Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia
Beberapa tahun S2 (Bab 2)


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian……


Pagi hari dengan matahari yang sangat cerah membuat sinarnya memasuki celah-celah gorden kamar.


Di sebuah mansion mewah terlihat ada seorang wanita sedang sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi dibantu beberapa pelayan yang ada disana. Terdengar suara minyak yang sudah panas membuat wanita itu langsung memasukkan semua sayur dan mencampurnya menjadi satu.


Tak…. Tak… Tak….


Suara langkahan kaki berjalan masuk ke dapur mendekati wanita yang sedang fokus memasak.


“Morning sayang.” Ucap Edgar berdiri di samping Aeri lalu mencium pipinya.


Sesaat Aeri tersenyum sambil tersenyum. “Morning too sayang.”


“Kamu sedang memasak apa hm?” mengelus lembut rambut Aeri.


Aeri menatap Edgar lalu mengecup bibirnya. “Makanan kesukaan kamu.” Tersenyum. “Kamu tunggu saja di ruang makan.”


“Oke sayang.” Beranjak pergi.


Kepala pelayan yang melihat kedatangan Edgar pun langsung menarik kursi untuknya.


Pelayan berjalan mendekati Aeri yang sedang memotong sayur. “Biar saya saja Non.” Merebut pisau dari tangannya.


Aeri tersenyum. “Baik bi.” Berjalan keluar dapur.


Dari kejauhan ada seorang anak perempuan mengenakan pakaian seragam SD dengan rambutnya yang di kuncir menuruni anak tangga.


“Daddy? Mommy?” teriak Grizella berlari menuju ruang makan.


Edgar yang mendengar teriakan suara Grizella langsung beranjak lalu berjalan mendekatinya sambil tersenyum.


“Morning princess Appa.” Mengelus kepala Grizella.


“Morning too Daddy.”


“Siapa yang menyuruh mu berlari hm?” menggendong Grizella. “Kenapa kamu tidak mau mendengarkan Daddy, nanti kamu terjatuh kalau berlari-lari seperti tadi.” Menarik hidung Grizella.

__ADS_1


“Sorry Daddy.”


“Tidak apa-apa, jangan di ulangi lagi.”


Grizella hanya mengangguk.


“Kiss morning Daddy mana?”


Grizella tersenyum lalu mencium pipi Edgar.


“Sebelum berangkat sekolah, ayo kita sarapan pagi dulu.” Berjalan menuju ruang makan sambil menggendong Grizella.


Kepala pelayan menarik kursi untuk Grizella.


Aeri pun berdiri lalu mendekati Grizella. “Morning my princess.” Mencium pipinya.


Grizella tersenyum lalu duduk. “Morning Mommy.” Mencium pipi Aeri.


Edgar yang melihat itu langsung berjongkok didepan Grizella lalu menyentuh hidungnya. “Kenapa kalau Mommy kamu lansung kiss hm?” menaikkan alis. “Tapi kalau Daddy harus nanya dulu ke kamu, kiss morning Daddy mana?” kesalnya.


“Bukan begitu Daddy.” Memeluk Edgar lalu mencium pipinya lagi.


“Tidak, itu tidak benar.” Mengelak.


Aeri menggeleng heran lalu duduk kembali, begitu juga dengan Edgar.


Saat ini mereka sudah duduk di kursi masing-masing dengan posisi Edgar dan Grizella duduk bersebelahan. Sementara Aeri duduk didepan mereka berdua.


Pelayan 1, 2 dan 3 datang membawa beberapa piring yang berisi berbagai macam makanan yang sudah disiapkan oleh Aeri dan juga beberapa makanan tambahan dari pelayan.


Pelayan 1 dan 3 meletakkan dengan pelan semua piring di atas meja.


Pelayan 2 berjalan mendekati Grizella yang sedang melamun. “Nona cantik mau susu hangat atau tidak?”


Grizella menggelengkan kepala. “Aku tidak mau bi.”


“Buatkan saja untuk dia.” Perintah Edgar lalu mengelus rambut Grizella. “Kenapa kamu tidak mau minum susu?”

__ADS_1


Grizella hanya diam dengan wajahnya yang cemberut.


“Grizella harus minum susu agar sekolahnya semangat, oke.” Aeri meletakkan sayur, lauk dan yang lainnya di atas piring Edgar.


Grizella menatap Aeri. “Tapi Mom…..”


“Benar apa kata Mommy, Grizella harus minum susu untuk mengisi tenaga biar ga malas.” Sahut Edgar.


Aeri meletakkan roti di piring Grizella. “Makan ya, kalau tidak sarapan nanti kamu sakit. Emmm kalau kamu sakit Mommy dan Daddy pasti sedih.”


Grizella mengangguk patuh lalu mengambil roti itu dan mulai memakannya.


Pelayan 2 berjalan mendekati Grizella sambil membawa 1 gelas susu hangat lalu meletakkan gelas itu di depan Grizella. “Di minum ya Non.” Beranjak pergi.


Edgar mengambil gelas susu hangat itu lalu meminumkannya ke Grizella. “Ayo minum ini dulu.”


Grizella pun meminumnya.


Mereka bertiga pun sarapan bersama sambil mengobrol santai sampai selesai.


“Grizella?” panggil Aeri.


“Iya Mommy?”


“Kamu hari ini mau di antar Mommy, Daddy atau supir?”


Sesaat Grizella berpikir lalu menatap Edgar yang sedang minum. “Daddy.”


Edgar meletakkan gelasnya. “Baik Tuan putri, ayo kita berangkat sekarang.” Berdiri. “Tapi habiskan dulu susunya.”


Grizella langsung menghabiskan minumannya.


Aeri berdiri di samping Grizella. “Good job my princess.” Mengelus rambutnya.


Edgar merangkul bahu Aeri lalu menggenggam tangan Grizella. “Ayo berangkat, nanti terlambat.”


Mereka bertiga berjalan keluar menuju teras. Terlihat ada 2 buah mobil yang terparkir didepan sana. Mobil Edgar dan juga mobil untuk mengantar Grizella.

__ADS_1


...Bersambung……...


__ADS_2