
Cuaca di pagi hari yang sangat mendung. Beberapa saat rintikan hujan mulai turun, suara gemuruh petir saling bersahutan.
Edgar yang masih betah di bawah selimutnya, 5 menit kemudian dengan perlahan matanya mulai terbuka.
“Huaaaaa…..” Edgar menguap, sejenak ia mengumpulkan nyawa yang masih tertinggal di bawah alam mimpi.
Edgar mengubah posisinya menjadi duduk lalu menatap ke arah samping. Ia melihat Aeri sudah tidak ada di sampingnya. “Kemana dia?” gumamnya. “Apa dia sudah bangun?” merentangkan kedua tangannya sambil menggerakkan kepalanya ke kanan dan kiri.
Seketika pandangannya terfokus pada gorden yang masih tertutup. “Tapi kenapa gorden kamarku masih tertutup?” mematikan lampu tidur. “Apa mungkin dia lupa membuka gordennya?”
Edgar beranjak dan berjalan ke arah kaca besar untuk membuka semua gorden. “Hujan? Kemana dia pergi pagi-pagi begini? Kenapa dia tidak membangunkan ku jika mau pergi?” gumamnya sambil melihat ke arah luar. “Ah kenapa aku jadi mengkhawatirkannya.” Berjalan ke arah kamar mandi.
Sesampai di kamar mandi, Edgar langsung saja membuka bajunya dan berendam di bathtub beberapa menit. Setengah jam kemudian, Edgar keluar dari kamar mandi dan segera bersiap.
Edgar berjalan ke arah penyimpanan parfum dan jam tangan, di pasangnya jam tangan lalu menyemprotkan parfum ke pakaiannya dan juga leher. Setelah itu ia keluar kamar.
Kini Edgar mulai menuruni satu persatu anak tangga sambil memperhatikan orang-orang yang berbadan besar yang masih berjaga. Seperti biasa Edgar duduk di sofa ruang tamu terlebih dahulu sebelum keluar rumah untuk bersantai sejenak.
Edgar memanggil salah satu Bodyguard yang ada di sekitarnya. Bodyguard itu pun mendekati Edgar dan berdiri di depannya. “Iya bos.”
“Bagaimana penjagaan tadi malam? Apa semuanya aman?” tanya Edgar.
“Aman bos. Semuanya berjaga secara bergantian.” Ucap Bodyguard 12. Ia berjaga di sekitar ruang tamu, jarak ruang tamu ke dapur lumayan jauh.
“Lalu bagaimana keadaan markas?”
“Aman juga bos.”
Edgar memberi kode kepada Bodyguard 12 agar pergi dari hadapannya. Bodyguard 12 pun kembali ke tempatnya.
Edgar melihat ke arah dapur. “Apa dia sedang memasak? Tapi kenapa lama sekali?” beranjak dari ruang tamu dan berjalan ke arah dapur.
“Memangnya dia kemana? Kenapa pagi ini dia belum juga menyuruhku untuk sarapan?” batinnya.
Edgar bingung kenapa Aeri tidak menyuruhnya sarapan, karena semalam ia sudah berjanji akan membuatkan makanan lagi untuknya.
Sesampai di dapur, Edgar sama sekali tidak melihat batang hidung Aeri ada disana. Terlihat beberapa pelayan lalu lalang menjalankan tugasnya.
“Aeri.” Edgar berteriak membuat pelayan 8 mendekat ke arahnya.
“Maaf Tuan, Nona Aeri belum ada ke dapur pagi ini.” Ucapnya.
Edgar yang mendengar itu melebarkan matanya. “Apa dia pergi keluar? Atau kemana?”
__ADS_1
"Saya tidak tahu Tuan."
Edgar pun berlari keluar dari dapur.
“Ada apa Tuan Edgar mencari Nona Aeri? Apa Nona Aeri pergi keluar lalu tidak memberitahu Tuan Edgar?” gumam pelayan 8. “Sepertinya Tuan Edgar sedang mengkhawatir Nona.”
Edgar melihat ada kepala pelayan berjalan masuk ke dalam dari ruang tamu, ia segera menghampirinya. “Sejak kapan kau ada disini?” tanyanya.
“Baru tadi pagi Tuan, saya baru saja selesai membersihkan kolam renang samping. Ini mau melanjutkan membersihkan kolam renang yang ada di kamar Tuan.” Jelas kepala pelayan.
“Apa kau ada melihat istriku?”
“Tidak ada Tuan, bahkan pagi ini saya belum ada melihat istri Tuan. Memangnya Nona pergi kemana?” tanya kepala pelayan. “Apa Nona tidak izin dulu kepada Tuan jika mau pergi keluar?”
“Tidak ada. Aku bangun tidur dia sudah tidak ada di kamar.” Jelas Edgar. “Aku pikir tadi dia pergi ke dapur, tetapi di dapur juga tidak ada. Lalu dia pergi kemana?” Edgar langsung berlari keluar rumah untuk mendatangi supir yang biasa mengantar mereka berdua.
Edgar melihat supir sedang berada di garasi mobil untuk memanaskan beberapa mesin mobil yang ada disana.
Edgar langsung mendekati supir. “Apa kau tidak pergi?”
“Tidak Tuan, saya baru saja memanaskan mesin mobil. Apa Tuan atau Nona ingin pergi?”
“Apa istri ku ada kesini?”
“Sial, lalu dia pergi kemana?” gumam Edgar dan masuk kembali ke dalam rumah.
Edgar menghentikan langkahnya di depan Bodyguard 1. “Suruh semuanya berkumpul di ruang tamu, sekarang juga!!” perintah Edgar lalu melanjutkan langkah menuju ruang tamu.
Edgar pun duduk di sofa sambil menunggu seluruh Bodyguard berkumpul di sana. Dengan suasana hatinya yang sangat gelisah karena ia tidak tahu keberadaan Aeri saat ini dimana, pergi kemana? Dan dengan siapa.
Dengan wajahnya yang mulai memerah karena kemarahannya yang sudah tidak bisa di tahan.
“Kenapa mereka lama sekali? Arghhhhhhhh.” Kesalnya.
Dretttt…. Dretttt….. Dretttt….
Tiba-tiba ponsel Edgar berdering. Di ambilnya ponsel dari dalam saku dan melihat siapa yang menelponnya, terlihat nama Bara di layar ponsel. Ia langsung mematikan karena suasana hatinya benar-benar sangat buruk, di memasukkan kembali ponsel ke dalam saku.
Tidak lama ponselnya di masukkan, kini ponselnya kembali bergetar tetapi di diamkan saja.
**
MARKAS HEREWOLF
Ernest dan Bara sedang bersantai di pinggir kolam renang. Karena mereka baru saja selesai melakukan aktivitas olahraga di pagi hari yang mendung ini.
__ADS_1
“Kenapa dia tidak mengangkat telpon ku?” kesal Bara.
“Mungkin dia masih tertidur.” Sahut Ernest.
“Padahal kita hari ini ada jadwal ke tempat pengiriman barang.” Ucap Bara. “Atau kita pergi berdua saja?”
“Nanti siang saja kalau mau kesana, aku ingin bersantai dulu.” Ernest beranjak.
“Kau mau kemana?” tanya Bara.
“Aku ingin merebus mie.”
“Aku juga ya, karena aku mau berenang dulu.”
Ernest pergi ke dapur untuk merebus mie mereka berdua. Bara mulai membuka bajunya dan dengan perlahan menurunkan kakinya ke kolam renang.
“Huh dingin.” Gumamnya.
**
Di ruang tamu yang begitu luas, puluhan orang sedang berkumpul disana menyaksikan kemarahan sang bos karena istrinya tidak ada di rumah.
Bodyguard 1 berjalan mendekati Edgar yang sedang duduk dan menatap tajam ke arah mereka semua.
“Memangnya ada apa bos, menyuruh kami berkumpul disini?” tanya Bodyguard 1.
Edgar pun berdiri sambil melipat kedua tangannya di dada lalu menatap mereka satu persatu. “Istri ku tidak ada di rumah! Aku tanya kepala pelayan, dia tidak ada melihat istriku pagi ini. Dan Eri (Supir) tidak ada keluar rumah atau melihat istriku.” Ucap Edgar membuat semua Bodyguard yang mendengar itu melebarkan mata secara bersamaan dan saling pandang memandang karena mereka memang menjaga keamanan setiap saat.
Ketakutan mereka muncul ketika tatapan tajam Edgar ke arah mereka, karena mereka tahu jika sang bos marah maka habislah mereka.
“Lalu kemana dia pergi?” sambung Edgar.
“Apa Nona tidak memberitahu bos terlebih dahulu jika dia pergi?” tanya Bodyguard 2 yang sedang berdiri di samping Bodyguard 1.
Edgar membuang nafasnya dengan kasar sambil melangkahkan kakinya ke arah mereka, kini semua Bodyguard tertunduk tidak berani menatap Edgar.
“Tadi waktu aku bangun, dia sudah tidak ada di sampingku! Dan semua gorden di kamar ku juga masih tertutup.” Berdiri di depan mereka dengan jarak yang sangat dekat.
“Apa tadi malam kalian semua berjaga?” tanyanya. “JAWAB!!!” Teriaknya membuat orang yang saat ini tertunduk langsung menatap ke arahnya.
...- First time saya membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan...
...- Jika suka dengan ceritanya, jangan lupa dukung terus karya ini dengan cara like, vote, gift dan favorit. Terimakasih...
...Bersambung……....
__ADS_1