Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia
Mimpi buruk S2 (Bab 5)


__ADS_3

3 buah mobil baru saja memasuki halaman Mansion lalu memarkir di teras.


Brak….


Edgar, Aeri dan Grizella turun dari dalam mobil lalu berjalan masuk ke dalam. Sementara bawahan yang ikut mereka tadi berjalan ke pos keamanan.


Mereka bertiga sedang menaiki anak tangga, Grizella langsung berlari ke kamarnya begitu juga dengan Edgar dan Aeri.


Klekk…


“Sayang kamu mandi duluan, aku mau bersantai dulu di balkon.”


“Iya sayang.” Berjalan menuju kamar mandi, sementar Edgar ke balkon kamar.


Tidak lama kemudian Aeri selesai mandi, saat ini Aeri mengenakan pakaian tidurnya yang cukup menerawang.


Edgar berjalan masuk ke dalam kamar lalu melihat Aeri. “Sayang jangan menggodaku.”


“Ish aku tidak menggoda, matamu saja yang tidak dijaga.”


“Hahaha kenapa terlihat kesal hm?” memeluk Aeri dari belakang.


“Sudah ih, aku mau menyiapkan makan malam dulu.”


Edgar semakin mempererat pelukan. “Bukankah ada pelayan.”


“Sayang…..” Aeri menaikkan nadanya.


“Iya iya.” Melepaskan pelukan lalu mengecup bibir Aeri.


Aeri berjalan keluar kamar sambil tersenyum karena dijahili Edgar.


Klekk…


Edgar berjalan masuk ke dalam kamar Grizella.


“Grizella, ayo makan makan dulu.” Mendekati ranjang lalu menggenggam tangan Grizella.


“Ayo Daddy.” Tersenyum.


Edgar dan Grizella menuruni anak tangga lalu berjalan menuju ruang makan.


Kepala pelayan yang melihat kedatangan mereka langsung menarik kursi untuk Edgar dan juga Grizella.


Pelayan 2 meletakkan beberapa piring yang berisi makanan dan gelas di atas meja.


Pelayan 1 berjalan mendekati Grizella. “Nona princess mau susu tidak?”


Grizella mengangguk. “Mau bi.”


Pelayan 1 beranjak pergi ke dapur membuatkan susu untuk Grizella.


Terlihat Aeri berjalan mendekati meja makan sambil membawa makanan kesukaan Grizella. “Princess Mommy kenapa wajahnya cemberut?” meletakkan didepan Grizella.

__ADS_1


Edgar yang mendengar itu langsung menatap Grizella. “Kamu kenapa? Sakit?”


Grizella menggelengkan kepalanya. “Tidak, Grizella tidak sakit.”


“Ya sudah kamu makan dulu, setelah itu istirahat ya.” Mengelus rambut Grizella lalu mengambil sendok dan garpu. “Mungkin Grizella kelelahan.”


“Sepertinya begitu.” Sahut Aeri.


Edgar melihat piring yang berisi daging. “Daging kesukaanku.” Mengambil daging itu lalu memotongnya.


“Kamu jangan keseringan makan daging sayang.”


“Iya sayang.” Memakan dagingnya.


Mereka pun makan bersama sambil berbincang sampai selesai.


“Bawa Grizella ke kamarnya lalu temani dia sampai tertidur.” Perintahnya kepada kepada pelayan.


“Baik Tuan.” Meraih tangan Grizella. “Ayo non kita ke kamar.”


“Daddy, Mommy, aku ke kamar dulu ya.”


“Iya sayang, nanti Mommy menyusul ya.” Mengedipkan satunya matanya membuat Grizella tersenyum.


Kepala pelayan da Grizella pun berjalan keluar meninggalkan ruang makan.


“Sayang?” panggil Aeri.


“Iya sayang? Kenapa?”


“Kemana? Sama siapa?”


“Ke mall, aku sangat bosan di rumah. Tapi aku menyetir sendiri.”


“Boleh, tapi kamu diantar supir.”


“Tapi….”


“Aku tidak mengizinkan kamu untuk menyetir sendiri.” Membuang tissue.


“Hm aku ingin menikmati….”


“Sayang? Tidak boleh membantah.” Menghela nafasnya. “Kalau kamu tidak mau diantar supir, maka aku tidak mengizinkan kamu keluar rumah.”


“Iya sayang iya.” Tersenyum.


Edgar meraih tangan Aeri lalu mengelusnya. “Aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk kepadamu. Apa kamu mengerti?”


Aeri mengangguk.


“Jadi menurutlah denganku demi kebaikan kamu.”


“Iya sayang.”

__ADS_1


Tidak lama kemudian mereka beranjar dari ruang makan menuju kamar Grizella.


Klekkk…


Edgar membuka pintu kamar yang dimana masih ada kepala pelayan. Edar pun memberi kode agar kepala pelayan keluar. Aeri dan Edgar berjalan mendekati ranjang Grizella, terlihat Grizella sudah tertidur pulas.


Edgar mengecup kening Grizella. “Night my little princess.” Tersenyum sambil mengelus kepalanya.


“Dia terlihat sangat cantik ketika sedang tidur.” Mencium pipi Grizella.


“Iya seperti kamu sayang.”


Setelah itu mereka berdua keluar lalu masuk ke dalam kamar mereka.


***


Waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi, tiba-tiba Aeri terbangun karena mendengar ada suara gedoran pintu.


“Mommy, Daddy.” Teriak Grizella sambil menangis.


“Grizella?” beranjak dari ranjang lalu membuka pintu.


Grizella langsung memeluk Aeri.


Aeri menutup pintu. “Kamu kenapa menangis?”


Edgar membuka matanya ketika mendengar tangisan Grizella yang lumayan nyaring. “Kenapa sayang?”


“Tidak tahu, tiba-tiba menangis.” Menggedong Grizella lalu berjalan mendekati ranjang dan mendudukkannya disana.


Edgar merubah posisinya menjadi duduk.


Grizella memeluk Edgar sambil menangis. “Takut.”


“Kenapa? Apa yang membuatmu menangis?” mengusap air mata Grizella sesaat menatap Aeri.


“Sepertinya tadi dia bermimpi buruk.” Mengelus rambut Grizella.


“Ya sudah, malam ini Grizella tidur bersama Daddy dan Mommy.” Edgar membaringkan Grizella dan juga dirinya.


Posisi Grizella berada di tengah Aeri dan Edgar.


Edgar mengusap lagi air mata Grizella. “Sudah sudah, nanti Grizella sakit. Daddy tidak mau kamu sakit.”


“Tidur ya, ada Mommy dan Daddy jadi jangan takut lagi.”


Grizella merubah posisinya menghadap Aeri lalu memeluknya. “Iya Mommy.”


Menenggelamkan wajahnya didada Aeri.


“Semuanya akan baik-baik saja, Mommy disini.” Mengecup kening Grizella.


Edgar mendekati mereka berdua lalu memeluknya. “Ada Daddy juga yang akan menjaga kamu.”

__ADS_1


...Bersambung……...


__ADS_2