Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia
Al meninggal? S2 (Bab 11)


__ADS_3

Aeri dan Grizella sudah siap untuk jalan-jalan, mereka berdua berjalan menuruni anak tangga dengan wajah Grizella yang sangat bahagia.


Sebelumnya Aeri sudah mengirim pesan kepada Edgar bahwa Aeri ingin mengajak Grizella jalan-jalan dan akan menyetir mobil sendiri. Edgar pun mengizinkan asal kedua bodyguard ikut mereka berdua.


Kedua bodyguard yang melihat mereka pun bergegas berlari menghampiri mereka.


"Kalian mau kemana?" tanya bodyguard 1.


"Aku ingin mengajak Grizella jalan-jalan." Ucap Aeri. "Kenapa? Kalian berdua mau ikut?" menaikkan kedua alis.


Kedua bodyguard saling menyenggol lalu nyengir tanpa berbicara apapun.


Aeri merangkul Grizella. "Tapi aku ingin berdua saja dengan Grizella, bukan begitu cantik?" usilnya.


Grizella mengangguk. "Iya, kami pergi berdua saja. Kalian jangan ikut!"


Sesaat bodyguard 2 berdehem. "Tidak bisa begitu cantik, Daddy sudah memberi pesan kepada kami berdua tidak membiarkan Mommy pergi sendiri atau pergi berdua saja dengan kamu."


"Benar itu." Sahut bodyguard 1.


"Oke baiklah, tapi…. Tapi kalian berdua pakai mobil yang lain dan hanya melihat dari kejauhan jangan dekat-dekat!!!" pinta Aeri.


Kedua bodyguard pun mengangguk secara bersamaan. "Baik Nyonya."


Aeri dan Grizella berjalan menuju teras, terlihat di depan sudah ada sebuah mobil terparkir di sana.


Mereka pun langsung masuk ke dalam mobil, begitu juga dengan kedua bodyguard masuk ke dalam mobil yang ada di belakang mobil Aeri.


Aeri memasang seat untuk dirinya dan juga Grizella. "Bagaimana cantik? Sudah siap?"


Grizella mengangguk. "Iya Mommy."


Sesaat Aeri menoleh Grizella. "Let's go?"


teriak penuh kebahagiaan.


"Mommy mau mengajak ku kemana?" tanya Grizella penasaran.


Aeri mengangkat kedua bahunya. "Mommy juga tidak tahu." Terkekeh kecil. "Pokoknya sore ini kita akan bersenang-senang." Mulai menjalankan mobil meninggalkan teras rumah.


"Go, Mommy." Teriak Grizella sambil mengangkat tangan kanan ke atas.


Aeri berencana mengajak Grizella ke suatu tempat yang di mana banyak tempat bermain dan di dekat sana juga ada kuliner yang biasanya di adakan 1 bulan sekali di daerah itu.


Aeri dan Grizella baru saja turun dari dalam mobil, mereka pun masuk ke dalam kuliner di ikuti kedua bodyguard dari kejauhan.


Aeri mengelus pelan kepala Grizella. "Sayang, apa kamu ingin membeli sesuatu?" tanyanya dengan nada lembut.


Grizella hanya diam melihat orang-orang yang sedang berjualan.


Mereka berdua berjalan masuk ke dalam lagi, Grizella pun membeli beberapa makanan yang di sukainya.


Saat ini Aeri dan Grizella baru saja membeli sosis bakar berukuran jumbo dengan posisi masih berdiri di tempat orang jualan sosis itu.


Grizella pun ingin mulai memakan sosis bakar yang ada di tangan kanannya itu. "Aw." Seketika meringis kesakitan.


Aeri menurunkan badannya lalu menatap Grizella. "Kenapa?" terkekeh kecil melihat sosis yang ada di tangannya. "Ini masih panas, sini Mommy bantu dinginkan." Mengambil sosis bakar itu dari tangan Grizella, sesaat meniup lalu memasukkan sosis bakar ke dalam mulut Grizella. "Pelan-pelan makannya."

__ADS_1


Dengan pelan Grizella menggigit sosis bakar itu lalu mengunyahnya. "Terima kasih Mommy." Tersenyum.


"Ayo kita cari tempat untuk duduk." Beranjak dari sana sambil menggenggam tangan Grizella.


Aeri pun membawa Grizella ke taman yang ada di dekat tempat kuliner itu, terlihat di sekitar sana juga banyak di sediakan bangku.


Aeri memutuskan untuk bersantai dengan Grizella di taman itu sambil makan beberapa cemilan yang mereka beli.


Aeri mengusap ujung mulut Grizella. "Enak?"


Grizella hanya mengangguk sambil mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya.


"Setelah ini kita langsung pulang ya? Nanti Daddy marah kalau kita terlalu lama berada di luar rumah."


"Aku ingin membeli mainan."


"Baiklah, nanti kita singgah ke toko mainan." Tersenyum. "Habiskan dulu makanan kamu." Sesaat melihat sekitar. "Lalu minum." Membuka tutup botol minuman lalu menyerahkan kepada Grizella.


.


.


.


Sebuah mobil hitam sedang terparkir di dekat taman dengan 1 kaca mobil yang terbuka dan orang yang berada di dalam mobil itu melihat ke arah Aeri dan Grizella.


"Bukankah itu istri Edgar?" tanya Trevor sambil menunjuk mereka berdua.


Lewis melihat ke arah yang ditunjuk Trevor. "Iya benar istri Edgar."


Mike mengamati Aeri dan Grizella dengan serius, sesaat menyeringai.


"Sepertinya begitu." Sahut Lewis.


"Tutup kaca mobil, kita kembali ke markas." Titah Mike.


.


.


.


"Ayo kita pulang." Ajak Aeri.


"Iya Mommy, aku sudah kenyang." Nyengir.


Mereka pun beranjak dari taman menuju tempat parkiran dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari mereka duduk tadi.


Saat ini mereka berdua sudah berada di dalam mobil, di tengah perjalanan tiba-tiba Aeri teringat Al yang ingin bertemu dengan Grizella.


Aeri menganggap Al benar-benar murni sahabat, karena Edgar sedang tidak ada di rumah jadi Aeri memutuskan untuk mengajak Grizella bertemu dengan Al.


"Grizella, nanti dulu ya ke toko mainannya."


Grizella menoleh. "Kenapa?"


"Mommy ingin mengajak kamu bertemu dengan sahabat Mommy." Sesaat menoleh Grizella sambil tersenyum.

__ADS_1


Grizella mengangguk patuh. "Oke Mommy."


Aeri melajukan mobilnya menuju alamat rumah Al, hingga tidak lama kemudian mobil mereka berhenti di depan rumah yang sederhana.


Aeri meraih tangan Grizella lalu menggenggamnya. "Ayo."


Mereka pun berjalan mendekati pintu rumah Al, diperhatikan oleh kedua bodyguard yang masih berada di dalam mobil.


"Nyonya mencari siapa?" tanya bodyguard 1.


"Jangan bertanya, aku juga tidak tahu." Sahut bodyguard 2.


Beberapa Aeri mengetuk pintu rumah itu sambil memanggil Al, tetapi tidak di buka juga membuat Aeri kebingungan.


"Di mana Al? Apa dia sedang tidak ada di rumah?" gumam Aeri.


Tiba-tiba Aeri melihat ada seseorang yang berjalan melewati rumah Al, Aeri bergegas menghampiri orang itu sambil berteriak memanggil orang tersebut.


"Maaf saya mau tanya, apa bapak tahu orang yang punya rumah ini kemana?" tanya Aeri.


Bapak tua melihat rumah itu. "Orang yang ada di rumah itu sudah meninggal karena kecelakaan, baru tadi malam ia di kuburkan."


Seketika Aeri membulatkan kedua matanya. "Yang benar saja? Tidak mungkin." Sangat tidak percaya dengan ucapan sang bapak tua.


"Apa kamu tidak tahu?" tanya bapak itu kepada Aeri.


Aeri menggeleng cepat. "Tidak, tidak mungkin." Masih tidak percaya.


"Saya pergi dulu ya karena ada urusan." Beranjak pergi.


"Padahal aku baru saja bertemu dengannya." Gumam Aeri.


Tanpa terasa air mata pun turun membasahi pipi, rasanya seperti mimpi.


"Kenapa Mommy menangis?" tanya Grizella kebingungan.


Aeri bergegas mengusap air mata lalu menatap Grizella. "Mommy tidak apa-apa." Tersenyum.


Kedua bodyguard yang melihat Aeri seperti itu pun langsung turun dari dalam mobil lalu menghampiri mereka yang masih berdiri di depan sana.


"Kenapa Nyonya menangis?" tanya bodyguard 1 yang penasaran.


"Tidak ada, aku tidak apa-apa."


"Lebih baik kita pulang, saya yang akan menyetir mobil kalian. Bahaya kalau Nyonya yang menyetir dalam keadaan seperti ini." Ucap bodyguard 1.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil, sementara bodyguard 2 kembali ke mobil yang satunya.


"Kita mampir ke toko mainan." Pinta Aeri.


Bodyguard 1 mengangguk sambil menghidupkan mesin mobil lalu menjalankan mobil meninggalkan tempat itu menuju toko mainan.


Tiba-tiba Aeri teringat kenangan bersama Al , bagaimana Al menghiburnya ketika Aeri sedang bersedih atau ada masalah.


Ketika air mata ingin turun lagi, dengan cepat Aeri mengusapnya karena tidak ingin Grizella ikut bersedih.


Bersambung…..

__ADS_1


Jangan lupa dukung Karya ini, terima kasih


__ADS_2