Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia
Flashback S2 (Bab 1)


__ADS_3

#Flashback on


*****


Waktu menunjukkan pukul 11 malam. Terlihat ada 3 pria sedang berjalan pelan dengan wajah yang menahan sakit. 3 pria itu berhasil kabur dari para penjaga musuh mereka.


Mereka bertiga memutuskan untuk segera menjauh dari tempat yang dimana mereka hampir terbunuh dengan tangan yang menutupi darah di bagian kena tembak.


Ketika seorang pria menembak ke arah salah satu dari mereka tembakannya tidak tepat didadanya melainkan tertembak di bagian lengan, karena ia tahu bahwa pria itu pasti membunuhnya hidup-hidup maka dari itu ia bisa menghindar. Begitu juga dengan 2 temannya yang lain, mereka terkena luka tembak hanya di bagian kaki.


Saat ini tujuan mereka bertiga ingin mendatangi rumah sakit, tetapi sudah sangat lelah berjalan hingga mereka pun memutuskan untuk beristirahat di depan toko yang sudah tutup.


“Argh kaki benar-benar terasa sangat sakit.” Keluh lewis.


“Sama, sungguh baru saja terasa nyerinya.” Sahut Trevor. “Sampai kapan kita disini?”


“Aku juga tidak tahu, aku sudah sangat lelah jika harus berjalan lagi.” Sahut Mike.


Beberapa menit mereka beristirahat disana, tiba-tiba ada puluhan mobil berwarna hitam berhenti didepan mereka.


“Siapa?” tanya Trevor kebingungan.


“Apa jangan-jangan bawahan Edgar?” Lewis ingin beranjak.


“Bukan, lihatlah mobilnya bukankah terlihat sangat asing?” Mike mengamati mobil itu.


Brakkk…..


Seorang pria berpakaian hitam turun dari mobilnya yang terpakir tepat di depan mereka.


Tak…. Tak… Tak….


Terdengar suara langkahan kaki pria itu bersama 2 orang yang berjalan dibelakangnya mendekati mereka.


Saat ini Mike, Lewis dan Trevor dibuat kebingungan.


“Apa kalian bertiga ingin di bantu?” tawar pria itu dengan suaranya yang berat.


Mike yang mendengar tawaran itu menatap heran kepadanya. “Siapa kau?”

__ADS_1


Sesaat Lewis dan dan Trevor saling tatapan mereka berdua hanya diam saja.


“Kalian tidak perlu tahu siapa aku!” tegas pria itu. “Apa kalian ingin di bantu untuk menyembuhkan luka tembak itu?”


“Da-dari mana kau tahu bahwa kami terkena luka tembak?” tanya Lewis penuh dengan kebingungan siapa pria yang saat ini berdiri di depannya karena sangat misterius.


Trevor menyenggol lengan Lewis. “Diamlah jangan banyak bertanya, yang terpenting luka kita bisa terobati dengan cepat.” Bisiknya.


“Aaaaa sungguh aku sangat kesakitan.” Teriak Lewis.


Beberapa orang berjas hitam mendekati mereka sambil membawa kotak kesehatan yang lengkap untuk mengobati luka tembak mereka bertiga.


“Dan aku juga akan membantu kalian untuk balas dendam.” Ucap pria itu membuat mereka langsung menatap ke arahnya.


“Tahu dari mana kalau kami ingin balas dendam?” tanya Mike.


Pria itu berdehem. “Kalau kalian memang benar-benar ingin balas dendam, kalian bisa menemui ku di…..”


“Jawab dulu pertanyaan ku, dari mana kau tahu kalau kami ingin balas dendam?” tanya Mike lagi. “Apa kau mengawasi kami?”


“Untuk apa aku mengawasi kalian?” jawab pria itu.


“Ah sudahlah itu tidak penting, karena kau sudah membantu kami mengobati luka.” Sesaat Mike melihat luka di bagian lengannya yang sudah di perban.


“Kalau kalian memang ingin balas dendam, kalian bisa menemui ku di tempat ini besok siang.” Menjatuhkan kertas yang berisi alamat di depan Mike.


Mike yang mendengar itu langsung terkekeh. “Menarik sekali, tiba-tiba ada puluhan mobil berhenti didepan kami lalu mengobati luka tembak dan membantu untuk balas dendam.” Terheran-heran.


“Aku pergi dulu.” Pria berpakaian hitam ingin melangkahkan kakinya.


“Tunggu, tidak perlu menunggu besok. Kami akan menerima apapun syaratnya agar bisa balas dendam.” Jawab Mike dengan tegas tanpa berpikir panjang.


“Kalian harus memenuhi beberapa syarat.”


“Apa syaratnya?”


“Salah satunya kalian harus membunuh orang yang ada difoto ini.” Menyerahkan foto.


Mike mengambil foto itu. “Membunuh orang ini?”

__ADS_1


“Ya.”


“Baiklah kalau begitu, tapi bagaimana cara kami menghubungi mu?”


“Bawahan ku akan selalu mengawasi kalian dari jauh, jadi aku akan tahu apakah kalian sudah membunuh orang itu atau belum.” Jelasnya. “Karena tidaka ada lagi yang perlu dibahas maka aku akan pergi.”


Mike mengangguk. “Oke, terima kasih.”


Pria berpakaian hitam dan beberapa orang yang lainnya pun masuk kembali ke dalam mobil. Tidak lama kemudian puluhan mobil itu pun berjalan meninggalkan mereka bertiga.


“Setelah kalian bertiga sudah balas dendam, maka aku yang akan membunuh kalian.” Sesaat pria itu melihat ke raha mereka dari dalam mobilnya sambil menyeringai.


Saat ini Mike, Lewis dan Trevor masih berada di depan toko itu. Kaki mereka masih terasa masih sangat sakit jika harus berjalan.


“Untung saja bajingan itu tidak menembak tepat di bagian jantung mu.” Ucap Lewis.


“Ya, andai saja tembakan itu tepat mengenai jantung ku mungkin aku sudah mati. Tapi untungnya aku tidak bodoh, aku menahan peluru itu menggunakan lengan ku.” Jawab Mike.


“Hm, mereka tadi siapa ya? Mobil mereka sangat banyak, tiba-tiba saja berhenti di depan kita.” Trevor masih kebingungan dengan kedatangan pria berpakaian hitam bersama rombongannya.


“Bahkan mereka membantu untuk mengobati luka tembak kita.” Sahut Lewis. “Dan lebih gilanya lagi pria itu ingin membantu kita untuk balas dendam, apa mungkin dia tahu bahwa kita ingin balas dendam kepada Edgar?”


“Tapi dia tidak menyebutkana nama siapapun, aku penasaran siapa mereka sebenarnya.”


“Tadi aku sempat melihat sebuah tatto seperti rantai di pergelangan tangan orang yang mengobati ku.” Dengan antusias Lewis mengatakan itu. “Tapi aku juga tidak tahu pasti apakah tatto itu bergambar rantai atau bukan, karena aku menahan sakit jadi tidak bisa fokus.”


“Apakah itu lambang mereka? Sepertinya mereka bukan orang sembarang.”


“Sudah sudah tidak penting. Yang paling penting untuk kita sekarang adalah memikirkan bagaimana caranya membunuh orang yang ada di foto ini.” Mike menggoyangkan foto yang ada di tangannya.


“Sepertinya dia seorang pejabat.” Trevor mengamati foto itu.


“Terlihat jelas dari pakaiannya.” Sahut Lewis.


*****


#Flashback Off


...Bersambung….....

__ADS_1


__ADS_2