Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia
Sebuah keberuntungan S2 (Bab 7)


__ADS_3

Siang hari tanpa rasa waktu sudah menunjukkan pukul 11, saat ini Edgar, Bara dan Lewis sedang berada di ruang khusus. Terlihat Bara dan Ernest saling tatapan memberi kode apa yang ingin dibicarakan Edgar kepada mereka.


“Apa yang ingin kau bicarakan kepada kami?” tanya Bara membuka obrolan.


Ernest membuka kaleng soda. “Sepertinya ada sesuatu.”


“Besok kita akan berangkat ke kalimantan dan menginap disana.” Jelas Edgar sambil memundurkan punggungnya untuk bersandar di kursi.


“Untuk apa?” tanya Ernest.


“Kenapa mendadak? Sepertinya besok aku tidak bisa karena ada sudah ada janji dengan seseorang untuk membicarakan bisnis kita.”


“Kau tidak akan menolak karena bisnis ini lebih penting.”


“Memangnya apa? Kalau berbicara jangan setengah-setengah.” Bara mulai kesal dengan Edgar.


Edgar berdehem. “Aku baru saja mendapat kabar bahwa ada yang ingin langsung dengan kita untuk membicarakan kerjasama.”


“Kerjasama? Dengan siapa?” tanya Ernest dengan serius, sesaat menoleh Bara.


“Apa orang itu berpengaruh besar?” tanya Bara.


Edgar menganggukkan kepala. “Ya tentu saja, mereka adalah BLOODS.”


Seketika Bara melebarkan mata mendengar kata “BLOODS”. “Hahahahaha kenapa kau tidak bilang dari tadi, ku pikir siapa.” Menyenggol lengan Ernest.


“Kenapa tidak berangkat sekarang saja? Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mereka.” Penuh semangat. “Kenapa harus menunggu besok?”


“Gila apa kau bercanda?” Ernest sedikit tidak percaya dengan ucapan Edgar. “Benar-benar sebuah keberuntungan kalau kita bekerjasama dengan mereka.”


Edgar beranjak dari kursi. “Apa aku terlihat sedang bercanda?” mengambil kaleng soda yang ada di kulkas kecil lalu duduk kembali ke tempatnya.

__ADS_1


BLOODS adalah sekelompok Mafia berasal dari Kalimantan, mereka sudah sangat sukses dalam bisnis gelap tetapi kelompok mereka dikenal sadis dan juga kejam dengan sebutan membunuh tanpa ampun.


“Berapa hari kita disana?”


“Seminggu, sekalian kita liburan.” Sahut Ernest.


Plakkk….


Edgar memukul kepala Ernest. “Aku mempunyai istri dan anak! Apa kau lupa hah?” kesal. “Aku tidak bisa meninggalkan mereka terlalu lama karena aku mengkhawatirkan mereka.” Jelasnya.


“Ah benar juga.” Ucap Bara. “Kenapa kau harus mempunyai istri dan anak.”


Ernest menoleh Bara. “Dari pada tidak punya.”


“Kalau kalian ingin lebih lama, aku tidak masalah.” Edgar melempar kaleng kosong ke tempat sampah. “Aku mungkin hanya 2 atau 3 hari saja disana.”


***


Beberapa menit kemudian Aeri selesai, Aeri pun beranjak dari meja riasnya llau mengambil tas.


“Sepertinya tidak ada yang tertinggal.” Berjalan keluar kamar.


Aeri menuruni anak tangga terlihat Grizella belum pulang karena supir sudah mengirim pesan kepadanya bahwa Grizella mau singgah ke toko mainan terlebih dahulu.


“Sepertinya mereka belum pulang.” Gumam Aeri sambil berjalan keluar mansion menuju garasi mobil.


Kedua Bodyguard yang melihat Aeri pun langsung berlari mendekatinya. Aeri menyadari kedatangan mereka langsung menoleh ke belakang.


“Maaf Nyonya, karena supir belum pulang maka saya dan Bodyguard 1 yang akan menemani Nyonya pergi.” Ucap Bodyguard 2.


Bodyguard 1 mengangguk. “Iya Nyonya, ini perintah dari Bos kalau supir belum pulang maka kami yang menggantikannya untuk mengantar Nyonya pergi.”

__ADS_1


#FLASHBACK ON


Edgar sedang asik membicarakan kerjasama dengan Bara dan Ernest, tiba-tiba ponselnya bergetar dengan cepat Edgar mengambilnya lalu melihat ada pesan masuk dari supir bahwa Grizella izin pulang telat.


Setelah Edgar membaca pesan itu, Edgar pun langsung menghubungi Bodyguard 1.


“Kau dimana?” tanya Edgar kepada Bodyguard 1 yang ada diseberang telpon.


“Di Manison bos, memangnya ada apa?”


“Sepertinya supir akan telat pulang, karena hari ini istriku ingin pergi maka kalian gantikan supir untuk menemani istriku.”


“Baik bos.” Jawab Bodyguard 1 dengan tegas.


“Jangan biarkan dia pergi sendiri kalau tidak, kalian berdua aku habisi.” Mematikan telpon lalu meletakkan kembali ponselnya diatas meja.


“Memangnya istrimu mau pergi kemana?” tanya Ernest.


“Mau jalan-jalan.”


“Sepertinya dia sangat bosan hanya berdiam diri di mansion.” Sahut Bara.


Edgar mengangguk cuek.


“Apa istrimu tahu bahwa kau besok akan berangkat ke kalimantan?” tanya Ernest.


“Dia belum tahu, mungkin nanti kalau aku sudah di rumah akan ku beritahu.”


Mereka bertiga melanjutkan obrolan.


#FLASHBACK OFF

__ADS_1


...Bersambung……....


__ADS_2