
“I….Iya bos.” Jawab Bodyguard 7.
“Kami semua berjaga di seluruh sudut rumah.” Sahut Bodyguaard 9.
“Lalu tadi pagi?” tatapan Edgar semakin tajam. “Apa kalian…….”
“Kami berjaga sepanjang malam hingga pagi ini bos! Kami selalu bergantian dan saya menjamin kami tidak lengah.” Jelas Bodyguard 11.
Edgar melangkahkan kakinya mendekati Bodyguard 11. “Jika memang benar kalian tidak lengah, apa tadi pagi kalian ada melihat istriku?” tanyanya.
Bodyguard 11 hanya diam tidak menjawab pertanyaan Edgar, karena mereka memang tidak ada melihat Aeri keluar dari rumah.
“Bukankah kalian berjaga di setiap sudut? Lalu kenapa tidak ada satupun di antara kalian yang mengetahui keberadaan istriku? JAWAB!!” kemarahan Edgar semakin menjadi-jadi.
Semua Bodyguard diam dan kembali menunduk karena mereka takut jika nyawa mereka akan melayang atas kehilangan istri sang bos.
“Kenapa kalian hanya diam saja hah?” teriakan suara Edgar semakin tinggi membuat orang yang ada di dapur keluar dan melihat ke arah mereka.
“Apa yang terjadi? Kenapa Tuan sangat marah?” tanya pelayan 7.
“Nona Aeri tiba-tiba tidak ada di rumah.” Jawab kepala pelayan yang juga ikut melihat dari dapur.
“Memangnya Nona Aeri kemana? Kenapa Tuan bisa tidak tahu?”
Kepala pelayan menoleh. “Aku juga tidak tahu soal itu, karena tadi Tuan mendatangi ku menanyakan tentang Nona. Dan aku menjawab tidak ada melihat Nona pagi ini.”
Pelayan 7 melebarkan matanya karena ia belum tahu soal Aeri. “Lalu?”
Kepala pelayan diam, dia tidak melanjutkan lagi obrolannya. Mereka pun menyaksikan dari dapur. Terdengar jelas kemarahan sang Tuan kepada bawahannya, nada tinggi seorang Edgar mampu membuat yang mendengarnya merinding.
**
“Kalau sampai terjadi sesuatu kepada istriku……” Edgar semakin mendekat ke arah mereka. “Kalian semua aku habisi!!” ancamnya sambil menunjuk ke arah Bodyguard yang ada disana.
Beberapa menit suasana di ruang tamu hening. Di tengah keheningan salah satu Bodyguard berjalan mendekati Edgar dan berdiri tepat di depannya.
“Maaf…. Permisi bos.” Ucap Bodyguard 6 memberanikan diri untuk berbicara kepada Edgar.
Edgar menatap Bodyguard 6. “Ada apa?”
“Hmm…. Jadi gini bos, tadi malam saya sempat melihat istri bos berjalan menuju dapur.” Bodyguard 6 mengatur nafasnya.
Edgar melebarkan matanya tanpa mengucapkan satu kata pun agar Bodyguard 6 melanjutkan apa yang ingin di sampaikan.
__ADS_1
“Setelah itu saya tidak tahu lagi, apakah Nona sudah pergi ke kamar atau masih di dapur. Karena lampu di sekitar dapur mati, kepala pelayan belum mengganti lampunya. Dengan keadaan gelap seperti itu, saya tidak bisa memperhatikan Nona dengan fokus.” Jelasnya. “Karena saya…..” Ucapnya terpotong.
Edgar memegang kerah bajunya lalu menarik dengan kasar sambil mengencangkan tarikannya.
“Sa…. Saya…..” Bodyguard 6 ingin melanjutkan tetapi tidak bisa karena tercekik akibat tarikan Edgar.
Bugh………. Bugh…….
Edgar memukul wajah Bodyguard 6 sambil memegang kerah bajunya. “Katakan!!!” mendekatkan wajahnya. “Apa kau ada melihat istriku kembali dari dapur?”
Bodyguard 6 menggelengkan kepalanya. “Sa…. Saya pikir Nona sudah kembali ke kamarnya ketika pandangan saya ke arah lain.”
“Tapi tadi pagi dia tidak ada di dalam kamarnya.” Teriak Edgar di depan wajah Bodyguard 6. “Kenapa kau tidak mencek untuk memastikan istri ku sudah kembali atau belum hah?”
“Ma…… Maafkan saya bos.”
“Sial….” Edgar melepaskan tarikannya. “Kalian semua ikut aku!!”
Edgar melangkahkan kakinya meninggalkan ruang tamu dan berjalan menuju ruangan monitor. Diikuti semua Bodyguard dari belakang.
“Habislah kita jika terjadi sesuatu kepada Nona.” Ucap Bodyguard 12.
“Aku juga bingung Nona pergi kemana.” Sahut Bodyguard 3.
Edgar menendang pintu monitor dan masuk ke dalam untuk mencek semua cctv yang ada di rumah. Satu persatu Edgar mengamati layar monitor tetapi tidak ada juga jejak Aeri terekam disana.
“Tadi malam siapa yang berjaga disini?” tanya Edgar.
“Saya berjaga bos, tapi tadi malam saya sempat mengambil minuman sebentar.” Jawab Bodyguard 8.
“Sejak kapan cctv belakang dekat dengan dapur rusak?” pandangan Edgar masih fokus dengan layar monitor.
“Saya tidak tahu Bos.” Sahut Bodyguard 8.
Edgar menoleh. “Kenapa kau tidak benarkan hah? Kau seharusnya setiap saat mencek semua cctv apakah berfungsi atau tidak!!” kesalnya.
“Ma….Maaf bos.”
“Apa kau buta hah?”
Bodyguard 8 menggelengkan kepalanya.
“Kau ku pecat!! Segera pergi dari rumah ku.” Ucap Edgar. “Bisa-bisanya kau tidak tahu ada cctv yang rusak.”
__ADS_1
Bodyguard 8 langsung bersimpuh di depan Edgar sambil memegang kakinya. “Ampun bos, jangan pecat saya.”
Edgar melepaskan kakinya dari tangan Bodyguard 8 lalu menendang dadanya dengan kasar hingga terjatuh.
“Bodyguard 1 dan Bodyguard 2 ikut aku! Yang lainnya kembali ke ruang tamu! Jangan kemana-mana sebelum aku memberi perintah kepada kalian.” Perintah Edgar kepada semua Bodyguard.
Edgar langsung beranjak meninggalkan ruangan monitar lalu berjalan menuju dapur untuk menemui semua pelayan diikuti oleh Bodyguard 1 dan Bodyguard 2. Sementara Bodyguard yang lain kembali ke ruang tamu untuk menunggu perintah dari sang bos.
Edgar masuk ke dalam dapur, terlihat semua pelayan sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
“KUMPUL!!!” teriak Edgar lalu menghentikan langkahnya di tengah ruangan.
Mendengar teriakan Edgar semua pelayan pun berkumpul di hadapannya dengan wajah yang ketakutan karena sang Tuan sedang marah besar.
“Tadi malam siapa yang masih berada di dapur?” tanya Edgar menatap tajam ke arah mereka.
“Maaf Tuan, terakhir saya keliling mencek semua ruangan termasuk dapur, sepertinya semua pelayan sudah beristirahat di kamar mereka.” Jawab kepala pelayan karena dia sebelum beristirahat selalu keliling untuk memantau.
“Lalu tadi pagi, apa di antara kalian ada yang melihat istri ku?”
Semua pelayan yang ada di sana menggelengkan kepalanya secara bersamaan, mereka memang belum ada melihat Aeri.
Edgar menatap semua wajah pelayan yang sedang berkumpul di depannya dan mengamati satu persatu, beberapa detik kemudian ia merasa ada 1 pelayan yang tidak ada disana.
“Kemana pelayan baru itu?” Edgar masih mengamati mereka. “Apa hari ini dia memang tidak bekerja atau apa…..”
“Saya tidak tahu Tuan, tadi pagi saya belum ada melihatnya.” Jawab kepala pelayan. “Dan hari ini pelayan baru tidak ada jadwal istirahat.”
“Saya juga tidak ada melihat pelayan baru Tuan.” Sahut pelayan 3.
“Apa jangan-jangan semua ini gara-gara pelayan baru itu?” ucap pelayan 1 dengan sembarang.
“Tidak baik berbicara sembarang seperti itu.” Sahut kepala pelayan. “Mungkin dia sedang keluar untuk membeli bahan.” Sambungnya.
Edgar berpikir sejenak lalu mengepalkan satu tangannya. “Eko……” Teriaknya memanggil kepala pelayan.
Kepala pelayan berjalan mendekati Edgar. “Iya Tuan....”
...- Fisrt time saya membuat cerita seperti ini, maaf jika dalam penulisan masih banyak kekurangan...
...- Jika suka dengan ceritanya, jangan lupa dukung terus karya ini dengan cara like, vote, gift dan favorit. Terimakasih...
...Bersambung…….....
__ADS_1