Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia
Cinta itu misteri


__ADS_3

Suasana di ruangan itu semakin mencekam, Lewis dan Trevor berjalan mendekati Mike lalu berdiri di sampingnya.


Aeri dan Edgar saling tatapan, air mata Aeri daritadi mengalir membasahi pipinya. Tiba-tiba hidungnya mengeluarkan darah, Aeri tidak bisa mengusap darah itu karena tangannya yang masih terikat. Edgar yang melihat hidung Aeri mengeluarkan darah langsung menatap Mike, sementara Mike hanya tersenyum menyaksikan itu.


“Bodoh!!” Edgar menatap tajam ke arah mereka. “Ku bilang jangan sentuh atau lukai dia, LIHAT!!!!!” menunjuk Aeri.


Edgar menggeleng-geleng kepala. “Berani-beraninya kau melukainya hah.” Bejalan dengan pelan ke arah mereka berdiri. “Kau benar-benar pengecut! Kau bermasalah hanya dengan ku bukan istriku!” menghentikan langkahnya, kini jarak mereka tidak terlalu jauh.


“Kenapa? Memangnya kenapa?” Mike tersenyum sambil menaikkan ujung bibir kiri “Benar dugaan ku, kau pasti akan menemui ku.”


“Yang kau hadapi hanya aku.” Ucap Edgar.


Mike menodongkan kembali pistolnya ke arah Aeri.


“Ku bilang turunkan senjata mu.” Teriak Edgar melihat Aeri yang ketakutan saat pistol Mike ke arahnya.


Semua Bodyguard dan bawahan yang ada di sana sudah siap untuk berjaga-jaga.


“Kenapa? Kau takut kan istrimu itu mati? Hahahaha aku orang yang menginginkan kehancuran mu. Aku adalah orang yang menunggu penderitaan mu.” Ucap Mike. “Karena aku tidak ingin menunggu, maka akulah yang akan melakukannya.”


“Kalau kau memang bermasalah dengan ku, kenapa kau tidak langsung membunuh ku saja? Hah?” lagi dan lagi Edgar berteriak. “Kenapa kau malah melukainya.”


Mike yang mendengar itu hanya tertawa.


Edgar mengambil pistol dari dalam jaketnya lalu menodongkan ke arah Mike. “Jangan lakukan itu kepadanya.” Pintanya. “Jika kau berani melakukan itu, nyawa mu aku habisi!!” ancamnya.


“Aku tidak peduli itu.” Mike tertawa keras.


Kini pistol Edgar masih mengarah ke Mike, Begitu juga Mike yang masih mengarah ke Aeri.


Beberapa orang yang di dalam sana masing-masingnya menodongkan pistol satu sama lain. Beberapa saat kemudian ruangan itu hening tidak ada yang berbicara satu pun.


Aeri melihat ke arah Edgar lalu Mike, tiba-tiba Mike ingin melepaskan tembakannya ketika tatapan Edgar ke arah Aeri.


Aeri sedikit menggerakkan badannya menghadap Bodyguard untuk menghindari arahan pistol Mike. Edgar yang melihat pergerakan Aeri ia langsung melihat Mike lalu berlari untuk menjatuhkan senjata yang ada di tangannya. Tanpa ada aba-aba Mike langsung melepaskan tembakannya.


Mike tersenyum jahat ke arah Aeri.

__ADS_1


Dorrrr……


Edgar telat beberapa detik alhasil Aeri terkena tembakan, dengan kemarahan yang sudah memuncak beberapa kali Edgar melepaskan tembakannya .


Dor…. Dor…. Dor….


Edgar melepaskan tembakan ke arah Mike, Lewis dan Trevor. Jungle Kingdom langsung terjatuh ke lantai dengan darah yang bercucuran keluar.


Dor… Dor….. Dor……


Semua yang ada di sana saling melepaskan tembakan, sampai akhirnya Jungle Kingdom dan anak buahnya terkapar di lantai.


Edgar berlari ke arah Aeri dan segera melepaskan semua ikatan yang ada di tangan dan kaki Aeri.



Saat ini posisi Aeri sangat lemah tidak berdaya. Ernest dan beberapa bawahan mendekati Edgar, sementara yang terkena tembakan kembali ke dalam mobil untuk mengobati luka mereka masing-masing, Bara juga terkena tembakan di bagian lengannya.


“Aeri…….” Edgar berteriak memanggil namanya. Ia menepuk-nepuk pipi Aeri. “Aku disini, tolong bangunlah……”


“Edgar, kau bawa dia ke rumah sakit. Aku tinggal disini dulu dengan beberapa bawahan.” Ucap Ernest. “Aku ingin mengurus mereka dulu, sepertinya mereka sekarat.”


Edgar mengangguk. "Letakkan mereka semua ke kandang harimau."


"Baik." Ernest langsung beranjak untuk mengurus Jungle Kingdom.


Edgar memasukkan kembali pistolnya dan langsung membawa Aeri keluar dari ruangan sambil berlari.


“Cepat!!” teriak Edgar sambil menggendong Aeri.


Bodyguard 1 membuka pintu mobil bagian belakang, Egdar langsung masuk. Bodyguard 1 kembali menutup dan langsung ke kursi kemudi.


Kini mobil Edgar sudah pergi meninggalkan tempat itu, mobil melaju menuju rumah sakit terdekat yang ada di sana.


“Bertahanlah sayang.” Ucap Edgar tanpa sadar air matanya turun membasahi pipi, ia tidak tega melihat keadaan Aeri saat ini.


Pertama kalinya Edgar memanggil sayang kepada Aeri, yang dulunya seorang Edgar Dale Nichols selalu bersikap kasar kepada Aeri kini mulai berubah. Saat ini Aeri di ambang kematian, di wajahnya penuh dengan luka dan juga memar.

__ADS_1


Aeri dengan perlahan membuka matanya tetapi pandangannya buram, tidak bisa melihat dengan jelas wajah orang yang saat ini ada di dekatnya.


“Sa….sayang?” ucap Aeri tergagap. “Ka…kamu memanggil ku sayang?”


Edgar menatap Aeri dengan mata yang berembun sambil mengangguk lalu menyentuh pipi Aeri dengan tangan kanannya. “Lihat wajah kamu banyak yang terluka, berdarah. Pipi kamu juga ada yang membiru.” Tetesan air mata perlahan turun.


Siapa yang tega melihat orang yang dicintai disakiti atau dilukai oleh orang lain.


Edgar menggeleng-geleng. “Aku tidak bisa melihat kamu seperti ini.”


“A…aku takut…..” Lirih Aeri.


“Sayang…. Aku ada di sini, kamu tidak perlu takut.” Edgar tersenyum tipis. Pandangannya tidak lepas dari Aeri.


“A….apa kamu sudah mencintai ku?” tanya Aeri tiba-tiba, masih sempat dia bertanya seperti itu kepada Edgar untuk memastikan bahwa Edgar memang sudah mencintainya.


Edgar tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dengan pelan. “Kamu tidak usah banyak berbicara.” Ucapnya. “Kamu harus selamat.”


Bodyguard 1 dan Bodyguard 2 yang duduk di depan mendengar percakapan mereka pun saling tatap-menatap dan tersenyum. Mereka ikut bahagia mendengarnya, karena mereka tahu sendiri bagaimana Edgar memperlakukan Aeri sebelumnnya. Bahkan tidak pernah ada rasa kasihan sama sekali kepada Aeri, kini Edgar sudah berubah.


Bodyguard 1 melihat ke arah kaca spion tengah sambil tersenyum setelah itu kembali fokus pada jalanan. “Nona Aeri pasti sangat bahagia setelah ini.” Batinnya. “Bertahan lah untuk Bos Edgar.” Gumamnya dalam hati.


Berbicara tentang cinta, semua orang tidak tahu dan tidak akan sadar dengan cinta yang ada di hatinya. Cinta? Cinta bisa tumbuh kapanpun seiring berjalannya waktu, sekalipun beberapa jam atau bahkan menit yang lalu berkata aku tidak mencintainya, tapi seketika langsung berubah menjadi aku mencintainya. Cinta itu benar-benar misteri tidak ada yang menyangka kemana ia berlabuh dan dimana ia akan menetap.


Tapi seseorang yang saling mencintai hidupnya akan selalu bahagia, kenapa? Karena percayalah orang yang mencintai tidak akan menyakiti mu. Jika dia mengatakan aku mencintai mu tapi dia menyakiti mu, berarti itu tidak benar-benar mencintai mu.


Apakah kalian pernah mencintai orang? Paling lama berapa tahun? Jika kalian mencintai orang, apakah kalian berani untuk menyakitinya? Tidak! Sejatinya orang yang mencintai akan selalu berusaha memberi kebahagiaan tanpa alasan apapun yang membuat orang di cintai tersakiti.


Percayalah suatu hari nanti akan ada seseorang yang benar-benar mencintai dan selalu berusaha untuk membahagiakan. Tapi, ketika sudah mendapatkan cinta dari seseorang maka jagalah cinta itu. Dan jangan lupa meminta kepada Tuhan untuk selalu menjaga kebahagiaan dan hatinya agar tidak berubah. Cinta itu bisa datang dan bisa juga pergi.


Aeri selalu bertanya-tanya kapan takdir baik itu datang, ya takdir baiknya sudah datang. Edgar sudah mulai mencintainya, apa yang akan terjadi setelah ini?


...- First time saya membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan...


...- Jika suka dengan ceritanya, jangan lupa dukung terus karya ini dengan cara like, vote, gift dan favorit. Terimakasih...


...Bersambung...........

__ADS_1


__ADS_2