
Manda masuk ke kamarnya dan menghubungi pengacaranya. Wanita itu ingin perceraian dirinya dan Jefri di urus dan diputuskan secepatnya. Tidak ada gunanya mempertahankan sesuatu yang dimana orang tersebut tidak mau dipertahankan.
Mandi jadi ragu dengan cintanya Jefri selama ini. Apakah dia benar tulus mencintainya atau seperti yang dikatakan keluarga jika Jefri hanyalah mencintai hartanya.
Pria mana pun pasti akan mau menikahi Manda, karena hartanya yang melimpah. Begitu yang sering keluarga besar Manda katakan. Sehingga untuk menghindari omongan keluarga, Manda meminta Jefri pindah ke kota lain. Kebetulan dia juga baru membuka usaha di kota baru itu.
Kehidupaan rumah tangga Manda dan Jefri berjalan normal hingga puluhan tahun lamanya. Hingga badai itu datang. Jefri mengetahui kebohongan yang telah Manda tutupi selama puluhan tahun ini.
Manda sadar jika keretakan ini juga berawal darinya, maka dari Itu Manda tidak pernah menyalakan Jefri. Berulang kali dia memaafkan tingkah Jefri yang ketahuan bermain wanita dan selingkuh dengan beberapa wanita.
Jika kali ini Manda meminta pisah, karena merasa percuma mempertahankan pernikahan yang sudah tidak sehat ini lagi. Manda tahu jika kali ini Jefri bukan hanya sekadar bermain wanita tapi telah jatuh cinta dengan wanita lain.
Manda memilih melepaskan semua, agar tidak ada lagi yang merasa terluka. Jefri dan dirinya bisa bebas untuk mencari kebahagiaan masing-masing.
Ada fase dimana seseorang angkat kaki karena kesabaran, peduli, dan kesetiaannya tidak lagi dihargai. Aku tidak memintamu untuk menghargaiku seperti aku menghargaimu, tapi aku hanya memintamu untuk menjaga perasaanku. Pertahankanlah jika kuatmu masih pantas untuk diperjuangkan, tapi lepaskan jika kuatmu tidak dipedulikan.Jika dia tidak bisa menerima kekuranganmu, itu bukti tidak ada rasa sayang di hatinya. Sebab kalau cinta, pasti akan menerima bagaimanapun keadaannya.
Ada masa dimana kita memberi. Dan ada masa dimana kita menerima. Dan itulah seharusnya. Bukan hanya aku yang memberi, tanpa balasan apa-apa. Jika kesabaran tak cukup menyadarkan, mungkin kehilangan akan menyadarkan. Aku menyerah dan memilih pergi.
Manda memandangi jalanan yang dibasahi air hujan. Suasana sejuk seolah ingin menunjukkan jika mereka saat ini juga merasakan hal yang sama dengan yang Manda rasakan.
Sedang asyik melamun, Manda dikagetkan dengan suara ketukan pintu. Manda berjalan perlahan mendekati pintu dan membukanya. Tersenyum melihat putranya yang berdiri di ambang pintu.
"Mi, ada yang ingin aku tanyakan. Apa Aku boleh masuk?"tanya Yudha.
__ADS_1
"Tentu aja. Masuklah, Nak!"
Manda membuka pintu lebih lebar agar Yudha bisa masuk. Pemuda itu duduk di sofa yang ada di kamar itu.
Manda sudah dapat menebak apa yang akan putranya tanyakan. Pasti masalah siapa ayah kandungnya. Kenapa dia tidak pernah jujur.
Manda duduk di samping putranya dan menarik napas dalam. Pandangannya menerawang entah kemana. Manda sebenarnya belum siap akan keadaan seperti saat ini.
Bukannya Manda merasa paling tersakiti, tapi hati wanita mana yang siap menerima perpisahan. Apa lagi mereka berpisah dengan perasaan yang sama-sama terluka.
"Mi, kenapa semua ini Mami rahasiakan denganku?" tanya Yudha dengan suara pelan.
"Mami terpaksa merahasiakan semua ini agar kamu tidak bersedih. Mami tidak mau kamu merasa dicampakkan oleh ayahmu. Lagi pula semua ini juga atas kemauan Papi. Dia menyayangi kamu seperti anaknya sendiri. Papi tidak mau jika perasaan kamu berubah padanya setelah tahu dia hanyalah ayah sambung."
"Jika Papi menyayangi aku, kenapa dia memilih wanita lain saat ini?" tanya Yudha lagi.
Manda kembali menarik napas dalam. Mungkin sudah saatnya dia harus jujur dan mengatakan semuanya. Bukankah Yudha sudah mulai dewasa. Dia pasti bisa menerima apapun itu yang menjadi keputusan Papi dan Maminya.
"Semua salah Mami karena telah membohongi Papi. Mungkin karena rasa kecewanya Papi melampiaskan dengan menyakiti Mami. Semua ini harus Mami terima dengan ikhlas dan lapang dada. Mungkin ini akhir dari pertemuan kami."
Manda mengatakan semua yang terjadi. Tentang kebohongannya dan juga kekecewaan yang Papi rasakan. Manda juga sudah berusaha menerima perlakuan Papi tiga tahun ini.
Namun, aku bukan malaikat yang selalu benar. Aku juga bukan setan yang selalu salah. Aku hanyalah manusia biasa yang punya salah tapi tidak selamanya salah. Aku juga pernah melakukan kebaikan walau tidak pernah kau hargai.
__ADS_1
Aku memilih mundur saat ini bukan karena aku merasa kalah. Semua demi kebaikan. Untuk kesehatan jiwa dan hatiku. Jika dimatamu aku selalu salah dan hanya dirimu yang benar, mungkin berpisah jalan terbaik bagi kita.
"Mami rasa Papi pasti masih menyayangi kamu. Jika saat ini dia berubah, mungkin karena rasa kecewanya pada Mami. Bagi Papi kamu tetap putra kesayangannya. Mami yakin itu," ucap Manda.
Manda tidak ingin anaknya membenci Jefri, karena bagaimana pun keadaan dan sikap Jefri saat ini, dia tetap Papi terbaik buat Yudha.
Terbukti hingga Yudha berusia 17 tahun, dia selalu mendampingi putranya itu dalam segala keadaan dan situasi. Manda berusaha meyakinkan Yudha untuk tetap menghormati Jefri.
"Entahlah, Mi. Aku tidak tahu apa yang saat ini dirasakan. Aku sedih, pasti. Namun, aku juga sadar sebagai ayah sambung Papi telah memberikan yang terbaik. Yang membuat aku kecewa hanya sikap Papi saat ini. Jika memang dia kecewa dan sudah tidak cinta Mami, kenapa dia pertahankan pernikahan ini. Kenapa tidak menggugat cerai Mami terlebih dahulu. Kenapa harus menunggu Mami yang mengambil keputusan?"
Banyak pertanyaan berkecamuk di pikiran pemuda itu. Kenapa Papi nya menggantung status mami tiga tahun belakangan ini? Apakah Papi sengaja melakukan itu hanyalah untuk membalas sakit hatinya karena telah dibohongi Mami. Jika itu alasan Papi, sama saja dia pecundang. Jika dia pria sejati, seharusnya mengakhiri segera hubungan jika sudah merasa tidak nyaman bukan membalasnya.
***
Ditempat lain, tampak Jefri sedang mengendarai mobilnya dengan pelan. Tadi dia baru bertemu dengan pengacaranya. Jefri menanyakan kesempatan dirinya untuk mendapatkan harta gono gini.
Pengacara Jefri mengatakan jika dia mungkin hanya mendapatkan satu perusahaan yang berdiri setelah mereka menikah, rumah dan villa. Itu juga harus dibagi dua. Harta lain atas nama Manda, tidak bisa dituntut. Karena semua itu didirikan sejak sebelum mereka menikah.
Harta mereka juga banyak atas nama Manda dan Yudha. Jefri ingat, setelah mereka menikah, Jefri dan Manda berusaha berdua mengembangkan usaha milik Manda. Semua di atas namakan Yudha. Jefri tidak pernah menduga jika mereka akhirnya akan berpisah.
Jefri memukul setir mobil. Dia nggak akan mendapatkan separuh harta, hanya sebagian kecil. Padahal dia ingin menikahi Lani dengan pesta besar-besaran untuk memperlihatkan pada Manda, jika dia bisa mencari wanita muda yang jauh lebih segalanya dari wanita itu.
...************...
__ADS_1