Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia
Pergi ke rumah sakit


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi, seorang wanita masih tertidur dengan lelap di atas ranjang yang empuk itu.


Klekkkk………..


Pintu kamar terbuka, Edgar berjalan masuk ke dalam kamar sambil membawa satu gelas susu putih lalu meletakkan di atas nakas samping tempat tidur.


“Sangat cantik sekali ketika dia tertidur.” Ucap Edgar lalu mendekatkan wajahnya dan memberikan ciuman di dahi Aeri. “Sayang.” Mengelus kepala Aeri dengan lembut. “Minum susu dulu, tadi aku membuatkannya untuk mu.”


Aeri tidak menjawab Edgar, matanya masih terpejam.


“Sayang.” Panggil Edgar dengan nada yang sangat lembut.


Dengan perlahan Aeri membuka matanya dan melihat wajah Edgar sangat dekat. “Apa kamu sudah lama bangunnya?” tanyanya.


Edgar mengangguk lalu mengecup bibir Aeri beberapa kali dan membantu Aeri untuk duduk.


“Segera bersiaplah, kita akan pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan kamu.” Terlihat raut wajah bahagia dari Edgar ketika mengatakan itu kepada sang istri.


Aeri mengangguk. "Sekarang?" tanyanya.


“Iya sayang, pelayan sudah dapat informasi dari dokter kandungan dan meminta kita untuk datang pagi ini.”


“Kenapa tidak siang saja? Sungguh aku sangat malas untuk kemana-kemana.” Aeri mengeluh karena rasa malas mulai muncul dalam dirinya.


Edgar mengelus kepala Aeri. “Tidak bisa sayang.”


Aeri pun mengangguk dengan tangan kanan yang mengambil gelas lalu meminumnya.


“Aku mau keluar dulu.” Edgar berjalan keluar dari kamar.


Saat ini Aeri masih meminum susunya hingga habis. “Argh…. Kenapa aku merasa sangat malas untuk jalan?”


Dengan penuh paksaan Aeri pun berjalan menuju lemari pakaian lalu ke kamar mandi sambil membawa dress pendek yang dipilihnya tadi.


Beberapa menit kemudian Aeri selesai mandi dengan dress warna pink, ia terlihat sangat anggun dan cantik jika mengenakan dress biru bermotif bunga-bunga itu.


Klekkkk……


Edgar membuka pintu kamar dan masuk ke dalam. “Apa kamu baru selesai mandi?”


__ADS_1


Aeri mengangguk.


“Ayo berangkat sekarang.” Ajak Edgar dengan penuh semangat.


“Sebentar, aku belum memoles beberapa make up.”


Edgar memegang kedua pipi Aeri lalu mengecup bibirnya. “Tidak perlu, kau sudah terlihat cantik.”


“Tapi…”



“Memangnya kamu mau berhias untuk siapa hm?” tanya Edgar sambil menaikkan satu alisnya.


“Ya kamu, tidak mungkin untuk orang lain.” Jelas Aeri.


“Tidak perlu sayang, sungguh kamu begini saja sudah sangat cantik.”


“Oke oke, aku akan memakai lipstik saja.” Aeri berjalan menuju meja riasnya dan duduk disana, diikuti Edgar berdiri di belakangnya.


“Ayo sayang.” Rengek Edgar sambil memeluk Aeri dari belakang.


Tanpa basa basi Edgar langsung menggendong Aeri. “Ya sudah begini saja kalau begitu.”



“Yaaa….” Teriak Aeri. “Kenapa kamu malah menggendong ku?”


“Kan kamu malas, jadi aku gendong.” Edgar nyengir.


“Tapi aku berat sayang, berat badan ku mulai naik.”


“Tidak masalah, kamu pikir aku tidak kuat menggendong mu hah?” Edgar sedikit kesal.


“Ah tidak tidak, bukan begitu maksudku.” Aeri melingkarkan tangannya di leher Edgar.


Edgar pun berjalan keluar kamar sambil menggendong Aeri. Sebelum Edgar menuruni anak tangga, terlebih dahulu dia memanggil kedua Bodyguard untuk mengikutinya turun tangga takut terjadi sesuatu.


“Sayang.” Panggil Aeri.


Edgar menatap Aeri.

__ADS_1


“Aku malu di lihat orang-orang rumah.”


Chup….


Edgar mengecup bibir Aeri, kedua Bodyguard yang melihat itu hanya bisa bersabar melihat sikap bosnya.


Aeri melebarkan matanya lalu menggerakkan kedua bola ke arah Bodyguard.


“Jangan pedulikan mereka.” Edgar tersenyum. “Biarkan mereka melihat bahwa aku sangat mencintai mu.”


Aeri tersenyum lalu mengangguk.


Dengan pelan Edgar menuruni anak tangga diikuti kedua Bodyguard hingga sampai di bawah.


Kepala pelayan berjalan mendekati mereka berdua. “Apa Tuan ingin pergi ke rumah sakit?”


“Ya.”


Edgar berjalan menuju teras dan supir langsung membuka pintu mobil bagian belakang untuk mereka berdua.


Kini mereka sudah berada di dalam mobil, supir segera menjalankan mobilnya. Diikuti kedua Bodyguard yang menggunakan motor besar untuk berjaga-jaga.


Kepala pelayan masuk ke dalam dan melihat pelayan 1 dan pelayan 2 berdiri di tengah ruangan sambil tersenyum.


“Ada apa dengan kalian berdua?” tanya kepala pelayan dengan heran.


“Tadi kami melihat Tuan Edgar menggendong Nona Aeri menuruni tangga.” Jawab pelayan 1. “Tuan Edgar sangat romantis.”


“Sungguh, aku tidak pernah melihat kejadian seperti itu sebelumnya.” Sahut pelayan 2. “Tuan Edgar sangat-sangat menyayangi Nona Aeri, aku jadi ingin seperti Nona.” Membayangkan sambil terkekeh.


“Bermimpi lah setinggi mungkin dan jangan lupa untuk sadar diri.” Ucap kepala pelayan lalu melangkahkan kakinya menuju dapur dan meninggalkan mereka berdua disana.


“Bukankah sangat indah jika di bayangkan?” ucap pelayan 2.


“Ya, tapi kita harus sadar diri juga.” Pelayan 1 beranjak pergi di susul pelayan 2.


...- First time saya membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan...


...- Jika suka dengan ceritanya, jangan lupa dukung terus karya ini dengan cara like, vote, gift, komen dan favorit agar Author bersemangat untuk melanjutkan ceritanya...


...Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2