleh kiri dan kanan diikuti yang lainnya.
Ketika Edgar ingin melanjutkan langkahnya tiba-tiba mendengar suara orang yang sedang mengobrol di salah satu ruangan yang ada disana.
Perlahan Edgar mendekati ruangan yang pintunya sedikit terbuka itu. Edgar mencoba untuk melihat ke dalam ruangan, ada 3 orang pria berdiri di dalam sana.
"Siapa mereka?" gumam Edgar.
Ernest hanya diam mengamati ketiga orang itu.
"Aku tidak tahu, karena posisi mereka bertiga membelakangi kita." Sahut Bara.
Kedua bodyguard mengeluarkan senjata mereka masing-masing untuk berjaga-jaga.
Edgar mencoba untuk mendengarkan percakapan mereka terlebih dahulu.
"Sepertinya anak itu sudah mati." Ucap Mike.
"Ku rasa begitu, aku sempat menoleh ke belakang banyak darah yang keluar dari kepalanya." Sahut Lewis.
"Apa rencana kita selanjutnya?" tanya Trevor.
Brakkkk….
Dor… Dor…
Edgar melepaskan tembakannya ke udara, ketiga orang itu langsung membalikkan badan mereka secara bersamaan.
Edgar, Bara dan Ernest seketika terkejut melihat orang yang ada di depan mereka adalah Mike, Lewis dan Trevor.
Prokkk.… Prokkkk.. Prokkkk…
Mike menepuk tangannya sambil terkekeh kecil. "Hahaha Edgar, kita bertemu lagi." Berjalan menghampiri Edgar. "Kau pasti menemukan ku keberadaan ku, di manapun aku berada."
Edgar memberi kode tangannya kepada Bara, Ernest dan kedua bodyguard untuk tidak melanjutkan langkah mereka.
Edgar menatap Mike dengan tajam. "Rupanya kau masih hidup, ku pikir kau sudah mati." Membuang nafas kasar. "APA KAU SUDAG GILA HAH? KENAPA KAU MENABRAK ANAK KU?" teriaknya di depan wajah Mike. "Kau sangat bodoh, dulu kau culik istriku dan sekarang kau malah menabrak anakku!!! Kau adalah pria pengecut."
Cuiihhhh…..
Edgar meludah dengan kasar ke arah Mike, Mike hanya menyeringai melihat sikap Edgar.
"Kenapa? Apa ada yang salah?" tanya Mike. "Aku adalah orang yang menginginkan kehancuran hidup mu!!!" tertawa keras. "Aku adalah orang yang menunggu kematian keluarga mu! Karena aku tidak ingin menunggu, maka aku yang melakukannya sendiri."
Edgar berlari menghampiri Mike lalu beberapa memukul wajahnya. "Bajingan!!!"
Bara, Ernest dan kedua bodyguard hanya diam menyaksikan mereka berdua sambil menyiapkan senjata jika terjadi sesuatu begitu juga dengan Lewis dan Trevor, mereka diam karena ini urusan mereka berdua.
__ADS_1
"EDGAR….. WAKTU ITU KAU HAMPIR MEMBUAT KU MATI! teriak Mike sambil mendorong Edgar lalu membalas pukulan di wajah Edgar. "KARENA KAU BISNISKU BANGKRUT, KARENA KAU…." Ucapnya terpotong.
Bughhh… Bughhh… Bughhh…
Edgar memukul wajah Mike lagi. "Kenapa jadi gara-gara hah? Kalau kau bermasalah dengan ku, kenapa kau tidak langsung membunuh ku? Kenapa kau malah melukai keluargaku?" sesaat menghela nafas. "Mungkin waktu itu aku gagal membunuhmu, tapi kali ini ku pastikan kau tidak akan bisa hidup lagi!!!!"
Dengan cepat Mike mengeluarkan pistolnya lalu melepaskan tembakannya ke arah Edgar tepat mengenai lengan Edgar.
Dor… Dor….
Dengan perasaan yang penuh amarah, Edgar melepaskan tembakannya tepat di bagian dahi Mike dan juga dahi Lewis.
Seketika kepala mereka berdua bercucuran dengan darah membuat Trevor yang masih hidup itu pun ketakutan dengan Edgar.
Belum puas Edgar melihat kematian Mike pun di ambilnya pisau yang ada di atas meja lalu menusuk dan menyayat seluruh tubuh Mike sambil tersenyum puas.
Setelah itu, Edgar pun berjalan menghampiri Trevor. Ketika ingin melepaskan tembakannya tiba-tiba Trevor berjongkok dihadapannya.
"Aku mohon jangan buhuh aku." Ucap Trevor berharap Edgar berbelas kasihan kepadanya. "Sungguh kami di perintahkan oleh seseorang untuk menghancurkan keluarga mu."
"Siapa yang memberi perintah itu kepada kalian hah?" Edgar sedikit tidak percaya karena Edgar tahu bagaimana JUNGLE KINGDOM apalagi Mike sangat mustahil tunduk atas perintah orang lain. "CEPAT KATAKAN!!!" teriaknya dengan pistol menodong di dahi Trevor.
"Dia adalah kelompok orang yang menggunakan tatto seperti gambar rantai di pergelangan tangan mereka." Jelas Trevor berharap Edgar percaya kepadanya. "Dan semua yang kami miliki sekarang dibiayai oleh kelompok mereka."
Padahal sekelompok orang itu tidak mengatakan untuk menghancurkan keluarga Edgar, hanya mengatakan memberikan kesempatan untuk membalas dendam. Kali ini Trevor berbohong sayangnya kebohongannya tidak mempan untuk Edgar.
"Aku sudah mengatakan semua yang aku tahu, bisakah kau melepaskan ku?"
"Aku tidak akan melepaskan orang yang sudah mencelakai anak ku!!" ucap Edgar.
Trevor menatap pistol yang ada di depannya. "Bisakah kau turunkan senjata mu?"
"Hahahah turunkan?"
Dor….
Setelah melepaskan tembakan di dahi Trevor, Suga pun membalikkan badannya membelakangi mayat mereka bertiga.
"Aku tidak sebodoh itu!!" menyeringai sambil menahan sakit di lengannya.
"Ku pikir mereka bertiga sudah mati." Ucap Ernest.
"Mereka itu sangat licik." Sahut Bara.
Bodyguard 1 menghampiri Edgar. "Ayo bos kita ke mobil, segera obati luka bos. Nyonya pasti khawatir kalau mengetahui ini."
Mereka semua berjalan keluar dari gedung itu sambil memutar-mutar pistol yang ada di tangan mereka dengan wajah Edgar yang sangat puas melihat Mike dan kedua temannya mati mengenaskan di tangannya sendiri.
Edgar memutuskan pulang ke Mansion dan tidur disana, karena ada percikan darah membuatnya tidak bisa langsung pergi ke rumah sakit jadi Edgar akan pergi besok pagi.
Bersambung….
__ADS_1
Jangan lupa dukung Karya ini, terima kasih