
Aeri baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaian santainya, ia berjalan menuju balkon untuk menikmati suasana di sore hari.
“Pemandangan yang indah.” Duduk di salah satu kursi yang empuk. “Aku ingin sekali camping mengajak Edgar, tapi ah sudahlah.” Bersandar sambil mengelus perut yang sudah membesar. “Nanti kalau kamu sudah lahir ke dunia ajak Daddy untuk camping ya.” Gumam Aeri.
Klekkkk…………
Edgar membuka pintu dan berjalan masuk ke dalam kamar sambil berteriak memanggil Aeri.
“Sayang.” Teriaknya.
“Baru saja mommy membahas daddy, datang dia.” Ucap Aeri. “Iya sayang aku di balkon.”
Edgar berjalan dengan cepat menuju balkon. “Apa yang sedang kamu lakukan disini?” duduk di samping Aeri lalu memberikan ciuman di perutnya. “Daddy merindukan mu sayang, cepatlah keluar.” Godanya.
“Sayang…… Kamu berbicara seperti itu baby jadi menendang perut ku.” Aeri tersenyum. “Sepertinya dia tahu daddy sedang berbicara kepadanya.”
“Benarkah?” Edgar heran. “Dari mana kamu tahu?”
“Karena dia merespon perkataan mu.” Aeri nyengir. “Kenapa kamu berteriak-teriak?”
“Jadi begini sayang, malam ini aku mau mengajak kamu untuk makan malam di luar.”
“Makan malam di luar? Memangnya mau makan dimana?” tanya Aeri.
Edgar mengelus perut Aeri. “Kamu tidak perlu tahu itu, pokoknya sekarang aku mau mengajak kamu shopping dulu.”
“Untuk apa sayang? Apa kamu tidak melihat perut ku sudah semakin besar, sungguh aku lelah jalan-jalan sayang.” Keluh Aeri.
__ADS_1
Chupp…………….
Edgar mengecup bibirnya. “Ayo sayang.” Membantu untuk berdiri karena Aeri sudah mulai kesusahan.
Aeri menghela nafasnya. “Aku mau ganti baju dulu.”
“Tidak usah sayang.” Edgar memegang kedua bahu Aeri lalu membawanya keluar dari kamar.
Kedua Bodyguard yang melihat mereka sedang menuruni anak tangga langsung berlari untuk jaga-jaga.
“Pelan-pelan saja sayang, tidak usah terburu-buru.” Ucap Edgar.
“Lumayan lelah sayang.” Aeri menghela nafasnya hingga kakinya menuruni anak tangga yang terakhir.
“Segera siapkan mobil.” Perintah Edgar kepada kedua Bodyguard.
Kepala pelayan dan beberapa pelayan keluar dari dapur lalu melihat mereka berdua masuk ke dalam mobil.
“Tuan dan Nyonya mau pergi kemana?” tanya bi Ratih penasaran.
“Malam ini Tuan Edgar ingin mengajak Nyonya makan malam di luar, katanya ingin memberi kejutan.” Jelas kepala pelayan.
Pelayan 2 menoleh. “Kejutan apa? Woahhhh Tuan Edgar ternyata romantis juga.” Tersenyum.
“Bubar, kembali bekerja.” Tegas kepala pelayan.
Kedua pelayan masuk kembali ke dapur, sementara kepala pelayan berjalan keluar.
__ADS_1
**
Saat ini Aeri dan Edgar sedang berada di salah satu Mall terkenal bersama kedua Bodyguard yang akan mengawasi jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Kini Edgar menjadi seseorang yang selalu waspada karena kejadian yang waktu itu membuatnya takut kehilangan sang istri walaupun orang yang menculik istrinya itu sudah tewas di tempat tapi kejahatan akan selalu menghampiri.
“Kita sebenarnya mau kemana sayang?” tanya Aeri.
“Terserah kamu maunya ke toko yang mana.” Ucap Edgar dengan santai. “Sekalian mengajak baby jalan-jalan.” Sesaat mengelus perut Aeri.
Mereka pun keliling untuk mencari butik pakaian yang cocok hingga Aeri menemukan butik dengan brand ternama.
Penjaga butik membuka pintu masuk untuk mereka. “Selamat datang.” Ucapnya dengan ramah.
“Pilih baju yang kamu suka untuk di pakai malam ini.” Edgar tersenyum lalu menemani kamu untuk melihat-lihat pakaian yang ada di sana.
“Aku bingung sayang karena perut ku sudah mulai membesar.”
Edgar memanggil pegawai butik. “Pilihkan baju yang mewah dan keluaran terbaru untuk istriku yang sedang hamil.”
Bersambung....
...- First time saya membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan...
...- Jika suka dengan ceritanya, jangan lupa dukung terus karya ini. Terima kasih...
__ADS_1