
Tanpa terasa air mata Aeri turun membasahi pipi mulusnya.
“Aku berterima kasih kepada Tuhan karena telah memberikan rasa cinta di hati ku untuk mu. Dan menitipkan anak yang masih berada di dalam perut mu.” Edgar melepaskan pelukan lalu berjongkok di depan Aeri dan mencium perut yang sudah membesar itu. “Aku sangat menanti anak kita lahir ke dunia.”
“Aku juga sayang, sebentar lagi baby kita akan berada di tengah kita.” Tersenyum.
Edgar berdiri lagi lalu memeluk Aeri kembali. “Aku bukan tipe orang yang selalu memberikan kejutan, tetapi aku akan memastikan semua kebutuhan dan kebahagiaan akan aku berikan di setiap harinya untuk mu.
"Terima kasih sayang sudah mencintai aku dengan setulus hati mu, aku sangat bahagia ketika mendengar semua kata-kata manis dari mulut mu.”
Pelukan mereka bertahan beberapa menit, Edgar mengajak Aeri untuk berdiri lalu mengecup bibirnya beberapa kali.
“Aku sangat mencintai mu sayang.” Ucap Edgar penuh dengan perasaan.
“Aku juga mencintai mu sayang.” Balas Aeri.
Edgar memegang tengkuk leher Aeri lalu bibirnya mulai ******* bibir Aeri, begitu juga dengan Aeri. Ciuman mereka bertahan lama diiringi musik yang sangat indah.
**
Saat ini mereka sudah berada di kamar, waktu menunjukkan pukul 12 malam. Daritadi Aeri tidak bisa tidur dengan nyenyak karena perut yang semakin membesar.
__ADS_1
Tiba-tiba Edgar terbangun lalu melihat Aeri yang gelisah, perlahan menyentuh perut Aeri. “Kamu kenapa sayang?” khawatir.
“Aku tidak bisa tidur dengan nyenyak.”
Edgar merubah posisinya menjadi duduk. “Kamu bersandar dulu ya.” Membantu Aeri untuk bersandar.
“Malam ini baby sangat aktif dan juga aku merasa perut sedikit kram.”
“Kram? Sakit ya?” terlihat jelas kekhawatiran dari wajah Edgar saat ini. “Aku telpon dokter ya, aku tidak bisa membiarkan kamu seperti ini.”
Aeri mengelus lengan Edgar. “Aku tidak apa-apa sayang, sungguh……” Tersenyum.
“Tidak, kamu harus di periksa oleh dokter terlebih dahulu agar nanti kamu bisa tidur dengan nyenyak”
“Sebentar aku telpon dokter dulu.” Edgar mengambil ponsel di samping bantalnya.
“Sudah jam 12 malam, dokter sudah istirahat.” Ucap Aeri.
“Tidak, pekerjaan dokter itu harus standby 24 jam untuk pasien karena kapanpun pasti di butuhkan.”
Edgar beranjak dari ranjang untuk menelpon salah satu dokter yang sering memeriksa kehamilan Aeri. Edgar baru saja mematikan telpon, ia pun berjalan mendekati Aeri lalu mengelus punggung belakangnya.
Tidak lama kemudian dokter datang dan langsung memeriksa Aeri. Setelah itu dokter beranjak pergi meninggalkan kamar mereka.
Edgar mengelus perut Aeri. “Anak daddy tenang dulu ya, kasihan mommy kamu tidak bisa tidur dengan nyenyak. Biarkan mommy istirahat ya.” Mencium perutnya lalu mencium kening Aeri.
__ADS_1
“Tidur lah yang nyenyak sayang.” Bisik Edgar di telinga Aeri.
“Iya sayang aku usahakan untuk tidur dengan nyenyak.”
Edgar mengelus lembut perut Aeri. “Selamat tidur sayang.”
Aeri mendongakkan kepalanya untuk menatap Edgar. “Iya sayang.” Beberapa kali mengecup bibir Edgar.
“Jangan menggoda ku seperti itu hm…..”
“Hahaha aku tidak menggoda mu sama sekali, aku sangat menyukai bibir kamu.” Aeri mengusili Edgar sambil terkekeh kecil.
“Apa kamu ingin kita bermain malam ini?” Edgar menaikkan alisnya.
“Tidak, aku sudah mengantuk.” Aeri membelakangi Edgar. “Huaaaaaa.”
Edgar tersenyum manis melihat tingkah Aeri lalu memeluknya dari belakang. Tidak lama kemudian mereka berdua memasuki mimpi.
...- First time saya membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan...
...- Jika suka dengan ceritanya, jangan lupa dukung terus karya ini. Terima kasih...
...Bersambung……...
__ADS_1