
Sudah 2 hari Edgar berada di salah satu kota yang ada di Kalimantan. Edgar memutuskan untuk pulang besok siang atau sore hari.
Saat ini Edgar, Bara dan Ernest sedang berada di dalam kamar hotel, sore hari di Kalimantan.
"Besok kita pulang, kan?" tanya Ernest di sela minumnya.
"Ya!" sahut Edgar dengan cuek.
"Bagaimana kalau kita pergi ke bar sebelum pulang?" ajak Bara.
Plakkkk….
Ernest yang mendengar itu memukul kepala Bara membuat Bara terkejut. "Wah, ide yang bagus." Tersenyum. "Kenapa aku baru kepikiran." Melempar kaleng kosong yang sudah habis ke dalam sampah kecil dekat ranjangnya.
Plakkkk….
Bara memukul balik Ernest. "Kau ini gila ya, min pukul-pukul." Kesalnya.
Ernest merangkul Bara tetapi di lepas Bara. "Sorry, aku terlalu bersemangat."
"Aku tidak ikut." Sahut Edgar.
Mereka yang mendengar itu langsung menoleh Edgar, Ernest yang tadinya bahagia seketika kesal.
Bara merangkul Edgar sambil berdehem. "Kau sangat kalau tidak ikut ke bar."
"Sekali-kali, kita di sana hanya minum saja." Ernest mencoba untuk mengajak Edgar.
Beberapa kali Bara dan Ernest menghasut Edgar dengan berbagai macam hasutan akhirnya Edgar pun terhasut ucapan mereka berdua.
.
__ADS_1
.
.
Waktu sudah menunjukkan pukul 1 pagi di Kalimantan. Edgar, Bara dan Ernest sudah berada di salah satu bar besar yang cukup terkenal di kota itu.
Mereka bertiga sedang duduk sambil menikmati minuman mereka yang ada di atas meja.
Edgar mengambil gelasnya lalu menuang alkohol di dalam gelasnya.
Ernest mengamati wanita malam yang ada di sana satu persatu, sesaat kepala Ernest menggeleng dengan pelan lalu menghabiskan alkohol yang ada di gelasnya.
Bara hanya bisa menatap Ernest sambil menggeleng heran. "Selalu saja dia seperti itu."
"Sebentar lagi kita akan pulang." Ucap Edgar.
"Aishhhh…. Terlalu singkat untuk berada di tempat seperti ini." Kesal Ernest karena belum puas.
Plakkkk….
Bara hanya menikmati minumnya, tidak ikut-ikutan bertengkar dengan mereka berdua.
"Tapi aku…" Ucap Ernest terpotong.
Edgar berdiri lalu menatap Ernest.
"Kalau kau masih ingin di sini, kau sendiri saja! Aku pulang ke hotel."
Ketika Edgar ingin melangkahkan kakinya, tiba-tiba ada seorang wanita cantik yang berpakaian terbuka menghampiri Edgar lalu berdiri di dekatnya.
Edgar yang melihat itu pun menatap dingin wanita yang ada di dekatnya.
__ADS_1
Ernest berdiri sambil bertepuk tangan. "Woah, Edgar tidak mungkin menolaknya."
Wanita itu melingkarkan tangannya di lengan Edgar lalu mengelus dada bidang Edgar.
Edgar melepaskan tangan wanita itu, seketika wanita itu terkejut dengan sikap Edgar dan melihat Edgar yang menjaga jarak dengannya.
Wanita itu terkekeh kecil. "Kenapa kau malah menghindari ku?" terheran.
"Padahal banyak laki-laki yang ingin berkenalan dengan ku." Wanita itu masih tidak percaya melihat Edgar yang menolaknya.
"Aku sudah memiliki istri dan 1 anak perempuan." Jelas Edgar dengan tegas.
"Aku tidak peduli, apa dengan kamu yang sudah memiliki istri dan anak membuat kamu menjadi terbatasi bahkan tidak bisa berkenalan dengan ku?" memainkan ujung rambutnya. "Aku cantik dan sangat sexy, kenapa kau tidak mau dengan ku?" tanya wanita itu. "Istrimu juga tidak akan tahu kalau kita…."
"Aku tidak ada waktu untuk berkenalan dengan wanita seperti mu! Karena terlalu murahan!" Edgar langsung beranjak pergi, tidak ingin berlama-lama dengan wanita itu.
"Oh hahahhaa murahan?"
Ernest mendekati wanita itu. "Kalau dia tidak mau dengan mu, kau bisa dengan ku." Menawarkan diri.
Bara menarik tangan Ernest lalu membawanya keluar dari bar itu.
Ernest melepas paksa tangan Bara.
"Kenapa kau malah menarik ku?"
"Di pikiran kau selalu wanita-wanita yang tidak jelas seperti itu."
"Kau tidak akan paham, kalau belum pernah melakukannya." Sesaat Ernest menepuk bahu Bara.
Edgar, Bara dan Ernest berjalan menuju hotel karena letak bar dan hotel itu tidak terlalu jauh jaraknya sehingga mereka memutuskan untuk jalan kaki.
__ADS_1
Bersambung….
Jangan lupa dukung Karya ini, terima kasih