Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia
Bertemu Al (End S1)


__ADS_3

Saat ini Aeri sedang mengajak ngobrol Grizella, sesaat Grizella tersenyum. Tiba-tiba ada seseorang yang berteriak memanggil nama Aeri.


Aeri langsung menoleh mencari sumber suara. “Al?” batinnya.


Al berdiri tepat di depan bangku yang Aeri tempati. “Sore.” Tersenyum. “Kamu apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu.” Menyodorkan tangannya.


Aeri pun berdiri lalu membalas jabatan tangan Al. “Baik, kamu sendiri gimana?” melepaskan jabatan.


“Aku baik juga.” Tersenyum lalu terfokus pada stroller. “Ini anak siapa? Kamu?”


Aeri tersenyum. “Iya anakku.”


“Anak kamu perempuan ya?”


“Iya perempuan.”


“Dia sangat cantik seperti ibunya.”


“Hahaha terima kasih pujiannya.” Ucap Aeri sedikit malu.


“Emm kapan-kapan kita bertemu lagi ya kalau bisa bersantai di café, sudah lama tidak mengobrol dengan kamu.”


“Boleh boleh.”

__ADS_1


“Suami….” Ucap Al terpotong ketika melihat Edgar berjalan ke arah mereka.


“Sayang.” Panggil Edgar berjalan mendekati mereka sambil membawa satu manisan yang berbentuk pokemon lalu berdiri di samping Aeri dan menyerahkan manisan itu kepada Aeri. “Tadi aku membelikan ini untuk mu.”


“Terima kasih sayang.” Mengambil manisan dari tangan Edgar.


Edgar menatap Al dengan tajam. “Kenapa pria ini bisa bersama kamu dan Grizella?”


Aeri menyentuh bahu Edgar. “Tadi…..”


“Aku hanya kebetulan lewat dan melihat dia sedang sendirian di taman.” Al mencoba untuk menjelaskan. “Aku pikir dia hanya berdua saja.” Sesaat melihat ke arah stroller. “Aeri aku pergi dulu ya, sehat-sehat kalian berdua.”


Al beranjak pergi menuju mobil hitam yang terparkir di ujung taman. Terlihat ada beberapa orang berpakaian hitam disana, Al langsung masuk ke dalam mobil itu.


“Hah?” Aeri langsung menyentuh bibirnya. “Ah tidak tidak, itu hanya……”


Tanpa basa basi Edgar langsung mengangkat Grizella dari stroller lalu berjalan duluan meninggalkan Aeri dan stroller.


“Sayang” teriak Aeri. “Kok aku di tinggal.” Mendorong stroller menyusul Edgar lalu berjalan di sampingnya. “Kamu kenapa hanya diam saja? Apa aku ada melakukan kesalahan?”


“Aku membelikan manisan itu buat kamu, tapi kamu malah asik ngobrol dengan pria lain.”


Aeri tersenyum jahil setelah mendengar penjelasan Edgar. “Sayang, itu kan teman lama aku. Dia juga tidak macam-macam hanya menanyakan kabar ku, sungguh tidak lebih dari itu.

__ADS_1


Edgar menghentikan langkahnya lalu menatap Aeri. “Bukankah tadi aku menyuruh mu jangan kemana-mana?” menaikkan alisnya. “Kenapa kamu malah jalan berduaan dengan Grizella? Bagaimana kalau terjadi sesuatu kepada kalian?”


Aeri terkekeh. “Maaf ya, tadi aku capek berdiri jadi aku memutuskan untuk mencari tempat duduk. Tiba-tiba Al datang, selang beberapa menit kamu datang.” Jelasnya. “Tidak Ada obrolan lebih.”


“Baguslah.” Ucap Edgar dengan cuek.


“Sayang kamu cemburu ya?” goda Aeri.


“Tidak, aku hanya khawatir dengan Grizella karena kamu membawanya pergi tanpa pengawasan dariku.”


Aeri berdiri di depan Edgar. “Benarkah? Atau memang karena kamu cemburu?” godanya lagi.


“Tidak, aku biasa saja.”


“Kamu berbohong.” Aeri menyentuh pipi Grizella lalu menatapnya. “Sayang…. Lihatlah, Daddy mu sedang cemburu.” Ledeknya.


“Memangnya kenapa kalau aku cemburu hah?” menjauhkan Grizella dari Aeri.


“Ih sayang anak ku…..” Mencoba mendekati Grizella. “Tidak ada, maaf ya kalau aku membuat mu cemburu. Sungguh aku hanya mencintai mu, percayalah” melingkarkan tangannya di lengan Edgar. “Ayo kita nikmati senja di sore hari.” Melihat ke arah langit.


Dengan pelan Edgar meletakkan Grizella di stroller lalu mendorongnya. Mereka pun jalan-jalan di taman itu sambil tertawa bersama.


Terima kasih untuk S1🌹

__ADS_1


__ADS_2