Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia
Meninggalkan Aeri


__ADS_3

Kini waktu menunjukkan pukul 4 sore. Edgar baru saja mendapatkan telpon dari BLOODS tentang kerjasama mereka.


Kini Edgar, Bara dan Ernest sedang duduk di ruang khusus untuk membahas kerjasama itu.


“Mereka baru saja menghubungi ku.” Edgar mengambil gelas kecil yang berisi alkohol lalu meminumnya.


Bara meraih botol alkohol. “Apa yang mereka katakan?”


“Apa jawaban mereka?” Tanya Ernest.


“Besok pagi kita akan berangkat ke malang.”


“Besok? Ku pikir setelah mendapatkan jawaban, beberapa hari lagi baru berangkat kesana.” Sahut Bara lalu beberapa kali meneguk minumannya.


“Tapi, kenapa tidak berangkat sekarang saja?” Ucap Ernest dengan santai.


BLOODS dari kelompok mafia berasal dari Malang, mereka sudah sangat sukses dalam bisnis gelap.


“Berapa hari kita disana?” tanya Ernest.


“Seminggu, sekalian liburan.” Sahut Ernest.


Edgar memukul kepala Ernest. “Apa kau gila, aku mempunyai istri dan aku tidak bisa meninggalkannya terlalu lama.” Kesalnya.


“Kenapa juga kau harus mempunyai istri.” Sahut Bara.


“Kalian berdua benar-benar bodoh.” Edgarkan menuangkan lagi alkhol ke dalam gelasnya. “Kalau kalian berdua ingin lebih lama, aku tidak masalah. Aku hanya 1 atau 2 hari disana.”


Mereka melanjutkan obrolan itu di ruang tengah hingga selesai.


Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, Edgar sedang meraih jaketnya lalu kunci mobil. Setelah itu, berjalan keluar kamar untuk mendatangi Bara dan Ernest yang sedang bermain PS disana.


“Apa kau mau pulang?” Tanya Bara tanpa menoleh ke arah Edgar.


“Iya.” Edgar melangkahkan kakinya keluar dari markas.


Kini mobil Edgar sudah keluar dari kawasan markas. Ia melaju hingga tiba di depan gerbang yang besar, Security yang melihat kedatangan Edgar langsung membuka gerbang setelah mobilnya masuk, Security menutup kembali gerbang itu.


Mobil Edgar sudah terparkir disana, Bodyguard yang berjaga di teras segera membuka pintu mobilnya. Edgar pun keluar dan langsung melempar kunci mobil itu kepada Bodyguard lalu masuk ke dalam.


Terlihat dari kejauhan Aeri sedang menuruni anak tangga, ia melihat kedatangan Edgar langsung menghampirinya.


“Apa kamu baru datang?” tanya Aeri yang sudah berdiri di depan Edgar.


Edgar mengangguk. “Malam sayang.” Mencium kening Aeri.


Aeri menyentuh dada Edgar. “Bersihkan dulu badan kamu, setelah itu ke ruang makan. Aku sudah memasak makanan kesukaan kamu.”


Edgar tersenyum lalu mendekatkan wajahnya.


Aeri langsung memundurkan kepalanya. “Mau apa kamu?” menyipitkan matanya.


“Cium.” Edgar nyengir sambil menatap bibir Aeri yang mungil.


“Kamu mandi dulu sana.”


“Oke, tapi sesudah mandi ya?” goda Edgar.


“Ih aapan.” Aeri mendorong tubuh Edgar agar pergi ke kamar.


Edgar tertawa melihat tingkah Aeri dan langsung berjalan ke kamar untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai, ia langsung berjalan menuju ruang makan.

__ADS_1


Kepala pelayan menarik kursi untuk Edgar. “Maaf Tuan, beberapa box alkohol sudah datang dan saya letakkan di gudang belakang.”


Edgar mengangguk lalu duduk.


“Apa kamu memesan alkohol lagi?” Aeri duduk sambil membawa daging kesukaan Edgar.


Edgar menggelengkan kepalanya.


Aeri membuang nafas dengan kasar. “Kamu di markas sudah sering minum kan?”


Edgar mengggeleng lalu mengangguk.


“Kenapa kamu di rumah juga minum?” Aeri meraih nasi dan beberapa lauk ke piring lalu meletakkan piring itu di depan Edgar.


“Tapi….”


“Aku seperti ini untuk menjaga kesehetan mu.” Jawab Aeri.


“Baiklah sayang, aku letakkan di markas saja kalau begitu.”


“Ekhem….” Edgar berdehem membuat kepala pelayan mendekatinya.


“Iya Tuan?”


“Pindahkan semua alkohol itu ke markas.” Perintahnya.


Kepala pelayan mengangguk dan beranjak pergi.


Aeri dan Edgar mulai menikmati makan malam mereka hingga selesai. Setelah itu, mereka berdua kembali ke kamar.


Saat ini Aeri dan Edgar sudah berbaring di kamar. Terlihat ada kilatan petir dari jendela karena hujan yang mau turun, cuaca saat ini sedang sejuk.


“Apa saja yang kamu lakukan selama aku tidak berada di samping mu?” tanya Edgar sambil mengelus kepala Aeri. “Apa kamu nakal?”


“Tidak…. Aku hanya ke supermarket terus mencoba untuk membuat kue dan lain-lain.”


Edgar mencium kepala Aeri. “Sayang?”


“Iya?” Aeri mendongakkan kepalanya.


“Aku besok mau berangkat ke Malang.”


Aeri melebarkan matanya. “Malang? Untuk apa? Kenapa mendadak?” tanyanya. “Kenapa kamu baru…..” Ucapan Aeri terpotong ketika bibir Edgar berhasil mendarat di bibirnya.


“Dengarkan dulu penjelasan ku.” Edgar tersenyum. “Karena aku ingin mengurus kerjasama dengan seseorang yang ada disana.”


“Berapa hari kamu disana?” Aeri merasa tidak semangat setelah mendengar itu.


“Tidak lama sayang, secepatnya aku akan pulang.”


Aeri cemberut. “Sungguh…. Aku tidak bisa jauh darimu, aku selalu saja merindukan mu.”


Edgar terkekeh lalu menyentuh hidung Aeri sekilas. “Sayang apakah kamu tahu, aku juga begitu. Maka dari itu aku usahakan untuk pulang secepatnya.”


Aeri mengangguk sambil tersenyum.


Siapa yang bisa berjauhan dengan seseorang yang dicintai? Ya begitulah…. seseorang akan tersiksa jika rindu itu datang dan orang yang di rindukan jauh dari pandangan.


Tidak ada obat untuk rindu selain pertemuan.


Edgar menatap Aeri penuh kebahagiaan. Tangan Edgar mulai memegang leher Aeri lalu memberikan kecupan di bibir Aeri.

__ADS_1


Chupp…….


Aeri pun membalas kecupan itu.


Kini kecupan mereka bertahan beberapa detik dengan mata yang saling memadang satu sama lain.


Dua orang yang sudah saling mencintai, mereka tidak bisa berjauhan tetapi ada jarak yang harus memisahkan mereka. Walau tidak lama, tapi bagi mereka itu sangatlah lama.


Perlahan Edgar ******* bibir Aeri dan mulai memperdalam lumatannya. Aeri mulai merubah posisinya dengan tangan yang melingkar di leher Edgar, ciumam mereka berlanjut hingga tertidur.


**


Pagi pun tiba, matahari terbit begitu terang sehingga Aeri terbangun. Ia beranjak dari ranjangnya lalu membuka semua gorden, setelah itu pergi ke kamar mandi.


Setengah jam kemudian, Aeri selesai. Dan ia berjalan ke ranjang untuk membangunkan Edgar yang masih tertidur pulas. Ketika Edgar sudah bangun, ia segera pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan sebelum Edgar berangkat ke Malang.


Waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi, Edgar baru selesai. Ia segera turun ke ruang makan untuk sarapan bersama.


Kepala pelayan menarik kursi untuk Edgar.


“Sayang?” panggil Edgar sambil duduk.


Aeri datang sambil membawa jus lalu meletakkan di depan Edgar. “Minumlah.” Duduk di kursi.


Edgar mengangguk lalu meminum jus yang di buat oleh Aeri untuknya hingga habis.


Beberapa pelayan datang membawa makanan lalu meletakkan di atas meja mereka. Kepala pelayan menuangkan air putih di gelas mereka masing-masing, setelah itu semua pelayan kembali ke dapur. Sementara kepala pelayan berdiri di dekat Edgar.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, mereka berdua selesai makan.


Edgar meraih tangan Aeri lalu mengelusnya. “Aku berangkat dulu ya.”


“Apa kamu langsung ke bandara?” tanya Aeri.


“Tidak, aku ke markas dulu.” Mencium tangan Aeri beberapa kali.


Edgar pun berdiri begitu juga dengan Aeri, mereka berjalan ke teras rumah.


Sesaat Edgar mencium kening Aeri. “Aku pergi dulu ya, jangan kemana-mana. Tunggu aku kembali.”


“Iya sayang, berhati-hatilah.” Aeri tersenyum. “Jagalah hatimu untukku.” Ucap Aeri.


“Iya sayang, aku pasti menjaganya hingga bertemu lagi dengan mu.” Edgar tersenyum.


“Aku titip istriku kepada kalian!!” Ucap Edgar kepada beberapa Bodyguard dan kepala pelayan yang saat ini sedang berdiri di dekatnya.


Edgar menunjuk supir. “Dan kau harus menemani istriku kemana pun ia pergi, jangan biarkan dia menyetir sendiri!!”


“Iya Tuan.”


Edgar masuk ke dalam mobil dan mulai menjalankan hingga keluar dari gerbang.


Aeri masuk kembali ke dalam rumah, dan yang lainnya kembali ke tempat mereka masing-masing.


Padahal Edgar begitu berat meninggalkan Aeri, tetapi ia harus melakukan ini agar bisnis gelapnya semakin sukses.


...- First time saya membuat cerita ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan...


...- Jika suka dengan ceritanya, jangan lupa dukung terus karya ini. Terima kasih...


...Bersambung……...

__ADS_1


__ADS_2