TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU

TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU
Bab 13. Di Kampus.


__ADS_3

Lani membaca buku di taman belakang kampus seperti biasanya. Dia masih teringat peristiwa kemarin. Saat Om Jefri dan ibu-nya marah karena dia yang pergi dengan Yudha tanpa pamit.


"Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa menjauhi Yudha dan juga tidak mungkin lepas dari Om Jefri? Apakah selamanya hidup aku harus terikat dengan Om Jefri?"


Air mata Lani tanpa bisa di tahan jatuh membasahi pipinya. Dia sudah sering mengatakan pada ibunya ingin mengakhiri hubungan dengan Om Jefri, tapi tidak pernah didengar. Ibu nya bahkan marah jika Lani mengatakan semua itu.


"Menangisi penyesalanku, aku tahu ini mungkin karma, ya aku terima karma ini, kenyataan jika waktu nggak akan bisa kembali lagi. Aku bisa bersembunyi dari kesalahanku, tapi tidak dari penyesalanku. Dan mungkin aku dapat bermain dengan dramaku tetapi tidak dengan karmaku," gumam Lani pada dirinya sendiri.


"Aku hanya dapat mengerti dan memahami arti dari cinta, karena saat ini aku tidak dapat bersama dengan orang yang aku cintai, karena itu mustahil. Aku telah terikat dengan pria lain. Dengan penuh harap aku menunggumu, seperti gedung pencakar langit yang tak mampu menembus indahnya awan. Tetapi aku sadar, bahwa aku sedang menunggu sesuatu yang tak pasti dan tak akan tercapai."


Lani tidak bisa menahan tangisnya. Dulu dia tidak pernah memduga akan sampai pada titik ini. Dimana dia akan jatuh cinta dengan seorang pria. Lani berpikir dihidupnya hanya akan ada satu pria yaitu Jefri. Namun, cinta itu datang menghampiri dirinya.

__ADS_1


Apakah salah jika Lani jatuh cinta? Cinta itu tidak pernah salah. Cuma terkadang datang di waktu yang salah. Seperti Lani, yang baru merasakan cinta. Baru menyadari arti cinta.


Lani kaget saat merasakan seseorang yang memeluk tubuhnya dan mengulurkan setangkai mawar dan sebatang coklat.


"Untuk gadis paling cantik di kampus ini!" Yudha mengucapkan itu dengan penuh senyuman.


"Terima kasih, Yudha," ucap Lani menerima bunga dan coklat itu.


"Kenapa menangis? Apa kamu marah karena aku telat datang?" tanya Yudha.


Bukannya menjawab pertanyaan Yudha tangis Lani makin pecah. Pria itu makin gugup dan salah tingkah. Dibawanya Lani ke dalam dekapannya. Yudha tidak ingin teman-teman yang melihat jadi salah sangka.

__ADS_1


Yudha, kenapa kita harus bertemu saat ini. Apa yang harus aku lakukan? Aku mencintaimu. Namun, aku tahu untuk bersamamu itu mustahil bagiku. Apa lagi setelah kau tahu siapa aku. Pasti kau akan merasa jijik. Akan tetapi, untuk mengakhiri semua ini, aku juga tidak bisa. Aku mencintaimu.


Setelah puas menangis, dan baju Yudha telah basah dengan air matanya barulah Lani melepaskan pelukannya. Lani bertekat tidak akan mengakhiri hubungannya dengan Yudha. Dia akan terus berhubungan dengan Yudha, dengan berhati-hati.


"Kamu kenapa menangis?" Yudha mengulangi pertanyaannya. Dia kaget melihat Lani yang menangis.


"Yudha, jika suatu saat kamu mengetahui keburukanku, apakah kau akan meninggalkan aku?" tanya Lani.


"Jika kita mencintai seseorang, berusahalah untuk tampil apa adanya karena cinta sejati selalu dapat menerima kelebihan dan kekurangan. Seseorang yang tidak mau menerima kekuranganmu apa adanya, bukanlah orang yang tepat untukmu. Kehidupan ini memang tidak akan seutuhnya sempurna, tapi sikap baik kamu bisa menjadikannya terbaik dari yang bisa kamu hidupi. Dan itu sudah sempurna. Adanya aku, untuk melengkapimu, begitu juga sebaliknya. Jika kamu menuntut yang sempurna, lantas apa gunanya berjuang?"


Lani kembali memeluk pinggang Yudha yang berdiri dihadapkannya. Lani ingin mengakhiri hubungannya dengan Jefri. Apa pun yang akan terjadi. Sudah cukup petualangan selama ini.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2