Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia
Keinginan bumil


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 8 malam, saat ini Aeri sedang berbaring sendirian di atas ranjang sambil menonton film Action. Daritadi Aeri bolak balik kamar mandi karena merasa mual dan muntah.


Klekkk…..


Edgar masuk ke dalam kamar dengan tangan yang membawa nampan emas. “Sayang, makan malam dulu.” Duduk di atas ranjang.


Aeri merubah posisi menjadi duduk. “Aku tidak bernafsu untuk makan.”


“Bagaimana bisa? Lalu apa yang membuat mu nafsu?” tanya Edgar. “Memangnya kamu mau makan apa?”


“Aku juga tidak tahu, karena dari tadi mual.”


Edgar meletakkan nampan di atas nakas dan mendekati Aeri lalu mengelus lembut perutnya. “Anak Daddy jangan buat Mommy mual terus ya, kasian Mommy mau makan tapi tidak bisa.” Mencium perutnya. “Yang pintar ya kamu.”



“Hahaha kenapa kamu berbicara seperti itu kepada anak ku? Kan memang seperti itu kata Dokter kalau sedang hamil.”


Edgar mengelus kepala Aeri bagian atas. “Iya sayang, tapi aku khawatir kalau kamu tidak makan, nanti kamu sakit.”


“Kita makan bersama Ernest dan Bara saja.” Ucap Aeri.


“Sayang? Kenapa kamu tiba-tiba ingin makan bersama Bara dan Ernest?”


“Tidak ada.” Aeri tersenyum lalu mendekatkan wajahnya. “Mungkin ini kemuan anak kita.”


Edgar melebarkan matanya. “Tidak, itu tidak masuk akal sayang.” Tolaknya. “Aku tidak mau, suami mu itu aku.” Kesalnya. “Seharusnya kamu makan hanya berdua dengan ku.”


“Hahaha tapi aku maunya makan bersama mereka.”

__ADS_1


Edgar mengacak-acak rambutnya. “Baiklah, aku akan menyuruh mereka untuk datang kesini.” Beranjak.


Aeri menahan tangan Edgar. “Jangan, kita saja yang mendatangi mereka.”


“Sayang ini sudah malam.”


Aeri diam dengan bibir yang cemberut.


“Oke oke kita akan pergi ke markas.” Ucap Edgar dengan pasrah sambil memasukkan kembali ponsel ke dalam sakunya.


Edgar mematikan Televisi lalu membawa Aeri keluar dari kamar menuju teras rumah dengan pelan Aeri menuruni anak tangga di bantu Edgar.


Ketika mereka ingin berjalan keluar, kepala pelayan berjalan dengan cepat mendekati mereka. “Ini susu untuk Nona.”


“Bawa saja gelas itu ke kamar.” Perintah Edgar.


“Memangnya Tuan dan Nona mau pergi kemana malam-malam begini?” tanya kepala pelayan penasaran.


Edgar dan Aeri berjalan melangkahkan kaki keluar, sementara kepala pelayan berjalan menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamar untuk meletakkan gelas susu.


“Saya menyetir sendiri.” Ucap Edgar kepada supir yang sedang berdiri di sampingnya.


Supir mengangguk. “Baik, hati-hati Tuan.”


Saat ini Aeri dan Edgar sudah duduk di dalam mobil dengan tangan kiri Edgar yang menggenggam tangan Aeri. Mobil mereka pun meninggalkan rumah itu.


“Kenapa kamu tiba-tiba ingin makan bersama Ernest dan Bara?” tanya Edgar untuk memastikan bahwa Aeri benar-benar ingin makan bersama kedua temannya itu.


“Aku juga tidak tahu sayang, mungkin kemauan anak mu.” Ucap Aeri dengan polos.

__ADS_1


Edgar terkekeh sambil menggelengkan kepalanya lalu mencium tangan Aeri yang di genggamnya. “Jangan lama-lama ya disana, karena sudah malam.”


Aeri mengangguk tanpa menoleh Edgar.


Tidak lama kemudian mobil mereka memasuki parkiran restoran untuk membeli beberapa makanan yang akan di makan bersama. Edgar keluar dari mobil dan masuk ke dalam restoran itu, setelah selesai ia masuk kembali ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya keluar dari parkiran restoran.


“Sayang?” panggil Aeri.


Edgar menoleh. “Iya?”


“Aku mau makan Ice cream.” Pintanya.


“Oke kita mampir ke supermarket.”


Sesampai di depan supermarket Edgar langsung berjalan masuk ke dalam dan membeli beberapa Ice yang di minta oleh sang istri lalu membayarnya di kasir.


Edgar masuk ke dalam mobil lalu meletakkan bungkusan Ice cream ke belakang. “Nanti saja makan Ice creamnya, makan malam dulu.” Menghidupkan mesin mobil.


“Tapi aku mau makannya sekarang.” Aeri menoleh ke belakang dan melihat bungkusan Ice cream.


“Sayang.” Panggil Edgar.


Aeri langsung kembali ke tempatnya dengan pandangan lurus.


Beberapa menit kemudian mobil mereka memasuki halaman markas dan memarkir tepat di samping.


Bersambung....


...- First time saya membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan...

__ADS_1


...- Jika suka dengan ceritanya, jangan lupa dukung terus karya ini dengan cara kasih like, vote, gift dan favorit. Terimakasih...


__ADS_2