
Pagi pun tiba, tetapi matahari tidak terbit karena cuaca yang sangat mendung diluar sana. Rintikan hujan mulai turun membasahi tanah yang kering.
Perlahan Edgar membuka kedua matanya. "Huaaa…. Aku harus segera ke rumah sakit." Tersenyum. "Grizella pasti menunggu kedatanganku." Beranjak pergi dari ranjang lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Setengah jam kemudian Edgar selesai mandi. Edgar berjalan mendekati cermin besar yang ada di kamarnya, sejenak Edgar berdiri di depan sana menatap wajah tampannya sambil bersiul.
"Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Grizella." Gumamnya di depan cermin. "Daddy, datang menemui mu." Tersenyum.
Beberapa saat kemudian Edgar keluar dari kamar, perlahan menuruni anak tangga lalu berhenti di ruang tengah.
Edgar berteriak memanggil kepala pelayan, tidak lama kemudian kepala pelayan berlari menghampirinya.
"Iya, ada apa Tuan?"
"Segera siapkan makanan untuk anak dan istriku, setelah itu langsung ke rumah sakit." Titahnya.
Kepala pelayan mengangguk patuh. "Baik Tuan."
Edgar pun berjalan keluar mansion, sesampai di teras terlihat sudah ada beberapa bodyguard sedang berdiri menunggu Edgar.
"Kalian mobil yang lain, aku ingin sendiri." Ucap Edgar tanpa menoleh.
Bodyguard 1 mengangguk sambil membuka pintu mobil untuk Edgar. "Baik bos."
Edgar pun masuk ke dalam mobil hitamnya, dengan pelan bodyguard 2 menutup pintu mobil itu.
Edgar menurunkan kaca mobil lalu menatap semua bodyguard yang berdiri di teras. "Bodyguard 1 dan bodyguard 2 ikut aku ke rumah sakit, yang lainnya disini saja." Menaikkan kembali kaca mobil.
Edgar mulai menghidupkan mesin mobil lalu melajukan mobilnya meninggalkan mansion diikuti mobil kedua bodyguard.
Sesampai di rumah sakit, Edgar bergegas berjalan menuju ruang inap VVIP Grizella yang berada di lantai 6.
Klekkkkk….
Edgar membuka pintu kamar VVIP itu lalu menutupnya, sementara kedua bodyguard berjaga di depan kamar. Edgar masuk ke dalam menghampiri Grizella yang sedang bersenda gurau dengan Aeri.
"Daddy." Teriak Grizella sangat bahagia melihat sang ayah datang.
Edgar langsung duduk di atas brankar Grizella lalu memeluknya dengan penuh kehangatan.
Edgar mengelus rambut Grizella dengan pelan. "Daddy sangat merindukanmu sayang, bagaimana bisa Daddy hidup tanpa kamu."
Grizella melepaskan pelukan. "Aku juga sangat merindukan Daddy, kenapa tadi malam Daddy tidak ada disini?" cemberut.
__ADS_1
Chuppp…
Sesaat Edgar mencium pipi halus Grizella. "Maaf ya, tadi malam Daddy ada urusan mendadak." Menoleh Aeri. "Sayang?" panggilnya.
Aeri mengelus lengan Edgar. "Iya sayang?"
"Arghhh." Seketika Edgar meringis kesakitan karena Aeri memegang luka yang ada di lengannya.
Aeri langsung melepaskan tangannya. "Kenapa? Apa yang terjadi padamu?" panik.
"Hah? Tidak ada, lupakanlah." Edgar tidak ingin membuat Aeri khawatir.
"Katakanlah, jangan berbohong!!!"
"Lenganku hanya terluka sedikit, tidak parah kok sayang." Tersenyum.
Grizella yang mendengar perkataan Edgar pun ikut khawatir. "Apa Daddy terluka?"
Edgar mengecup pucuk kepala Grizella. "Tidak kok."
Perlahan Aeri meraba lengan Edgar karena khawatir. "Sayang, bagian mana yang sakit? Apa sudah diobati? Kenapa bisa terjadi? Apa yang kamu lakukan tadi malam?" banyaknya pertanyaan membuat Edgar semakin tidak bisa menjawabnya.
Edgar terkekeh melihat Aeri yang sangat mengkhawatirkannya. "Sungguh, aku tidak apa-apa sayang." Mencium keningnya.
Edgar mengangguk. "Bagaimana kondisi Grizella? Apa yang sudah dikatakan oleh dokter?"
"Nanti ya kita bicarakan ini berdua saja." Menatap Grizella. "Princess, Mommy mandi dulu ya. Grizella sama Daddy dulu."
Grizella mengangguk. "Iya Mommy."
Aeri pun masuk ke dalam kamar mandi, Edgar mengajak ngobrol Grizella. Terlihat senyuman manis di bibir Grizella kembali membuat hati Edgar sangat bahagia.
Klekkkkk….
Bara dan Ernest masuk ke dalam sambil membawa beberapa mainan yang ada di tangan Ernest.
Bara duduk di samping Grizella. "Hi little princess."
Ernest tersenyum sambil melambaikan tangannya kepada Grizella lalu berdiri di samping Edgar.
"Apa kamu tahu, om membawakan banyak mainan untuk Grizella." Menunjuk semua mainan yang ada di tangan Ernest.
"Woahhhh… Banyak sekali mainannya."
__ADS_1
"Iya, ini semua om yang beli." Ucap Ernest.
Bara mengelus rambut Grizella dengan pelan. "Dia berbohong, ini semua pakai duit om." Tidak terima dengan perkataan Ernest.
"Tapi om yang memilih semua mainan ini." Sahut Ernest yang tidak ingin kalah dari Bara.
Grizella hanya terkekeh melihat mereka berdua bertengkar.
"Kalau mau bertengkar diluar, jangan disini!!!" kesal Edgar kepada mereka berdua yang datang-datang hanya ingin rusuh.
"Kami tidak bertengkar, hanya berdebat." Sesaat Ernest mengangkat sebelah alis membuat Grizella tersenyum.
"Pasti Daddy kamu tidak membelikan mainan yang banyak seperti ini." Ucap Bara.
"Iya, Daddy selalu melarang ku untuk membeli mainan yang banyak."
"Gimana kalau om saya yang menjadi Daddy kamu?" Bara menawarkan dirinya dengan tidak tahu malu.
"Sama om saja, om Ernest akan membelikan mainan yang lebih banyak dari ini."
Plakkkk…. Plakkkk….
Edgar memukul kepala mereka satu persatu dengan penuh kekesalan. "Mau kalian hasut apa anakku hah?" mengelus tangan Grizella. "Daddy melarang kamu membeli mainan yang banyak karena mainan kamu sudah banyak." Tersenyum. "Duit mereka tidak banyak seperti Daddy, jadi mereka tidak bisa membelikan kamu toko mainan."
Bara menyentuh pipi Grizella. "Daddy kamu sangat galak ya."
"Kenapa Grizella mau memiliki Daddy seperti dia?" tanya Ernest sambil terkekeh.
"Daddy tidak galak, Daddy selalu menyayangi ku dan Mommy." Grizella tidak terima mereka berdua mengatai Edgar.
"Baiklah, Daddy kamu memang paling baik." Bara tersenyum mengalah.
"Tapi om lebih baik daripada Daddy kamu." Goda Ernest.
"Tidak!!" kesal Grizella.
Edgar menatap mereka berdua dengan tajam. "Keluarlah, kalian disini hanya mengganggu ketenangan Grizella." Menatap Grizella. "Daddy selalu menyayangi kamu dan Mommy." Sesaat menoleh Bara dan Ernest. "Om-om tua ini memang selalu iri degan Daddy." Bisiknya membuat Grizella terkekeh.
Mereka melanjutkan candaan, beberapa menit kemudian Bara dan Ernest pamit pulang untuk kembali ke markas.
Bersambung….
Jangan lupa dukung Karya ini, terima kasih
__ADS_1