Takdir Cinta Mafia

Takdir Cinta Mafia
Aeri di culik


__ADS_3

“Apa yang terjadi?” tanya Bara.


“Ku rasa ada sesuatu yang akan terjadi.” Jawab Ernest sambil meneguk minumannya.


“Maksudnya?” Bara masih belum mengerti.


“Mobil hitam yang di maksud Edgar itu ada di dekat rumahnya, dan tadi juga aku melihat ada sebuah motor di seberang jalan melihat ke arah kawasan markas kita.” Jelas Ernest kepada Bara.


“Apa mungkin itu para bawahan Jungle Kingdom atau Jungle Kingdom sendiri yang berada di dalam mobil itu?” Bara mulai curiga kepada Jungle kingdom, karena mereka di tolak oleh Edgar untuk bekerjasama dengan mereka.


“Atau musuh yang lain.” Sahut Ernest. “Argh entahlah aku pun tidak tahu, yang pasti kita lebih waspada.”


“Apa Edgar akan datang ke markas?” tanya Bara.


Ernest menggeleng. “Katanya dia tidak akan ke markas. sepertinya Edgar mengkhawatirkan keadaan istrinya, karena yang paket semalam itu.”


“Ku rasa ada hubungannya dengan paket itu.” Ucap Bara.


Ernest hanya diam. Mereka pun melanjutkan obrolannya.


****


Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, di kediaman Edgar terlihat orang-orang berbadan besar berjaga secara bergantian.


Kini di kamar yang luas dan besar sepasang suami istri tetapi seperti bukan suami istri sudah berada di tempat mereka masing-masing, Aeri yang masih tidur di sofa letaknya tidak terlalu jauh dari ranjangnya.


Edgar membuka matanya lalu menatap Aeri yang sedang membelakanginya. “Kenapa hatiku sangat gelisah.” Batinnya. “Daritadi aku kepikiran mobil hitam itu terus-menerus.”


Edgar daritadi berusaha untuk tertidur tetapi tidak bisa, karena hatinya sangat tidak tenang sehingga susah untuk bisa tertidur nyenyak.


“Aeri?” panggil Edgar. “Apa kau sudah tidur?”


Aeri yang mendengar Edgar memanggil namanya pun membalikkan badannya lalu menatap ke arah Edgar. “Belum, apa kau butuh sesuatu?”


Edgar menggelengkan kepalanya dengan pelan. “Tidurlah di sampingku.” Ucapnya tiba-tiba.


Aeri melebarkan matanya dengan ekspresi yang tidak percaya setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Edgar. “A…Apa dia menyuruhku tidur di sampingnya?” batinnya.


“Ekhem…..” Edgar berdehem, membuat Aeri tersadar dari lamunannya.


“Hah? Ke…. Kenapa kau tiba-tiba menyuruhku untuk tidur di…..” Ucap Aeri di potong Edgar.


“Kemari lah.” Pinta Edgar.

__ADS_1


Aeri masih tidak bergeming dari tempatnya, seketika badannya berubah menjadi kaku.


“Ekhemmmm.” Edgar berdehem lagi.


Aeri pun beranjak dari sofa lalu berjalan mendekati ranjang Edgar. Kini Aeri sudah berdiri di samping ranjang.


“Malam ini dan seterusnya tidurlah di sampingku.” Pinta Edgar dengan santai kepada Aeri.


Aeri langsung tersedak, Edgar langsung duduk dan mengambilkan gelas berisi air putih yang berada di samping lampu tidur lalu menyerahkan kepada Aeri.


Aeri langsung mengambil dan meminumnya, setelah itu di letakkan nya kembali di samping lampu tidur. “Terimakasih.” Tersenyum.


“Kenapa kau masih berdiri? Apa kau tidak mau tidur di sampingku?” tanya Edgar.


Aeri menggelengkan kepalanya lalu membaringkan tubuhnya di samping Edgar dengan posisi membelakangi Edgar.


Edgar kembali berbaring. “Apa kau tidak gerah mengenakan baju tidur yang panjang?” tanya Edgar. “Atau kau kedinginan karena AC yang……”


“Tidak kok, aku lebih suka baju tidur seperti ini.” Sahut Aeri.


“Tidurlah yang nyenyak, ku pastikan kau selalu aman.” Ucap Edgar sambil memejamkan matanya.


“Hah? Aman?” batin Aeri kebingungan apa maksud dari perkataan Edgar tadi. "Kenapa dia mengatakan itu kepada ku? Apa dia ada masalah besar?


Saat ini Edgar sudah memasuki alam mimpi, sementara Aeri masih berusaha untuk tertidur.


Beberapa jam kemudian, Aeri membuka matanya di rasanya ada sesuatu yang memeluk tubuhnya. Kini jam menunjukkan pukul 1 malam. Aeri menatap tangan yang sedang memeluknya.


“Apa dia memelukku?” jantung Aeri berdetak dengan kencang. Ia membalikkan badannya, benar saja Edgar sangat dekat dengan tangan yang memeluknya.


Aeri melepaskan tangan Edgar lalu merubah posisi menjadi duduk. “Kenapa aku merasa haus sekali.” Menatap Edgar. “Sepertinya dia sudah tertidur pulas.” Beranjak pergi keluar kamar dengan perlahan membuka pintu dan menutup kembali.


Aeri mulai menuruni anak tangga, terlihat beberapa Bodyguard yang masih berjaga. Ketika Aeri berjalan menuju dapur ada 1 Bodyguard yang melihat Aeri tetapi posisi lampu yang dekat dengan dapur mati karena rencana besok pagi akan di ganti. Tadinya kepala pelayan ingin mengganti secepatnya tetapi menurutnya besok pagi saja. Bodyguard yang tidak melihat Aeri itu karena posisi mereka lumayan jauh, sementara Bodyguard yang melihat Aeri itu posisinya sangat dekat dengan Aeri.


Bodyguard menatap Aeri yang sudah masuk ke dapur. “Malam-malam begini untuk apa Nona Aeri ke dapur?” bingung. “Sebelumnya aku tidak pernah melihat Nona pergi ke dapur tengah malam begini, atau di suruh Bos?”


Tidak ada siapapun terkecuali Bodyguard yang berjaga. Semua pelayan sudah beristirahat termasuk kepala pelayan.


klekkkk…….


Aeri masuk ke dapur yang luas, ia berjalan ke arah penyimpanan gelas. Aeri menatap ke arah luar memandang ke arah semua Bodyguard yang jaraknya lumayan jauh sehingga Bodyguard itu tidak bisa melihat keberadaannya.


“Kenapa orang-orang itu tidak beristirahat? Apa mereka semua tidak mengantuk?” menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Aeri mengambil gelas lalu berjalan ke arah mesin es jeruk. “Sungguh malam ini aku sangat haus, menurutku akan terasa segar jika meminum ini di tengah malam seperti ini.”


Tiba-tiba pelayan baru itu melihat keberadaan Aeri di dapur dengan posisi sendirian, ia pun segera mendekati Aeri dan memastikan bahwa tidak ada orang lain selain mereka berdua disana.


Pelayan baru menghentikan langkahnya lalu mengambil ponselnya dan memotret Aeri dari kejauhan setelah itu mengirim kepada seseorang. Ia memasukkan kembali ponselnya dan menghampiri Aeri yang sedang asik membuat minuman es jeruk.


Aeri merasa ada seseorang, ia pun menoleh ke belakang. “Hah? Bibi kenapa belum tidur.” terkejut.


“Iya belum Non, bibi ingin mengambil sesuatu di dalam kulkas.”


“Bibi mengagetkan ku saja.” Aeri tertawa kecil.


“Maaf ya Non. Oh iya Nona sedang membuat apa?”


“Lagi membuat es jeruk, aku sangat haus.”


“Sini Non biar saya bantu.” Merebut gelas Aeri.


“Saya bisa sendiri kok bi, tidak usah repot-repot.” Tersenyum tipis. “Bukankah ini sudah waktunya istirahat? Biar saya saja yang melakukannya.” Mencoba merebut kembali gelasnya tetapi tidak bisa.


Pelayan baru itu tersenyum manis kepada Aeri. “Silahkan Nona Tunggu sebentar di meja makan ya.” Perintahnya.


Aeri pun beranjak dan menunggu minumannya di meja makan sambil menguap karena matanya sudah sangat mengantuk tetapi ia begitu haus.


Pelayan baru itu pun membuatkan es jeruk untuk Aeri sambil memasukkan sesuatu di minumannya. Beberapa menit kemudian pelayan baru berjalan ke arah meja makan dengan tangan yang membawa satu gelas es jeruk lalu meletakkan gelas itu di depan Aeri.


Aeri mengambil gelas itu. “Terimakasih bi.” Tersenyum lalu meminumnya.


Setelah minuman itu sudah habis, tiba-tiba Aeri merasa matanya sangat mengantuk sekali hingga tertidur di meja makan.


Pelayan baru mengirim pesan kepada seseorang, hingga tidak menunggu waktu yang lama ada 2 orang masuk lewat pintu belakang lalu membawa Aeri keluar dari rumah itu karena kebetulan Bodyguard yang berjaga di pintu belakang sedang tidak ada.


Aeri di bawa menggunakan mobil hitam yang entah mau di bawa kemana dengan tangan yang di ikat dan kaki juga di ikat.


Setiap jam 12 malam ke atas pelayan baru itu selalu berkeliaran di dapur.


Beberapa saat kemudian, Aeri berada di suatu ruangan yang lumayan gelap. Posisi Aeri saat ini sedang duduk di tengah ruangan gelap tangan dan kaki yang ikat mulut di lakban.


...- First time saya membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan...


...- Jika suka dengan ceritanya, jangan lupa dukung terus karya ini dengan cara like, vote, gift dan favorit. Terimakasih ...


...Bersambung…….....

__ADS_1


__ADS_2