
Sudah 2 bulan kelahiran Grizella anak dari Aeri dan juga Edgar.
Panasnya matahari pagi membangunkan wanita yang masih tertidur di bawah selimutnya.
Aeri mengelus lembut pipi sang suami tercinta. “Dia memang selalu tampan ketika tidur.” Tersenyum.
Owekkk…. Owekkk… Owekkk….
Terdengar suara tangisan baby Grizella membuat Aeri bergegas mengangkatnya lalu membawa ke balkon untuk berjemur.
Aeri menatap Grizella penuh dengan kasih sayang. “Anak Mommy cantik sekali.” Mencium pipi Grizella. “Kenapa pipi kamu sangat menggemaskan sayang.” Terkekeh kecil. “Kamu sangat lucu, Mommy tidak bisa jauh dari kamu.”
Tiba-tiba tubuh Grizella gerak-gerak dan mulai rewel.
“Kenapa cantik? Panas ya? Hahahaha tidak apa-apa biar kamunya sehat ya."
Terlihat dari kejauhan Edgar berjalan mendekati Aeri lalu melingkarkan tangannya di perut Aeri. “Selamat pagi sayang.” Meletakkan dagu di bahu Aeri sambil mengelus kepala Grizella.
“Daddy baru bangun ya?”
“Iya Mommy.” Mengecup kepala Grizella. “Sayang apa kalian sudah lama. berjemurnya?”
“Beberapa menit yang lalu, tadi Grizella sempat rewel mungkin karena kepanasan haha.”
Edgar membalikkan badan Aeri dengan pelan agar menghadapnya. “Kamu tahu tidak sayang.”
__ADS_1
Aeri memasang wajah bingung.
“Pemandangan indah di pagi hari melihat kamu dan Grizella berjemur di balkon.” Memeluk mereka berdua penuh dengan kehangatan.
**
Sore yang sejuk, Edgar memutuskan untuk mengajak Aeri dan Grizella jalan-jalan sore.
Saat ini mereka bertiga sudah berada di dalam mobil yang sangat mewah milik Edar.
Aeri menoleh. “Kamu mau mengajak kami kemana?”
“Emmm kemana ya? Sepertinya kita akan pergi ke taman dekat sini, tadi juga aku sudah memasukkan stroller Grizella.
Sesaat Aeri menoleh ke belakang.
Kini Mobil Edgar mulai jalan meninggalkan halaman mansion menuju salah satu taman yang ada di dekat sana. Tanpa terasa mobil mereka sudah tiba di sebuah parkiran, Edgar langsung menurunkan stroller dan meletakkan Grizella disana.
Terlihat Grizella tidak rewel membuat Aeri gemas dengan anaknya sendiri. “Oh tidak bisa, kamu benar-benar sangat menggemaskan sayang.”
Edgar terkekeh kecil. “Nanti kita bikin lagi Grizella kedua.” Bisiknya.
Aeri yang mendengar itu langsung menoleh dengan pipinya yang memerah karena Edgar menggodanya.
Chupppp…
__ADS_1
Kecupan Edgar mendarat di bibir Aeri dengan reflek Aeri memukul dada Edgar. “Kenapa kamu melakukannya disini, ini tempat umum.”
“Aku tidak peduli.” Tersenyum lalu berjalan duluan sambil mendorong stroller Grizella. “Anak Daddy kenapa cantik sekali hm?” gumamnya. “Kenapa kamu tidak ada miripnya sama Mommy, karena Mommy jelek ya?” terkekeh.
Aeri yang mendengar itu langsung memukul lengan Edgar. “Ish, kenapa si kamu ini.” Kesalnya. “Ya bagus kalau mirip kamu, daripada mirip Bara atau Ernest bahaya yang ada.”
Edgar mencium kepala Aeri. “Hahaha iya iya sayang.”
Ketika Edgar dan Aeri tengah asik bersenda gurau bersama Grizella, tiba-tiba Edgar melihat ada seseorang yang sedang berjualan manisan berbagai macam bentuk. Karena Edgar tahu Aeri sangat menyukai manisan, Edgar berinisiatif untuk membelikan sang istri tercinta.
Edgar menghentikan langkahnya. “Sayang, kalian berdua tunggu sebentar disini ya.”
“Memangnya kamu mau kemana?”
Edgar mengelus lengan Aeri. “Sebentar jangan kemana-mana.” Beranjak pergi.
Sudah beberapa menit Aeri menunggu, tetapi Edgar belum juga kembali. Aeri memutuskan untuk mencari tempat bersantai sambil mendorong stroller.
“Kenapa Daddy kamu lama sekali, Mommy capek berdiri.” Gumamnya sambil melihat ke arah sekitar.
__ADS_1
Aeri mencoba untuk berjalan mencari tempat duduk yang kosong, hingga terlihat ada 1 bangku panjang yang kosong. Aeri langsung berjalan mendekati bangku itu lalu duduk disana.
...Bersambung.......