
“Kenapa kau tidak memberitahu ku terlebih dahulu jika ada yang ingin bekerja menjadi pelayan hah?” Edgar mulai emosi kini perasaannya bercampur aduk.
“Maaf Tuan…… Bukan begitu, sebelumnya Tuan pernah membicarakan ini kepada saya jika ada orang yang ingin bekerja menjadi pelayan di rumah ini maka itu menjadi tugas saya menerima atau tidaknya…..” Jelasnya.
Edgar mengencangkan kepalan tangannya. “Kenapa aku bisa kecolongan seperti ini……” Ucap Edgar. “LIHAT!!!” berteriak dengan lantang di depan kepala pelayan membuat suasana dapur mencekam. “Istri ku tidak ada!! Dan pelayan baru itu juga tidak ada di sini.”
“Sungguh Tuan saya juga tidak tahu kemana pelayan baru itu.” Ucap kepala pelayan. “Maaf Tuan jika saya melakukan kesalahan.”
“Pelayan 6 mana?” tanya Edgar.
“Hari ini dia tidak bekerja Tuan, semalam ia meminta izin kepada saya untuk pulang ke kampung halamannya.” Jelas kepala pelayan. “Mungkin 2 atau 3 hari lagi dia akan kembali ke rumah ini.
Edgar membuang nafas dengan kasar. “Jangan suruh dia kembali lagi, mulai hari ini dia ku pecat!!” Ucap Edgar.
Kepala pelayan mengangguk. “Baik Tuan, nanti akan saya sampaikan kepada pelayan 6."
Disaat emosi Edgar sedang memuncak, tiba-tiba salah satu pelayan memberanikan diri untuk mendekati Edgar. Pelayan 5 berjalan sambil membawa satu gelas yang tadi ia temui di atas meja makan
“Permisi Tuan…..” Ucap pelayan 5.
Edgar menatapnya. “Ada apa?”
Pelayan 5 menyerahkan satu gelas itu kepada Edgar. “Saya menemukan gelas ini disana Tuan.” Menunjuk ke arah meja makan.
Edgar mengambil gelas itu lalu berjalan menuju meja makan diikuti semua pelayan, sementara Bodyguard 1 dan Bodyguard 2 berdiri di depan pintu dapur.
“Kau menemukan gelas ini di sini?” Edgar berdiri di dekat meja makan.
“Iya Tuan.”
Edgar menatap gelas itu dan mengamati. “Tadi Bodyguard bilang tadi malam ia pergi ke dapur?” gumamnya. “Argh!!Ada yang tidak beres ini.” Kesalnya.
“SIAL!!!!”
“Ray, Tian.” Edgar memanggil kedua Bodyguard.
Kedua Bodyguard yang sedang berdiri di depan pintu itu pun berlari ke dalam setelah Edgar berteriak memanggil nama mereka berdua.
“Iya bos?” kedua Bodyguard berdiri di depan Edgar.
“Kalian semua harus pergi ke setiap sudut ruangan.” Perintahnya. “Terutama ke ruang monitor dan cek lagi semua cctv! Pastikan semuanya tidak ada yang terlewat.” Tegasnya. “Aku tidak mau tahu, secepatnya istriku harus di temukan! Dan juga cari anak buah Mike.”
Terlintas di pikiran Edgar tentang JUNGLE KINGDOM, mengingat kejadian yang lalu bahwa Edgar menolak mereka untuk melakukan kerjasama itu.
“Baik bos.” Jawab Bodyguard 2. Kedua Bodyguard itu pun pergi meninggalkan dapur dan berlari menuju ruang tamu.
__ADS_1
Edgar menatap lagi gelas yang ada di tangannya. “Jika kau dalang dari semua ini…. Maka kau akan mati di tangan ku.”
Craaanggggg!
Edgar melemparkan gelas itu ke lantai lalu melangkahkan kakinya keluar dari dapur.
Semua pelayan yang menyaksikan itu pun sangat terkejut melihat sikap Edgar seperti orang yang ingin memangsa.
“Begitu menyeramkan.” Ucap pelayan 3.
“Ya begitulah jika Tuan sedang marah besar, nyawa kita pun bisa ikut melayang.” Sahut pelayan 1.
“Sudah Sudah, lanjutkan pekerjaan kalian…” Perintah kepala pelayan.
Pelayan 2 hanya menggelengkan kepalanya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Semua pelayan melanjutkan tugas mereka masing-masing tidak lupa membersihkan serpihanan kaca pecah akibat gelas yang di lempar Edgar tadi.
Edgar berjalan keluar. Di tengah perjalanan ia melihat kedua Bodyguard sedang berdiri di dekat ruang kerjanya. Edgar mendekati mereka berdua.
“Kalian berdua ikut aku!!” perintah Edgar lalu melanjutkan lagi langkahnya hingga di teras rumah.
Kedua Bodyguard itu menghentikan langkahnya tepat di belakang Edgar. “Apa yang akan kita lakukan bos?” tanya Bodyguard 2.
“Baik bos. Kami usahakan Nona Aeri cepat ketemu, mereka semua sudah berpencar.” Sahut Bodyguard 1.
Sejenak Edgar menatap langit, perlahan rintikan hujan sudah mulai reda. Tetapi awan masih mendung. Ia mulai melangkahkan kakinya menuju pos keamanan dengan badan yang tegak pandangan lurus ke depan.
Edgar masuk ke dalam pos itu. “Ekhemmm…..” Berdehem lalu menghentikan langkahnya.
Beberapa Security yang sedang duduk langsung berdiri dan mendekat setelah melihat kedatangan Edgar Dale Nichols.
“Tadi malam siapa yang berjaga di sini?” tanya Edgar dengan tatapan menyeramkan.
“Sa… Saya Tuan….” Jawab Security 1.
“Kemana kau tadi malam hah? Apa kau tidak berjaga?”
“Saya berjaga Tuan. Sungguh……” Security 1 kebingungan.
“Kenapa Tuan bertanya seperti itu? Memangnya apa yang terjadi?” batin Security 1.
“Kenapa kau membiarkan seseorang masuk ke dalam hah?” lagi dan lagi Edgar berteriak.
“Ma….Maksudnya Tuan? Saya tidak mengerti, karena……”
__ADS_1
Bugh………… Bugh……. Bugh…..
Edgar memukul wajah Security 1 beberapa kali, beberapa Security yang menyaksikan itu ketakutan karena sang Tuan terlihat sangat marah.
Edgar meraih baju bagian dada lalu menariknya. “Katakan padaku, kemana kau tadi malam?” mendekatkan wajahnya. “JAWAB!!!” wajah Edgar sudah sangat memerah.
“Ta……Tadi malam yang berjaga ada 2. Tapi Security 2 izin tidur sebentar karena ia sedang tidak enak badan, jadi ia meminta saya untuk berjaga sendirian dulu.” Jelasnya. Edgar hanya diam dengan tangan yang masih menarik baju Security 1. “Tapi ketika saya sedang berjaga, tiba-tiba perut saya sakit Tuan, saya langsung pergi ke Toilet…..” Sambungnya.
“Kenapa kau tidak membangunkan dia?” Edgar menunjuk Security 2 yang sedang tertunduk.
“Maaf Tuan…. Sungguh, saya sudah tidak kuat menahannya.”
Bugh….
Edgar memukul lagi wajah Security 1 itu lalu mendorong dengan kasar hingga tubuhnya tersungkur di lantai dengan keadaan hidung yang mengeluarkan darah.
“Kalian berdua ku pecat!!” ucap Edgar.
Security 1 dan Security 2 langsung duduk bersimpuh di depan Edgar dengan tangan Security 2 yang memegang kedua kaki Edgar.
Kedua Bodyguard yang melihat itu, mereka langsung menarik paksa kedua Security agar menjauh dari Edgar. Tetapi Security 2 berontak karena ia tidak ingin di pecat.
Bugh…..
Bodyguard 2 menendang security 2. “Kau bisa diam tidak! Apa kau tidak mendengar apa yang di katakan oleh bos?” kesalnya.
“Ekhemm….” Edgar berdehem membuat kedua Bodyguard mendekatinya.
“Aku mau pergi ke markas, kalian berdua tidak usah mengikuti ku! Kalau kalian mendapatkan informasi mengenai istriku segera hubungi ku atau lakukan sesuatu.” Perintahnya.
Kedua Bodyguard mengangguk. “Baik bos.” Sahut Bodyguard 2.
Edgar pun keluar dari pos keamanan dan berjalan menuju garasi mobil. Sesampai di garasi, ia memilih mobil sport berwarna biru tua.
Supir yang daritadi di garasi mobil melihat kedatangan Edgar ia langsung mengambilkan kunci mobil itu lalu membukakan pintu untuknya.
“Apa Tuan pergi sendiri?”
Edgar memberikan anggukan lalu masuk ke dalam. Ia mulai memasang seat belt dan menjalankan mobilnya hingga keluar dari halaman rumah.
...- First time saya membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan banyak kekurangan...
...- Jika suka dengan ceritanya, jangan lupa dukung terus karya ini dengan cara like, vote, gift dan favorit. Terimakasih ...
...Bersambung……....
__ADS_1