Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia
Aeri cemburu


__ADS_3

Aeri baru selesai memoles make up nya, ia segera berdiri dari kursi lalu meraih tasnya dan berjalan keluar kamar untuk mendatangi Edgar yang menunggunya di ruang tamu.


Sesampai di ruang tamu, Aeri melihat Edgar sedang duduk sambil memainkan ponsel yang ada di tangannya.


“Ayo.” Ajak Aeri sambil tersenyum.



Edgar menoleh lalu berdiri sambil memasukkan ponsel ke dalam sakunya, sejenak ia menatap Aeri dari ujung kepalanya sampai ujung kaki.


“Ekhem…..” Edgar berdehem, membuat Aeri menatapnya dengan heran. “Kenapa pakaian mu seperti itu?” tanyanya. “Segera ganti pakaian mu! Aku tunggu.” Perintahnya kepada Aeri sambil menunjuk ke arah tangga.


Aeri menunduk untuk menatap pakaiannya. “Ta…Tapi, bukankah ini terlihat sangat cantik?”



Saat ini Aeri sedang kemeja berwarna putih dan rok pendek di atas lutut, ia sangat terlihat cantik. Tapi Edgar tidak mau Aeri berjalan keluar dengan pakaian seperti itu.


“Ya memang terlihat cantik dan sangat cocok. Aku tidak masalah jika kamu berpakaian seperti ini, tapi cukup di depan ku saja.” Edgar mendekatkan wajahnya lalu berbisik. “Atau di dalam kamar.”


Aeri dengan reflek langsung mendorong tubuh Edgar.


“Kenapa kamu malah mendorong ku?"


Aeri menggelengkan kepalanya karena gugup setelah mendengar apa yang di bisikkan oleh Edgar tadi kepadanya.


Edgar tersenyum lalu meraih kedua tangan Aeri sambil mengelus lembut. “Dengar ya!! Aku tidak mau dan tidak akan berbagi dengan orang lain. Kamu adalah milikku! Milikku akan tetap menjadi milikku!! Jadi semua yang ada di dirimu itu hanya untukku!!”


Pria mana yang rela tubuh wanitanya dilihat atau dinikmati oleh pria lain, walaupun hanya sedikit melihat.


“Dan tubuhmu bukan untuk menjadi tontonan orang-orang diluar sana, kalau kamu ingin keluar gunakanlah pakaian yang panjang.” Jelas Edgar. “Apa kamu mengerti sayang?”


Aeri tersenyum dan mengangguk. “I-iya sayang….”


“Bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta kepadanya, hampir setiap hari bahkan setiap saat ia mengatakan hal-hal manis dari mulutnya tentang ku.” Batin Aeri.


“Apa yang sedang kamu pikirkan?” tanya Edgar memecahkan lamunan Aeri.


“Hah? Tidak ada. Aku mengganti pakaian dulu.” Aeri berjalan meninggalkan ruang tamu menuju kamar untuk mengganti pakaian.


Aeri memilih pakaian yang lumayan menutup tidak pendek. Tapi itu tidak mengurangi kecantikan wajah dan tubuh Aeri. Ia sudah selesai, segera mendatangi Edgar di ruang tamu.

__ADS_1



Edgar menatap Aeri. “Kenapa kamu sangat cantik?”


“Hah?”


Edgar meraih tangan Aeri lalu menggenggam tangannya. “Hari ini jangan ada yang menggangguku, karena aku ingin jalan-jalan dengan istri ku.” Teriaknya di tengah ruangan yang dimana ada beberapa pelayan dan Bodyguard yang lalu lalang.”


Saat ini Aeri dan Edgar sudah berada di dalam mobil, mereka hanya berdua saja tanpa ada Bodyguard yang menjaga. Mobil mereka mulai berjalan keluar dari halaman rumah.


Mobil Edgar sudah menyusuri jalanan kota dengan kecepatan sedang, diiringi alunan musik yang indah membuat hati keduanya terasa bahagia.


Drett…. Dretttt…. Dretttt…..


Tiba-tiba ponsel Edgar bergetar, ia segera meraih dan melihat siapa yang menelpon.


Sejenak Aeri menoleh Edgar lalu mengalihkan pandangannya ke depan. “Ada yang menelpon mu.” Ucapnya. “Kalau kamu sibuk, aku sendiri saja jalan-jalannya.”


Edgar tersenyum dan segera mengangkat telpon. “Aku hari ini ada kesibukan dengan Nona cantik.” Ucapnya membuat Aeri kembali menoleh ke arahnya. “Dan aku tidak bisa membiarkannya pergi sendiri.” Menatap Aeri sambil tersenyum. “Jadi kalian saja yang kesana.” Mematikan telpon lalu memasukkan lagi ponsel ke dalam sakunya.


“Kenapa melihat ku seperti itu?” tanya Edgar.


Aeri menggelengkan kepalanya.


Aeri diam tidak menjawab pertanyaan Edgar.


“Oh kamu ingin pergi sendiri? Hm…… Karena kamu ingin tebar pesona dengan laki-laki lain, yakan?” icap Edgar tanpa menoleh Aeri.


“Hah? Tidak tidak…. Itu tidak benar.” Bantah Aeri.


Edgar mendekatkan wajahnya. “Jangan berani macam-macam dengan ku.” Tersenyum jahil.


“Siapa takut?” Aeri menantang sambil mengedipkan sebelah matanya.


Edgar menaikkan satu alisnya. “OH sekarang kamu sudah berani ya?”


“Tidak… Aku hanya….”


“Kita hari ini akan bersenang-senang.” Edgar tersenyum sambil mengelus rambut Aeri dengan tangan kirinya.


“Aku sangat bahagia jika dia selalu bersikap seperti ini kepadaku, semoga dia tetap seperti ini.” Bergumam dalam hati sambil tersenyum tidak jelas, sejenak ia menatap Edgar yang sedang fokus menyetir.

__ADS_1


“Kamu ingin pergi kemana dulu?” tanya Edgar.


Aeri terdiam sesaat untuk berpikir. “Ke toko buku, aku ingin membeli buku novel.”


Edgar mengangguk dan melajukan mobilnya hingga sampai di parkiran. Mereka berdua turun dan masuk ke dalam.


Aeri berjalan duluan untuk mencari buku novel yang ia inginkan tetapi tidak ada juga. Ia mencari pegawai toko untuk bertanya, setelah ia sang pegawai berjalan duluan untuk menunjukkan kumpulan beberapa novel.


Sejenak Aeri melihat-lihat buku novel yang ada di depannya, sementara Edgar hanya mengikuti Aeri dari belakang. Sudah hampir 10 menit Aeri tidak juga beranjak, Edgar memutuskan untuk ke tempat lain untuk menghilangkan rasa bosannya karena menunggu Aeri.


Edgar berjalan-jalan yang tidak tahu kemana tujuannya, tiba-tiba ia melewati seorang wanita yang sedang kesusahan untuk mengambil buku yang letaknya ada di atas. Tanpa basa basi Edgar mengambilkan buku itu dengan posisi yang lumayan dekat dengan wanita itu.


Aeri yang sudah selesai memilih buku novel, ia pun mencari-cari keberadaan Edgar sampai akhirnya ia melihat Edgar dengan wanita lain.


“Apa yang kamu lakukan disini?” tanya Aeri.


Edgar menoleh dengan wajah yang kaget. “Hah? Tidak, aku hanya membantunya mengambil buku ini.” Mengambil buku yang di atas lalu menyerahkan kepada wanita yang ada di hadapannya.


“Terimakasih. Mbak jangan salah paham dulu, dia hanya membantu saya untuk mengambil buku ini.” Jelas wanita itu sambil mengangkat buku yang tadi. “Sekali lagi terimakasih, saya permisi dulu.” Beranjak pergi meninggalkan mereka berdua.



Aeri berjalan duluan menuju kasir tanpa berbicara apapun. Edgar langsung menyusul Aeri ke kasir.


“Ini.” Edgar menyerahkan black card miliknya kepada kasir, Aeri hanya diam.


Selesai membayar, Aeri berjalan duluan keluar dan menuju parkiran. Sesampai di mobil tidak ada percakapan sama sekali, membuat Edgar kebingungan ingin memulai pembicaraan darimana.”


Edgar menghadap Aeri lalu meraih tangan Aeri dan menggenggamnya. “Apa kamu marah?” Tanya Edgar, tetapi Aeri tidak menjawab apapun. “Sayang? Apa kamu cemburu? Sungguh….. Aku hanya membantu, tidak lebih dari itu.”


Aeri menoleh Edgar. “Benarkah?”


Edgar mengangguk dan tersenyum. “Iya sayang, percayalah di hati ku hanya ada kamu. Tidak ada yang lain.” Meletakkan tangan Aeri di dadanya.


Aeri tersenyum dan mengangguk. “Iya aku percaya padamu.”


Edgar kembali ke posisinya dan mulai menghidupkan mesin mobil. Ia pun menjalankan mobilnya meninggalkan toko buku itu, terlihat banyaknya motor dan mobil yang membuat sedikit macet di dekat sana.


...- First time saya membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan...


...- Jika suka dengan ceritanya, jangan lupa dukung terus karya ini. Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung……...


__ADS_2