Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia
Di tabrak mobil S2 (Bab 14)


__ADS_3

Siang hari dengan cuaca yang sangat panas di kota Jakarta. Siang ini, waktunya Grizella pulang dari sekolah. Tetapi supir tidak bisa menjemput Grizella sehingga kedua bodyguard diperintahkan untuk menjemputnya.


Sambil menunggu jemputan kedua bodyguard yang dari tadi belum datang, Grizella dan temannya berdiri di pinggir lapangan. Karena sudah mulai bosan, teman Grizella pun mengajak untuk keluar dari gerbang sekolah. Awalnya Grizella menolak tapi akhirnya Grizella pun mengiyakan.


Di samping sekolah Grizella ada toko mainan dengan jarak yang tidak terlalu jauh, sementara Grizella sangat suka dengan yang namanya mainan.


"Bagaimana kalau kita ke toko mainan, siapa tahu ada yang terbaru mainannya." Ajak teman Grizella.


"Ayo kita kesana." Ucap Grizella penuh dengan semangat.


Grizella dan temannya pun berjalan menuju toko itu dengan posisi Grizella berada di pinggir jalan raya.


Tiba-tiba ada mobil berwarna hitam melaju dari belakang hingga menabrak Grizella dan temannya. Temannya terguling ke samping dan luka-luka, sedangkan Grizella badannya terhempas ke atas lalu jatuh ke aspal.


"Daddy…… Mommy….." Teriak Grizella dengan nyaring.


Kedua bodyguard yang baru saja tiba di depan gerbang sekolah, mereka melihat kejadian itu secara langsung sambil berteriak dari dalam mobil. Mereka sangat tahu ciri-ciri Grizella seperti apa makanya mereka tahu bahwa yang di tabrak itu adalah Grizella.


Orang yang melihat mereka juga ikut berteriak, satpam pun berlari menghampiri mereka berdua.


Saat ini posisi bodyguard 1 duduk di kursi kemudi dan bodyguard 2 duduk di sampingnya.


Bodyguard 2 langsung membuka pintu lalu turun dari dalam mobil, sedangkan bodyguard 1 mengamati mobil hitam yang menabrak Grizella lalu menghafal plat mobil itu.


Mobil hitam yang menabrak tadi pun melaju dengan kencang meninggalkan tempat itu.


Bodyguard 1 turun dari dalam mobil lalu berlari menghampiri mereka, terlihat banyak darah yang mengalir. Mereka berdua langsung menggendong Grizella lalu memasukkan ke dalam mobil dan membawa ke rumah sakit terdekat.


Grizella sudah berada di rumah sakit, dokter langsung menanganinya.


Bodyguard 1 mengeluarkan ponselnya lalu menelpon Aeri. "Nyonya." Teriak.


"Kenapa?" tanya Aeri dengan bingung.


"Itu…" Ucap bodyguard 1 terpotong membuat Aeri kesal karena penasaran.


Bodyguard 2 merebut ponsel dari tangan bodyguard 1. "Nona Grizella di tabrak mobil."


Seketika Aeri membulatkan kedua matanya. "Hah? Bagaimana bisa terjadi? Siapa yang berani menabrak anak ku?" teriak sambil menangis.


Beberapa pelayan yang ada di ruang tamu seketika terkejut dengan ucapan Aeri.

__ADS_1


"Kirim alamat rumah sakitnya, sekarang juga!!!" mematikan telpon.


"Ada apa?" tanya kepala pelayan penasaran.


"Grizella di tabrak mobil."


Setelah mengatakan itu, Aeri berlari keluar rumah sambil menangis.


.


.


.


Saat ini Aeri sudah berada di rumah sakit tepat berdiri di depan ruang UGD menunggu dokter keluar.


"Siapa yang menabrak Grizella? Jawab!!!" teriak Aeri di depan kedua bodyguard.


"Mobil itu langsung pergi begitu saja setelah menabrak Nona Grizella, maaf kami tidak bisa mengejarnya karena memikirkan keselamatan Nona Grizella." Jelas bodyguard 1.


Aeri pun duduk sambil menangis sesenggukan.


Seorang dokter keluar dari ruang UGD lalu berjalan menghampiri mereka.


Aeri berdiri. "Bagaimana dok keadaan anak saya? Dia tidak kenapa-kenapa, kan?" mengusap air mata. "Tolong selamatkan anak saya."


"Dia sedang kekurangan darah dan segera membutuhkan banyak darah." Ucap dokter itu.


"Ambil darah saya dok, cepat!!!" teriak Aeri.


"Kamu?" tanya dokter dengan bingung.


"Saya ibunya, cepat!!!"


Dokter dan perawat langsung membawa Grizella ke dalam ruangan operasi, begitu juga dengan Aeri masuk ke dalam ruangan khusus donor darah.


Beberapa menit kemudian…. Edgar, Bara dan Ernest datang, mereka berlari menghampiri kedua bodyguard yang masih berdiri di depan ruang UGD.


#Flashback on


Ketika Edgar, Bara dan Ernest berada di Bandara Soekarno-Hatta dan ingin pergi ke markas tiba-tiba Edgar mendapat telpon dari bodyguard 2

__ADS_1


"Bos di mana?"


"Aku sudah di Jakarta, kenapa?"


"Segera ke rumah sakit, tadi Nona Grizella di tabrak mobil." Penuh keberanian mengatakan itu kepada Edgar.


"BODOH!!!" teriak Edgar. "Bagaimana bisa terjadi? Kirim alamat rumah sakitnya, sekarang!!!!"


Ting….


Edgar mendapatkan pesan dari bodyguard 2, mereka bertiga langsung masuk ke dalam mobil menuju alamat yang sudah di kirimkan.


#Flashback off


"Apa yang sebenernya terjadi hah?" tanya Edgar kepada kedua bodyguard yang ang sedang menunduk.


"Jangan berteriak, ini rumah sakit." Ucap Ernest.


"Yang ada nanti kau malah di usir dari sini." Sahut Bara.


"Tadi supir tidak bisa menjemput Nona, kami berdua yang di suruh." Bodyguard 1 mulai menjelaskan. "Baru tiba di depan gerbang sekolah, ada mobil hitam dari belakang melaju menabrak Nona dengan temannya." Gugup.


Bughhh…. Bughhh…


Edgar memukul wajah kedua bodyguard dengan penuh amarah.


"Kenapa Grizella keluar dari gerbang sekolah?" tanyanya bingung, Edgar selalu melarang Grizella untuk keluar dari gerbang sekolah karena sangat berbahaya. "Kalian berdua tidak ada yang becus!!!"


"Sungguh kami tidak tahu bos." Sahut bodyguard 2.


"Di mana istriku? Kenapa aku tidak ada melihatnya?"


"Istri bos sedang mendonorkan darah untuk Nona Grizella." Jelas bodyguard 2 sambil mengelus wajahnya yang biru akibat pukulan keras dari Edgar. "Nona Grizella membutuhkan darah."


"Berani-beraninya ada yang menyakiti anakku!!!" Edgar membuang nafas kasarnya. Dari tadi Bara dan Ernest hanya bisa diam, tidak bisa berbuat apa-apa. "Segera cari tahu keberadaan mobil itu!" perintahnya kepada kedua bodyguard.


Kedua bodyguard langsung mengangguk cepat lalu berlari meninggalkan mereka bertiga.


Bersambung….


Jangan lupa dukung Karya ini, terima kasih

__ADS_1


__ADS_2