Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia
Memberi kejutan


__ADS_3

Malam ini Edgar tidak membutuhkan supir karena ingin menyetir sendiri. Kedua Bodyguard juga ikut dengan mobil yang berbeda. Edgar pun menjalankan mobilnya meninggalkan rumah.


“Aku harap kamu menyukainya.” Edgar meraih tangan kanan Aeri lalu menggenggamnya.


Aeri menoleh. “Sungguh aku sangat penasaran sayang.” Tersenyum.


Edgar hanya terkekeh melihat sang istri yang begitu penasaran kemana ia akan di bawa pergi.


Hampir 20 menit dalam perjalanan mobil Edgar pun memasuki halaman restoran dan memarkir disana.


“Apa kita makan malam di restoran ini?” tanya Aeri kepada Edgar yang sedang melepaskan seat belt.


“Iya, ayo turun.” Edgar membantu Aeri untuk melepaskan seat belt, mereka pun turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam restoran itu.


Terlihat sebuah restoran yang di dalamnya penuh dengan kemewahan, berlapiskan emas. Seorang pria berjalan mendekati mereka.




“Mari ikuti saya.” Ucapnya lalu berjalan duluan menuju tempat yang sudah di siapkan oleh Edgar.


Saat ini Aeri tidak tahu apa-apa, Edgar sudah menyiapkan sesuatu untuknya.


“Ayo sayang.” Ajak Edgar.

__ADS_1


Aeri mengangguk lalu melingkarkan tangannya di lengan Edgar. Mereka berjalan mengikuti pria tadi diikuti kedua Bodyguard di belakang.


Kini mereka mulai menaiki anak tangga yang sama sekali tidak ada pencahayaan membuat Aeri yang sedang hamil sangat berhati-hati ketika menaiki tangga tersebut karena tempatnya berada di atas(Outdoor) sementara kedua Bodyguard menunggu sebelum naik tangga untuk berjaga disana.



“Apa kamu susah bernafas sayang?” tanya Edgar kepada sang istri yang sepertinya terengah-engah.


“Lumayan sayang, mungkin bawaan perut.” Aeri mengelus perutnya dengan pelan.


Prok….


Edgar menepuk tangannya satu kali, seketika lampu yang ada di bawah meja menyala secara perlahan lalu berbentuk LOVE.


Sesaat Aeri menoleh Edgar dengan perasaan bingung. “Sayang?”


Lampu itu menyala di area tempat dinner mereka, terlihat nampak sangat mewah dan juga ada buga yang besar di atas meja itu. Edgar membawa Aeri mendekati meja itu.



“Apa kamu menyukainya?” tanya Edgar.


“Tentu saja sayang, ini sangat cantik.” Aeri terkagum dengan kejutan yang diberikan Edgar kepadanya. “Apa kamu yang menyiapkan ini semua?”


Edgar mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


“Sayang, apa aku boleh duduk sekarang? Sungguh aku sangat lelah.” Aeri sedikit mengeluh.


Edgar menyentuh kedua bahu Aeri lalu membantunya untuk duduk. “Atur dulu nafas kamu.”


Aeri mengangguk.


Edgar mengambil bunga besar itu dan menyerahkannya kepada Aeri. “Ini untuk mu sayang.”


“Terima kasih sayang.” Meraihnya. “Dalam rangka apa kamu memberikan semua ini kepadaku?” melihat-lihat sekitar dengan pemandangan yang sejuk.


“Dalam rangka kasih sayang ku yang terus bertambah setiap harinya untuk mu dan menanti anak kita yang ada di dalam perut mu ini.” Edgar mengelus perut Aeri.


“Kenapa malam ini kamu terlihat sangat romantis kepada ku?” Aeri masih tidak percaya dengan apa yang diberikan Edgar malam ini kepadanya.


Edgar mencium kening lalu menatap mata Aeri. “Apa ada yang salah?”


“Tidak sama sekali, aku hanya bingung.” Tersenyum. “Tapi aku sangat bahagia untuk malam ini.” Memeluk Edgar.


“Kamu bahagia hanya malam ini?”


Aeri terkekeh kecil. “Bukan begitu sayang.”


Edgar mempereratkan pelukan. “Izinkan aku untuk selalu membahagiakan kamu setiap saat, mulai malam ini aku bertanggung jawab atas semua kebahagiaan dan kesedihan mu.” Mengelus rambut Aeri.


__ADS_1


Bersambung.....


...-Jangan lupa dukung terus karya ini, terima kasih...


__ADS_2