Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia
Mengetahui keberadaan Aeri


__ADS_3

“Ekhem…..” Orang yang berada di seberang telpon berdehem.


“Kau….” Wajah Edgar berubah menjadi sangar. “Kau sembunyikan dimana istriku hah?”


“Hahahaha ternyata kau yang menelpon ku.” Mike tertawa. “Ada apa kau menelpon ku? Dan langsung menanyakan istrimu.” Ucapnya. “Aku tidak mempunyai banyak waktu untuk mengangkat telpon mu.”


“Katakan, dimana istriku? Kau sembunyikan dimana hah?” Edgar sudah tidak bisa menahan emosinya. “Cepat katakan!!” teriakan Edgar memenuhi ruang tengah markas utama.


Bara yang mendengar Edgar seperti itu, ia langsung pergi untuk menghubungi bawahannya.


“Kau kan yang melakukan ini?” Edgar masih dengan nada tingginya.


Mike yang ada di seberang telpon hanya tertawa mendengar suara Edgar.


“Jawab!!!” teriaknya lagi.


“Mungkin sebentar lagi dia akan mati” Mike menjawab dengan santai. “Apa kau ingin mengucapkan selamat tinggal terlebih dulu untuknya?”


“Brengsek!!!! Jangan kau sentuh dia.” Edgar mengepalkan tangan kirinya. “Awas aku sentuh dia.”


“Hm… Tapi tenang saja aku akan menunda kematiannya.” Ucap Mike. “Karena aku ingin mencoba tubuhnya yang mulus itu. Dan bibirnya yang manis.” Menyeringai.


“Dasar bajingan!! Ku peringatkan kepadamu! Jangan berani-berani kau sentuh dia apalagi sampai melukainya.” Edgar memberi peringatan kepada Mike yang ada di seberang telpon, sementara Mike hanya tersenyum mendengarnya. “Kalau sampai istriku kenapa-kenapa, kau dan semua bawahan mu itu akan ku habisi.” Ancamnya.


Mike berdehem. “Wow, bukankah kau menikahinya hanya untuk balas dendam? Kenapa kau jadi khawatir seperti ini, oh jangan-jangan kau sudah mencintainya??”


“Diam!! Ya aku mencintainya, aku sangat mencintainya.” Pengakuan Edgar tentang perasaannya yang sudah mencintai Aeri.


“Apa kau ingin mendengar jeritan suara istrimu itu?”


“Tutup mulut busuk mu itu! Katakan dimana kau sekarang?”


“Aku tidak yakin kau bisa menyelamatkannya, mungkin ketika kau ketemu ketika dia sudah…..” Ucap Mike terpotong.


“Jangan kau sentuh dia! Sedikit saja dia terluka, kau harus mati di tangan ku!”


Tut….Tut…Tut….


Tiba-tiba sambungan telpon terputus, Mike sengaja mematikan telpon mereka. Kini Edgar sangat marah semua barang yang ada di markas berantakan karena ulahnya


Ernest yang baru selesai menelpon bawahannya berlari ke arah Edgar. “Bagaimana? Apa kau sudah mendapat informasi?”


Bara berjalan mendekati mereka. “Apa benar Mike yang menculik istrimu.”


Edgar mengangguk.


Drettt…. Drettt…. Drettt….


Ponsel Edgar bergetar, terlihat Bodyguard 2 menelponnya. Edgar segera mengangkat.


“Bagaimana?” tanya Edgar kepada Bodyguard 2 yang ada di seberang telpon.


“Bos, saya tahu dimana mereka membawa istri bos.”

__ADS_1


“Dimana?” Edgar menatap Bara dan Ernest.


“Jadi begini bos, tadi malam yang menjaga pintu belakang itu adalah Bodyguard 15 dan Bodyguard 16. Mereka berdua sempat pergi karena di panggil Bodyguard 1, ketika mereka kembali ke tempat mereka berjaga, tiba-tiba dari kejauhan melihat ada 2 orang membawa Nona keluar dari pintu belakang dapur itu.” Ucapnya terpotong.


“Kenapa mereka tidak menghalanginya hah?” teriak Edgar membuat Bodyguard 2 gugup untuk menjelaskan lagi.


“Awalnya mereka ingin menghalanginya bos, tapi khawatir akan berdampak buruk untuk Nona.” Jelas Bodyguard 2. “Mereka pasti membawa senjata tajam yang akan melukai Nona. Tapi Bos tenang saja, mereka berdua sudah mengikuti mobil hitam yang membawa Nona dengan perlahan dari kejauhan.”


“Mobil hitam?” ucap Edgar, membuat Bara dan Ernest saling bertatapan seolah mereka tahu dari ucapan Edgar. “Katakan sekarang, dimana mereka?”


“Saat ini Bodyguard 15 dan Bodyguard 16 sudah berada di sekitar sana, tadi baru saja mereka menghubungi saya dan menjelaskan kejadian tadi malam. Saat ini posisi mereka sedang bersembunyi karena belum bisa melakukan apapun takutnya akan membahayakan istri bos.” Jelas Bodyguard 2 lagi.


“Kirim alamatnya sekarang! Aku segera kesana.” Edgar mematikan telpon.


“Bagaimana?” tanya Ernest penasaran dengan obrolan mereka di telpon tadi.


“Ternyata Mike dalang semuanya.” Ucap Bara. “Kita tidak boleh telat untuk menyelamatkan istrimu, karena Jungle Kingdom begitu licik.”


Edgar mengangguk lalu menatap ponselnya menunggu pesan dari Bodyguard 2 masuk.


“Bodyguard 15 dan Bodyguard 16 ada di tempat itu.” Ucap Edgar.


“Bagaimana bisa?” Ernest dan Bara melebarkan matanya ekspresi bingung, darimana asal mula kedua Bodyguard berada disana. Tapi Edgar tidak menjelaskan karena tidak mempunyai banyak waktu lagi untuk menyelamatkan istrinya.


Ting….


Edgar mendapatkan pesan masuk dari Bodyguard 2 yang berisi alamat.


“Kemana bawahan kalian?” tanya Edgar.


“Ternyata mobil hitam lagi! Siapa yang ada di dalam mobil itu, Mike? Atau bawahannya?” gumamnya.


Edgar, Bara, dan Ernest bergegas pergi ke ruang khusus untuk mengambil beberapa senjata untuk jaga-jaga. Setelah itu mereka keluar dari markas dan masuk mobil, posisi mereka saat ini, Ernest menyetir, Edgar duduk di samping Ernest, sementara Bara di belakang.


Hampir 6 mobil yang akan mengikuti mobil mereka, Ernest mulai menjalankan mobilnya diikuti beberapa mobil dari belakang.


Edgar langsung menyambungkan komunikasinya dengan Bodyguard 15 yang saat ini sedang bersembunyi di dekat ruangan Aeri berada.


Edgar juga sudah mengirimkan alamat ke bawahannya agar mereka datang kesana juga.


Mike masuk kembali ke dalam ruangan yang dimana ada Aeri. Saat ini kondisi Aeri benar-benar lemah karena belum ada makanan yang masuk ke dalam perutnya dan juga beberapa luka yang ada di wajahnya.


“Bos, orang itu masuk kembali ke dalam ruangan yang ada Nona Aeri.” Bisik Bodyguard 15 kepada Edgar yang masih terhubung dengannya melalui telpon.


Bodyguard 16 merebut ponsel yang ada di tangan Bodyguard 15. “Apa bos masih lama? Kami tidak bisa melihat apa yang akan di lakukan orang itu kepada istri bos.” Bisiknya.


“Dengar ya!! Kalau kau ada mendengar suara istriku kesakitan atau berteriak, lakukan apapun itu sekalipun nyawa kalian yang menjadi taruhannya.” Perintah Edgar kepada mereka berdua. “Kalau tidak, maka kalian yang akan ku habisi!!”


“Si….siap bos, kami akan selalu memantau.” Ucap Bodyguard 16.


“Jangan menunggu ku untuk menyelamatkan istriku! Pokoknya jangan sampai bajingan itu melakukan sesuatu yang melukai istriku.”


“Baik bos.”

__ADS_1


Mereka menyudahi obrolan, tetapi telpon masih tersambung. Kini mobil Edgar sudah memasuki kawasan yang banyak hutan di pinggir jalan.


“Apa kau pernah datang kesini?” tanya Edgar memecah keheningan yang ada di dalam mobil.


Ernest menggeleng. “Ku belum pernah, bahkan baru tahu jalan ini.”


“Apakah ini jalan menuju markas Jungle Kingdom?” tanya Bara.


“Sepertinya Jungle Kingdom tidak membawa istriku ke markas mereka.” Ucap Edgar.


Ernest menoleh. “Maksud mu?” kembali fokus ke jalanan dan maps.


“Lalu kemana mereka membawa istri mu?” tanya Bara penasaran.


“Mereka membawa ke suatu tempat yang pasti tidak dekat dengan markas mereka.” Jawab Edgar dengan pandangan yang fokus ke depan.


“Kenapa mereka tidak menyimpan di markasnya?” tanya Bara lagi karena masih bingung.


“Ya karena kalau kita tahu markas mereka, kapanpun kita akan menyerang markas mereka. Jadi mereka membawa istriku ke tempat lain.” Jelas Edgar.


“Apa tempat itu juga milik mereka?” Bara memajukan badannya mendekati Edgar.


“Ya, kalau pun ada barang yang rusak disana mereka tidak mengalami kerugian yang banyak.” Jelas Edgar lagi sambil melihat samping kirinya yang penuh dengan hutan belantara.


Jalanan yang sepi dan juga tidak terlalu lebar. Sama sekali tidak ada orang yang berlalu lalang disana, siapa yang mau melewati jalan seperti itu?


Sepanjang perjalanan hati Edgar tidak karuan memikirkan nasib istrinya di tangan musuhnya itu.


“Ku rasa Mike melakukan ini karena mempunyai dendam yang waktu itu kau menolak untuk bekerjasama dengan mereka.” Ucap Ernest tiba-tiba.


Membuat Edgar dan Bara menoleh ke arahnya.


“Ku rasa juga begitu, apalagi kan Jungle Kingdom pernah menelpon ke markas kita tetapi kita tidak pernah mengangkat telpon mereka.” Sahut Bara.


“Tapi kenapa Jungle Kingdom menculik istrimu? Padahal yang mempunyai masalah dengannya itu kita bukan istrimu.” Tanya Ernest.


“Berarti yang mobil hitam di markas, mobil hitam yang berada di dekat rumah mu, motor yang pernah Ernest lihat, paket yang berisi fotomu dan juga pelayan baru itu adalah orang-orang suruhan Jungle Kingdom?” Bara mengingat kejadian semalam-semalam yang penuh dengan tanda tanya akhirnya tahu siapa orang yang di balik itu semua.


“Nah berarti paket yang kau terima waktu itu kiriman dari Mike, tapi dapat darimana mereka foto istrimu.” Sahut Ernest. “Apa jangan-jangan mereka selalu mengikuti mu dan istrimu?”


“Ekheemmm….” Edgar berdehem. “Ya mereka pasti selalu mengikuti ku dan istriku. Mereka pasti melakukan apapun untuk mendapatkan semua informasi mengenai ku.” Jawab Edgar tanpa menoleh mereka. “Mereka menculik istriku karena itu adalah kelemahan ku.”


“Sejak kapan kau mencintai Aeri?” tanya Bara penasaran.


“Aku juga tidak tahu, yang pasti ketika kami di tempat melukis waktu itu, aku menatapnya merasa senang begitu damai ketika menatap wajah cantiknya.” Edgar tersenyum.


“Kalau sampai dia kenapa-kenapa aku tidak akan memberi ampun kepada mereka semua.” Sambung Edgar.


Ketika mereka sedang asik mengobrol, tidak terasa mobil sudah memasuki jalan setapak sesuai dengan alamat yang sudah Bodyguard kirim kepadanya.


...- First time saya membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan...


...- Jika suka dengan ceritanya, jangan lupa dukung terus karya ini dengan cara like, vote, gift dan favorit. Terimakasih ...

__ADS_1


...Bersambung……....


__ADS_2