Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia
Pemandangan yang indah S2 (Bab 6)


__ADS_3

Pagi dengan cuaca yang sangat mendung. Waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Terlihat sepasang suami istri dan anaknya masih tertidur pulas di bawah selimut mereka bertiga.


Beberapa menit kemudian perlahan Aeri membuka matanya sambil menguap, pemandangan pagi Aeri sangat indah yang dimana ada Grizella dan juga Edgar sang suami disampingnya.


“Setiap pagi dengan pemandangan seperti ini, sungguh membuatku terasa sangat bahagia.” Mengecup kening Grizella dan juga Edgar.


Aeri merubah posisi menjadi duduk sesaat mengumpulkan nyawa yang belum terkumpul penuh lalu beranjak dari ranjang berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Setengah jam kemudian Aeri pun selesai. Aeri berjalan keluar kamar menuju dapur, seperti biasa Aeri akan menyiapkan sarapan pagi untuk Edgar dan juga Grizella dan dibantu oleh beberapa pelayan.


Walaupun di rumah itu ada banyak pelayan tetapi Aeri tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang istri yang pada umumnya ditambah Aeri sangat pandai memasak.


Sesampai di dapur Aeri langsung menyiapkan semuanya, pelayan 2 berjalan mendekati Aeri.


“Nyonya susu untuk Grizella stoknya sudah habis, nanti kepala pelayan yang membelinya.”


“Saya yang akan membelinya karena saya juga mau keluar. Pagi ini masih ada tidak stok susunya?” tanya Aeri sambil memotong sayur.


“Sudah tidak ada.”


“Oke baiklah, buatkan saja dia jus.”


“Baik.” Beranjak pergi.


Aeri melanjutkan lagi aktivitas memasaknya.


“Aku hari ini akan bersenang-senang.” Gumam Aeri sambil tersenyum.


Tidak lama kemudian Aeri selesai dengan kesibukannya. Aeri beranjak dari dapur menuju kamarnya untuk membangunkan Grizella dan Edgar.


“Apa mereka sudah bangun?” berjalan menaiki anak tangga. “Tapi ku rasa belum.”


Klekkk….


Aeri membuka pintu lalu berjalan masuk ke dalam dan benar saja, mereka berdua masih tertidur pulas di atas ranjang.


Aeri duduk di ujung ranjang. “Sayang sudah pagi, ayo bangun.” Rengeknya sambil mengelus rambut Edgar. “Sayang.” Menggoyang-goyang badan Edgar.


“Huaaaaa……. Aku masih mengantuk sayang.” Sahut Edgar dengan mata yang masih terpejam.


“Ayo bangun.” Berdiri.


Edgar langsung menahan tangan Aeri. “Kiss morning dulu sayang.” Merubah posisi menjadi duduk.


“Hm.” Aeri menurunkan badannya lalu menatap Edgar.


Chupppp….

__ADS_1


Kecupan bibir diberikan Aeri lalu berjalan mendekati kaca besar untuk membuka semua gorden yang masih tertutup.


“Sayang bangunkan Grizella.” Teriaknya.


Edgar menoleh sang putri yang masih tertidur. “Grizella.” Mencium keningnya. “Ayo bangun, sudah pagi.” Mengelus pipinya.


Selesai membuka semua gorden, Aeri duduk kembali di atas ranjang lalu membangunkan Grizella.


“My princess, bangun yuk sudah waktunya sekolah.” Mengelus lengannnya. “Nanti kamu terlambat.”


“Huaaaaaa, aku masih mengantuk.”


Aeri langsung saja menggendong Grizella lalu membawa ke kamarnya untuk bersiap-siap pergi ke sekolah. Aeri pun memandikan Grizella setelah itu Aeri memeriksa kelengkapan sekolah Grizella.


Saat ini Edgar, Aeri dan Grizella sedang berada di ruang makan untuk sarapan pagi bersama.


“Grizella?” panggil Edgar.


Grizella menoleh. “Iya Daddy?”


“Hari ini kamu diatar supir ya, pagi ini Daddy ada urusan.”


Grizella mengangguk tersenyum sambil memakan roti yang ada ditangannya.


Beberapa menit kemudian mereka semua selesai sarapan dan langsung berjalan ke teras depan.


“Iya Daddy.” Teriak Grizella. “Dah Mommy, Daddy.” Melambaikan tangan.


Grizella sudah masuk ke dalam mobil, supir berjalan mendekati Edgar dan Aeri.


“Saya berangkat dulu.”


“Hati-hati, jangan sampai Grizella kenapa-kenapa.”


Supir mengangguk. “Baik Tuan.” Berjalan ke arah kursi kemudi lalu masuk ke dalam.


Mobil Grizella pun mulai berjalan meninggalkan halaman Mansion, sepasang suami istri masih berdiri diteras menunggu kepergian mobil sang anak.


Edgar mengecup kening Aeri. “Sayang, aku pergi dulu ya.” Mengelus rambutnya. “Kalau mau keluar rumah sama supir atau Bodyguard, apa kamu mengerti?” sekilas menyentuh hidung Aeri. “Ingat, jangan menyetir mobil sendiri!”


Aeri mengangguk. “Iya suamiku.” Tersenyum.


Edgar mengecup bibir Aeri sejenak ********** begitu juga dengan Aeri, beberapa menit kemudian Edgar melepaskan ciumannya lalu berjalan mendekati mobilnya.


“Hati-hati sayang.” Teriak Aeri sambil melambaikan tangan.


Setelah mobil Edgar keluar dari gerbang, Aeri berjalan masuk ke dalam untuk berolahraga pagi, setelah itu bersiap-siap untuk pergi ke Mall.

__ADS_1


***


Saat ini mobil Grizella baru saja berhenti di halaman sekolah. Supir langsung turun untuk membuka pintu Grizella lalu meraih tangannya.


“Hati-hati Non.”


Grizella memegang tangan supir lalu turun dengan pelan.


“Cepat masuk, nanti Nona terlambat.”


“Iya pak.” Berjalan masuk ke dalam.


Kayla berjalan mendekati Grizella. “Morning cantik, baru datang ya?” mengelus kepalanya.


Grizella mengangguk.


Sesaat Kayla melihat mobil yang tadi mengantar Grizella. “Tadi Grizella diantar sama siapa? Daddy?”


Grizella menggeleng. “Bukan.” Berjalan dengan cepat meninggalkan Kayla.


***


Saat ini Edgar, Trevor, dan Ernest sedang bersantai di dekat kolam renang yang ada di markas.


“Aku merindukan Grizella, sudah lama tidak melihatnya.” Bara menoleh Edgar. “Bagaimana kabar Grizella?”


“Baik.”


“Nanti aku ingin mengajak Grizella jalan-jalan.” Sahut Ernest.


“Kalau mau mengajaknya jalan harus melakukan pendekatan dulu.” Jelasnya. “Kalau tidak begitu Grizella tidak akan mau, apalagi jalan bersama orang seperti kalian.”


Plakkk…


Bara yang mendengar itu langsung memukul kepala Edgar. “Kau pikir kami penjahat hah.”


“Hahahaha Grizella memang sangat susah untuk dekat dengan orang lain.” Ernest meneguk minuman sodanya.


Edgar beranjak dari kolam renang berjalan masuk ke dalam markas. “Beberapa menit lagi kumpul di ruang khusus.”


“Apa ada hal yang penting.”


“Ya.” Teriak Edgar.


Edgar berjalan menuju kamarnya yang ada di atas untuk beristirahat sebentar dan juga menelpon seseorang.


...Bersambung……...

__ADS_1


__ADS_2